Anda di halaman 1dari 4

UJI POTENSI EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) SEBAGAI INSEKTISIDA NYAMUK Culex.

sp DENGAN METODE ELEKTRIK TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Oleh: Meidyan Ricca Alvinca NIM: 105070103111001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Infeksi cacing usus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. Masyarakat pedesaan atau daerah perkotaan yang sangat padat dan kumuh merupakan sasaran yang mudah terkena infeksi cacing (Moersintowarti, 1992) Nyamuk Culex sp merupakan nyamuk yang hidup di dalam Negara tropis. Kebanyakan hidupnya di genangan air, air kotor, dan di persawahan. Sehingga nyamuk ini sangat menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Sebagai tindakan preventif terhadap penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, dianjurkan menghindari gigitannya, dan serta memutus siklus hidup nyamuk. Cara yang dapat dilakukan diantaranya dengan menyemprotkan pembasmi nyamuk (insektisida) dan kebersihan lingkungan (Suharsono,2005). Insektisida sintetik organik yang sering digunakan sebagai pembasmi nyamuk dewasa diketahui mempunyai dampak negatif. Resistensi vektor nyamuk, asapnya mempunyai dampak pencemaran lingkungan, dan gangguan kesehatan merupakan beberapa contoh dari dampak negatif penggunaan insektisida sintetik. Sebagai pengganti insektisida organik, dapat digunakan insektisida alami atau nabati dari tumbuhan-tumbuhan yang mudah ditemukan di masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun seledri (Apium

Graveolens L.) mengandung senyawa yang diduga dapat digunakan sebagai insektisida nabati yaitu saponin dan flavonoid (CCRC FARMASI UGM, 2008). Insektisida alami dengan metode listrik sangat mudah diaplikasikan oleh masyarakat dan kontak terhadap nyamuk cukup lama. Sehubungan dengan adanya uraian di atas, perlu mengadakan penelitian tentang potensi ekstrak etanol daun seledri (Apim Graveolens L.) sebagai insektisida nyamuk Culex sp sebagai vector dari penyakit filariasis, Japanese B encephalitis, St Louis encephalitis, dan Virus chikungunya dengan metode elektrik, karena metode ini tidak terlalu mempunyai dampak negative.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah ekstrak daun seledri (Apium Graveolens L.) memiliki efek anti helmintik terhadap Ascaris suum secara in vitro? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Untuk membuktikan bahwa ekstrak daun seledri (Apium Graveolens L.) mempunyai potensi sebagai anti helmintik terhadap Ascaris suum.

1.3.2

Tujuan Khusus 1. Untuk mengukur potensi ekstrak daun seledri (Apium Graveolens L.) sebagai insektisida terhdap nyamuk culex sp. 2. Untuk mengetahui konsentrasi minimum ekstrak daun seledri (Apium Graveolens L.) yang memiliki daya bunuh maksimum terhadap nyamuk culex sp.

3. Untuk menganalisa hubungan antara besar konsentrasi ekstrak daun seledri (Apium Graveolens L.) dan lama waktu kontak antara Ascaris suum dan helmintik ekstrak daun seledri dengan melihat jumlah Ascaris suum yang mati.

1.4 MANFAAT PENELITIAN 1.4.1 Manfaat Akademik 1. Memberikan dan menguatkan informasi kepada masyarakat tentang efek anti helmintik alami dari ekstrak daun seledri (Apium Graveolens L.) terhadap Ascaris suum. 2. Meningkatkan pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia dalam dunia medis. 1.4.2 Manfaat Untuk Masyarakat