Anda di halaman 1dari 21

Fisiologi Menopause

dr. Fachrur Razi

Pendahuluan

Kehidupan perempuan dibagi 4 kurun waktu :


1. 2. 3. 4. Masa kanak-kanak Masa remaja Masa reproduksi Masa pascareproduksi

Masa Pascareproduksi

Dibagi menjadi
Klimakterium (perimenopause) Menopause Pascamenopause

Terminologi menopause

IMS (International Menopause Society) menyampaikan rekomendasi berdasarkan definisi WHO


MENOPAUSE alamiah (Natural Menopause) ialah berhentinya menstruasi secara permanen sebagai akibat hilangnya aktivitas ovarium.
Menopause alami ini dikenal bila terjadi amenore selama 12 bulan berturut-turut, tanpa ditemukan penyebab patologi atau fisiologi yg jelas

Terminologi menopause
Perimenopause adalah waktu antara segera sebelum menopause (terjadi perubahan gambatan endokrinologik, biologik dan klinik) dan satu tahun sesudah menopause. Pramenopause adalah satu atau dua tahun sebelum menopause atau seluruh masa reproduksi sebelum menopause.

Terminologi menopause
Pascamenopause adalah waktu mulainya menstruasi terakhir, tanpa memandang apakah itu menopause spontan atau buatan. Klimakterium adalah masa penuaan, merupakan peralihan dari masa reproduksi ke nonreproduksi. Fase ini mencakup perimenopause dengan memperpanjang periode sebelum dan sesudah perimenopause.

Fisiologi menopause
Menopause dimulai dgn menurunnya fungsi alat reproduksi, organ pertama yg terkena ovarium berupa perubahan struktur dan fungsi. Menjelang menopause hormon ovarium menurun dan hormon hipofise (FSH dan LH) meninggi. Hormon ovarium tdd (steroid)progesteron dan estradiol serta peptide(inhibin dan aktin)

Fisiologi Menopause

Turunya kadar hormon steroid mempunyai dampak


Kulit keriput Vagina kering yg menyebabkan

Dispareunia Disuria Palpitasi Migren Hot flushes Insomnia

Sindroma Klimakterium

Gejala klinis tsb yg dimulai dari perubahan endokrinologis diikuti dgn gangguan urogenitalia,vasomotor, dan vegetatif akan masih diikuti oleh gangguan degeneratif seperti osteoporosis dan kelainan kardiovaskuler yg akan berlanjut sampai ke masa pascamenopause.

Penanganan Holistik Menopause


Aplikasi Teori biopsikososial Upaya yg dpt dilakukan:

A. Persepsi / sikap positif dari masyarakat dan petugas kesehatan B. Upaya pencegahan utk mempertahankan kesehatan dan vitalitas C. Terapi hormonal D. Pemeriksaan laboratorium rutin

Penanganan holistik Menopause

Persepsi dari masyarakat dan petugas kesehatan


Menerima menopause sbg karunia yg disyukuri. Menganggap menopause tdk hanya sbg proses penuaan fisik, lebih sbg proses pematangan dlm segi intelektual, konsep pemikiran, spritual dan wawasan hidup.

Penanganan holistik Menopause

Upaya pencegahan utk mempertahankan kesehatan dan vitalitas


Olahraga aerobik secara teratur, Kurangi kafein, gula dan garam Kurangi/stop alkohol dan rokok Minum vitamin dan atau mineral yg cukup Istirahat dan tidur yang cukup Diet berimbang

Penanganan holistik Menopause

Terapi hormonal
TSH diberikan atas indikasi medis dalam jangka pendek. Fitoestrogen

Pemeriksaan lab rutin


Pap smear Mammografi

Fisiologi Andropause

Andropause merupakan kumpulan gejala pada pria yang diakibatkan oleh penurunan hormon testosteron.

Testosteron bertanggung jawab atas pertumbuhan seks sekunder saat puber, menjaga hasrat seksual /libido, fungsi seksual /ereksi dan orgasme serta merangsang otot, tulang, darah, energi, fungsi kognitif.

Fisiologi Andropause
Hormon testosteron menurun secara perlahan akibat penuaan. Dialami pria paruh baya yang berusia 50 tahun ke atas.

Gejala Andropause
Penurunan rasa nyaman Sering sedih Penurunan libido Kemampuan ereksi terganggu Daya ingat menurun Kesuburan berkurang Komposisi tubuh berubah Rambut mulai berkurang Gangguan tidur dan suasana hati

Pencegahan andropause
Olahraga teratur Pola makan sehat Kualitas tidur baik Segera mengatasi penyakit yg diderita Tidak merokok

Terapi Andropause

Terapi sulih hormon / terapi pengganti hormon testosteron

Anda mungkin juga menyukai