Anda di halaman 1dari 1

Disiplin Waktu dan Jam yang Berbeda Disiplin waktu menjadi salah satu jargon yang sering kali

dilanggar di Indonesia. Saking seringnya, tidak jarang orang-orang Indonesia yang berusaha disiplin dan menepati waktu justru dianggap aneh dan langka. Bahkan seorang sahabat saya yang sejak saya kenal selalu disiplin waktu, menepati janji sesuai waktu yang ditentukan dan tidak pernah telat dalam setiap kali acara, dianggap sebagai bukan orang Indonesia. Disiplin waktu malah menciptakan sebuah budaya khas di Indonesia; jam karet. Saya yakin penggunaan istilah karet bukan bagian dari promosi Indonesia yang pernah berjaya sebagai pengeksport karet terbesar di dunia. Budaya jam karet dan disiplin waktu mengingatkan saya pada pengalaman saya dan seorang teman ketika menjadi pramuka di SMA. Ketika hendak mengikuti latihan pramuka, saya dan seorang teman terlambat lantaran sebelum mencapai tempat latihan saya bertemu dengan seorang cewek dan berhasil berkenalan. Hasilnya saya musti terlambat hampir lima belas menit dari waktu mulai latihan. Saya paham konsekuensi yang musti saya tanggung. Pasti saya dan seorang teman harus menjalani hukuman dari para senior lantaran terlambat dan tidak disiplin waktu. Namun, entah dari mana, tiba-tiba saya mendapatkan akal. Jam tangan yang saya kenakan saya mundurkan waktunya hingga 15 menit, sehingga pas saya mencapai tempat latihan saya belum terlambat menurut jam yang saya kenakan. Kepada kakak senior saya bersikeras bahwa saya tidak terlambat dengan bukti jam yang saya kenakan (yang telah saya mundurkan hingga 15 menit). Dengan alat bukti tersebut saya bersitegang. Anehnya, kakak senior mengampuni dan sayapun terbebsa dari tuduhan terlambat dan masuk dalam golongan yang tepat waktu dan berdisiplin waktu. Sekarang, bertahun setelah saya lulus SMA, ternyata hampir setiap hari saya menemukan jam-jam yang saling berbeda. Jam di rumah saya berbeda dengan jam di rumah tetangga sebelah saya, terpaut 4 menit 30an detik. Demikian juga jam-jam di tempat yang lain. Bahkan baru dua hari yang lalu saya menjumpai jam di sebuah sekolah yang terpaut 15 menit lebih dari jam tangan saya. Padahal jam itu terdapat di ruang tata usaha sebuah sekolah, lembaga pendidikan. Jika antara satu jam dengan jam lain saja saling berbeda waktunya bagaimana kita bisa tepat waktu dan berdisiplin waktu?. Atau lantaran kita memang terbiasa dengan jam karet dan tidak disiplin waktu sehingga jam-jam yang berbeda waktunyapun dianggap tidak mengganggu? http://img12.imageshack.us/img12/4002/jam6f.jpg http://yfrog.com/0cjam6fj disiplin waktu, jam, jam karet, perbedaan waktu, pengalaman, disiplin, budaya disiplin, budaya jam karet, terlambat