Anda di halaman 1dari 18

FILSAFAT ETIKA

KELOMPOK 5C
1.

2.
3.

Emi Nurul Azizah Shinta Pramudya

A220100110 A220100128 A220100142

Pengertian Filsafat
Filsafat
ARAB YUNANI FALSAFAH PHILOSOPHIA

Menurut Plato, filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada, ilmu yang berminat untuk mencapai kebenaran yang asli. Al-Farabi mengemukakan Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat sebenarnya

ILMU, FILSAFAT DAN AGAMA

Titik temu antara ilmu dan filsafat Filsafat dan ilmu pengetahuan keduaduanya menggunakan metode pemikiran Reflektif dalam usaha untuk menghadapi fakta-fakta dunia dan kehidupan. Untuk mencari kebenaran keduanya bersikap kritis, terbuka dan tidak memihak.

Titik temu antara agama dengan filsafat Filsafat dalam menerima kebenaran bukan berdasarkan wahyu melainkan dari penyelidikan, hasil pemikiran. Sedangkan agama berdasarkan wahyu. Filsafat dlm mencari kebenaran hakiki harus mencarinya sendiri, sedangkan dalam agama utk mencari kebenaran manusi tdk perlu mancari akan tetapi hal2 tersebut telah diwahyukan Tuhan.

OBJEK FILSAFAT
Objek

penyelidikan filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Metode yang digunakan dalam memecahkan problema2 dlm filsafat, yaitu: 1. metode deduktif 2. metode induksi 3. metode dialektika

STRUKTUR FILSAFAT

Stuktur filsafat berkisar pada tiga cabang filsafat: teori pengetahuan, teori hakikat, teori nilai.

Teori

Pengetahuan Cabang filsafat ini membahas norma-norma atau teori tentang cara mendapatkan pengetahuan dan membicarakan pula tentang bagaimana cara mengatur pengetahuan itu sehingga menjadi pengetahuan yang benar dan berarti. Cabang filsafat pengetahuan epistemologi dan logika.

Teori Hakikat Hakikat artinya keadaan yang sebenarnya, hakikat sebenarnya adalah keadaan sebenarnya dari sesuatu itu, bukan keadaan sementara yang selalu berubah. Kalau teori pengetahuan mempunyai cabang epistemoligi dan logika, maka teori hakikat mempunyai cabang sebagai berikut: Ontologi, Kosmologi, Antropologi, Theodecia, Filsafat Agama, Filsafat Hukum, Filsafat Pendidikan, dll. Ontologi, merupakan cabang teori hakikat yang membicarakan hakikat sesuatu yang ada. Kosmologi, adalah penyelidikan tentang jagad raya fisik, terdiri dari dua bagian, pertama , penyelidikan filsafat mengenai istilah-istilah pokok yang terdapat dalam fisika, kedua, pra anggapan yang terdapat dalam fisika sebagai ilmu tentang jagad raya. Antropologi, pandangan materialism yang mengatakan bahwa realitas seluruhnya terdiri dari materi, berarti bahwa tiap-tiap benda atau kejadian dapat dijabarkan kepada materi atau salah satu proses material.

Theodecia,

cabang ini membicarakan tentang dasar-dasar Ketuhanan dan hubungan manusia kepada Tuhan berdasarkan logika atau pendapat akal manusia. Filsafat Agama, pada pokoknya adalah pemikiran filsafat tentang agama. Filsafat Hukum, kaidah-kaidah hukum termasuk dunia yang lain daripada kebiasaan hukum. Filsafat Pendidikan, pendidikan diperlukan agar manusia mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih layak sebagai manusia.

TEORI NILAI
Teori

nilai mencakup dua cabang filsafat yang cukup terkenal: etika dan estetika. Etika: Tugas etika, Sifat dasar etika, Objek etika, Metode etika. Estetika: Menurut Plato, keindahan adalah realitas sebenarnya dan tidak pernah berubah-ubah. Kant memulai studi ilmiah psikologis tentang keindahan menurut pendapatnya akal itu memiliki indera ketiga atas piker dan kemauan, yaitu indera rasa.

SEKILAS SEJARAH FILSAFAT YUNANI PEMIKIRAN PRA-SOCRATES


Pendahuluan Orang-orang Yunani dulu kala mempunyai banyak cerita dan dongeng takhayul. Mitos-mitos tersebut betapapun jauh dari kebenaran rasional. Pada abad ke-6 SM mulai berkembang di Yunani suatu sikap baru, lahirlah filsafat Yunani, dimana mereka tidak mencari-cari lagi keterangan tentang alam semesta ini dalam cerita-cerita mitos, tetapi mereka mulai berfikir sendiri, untuk memperoleh keterangan yang memungkinkan mereka mengerti kejadian dalam alam ini.

Filsuf-Filsuf Pertama dari Miletos

THALES: ia hidup pada abad ke-6 SM. Thales adalah seorang saudagar yang sering berlayar ke negeri Mesir. Ia menemukan ilmu ukur di Mesir dan membawanya ke Yunani. Menurut Thales asal mula ala mini adalah air, segala sesuatu berasal dari air dan kembali menjadi air. ANAXIMANDROS: adalah murid Thales, Ia tidak menerima begitu saja apa yang diajarkan gurunya. Yang dapat diterima oleh akalnya ialah bahwa yang asal itu satu, tidak banyak. Tetapi yang satu itu bukan air, bukan sesuatu yang dapat diamati oleh panca indera. Menurut A naximandros, segala sesuatu itu berasal dari to apeiron, yaitu yang tak terbatas. ANAXIMENES: Ia adalah murid anaximandros, Baginya yang asal itu mestilah satu daripada yang ada dan yang tampak. Barang yang asal itu ialah udara. Udara itulah yang satu dan tidak berhingga.

Filsuf-Filsuf Elea
PERMINIDES:

Ia lahir pada tahun 540 SM. Ia ahli politik dan pernah memangku jabatan pemerintah. Filsafatnya adalah, yang realitas dalam ala mini hanya satu, tidak bergerak dan tidak berubah. ZENO: adalah murid perminides, ia adalah seorang pilotikus mahir yang mengaku dirinya sebagai dewa. Dia adalah penganut paham cara pemerintahan yang demokratis akan tetapi pada akhirnya ia digulingkan oleh kaum aristocrat. Filsafatnya mengatakan bahwa substansi alam itu terdiri dari empat elemen; tanah, air, udara, dan api.

Filsuf-Filsuf Pluralis
ANAXAGORAS:

Lahir di Lazomonal, mudanya ia pindah ke Athena dan menetap disana selama 30 tahun. Ajaran filsafatnya mengatakan bahwa timbul dan hilang itu ada.

Filsuf-Filsuf Atomis Filsafat atomis ini menurut garis besarnya berasal dari Leukippos, dan dikembangkan oleh demokritos. Mereka berpendapat bahwa realitas seluruhnya itu bukan satu, melainkan tersusun oleh banyak unsur dan unsur tersebut tidak dapat dibagi-bagi. Unsure-unsur tersebut mereka namai atom yang diambil dari kata atomos, a=terbagi. Atom merupakan bagian yang terkecil, sehingga tidak terlihat oleh mata. Bentuknya berbeda-beda dan tidak mempunyai kualitas.

EPISTEMOLOGI
Secara umum epistemologi dapat dijelaskan sebagai cabang filsafat yang membahas ruang lingkup dan batas-batas pengetahuan. Studi ini mencari jalan untuk memecahkan pertanyaanpertanyaan mendasar meliputi pengkajian sumber-sumber watak, dan kebenaran pengetahuan. Istilah yang digunakan untuk nama teori pengetahuan adalah epistemologi, yang berasal dari kata Yunani epistemi (pengetahuan) dan logy (teori).

RASIONALISME RENE DESCARTES (1595-1650)


Aliran filsafat yang berasal dari Descartes biasanya disebut rasionalisme, karena aliran ini sangat mementingkan rasio. Dalam rasio terdapat ide-ide dan dengan itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas di luar rasio. Dalam memahami aliran rasionalisme, kita harus memperhatikan dua masalah utama yang keduanya diwarisi dari Descartes.

Descartes Agar filsafat dan ilmu pengetahuan dapat diperbaharui, kita terutama memerlukan suatu metode yang baik demikian pendapat Descartes. Kalau terdapat suatu kebenaran yang tahan dalam kesangsian yang radikal itu, maka itulah kebenaran yang sama sekali pasti dan harus dijadikan dasar bagi seluruh ilmu pengetahuan. Descartes memandang manusia sebagai makhluk dualitas. Manusia terdiri dari dua substansi: jiwa dan tubuh.

Filsafat

EMPIRISME
Istilah ini berasal dari kata Yunani, emperia, yang berarti pengalaman inderawi. Oleh sebab itu, empirisme dinisbatkan kepada paham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalan yang dimaksudkan dengannya ialah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia saja.

KRITISISME IMMANUEL KANT (1724-1804)

Kritisisme sangat berbeda dengan corak filsafat modern sebelumnya yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak. Isi utama dari kritisisme adalah gagasan Immanuel Kant tentang teori pengetahuan, etika dan estetika. Menurut Kant, syarat dasar bagi segala ilmu pengetahuan adalah: a. Bersifat umum dan mutlak, dan b. Memberi pengetahuan yang baru.