TUGAS PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK

)
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Sains Dosen pengampu: Dr. Nonoh Siti Aminah, M.Pd

Oleh

Adi Suprapto

S831208002

(Pendidikan Sains Fisika angkatan September 2012)

PRODI PENDIDIKAN SAINS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

Sesuai dengan jenjang pendidikan formal yang ada. Selama pembelajaran berlangsung.PROPOSAL PENELITIAN UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA KONSEP TEKANAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ”NUMBERED HEADS TOGETHER” DENGAN MEDIA LEMBAR DISKUSI BERGAMBAR PADA KELAS 8E SMP NEGERI 1 MEJOBO. Setelah dilakukan tes akhir (post tes). kreatif. Latar Belakang Masalah Pembelajaran IPA adalah salah satu ilmu dasar yang dipelajari dalam pendidikan berorientasi IPTEK. belum terwujud model pembelajaran PAIKEM. Ketika guru memberikan pertanyaan atau soal. B. dan menyenangkan. efektif. Dari penilaian proses maupun tes akhir menunjukkan kegagalan pembelajaran konsep tekanan pada kelas 8E baik pada proses maupun hasil belajar. Bagaimana meningkatkan interaksi antar siswa? 2. pembelajaran IPA mempunyai tujuan-tujuan mendasar dalam menanamkan dan mengembangkan konsep-konsep dasar IPA. hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kompetensi dasar terkait. tidak ada siswa dengan inisiatif sendiri maju ke depan kelas untuk menjawab. Pembelajaran IPA perlu menerapkan model pembelajaran PAIKEM yang memungkinkan mengembangkan pemahaman dan keterampilan dengan penekanan belajar sambil bekerja. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu guna menghasilkan pembelajaran yang aktif. Identifikasi Masalah Masalah-masalah yang ditemukan dalam pembelajaran konsep tekanan di kelas 8E meliputi : 1. BAB I PENDAHULUAN A. Siswa baru maju setelah ditunjuk oleh guru dan ketika maju siswa tampak kurang percaya diri. Yang terjadi pada pembelajaran IPA konsep tekanan di kelas 8E dengan demontrasi ketika dilakukan observasi sebagai bentuk penilaian proses. inovatif. KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Bagaimana meningkatkan interaksi siswa 8E dengan guru? . hanya sebagian kecil siswa yang melakukan interaksi (komunikasi) dengan teman maupun dengan guru.

Aktivitas siswa yang diamati meliputi: (1) interaksi antar siswa dalam kelompok. Media apa yang perlu digunakan guru agar melibatkan siswa ? 5. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran dan media pembelajaran. Model pembelajaran yang hendak diterapkan yaitu numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar untuk pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E tahun pelajaran 2012/2013. tuntas secara klasikal. Rumusan Masalah Apakah melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Mejobo Tahun Pelajaran 2012/2013? . Model pembelajaran dan media apa yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa? C. Penelitian sebagai upaya perbaikan pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E tahun pelajaran 2012/2013. Bagaimana meningkatkan kesadaran siswa menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal di depan kelas ? 7. Model pembelajaran yang dipilih peneliti yaitu numbered head together dan media yang dipilih lembar diskusi bergambar. (2) interaksi antar kelompok siswa. Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa ? 8. Variabel terikat penelitian ini yaitu aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. D. Pembatasan Masalah Dari berbagai masalah di atas. (3) interaksi siswa dengan guru. Apa yang menyebabkab aktivitas siswa rendah ? 9. Model pembelajaran apa yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan ? 4.3. Bagaimana agar guru tidak mendominasi pembelajaran? 6. (4) interaksi siswa dengan media pembelajaran. Untuk itu diperlukan tindakan kelas untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan metode dan media tertentu. Apa yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah ? 10. inti dari masalah dalam pembelajaran IPA konsep tekanan dengan metode demontrasi adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa rendah sehingga perlu ada perbaikan pembelajaran agar aktivitas siswa meningkat dan hasil belajar siswa mencapai KKM.

Manfaat teoritis Mendapatkan pengetahuan tentang aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Mejobo Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar. Tujuan Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah : 1. Bagi siswa 1) Siswa sebagai subyek belajar dapat belajar secara aktif. Manfaat Praktis a.E. tuntas secara klasikal. Manfaat bagi peneliti 1) Guru memiliki pengalaman dalam mengungkap masalah dan upaya mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran secara efektif. 2. . 2) Guru mampu menerapkan suatu metode dengan media inovatif guna meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. dan menyenangkan. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas 8E SMPN 1 Mejobo tahun pelajaran 2012/2013 pada pembelajaran IPA konsep tekanan. 2) Siswa mampu mencapai KKM. F. Meningkatkan aktivitas siswa kelas 8E SMPN 1 Mejobo tahun pelajaran 2012/2013 pada pembelajaran IPA konsep tekanan. 2. b. Manfaat Penelitian 1. kreatif.

mengembangkan bahasa dan sosialisasi serta mengembangkan harga diri mereka dalam alokasi waktu yang tersedia. 2004 : SN-36:9).2010: 270) Usia siswa SMP kelas 8 berkisar 13 – 15 tahun masuk dalam katagori tingkat perkembangan kognitif operasional formal. dan siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Teori Belajar Sosial Teori belajar sosial dikembangkan oleh Albert Bandura dengan konsep dasar pemodelan ( modeling ) Ada 4 (empat) fase yakni fase atensi. Beberapa teori belajar a.BAB II KAJIAN TEORI A. Karakteristik Siswa Keberhasilan proses belajar mengajar antara lain dipengaruhi oleh kesesuaian antara materi pelajaran dan tingkat berfikir siswa. satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. setip individu akan mengalami tingkat perkembangan kognitif sebagai berikut : (1) senso motor umur 0-2 tahun. fase retensi. Teori yang terkait dengan pembelajaran kontruktivis antara lain : Teori Piaget. . 1. Teori Bruner ( Wartono. fase motivasi ( Wartono . Siswa harus membangun sendiri dalam benaknya. 2004:SN-36:3) b. Teori Vygotsky. Merangsang siswa belajar sains merupakan tugas yang komplek. melakukan kegiatan fisik. fase produksi. kita diharapkan membantu siswa belajar dengan merangsang mereka berpikir. Dalam pembelajaran sains. 2. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. (4) operasional formal umur 11 tahun ke atas. Teori Belajar Konstruktivis Menurut Teori Kontruktivis ini. (2) Pra operasional umur 2 – 7 tahun. (3) Operasional konkrif umur 7 – 11 tahun. Kerangka Teoritis Seorang guru harus mempertimbangkan lebih daripada sekedar apa yang terjadi di dalam pikiran siswa. ( TIM PLPG. Menurut Piaget.

Model Examples Non examples b. c. Berpikir Hipotesis Deduktif Anak dapat merumuskan banyak alternatif hipotesis dalam menanggapi masalah dan mencek data terhadap setiap hipotesis untuk membuat keputusan yang layak. d. Picture And Picture c. Artikulasi . Kepala Bernomor Struktur f. Problem Based Introduction i. atau proporsi-proporsi yang mungkin. tetapi anak belum mempunyai kemampuan menerima atau menolah hipotesis. Student Team-Achievement Divisions ( STAD ) g. Jigsaw h. b. (TIM PLPG. Model-model Pembelajaran Inovatif a. Flavel (1963) mengemukakan beberapa karakteristik dari berpikir operasional formal yaitu : a. Berpikir Proporsional Dalam berpikir anak dibatasi benda-benda atau peristiwa-peristiwa konkret. anak dapat menangani pertanyaan-pertanyaan.Disamping itu. Berpikir Kombinatorial Berpikir meliputi semua kombinasi benda-benda. memeriksa data yang berlawanan dengan fakta. gagasan-gagasan . Cooperative Script e. 2010 : 272) 3. Ia dapat berfikir kembali pada seri operasi mentahnya dengan simbol-simbol. Numbered Head Together d. Berfikir Refleksif Anak berfikir sebagai orang dewasa.

Debat n.2010: 288-298) 4.j. Bertukar Pasangan r. Role Playing o. Model Pembelajaran Numbered Head Together Model pembelajaran numbered heads together dilaksanakan dengan langkah-langkah : a. Tanggapan dari teman yang lain. kemudian guru menunjuk nomor yang lain f. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya d. Make-A Match l. Group Investigation p. Talking Stick q. Siswa dibagi dalam kelompok .2010: 289) . Mind Mapping k. Think Pair And Share m. Kesimpulan ( TIM PLPG. Snowball Throwing s. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya c. Tebak Kata ( TIM PLPG. Inside-Outside-Circle u. setiap siswa dalam kelompok mendapat nomor b. Fasilitator And Explaining t. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasamanya mereka e.

Dengan model pembelajaran numbered head together diharapkan: 1. Terjadi komunikasi dalam kelompok dan antar kelompok 4. Setiap kelompok melakukan komunikasi secara efektif guna menjamin setiap anggotanya menguasai konsep / materi yang didiskusikan 3. Metode yang peneliti rencanakan yaitu numbered head together. Kerangka Berpikir Berdasarkan kenyataan pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E mengalami kegagalan dan perlu upaya perbaikan. Pemahaman konsep dimiliki oleh setiap siswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajar setiap siswa memenuhi KKM. Peneliti merencanakan perbaikan metode dengan alat peraga tertentu yang diupayakan menarik perhatian siswa dan memacu aktivitas siswa. . Setiap siswa berusaha semaksimal mungkin menggali pengetahuan dalam kelompok masingmasing dan memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyampaikan hasil diskusi 2.B.

Hipotesis Tindakan Melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar.Adapun skema penelitian ini sebagai berikut : C. aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Mejobo Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat meningkat. .

Data aktivitas siswa 2. . Kudus 2. Tempat Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data 1. Data hasil belajar siswa D. Agar peneliti dapat memperoleh data tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran. S. Teknik pengumpulan hasil belajar siswa melalui tes akhir pelajaran berupa tes tertulis dengan soal essay sejumlah 5 butir soal. Nopember 2012 B. Teknik pengumpulan data aktivitas siswa melalui observasi proses belajar siswa. peneliti dibantu guru lain yaitu Harnyono.d.Pd untuk mengamati aktivitas siswa dan mengisikan hasil pengamatan pada lembar observasi selama peneliti melakukan tindakan kelas. Data dan Sumber Data Data penelitian ini terdiri atas : 1. Tempat Penelitian : SMPN 1 Mejobo.BAB III METODE PENELITIAN A. 2. Waktu Penelitian : Bulan Oktober s. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah kelas 8E SMPN 1 Mejobo tahun pelajaran 2012/2013 dengan keadaan sebagai berikut : Jumlah siswa laki-laki = 20 siswa Jumlah siswa perempuan = 14 siswa Jumlah siswa keseluruhan = 34 siswa Rentang usia siswa = 13 – 15 tahun C.

Terjadi interaksi siswa dalam kelompok 2. Aktivitas siswa yang dimungkinkan muncul antara lain : 1. G. Sedangkan untuk hasil belajar siswa. F. Prosedur Penelitian 1. Observasi awal b. Penyusunan Media d. Terjadi interaksi kelompok dengan kelompok lain 3. Validitas Data Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data ini adalah triangulasi. H. Indikator Kinerja Variabel terikat dari penelitian ini adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Daya beda item soal dimaksudkan untuk memilih soal-soal yang memiliki daya beda baik (di atas 0. Perencanaan tindakan meliputi : a. Terjadi pemanfaatan media oleh siswa Indikator kinerja aktivitas siswa penelitian ini jika 3 di antara 4 kemungkinan aktivitas tersebut muncul dalam penelitian. Teknik Analisa Data Teknik analisa data untuk data hasil belajar siswa menggunakan daya beda item soal.29) digunakan sedangkan soal yang memiliki daya beda dibawah 0. Teknik ini digunakan karena penelitian bersifat kualitatif. indikator kinerjanya jika 75% siswa mencapai KKM. Penyusunan instrumen penelitian e. Terjadi interaksi siswa dengan guru 4. Pelaksanaan tindakan . Simulasi rencana penelitian 2.E. Penyususnan rencana tindakan c.29 dikesampingkan.

Penelitian ini jika ternyata dalam satu siklus belum berhasil maka dilanjutkan dengan siklus-siklus berikutnya setelah peneliti melakukan kolaborasi dengan teman sejawat atau memperoleh masukan melalui seminar permasalahan. guru BK.Peneliti melakukan pembelajaran dengan model numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar materi tekanan pada kelas 8E dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Refleksi Refleksi dilakukan dalam bentuk seminar di hadapan teman sejawat meliputi guru mata pelajaran yang sama. dan wakil siswa guna menemukan solusi pemecahan lebih lanjut. 4. Obsrvasi dibantu oleh guru lain guna mengamati aktivitas siswa berpedoman dngan instrumen penelitian. Sekaligus guru tersebut mengamati peneliti dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan format supervisi dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) peneliti. . 3. Observasi Tindakan Observasi tindakan dilakukan selama peneliti melakukan tindakan kelas.

dkk. Jakarta. Semarang. Dharma Bhakti..2010. Suhardjono. Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis Dikbud. Karya Tulis Ilmiah. Pelajaran Bilingual IPA – Fisika untuk SMP Kelas VIII. Panitia Sertifikasi Guru Rayon 39 Semarang. Jakarta. Bahan Ajar Diklat PLPG Sergu –Penelitian Tindakan Kelas. 2010. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. 1995. 2004. . 2008. Panitia Sertifikasi Guru Rayon 39 Semarang. 2002.Yramawidya. Pedoman Umum Pengembangan Sistem Pengujian Berbasis Kemampuan Dasar SLTP. dkk. TIM PLPG . Materi Pelatihan Terintegrasi SN-36 Landasan Teori dalam Pengembangan Model Pengajaran . CV. Sunandar. Riset Tindakan Untuk Pendidikan. Paul Suparno. --------. Wartono . Jakarta. PT Grasindo.DAFTAR PUSTAKA Etsa Indera Irawan. bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful