Anda di halaman 1dari 2

Permainan Sedang Apa Memunculkan Pemimpin Permainan Sedang Apa pasti banyak yang mengetahui bahkan melakukannya.

Permaianan yang dilakukan oleh 2 kelompok dengan menyanyikan lagu sedang apa secara bergantian. Syaratnya, kata pertama dalam lirik lagu Sedang Apa harus mengulangi kata kedua yang dinyanyikan kelompok sebelumnya. Sedangkan kata kedua harus berkaitan dengan kata pertama. Sederhana, menyenangkan, meriah, dan ternyata mampu memunculkan pemimpin. Terbukti ketika saya harus melatih adik-adik Pramuka yang baru naik golongan dari Pramuka Siaga menjadi Pramuka Penggalang. Lantaran sebelumnya mereka dilatih oleh Pembina Siaga saya masih buta dengan karakteristik mereka termasuk siapa yang mempunyai bakat menjadi pemimpin. Sebuah start yang kurang mulus. Untungnya saat itu mereka request untuk bermain Sedang Apa. Saya menyetujui dengan syarat hanya dilaksanakan sebanyak 3 babak saja. Ini karena saya sudah mempersiapkan materi latihan yang musti saya laksanakan hari itu. Perkiraan saya 15 menit cukup untuk menyelesaikan 3 ronde permainan sedang apa itu dan selanjutnya bisa menyampaikan materi yang saya rencanakan. Nah, selama permainan Sedang Apa itu berlangsung ada beberapa hal yang membuatku tercengang. Salah satunya lantaran permainan dengan menyanyikan lagu sedang apa secara bergantian itu mampu memunculkan sosok-sosok yang mempunyai bakat alami sebagai pemimpin. Beberapa anak yang berbakat menjadi pimpinan ini selama permainan berlangsung terlihat menonjol dalam mengorganisir kelompoknya agar tidak kalah. Mulai dari ikut memikirkan kata-kata yang bisa digunakan sebagai lanjutan lirik, mencari masukan ide dan pertimbangan dari teman-temannya hingga mengampil keputusan dalam memilih sebuah kata serta meyakinkan teman-temannya untuk mengikuti lirik pilihannya. Manajemen dan kordinasi dalam kelompok berjalan dengan indah seelok langit biru sore itu di bawah pimpinan sang pemimpin yang tiba-tiba muncul dalam permainan sedang apa tersebut. Tanpa disadari oleh anggota kelompok, secara aklamasi mereka telah memilih seorang pemimpin di antara mereka. Proses pemilihan pemimpin yang jauh berbeda dengan pemilihan pemimpin-pemimpin negeri ini yang sering kali sarat dengan kelicikan, kemunafikan, tragedi, dan ego pribadi. Sebuah proses kemunculan pemimpin yang membuat biru hati siapapun yang melihatnya, termasuk saya. Selain memunculkan pemimpin yang mempunyai bakat alami dan dipilih secara aklamasi lewat proses yang damai, permainan ini juga mampu memupuk kekompakan. Sang pemimpin dan anggota lainnya tampa bahu membahu untuk memenangkan permainan sedang apa tersebut. Satu lagi, permainan Sedang Apa yang menyenangkan ini membuka mata saya bahwa ternyata anak didik kita mempunyai potensi keilmuan dan kreatifitas yang melebihi dugaan saya. Terbukti saat saya mencoba mengikuti permainan ini di dalam hati harus mengaku kalah berkal-kali. Lirik yang tidak dapat saya lanjutkan ternyata dengan mudah dilanjutkan oleh mereka. Sayangnya permainan yang saya batasi hanya 3 babak dengan alokasi waktu 15 menit berlangsung lebih lama dari perkiraan saya. Permainan Sedang Apa yang sore itu memunculkan para pemimpin dengan bakat alami berlangsung hingga 40 menit. Dan

saya tidak tega untuk menghentikan pesta demokrasi yang biru itu sehingga lirik lagu sedang apa itupun terus bersambung Sedang apa, sedang apa, sedang apa sekarang Sekarang sedang apa, sedang apa sekarang SEDANG NONTON, sedang nonton sedang nonton sekarang Sekarang nonton apa, nonton apa sekarang NONTON LANGIT, nonton langit, nonton langit sekarang Sekarang langit apa, langit apa sekarang LANGIT BIRU, langit biru, langit biru sekarang Sekarang biru apa, biru apa sekarang . Biarlah sore itu saya tidak disiplin waktu dan urung melaksanakan program latihan yang telah saya susun yang penting adik-adik saya gembira. Gembira lantaran mampu kompak. Gembira lantaran menemukan pemimpin yang berbakat buat mereka sendiri. Meskipun itu semua hanya melalui sebuah permainan sederhana, permainan Sedang Apa. permainan, sedang apa, pramuka, pemimpin, bakat alami, memilih pemimpin, lagu sedang apa, permainan kekompakan, biru