Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU Trichomonas hominis

Oleh: Fera Meliyanti 20112508001

Dosen Pengampu: dr. Maznah Hamzah, DAPK,M.Kes, SpPark

PROGRAM STUDI BIOMEDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

BAB I PENDAHULUAN

Sejarah Trichomonas hominis Menurut tempat hidupnya genus Trichomonas pada manusia ada 3 spesies, yaitu Trichomonas hominis pada usus, Trichomonas tenax pada rongga mulut, dan

Trichomonas vaginalis terdapat pada saluran urogenital. Di antara ketiga spesies ini hanya Trichomonas vaginalis saja yang menimbulkan sakit pada manusia, sedangkan dua spesies lainnya apatogen. Genus Trichomonas hanya memiliki bentuk tropozoit dan tidak memiliki bentuk kista. Meskipun antar Trichomonas mempunyai perbedaan-perbedaan dalam ukuran, ciri-ciri inti dan flagel, namun pemeriksaan laboratorium sulit memastikan diagnostik spesies atas dasar morfologi, sehingga penting diperhatikan tempat pengambilan spesimen sebagai tempat hidup parasit untuk mempermudah menentukan spesies Trichomonas. Trichomonas hominis adalah protozoa dengan flagella yang merupakan parasit terutama usus besar dari manusia dan mamalia. Trichomonas hominis (dikenal juga Pentatrichomonas hominis) yang memiliki sejumlah variabel flagela anterior (tiga sampai lima). Ditemukan oleh Davaine tahun 1860. Umumnya komensal yang tidak merugikan ditemukan di sekum dan kolon manusia sedangkan primata lain adalah anjing dan kucing. Di negara berkembang banyak prevalensi lebih tinggi misalnya Mexico 32%.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Protista : Sarcomastigophora : Flagellata : Trichomonadida : Trichomonadidae : Trichomonas : Trichomonas hominis

B. Penyebaran Penyebaran dari Trichomonas hominis hampir di seluruh dunia. Peningkatan prevalensi berhubungan dengan sanitasi lingkungan yang buruk dengan angka berkisar antara 1 dan 14%. Infeksi paling sering terjadi pada daerah iklim hangat dan pada anak di bawah 10 tahun. Di Meksiko prevalensi lebih tinggi pada anak laki-laki 0.64% dan 9,83% pada orang dewasa. Kejadian Oaxaca adalah 1,58%.

C. Habitat Ditemukan dalam lumen usus besar dan daerah caecum, dan bertahan hidup dengan kondisi asam lambung. Makan dengan fagositosis dan pinocytosis dari sisa-sisa makanan dan bakteri dari usus.

Habitat Trichomonas hominis di kolon dan caecum D. Morfologi Trichomonas hominis hanya mempunyai stadium trofozoit, biasanya memiliki ukuran 5-14 mikron, mempunyai sitostoma, mempunyai 3-5 flagel anterior dan 1 flagel posterior yang melekat pada tepi membran bergelombang dengan ujung yang bergerak bebas (free flagellum)dan tidak mempunyai benda parabasal dan menonjol secara substansial di bagian belakang, yang disebut axostyle. Memiliki nucleus yang berbentuk cuboid dengan kariosome yang terletak sentral dan terdiri dari granuler kromatin yang halus. Reproduksi dengan pembelahan biner longitudinal dan tidak memiliki reproduksi seksual.

Gambar trofozoit Trichomonas hominis

E.

Siklus Hidup Cara infeksi adalah dengan menelan bentuk trofozoit melalui makanan atau minum

yang terkontaminasi kotoran. Dalam beberapa kasus, lalat dapat bertindak sebagai vektor mekanik trofozoites yang mengangkut sisa-sisa kotoran ke makanan. Trofozoit akan membentuk host baru dan menyebar ke seluruh usus besar. Parasit akan dikeluarkan bersama tinja.

Gambar Siklus Hidup Trichomonas Hominis

F. Patologi Trichomonas hominis adalah parasit yang apatogen di dalam usus sehingga tidak menimbulkan gejala, tetapi jika infeksi parah dan jumlah trofozoit dalam usus meningkat secara signifikan maka cenderung menyebabkan diare pada anak-anak.

G. Diagnosis Ditemukan parasit Trichomonas hominis dalam tinja encer.

H. Pemeriksaan Laboratorium 1. Pemeriksaan mikroskop secara langsung Dengan sediaan dari tinja dapat ditemukan Trichomonas hominis. Cara lain menggunakan pewarnaan Gram, Giemsa, Fluorescein, Neutral

red dan Imunoperoxidase. 2. Kultur Teknik kultur menggunakan berbagai cairan dan media semi solid yang merupakan baku emas untuk diagnosis. Biasanya dengan menggunakan medium Feinberg-Whittington memberikan hasil yang dapat dipercaya. Teknik kultur ini mempunyai sensitifitas kira-kira 97% 3. Metode serologi Beberapa studi mengatakan bahwa uji serologis kurang sensitif daripada kultur atau pemeriksaan sediaan basah. Pada metode serologi ini dapat digunakan teknik ELISA, tes latex agglutination yang menggunakan antibodi poliklonal Antigen detection immunoassay yang menggunakan antibody monoklonal dan nucleic acid base test 4. Polymerase Chain Reaction (PCR)

Gambar hasil pemeriksaan mikroskopis Trichomonas hominis di feses

I. Pengobatan 1. Metronidazole telah dianggap sebagai pengobatan standar. Diberikan pada dosis 250 mg tiga kali sehari secara oral selama 7 hari. Juga digunakan dosis tunggal dari dua gram, yang dicapai dengan obat antara 82 dan 88% pada wanita dengan infeksi. 2. Ornidazole: diberikan secara oral tiga tablet 500 mg dalam dosis tunggal untuk infeksi akut, atau dua tablet sehari selama lima hari dalam bentuk kronis. 3. Tinidazol: dosisnya adalah 4 tablet 500 mg dalam dosis tunggal. 4. Secnidazole: dosis tunggal 4 tablet 500 mg.

J. Prognosis Prognosis Trichomonas hominis baik, bila pengobatan dilakukan dengan tepat.

K. Epidemiologi Trichomonas hominis mempunyai habitat dalam usus besar manusia, primata lain, anjing dan tikus tertentu. Diperkirakan bahwa prevalensi infeksi pada manusia kemungkinan hingga 25% di beberapa daerah yang hangat.

L. Pencegahan Pencegahan tergantung pada sanitasi masyarakat dan kebersihan pribadi.

DAFTAR PUSTAKA

http://analisbanjarmasin.blogspot.com/2010/09/mastigofora-trichomonas.html, di unduh tanggal 23 Desember 2012. http://www.steadyhealth.com/Trichomonas_hominis_What_is_this_t199681.html, unduh tanggal 23 Desember 2012. di

http://www.dpd.cdc.gov/dpdx/HTML/Contactus.htm, di unduh tanggal 23 Desember 2012. Jawetz, Melnick, and Adelbergs. 2005, Mikrobiologi Kedokteran, Penerbit Salemba Medika, Jakarta. Markell, E.K., Voge, M., y John D.T. 1990.-Parasitologa mdica. Interamericana. McGraw-Hill. Madrid. Safar Rosdiana. 2010, Parasitologi Kedokteran, CV. Yrama Widya Bandung.

Anda mungkin juga menyukai