Anda di halaman 1dari 2

Talents Mapping

Hipnoterapis yang tidak mengindahkan hal ini, apalagi melakukan terapi tanpa persetujuan klien, biasanya akan mengalami perlawanan hebat dari pikiran bawah sadar klien. Alih-alih berhasil menerapi klien seringkali justru kebiasaan buruk yang akan dihilangkan menjadi semakin parah. Saya menyebut fenomena ini sebagai efek pembalikan dari pikiran bawah sadar. Satu contoh lagi. Seorang wanita, sebut saja Ani, menikah dengan Budi. Ani, waktu masih kuliah dulu sempat pacaran dengan Joko. Ternyata sekarang ini Budi dan Joko adalah rekan sekantor. Joko bercerita pada Budi bahwa dulu waktu masih kuliah ia dan Ani adalah rekan seangkatan dan mereka sempat pacaran. Joko menceritakan banyak hal yang dulu ia lakukan dengan Ani termasuk mereka pernah melakukan hubungan suami istri. Budi kemudian menanyakan hal ini pada Ani dan Ani mengakuinya, namun tidak seperti yang diceritakan oleh Joko. Budi minta Ani bercerita secara jujur karena ia sebenarnya tidak mempermasalahkan hal ini. Budi hanya ingin tahu apa yang terjadi sesungguhnya. Ani, karena sudah banyak lupa akan kejadian itu, akhirnya minta bantuan hipnoterapis untuk melakukan forensic hypnosis. Dan selama proses forensic hypnosis Budi akan ikut berada di dalam ruang terapi untuk mengetahui apa yang dulunya terjadi. Apakah hipnoterapis akan menerima permintaan Ani untuk melakukan forensic hypnosis? Menurut hemat saya sebaiknya tidak dilakukan. Mengapa? Karena apa gunanya bagi Budi mengetahui apa yang dulu terjadi antara Ani dan Joko? Jika Budi benar-benar bisa menerima istrinya apa adanya, tidak mempermasalahkan masa lalu, lalu buat apa ia meminta istrinya menceritakan kejadian itu selengkap-lengkapnya sampai perlu minta bantuan hipnoterapis? Sebagai suami yang bijaksana seharusnya Budi menegur Joko untuk tidak perlu menceritakan kejadian di masa lalu. Kasus lainnya misalnya ada klien yang mengalami schizophrenia, depresi berat dengan kecenderungan bunuh diri, korban kekerasan seksual, atau kasus lain yang berat dan hipnoterapis sadar bahwa ia belum punya pengalaman, kecakapan, atau pengetahuan untuk menangani kasus-kasus seperti ini, maka akan sangat bijaksana bila hipnoterapis tidak menerima klien ini dan merujuk ke terapis lain yang lebih kompeten. Kondisi klien yang parah seperti pada kasus yang diceritakan di atas membutuhkan penanganan yang bersifat segera, efektif, dan tepat sasaran. Ada kasus di mana karena ego hipnoterapis yang tidak mau mengakui keterbatasan kecakapannya, tidak bersedia merujuk klien ke terapis lain yang lebih cakap, tetap menerima klien depresi berat dan tidak mampu memberikan terapi yang efektif untuk membantu klien. Akibatnya klien hampir melakukan bunuh diri. Teknik terapi yang dilakukan oleh hipnoterapis di atas dalam menangani kasus

depresi berat adalah hanya dengan konseling, nasehat, dan sugesti yang semuanya dilakukan dalam kondisi sadar normal, bukan deep trance. Ada lagi klien wanita yang datang dan minta dihipnosis agar langsing. Permintaan ini tentunya tidak serta merta diterima. Hipnoterapis perlu mengerti Body Mass Index dalam bahasa Indonesia disebut Index Masa Tubuh (IMT) yaitu sebuah ukuran berat terhadap tinggi badan yang umum digunakan untuk menggolongkan orang dewasa ke dalam kategori underweight (kekurangan berat badan), overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas (kegemukan). Jika klien sudah underweight namun tetap ingin lebih kurus lagi maka yang perlu dibereskan adalah alasan atau emosi di balik keinginan ini, bukan menuruti kemauan klien yang ingin menurunkan berat badan. Inilah yang saya maksudkan client-centered hypnotherapy sebagai hipnoterapi yang berpusat pada klien dan dilakukan dengan kesadaran, kreativitas, dan integritas tinggi dan bersandar pada nilai-nilai kemoralan, spiritualitas, dan kebijaksanaan. Artikel ini dibuat oleh Bpk. Adi W Gunawan. Mentor & Guru saya bakat sukses