Anda di halaman 1dari 7

Nama : Dian Fajriyah Pangestika NIM : 25010110120018 Kelas : R1-A 2010 Tugas Kesehatan Lingkungan dan Penyakit

1. Apa yang menyebabkan seseorang punya daya imun respon tubuh yang kuat? Faktor yang melemahkan sistem kekebalan tubuh adalah makanan yang tidak sehat (junkfood, makanan yang mengandung bahan kimia, dsb), konsumsi gula berlebihan, alkohol, kurang tidur, dan stress. Untuk menjaga imun tubuh tetap kuat dapat dilakukan dengan cara berikut: Berolah raga Konsumsi makanan yan mengandung antioksidan tinggi Istirahat cukup Melakukan tindakan copying stress Hindari rokok, alcohol, dan obat-obatan terlarang

2. Apa saja klasifikasi virus, tipe virus, faktor pembatas virus, dan bagaimana cara virus memperbanyak diri? Klasifikasi Virus: Berdasarkan sel inangnya - Virus bakteri (bakteriofage) Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. - Virus tumbuhan Virus yang parasit pada sel tumbuhan, seperti: Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV). - Virus hewan Virus yang parasit pada sel hewan, seperti: virus Poliomylitis, virus Vaccina, dan virus Influenza.

Virus ada tidak tidaknya selubung virus - Virus yang memiliki selubung (enveloped virus) Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran.Membran terdiri dari dua lipid dan protein, (biasanya glikoprotein).Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama tama berinteraksi. Contoh: Herpesvirus, Corronavirus, dan Orthomuxovirus. - Virus yang tidak memiliki selubung Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contoh: Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.

Tipe Virus: Virus Tipe I = DNA Utas Ganda Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal Virus Tipe III = RNA Utas Ganda Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+) Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-) Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara

Faktor Pembatas Virus Faktor nutrisi : karbon, oksigen, karbon dioksida Faktor fisik : potensial reduksi-oksidasi, temperatur, konsentrasi ion hidrogen, kondisi osmotik

Cara virus memperbanyak diri Virus memperbanyak diri dengan cara replikasi. Replikasi virus terbagi menjadi dua macam yaitu litik dan lisogenik. Siklus litik Siklus litik menyebabkan sel inang pecah pada saat mereplikasi dirinya. Siklus litik terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu: - Pelekatan (absorbsi) : virus menempel pada inang.

- Penetrasi : virus mengeluarkan enzim untuk melubangi sel inang dan kemudian menginjeksi DNA ke dalam sel inangnya. - Sintesis : pembentukan genom dan protein kapsid. - Pematangan : DNA virus dan kapsid merakit ratusan virion. - Pelepasan : sel inang mengalami lisis (rusak). Siklus lisogenik Pada siklus ini virus tidak menyebabkan rusaknya sel inang. Siklus lisogenik pada umumnya sama dengan siklus litik, tetapi pada siklus lisogenik terdapat tahap penggabungan. Tahap penggabungan adalah tahap penyisipan DNA virus kedalam sel inang tanpa merusak DNA sel inang.

3. Apa yang menyebabkan gagal pengobatan pada TBC apa yang menyebabkan TB bisa resisten? Kaitkan dengan metabolism tubuh. Faktor yang menyebabkan pengobatan tidak adekuat: Pemakaian obat tunggal dalam pengobatan TB. Penggunaan rejimen pengobatan yang tidak tepat. Penggunaan obat kombinasi yang pencampurannya tidak dilakukan secara baik sehingga menggangu bioavailability obat. Penyediaan obat yang tidak regular, kadang pemberian obat ke suatu daerah terhenti selama berbulan-bulan. Pemberian obat TB yang tidak teratur, misalnya hanya diminum 2 atau 3 minggu lalu berhenti setelah 2 bulan pasien datang lagi ke dokter lain dan mendapat OAT lagi untuk 2 atau 3 bulan kemudian kemudian berhenti lagi dan demikian seterusnya.

4. Pelajari ular, apakah betul bisa ular mampu mencari target organ yang sakit? Kebanyakan racun ular berbisa memiliki jalur fisiologis yang sama dalam tubuh dengan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa molekul racun bisa dimodifikasi menjadi molekul non-racun secara alami. Bisa yang diproduksi kelenjar racun pada ular tidak digunakan seluruhnya untuk membunuh mangsa, tetapi sebagian digunakan untuk melayani fungsi jaringan lain dalam tubuh.

5. Kenapa ada yang terkena DSS ada yang tidak? Apa semua DSS mengalami siklus pelana kuda atau yang kena DSS saja? DSS (Dengue Shock Syndrome) merupakan demam berdarah dengue yang disertai shock. Shock dapat terjadi setelah 2-6 hari sejak gejala DBD muncul. DSS merupakan tahap lanjut dari DBD, jdi penderita DSS juga mengalami gejala khas pada DBD yaitu siklus pelana kuda, dimana panas pada anak naik turun. Anak mengalami fase demam tinggi antara 39-40oC, kemudian akan masuk kedalam fase kritis dengan gejala demamnya menurun drastic (kembali ke 37 oC). Fase tersebut memiliki bentuk menyerupai pelana kuda.

6. Pelajari nyamuk, proboscis memiliki 2 saluran? Apa fungsinya? Proboscis atau belalai adalah alat untuk menusuk dan menghisap cairan makanan atau darah. Belalai yamuk memiliki 2 saluran yang terpisah satu dengan lainnya. Satu belalai memiliki fungsi untuk menghisap darah sedangkan yang satu lagi untuk mengeluarkan air liur. Ujung Proboscis terdiri dari enam bagian: Dua pipa (labrum), satu untuk menghisap darah dan satu lagi untuk memasukkan cairan ke dalam jaringan kulit yang dikelilingi oleh: Dua gergaji Dua pisau yang ujungnya tajam

7. Mengapa virus dengue bisa menularkan DBD sedangkan HIV tidak? Nyamuk tidak menularkan HIV karena nyamuk mencerna virus yang menyebabkan AIDS, nyamuk memiliki proboscisdengan dua saluran yang terpisah. Satu saluran digunakan untuk menghisap darah dan yang satu lagi untuk mengeluarkan liur. Dengan kata lain jika nyamuk menghisap darah orang yang terkena AIDS dan mengeluarkan liurnya maka air liur tersebut bukan berasal dari darah yang dihisap karena salurannya berbeda sehingga air liur tidak bersentuhan dengan darah yang mengandung HIV. Jika nyamuk tersebut menggigit orang lain maka nyamuk tersebut tidak menularkan HIV.

8. Berapa dominan DEN di Indonesia? Terdapat 4 sterotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 yang semuanya dapat menyebabkan demam berdarah dengue. Keempat sterotipe ditemukan diindonesia dengan sterotipe DEN-3 terbanyak.

9. Apa yang dimaksud cross protection? Cross protection adalah kekebalan humoral silang yang dihasilkan dari pembentukan antibodi pada infeksi pertama oleh salah satu dari keempat virus dengue untuk meringankan infeksi kedua oleh jenis virus lainnya.

REFERENSI Anonim. 2012. Cara meningkatkan system imun tubuh yang tepat. (online) (http://infokesehatan.net/cara-meningkatkan-sistem-kekebalan-tubuh-yang-tepat/, diakses tanggal 30 oktober 2012) Anonim. 2012. Tips untuk memperkuat system kekebalan tubuh anda. (online) (http://dokita.co/blog/tips-untuk-memperkuat-sistem-kekebalan-anda/, diakses tanggal 30 oktober 2012) Anonim. 2012. Virus. (online) (http://id.wikipedia.org/wiki/Virus, diakses tanggal 30 oktober 2012) Eemoo, 2012. Nyamuk Menularkan HIV/AIDS?. (online) (http://m.tnol.co.id/bloganda/17730-nyamuk-menularkan-hivaids.html, diakses tanggal 7 januari 2013) Indrayana, 2012. Cara memperkuat system kekebalan tubuh. (online) (http://xamherbal.com/cara-memperkuat-sistem-kekebalan-tubuh/, diakses tanggal 30 oktober 2012) Kast. 2010. Klasifikasi Virus. (online) (http://www.scribd.com/doc/39031904/Klasifikasi-Virus, diakses tanggal 30 oktober 2012) Kompas. 2009. Beda DBD dan Chikungunya. (online) (http://kesehatan.kompas.com/read/2009/08/05/09342051/beda.dbd.dan.chikungunya, diakses tanggal 7 januari 2013) Mayasari, Linda. 2012. Bisa Ular Beracun Dikembangkan Jadi Obat Penyakit Berat. (online) (http://health.detik.com/read/2012/09/21/122828/2029243/763/bisa-ularberacun-dikembangkan-jadi-obat-penyakit-berat, diakses tanggal 7 januari 2013) Mohamad. 2010. Demam Berdarah Dengue. (online) (http://collateralmohamad.blogspot.com/2010/03/demam-berdarah-dengue-oleh-dr.html, diakses tanggal 7 januari 2013) Purnama, Sang Gede. 2010. Pengendalian Vektor DBD. (online) (http://staff.unud.ac.id/~purnama/wp-content/uploads/2010/04/buku-ajar-DHF.doc, diakses tanggal 7 januari 2013) Universitas Sumatera Utara. 2013. Demam Berdarah Dengue. (online) (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21504/4/Chapter%20II.pdf, diakses tanggal 7 januari 2013)

Universitas Sumatera Utara. 2013. Uraian Tentang Nyamuk. (online) (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17818/4/Chapter%20II.pdf, diakses tanggal 7 januari 2013) Viska, Oke. 2007. Extensively Drug-Resistant Tuberculosis ( XDR-TB). (online) (http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/5okt081923.pdf, diakses tanggal 7 januari 2013) Wulansari, Nur Ainul dkk. 2011. Replikasi virus. (online) (http://www.slideshare.net/eNjiSPain/replikasi-virus, diakses tanggal 7 januari 2013)