Anda di halaman 1dari 12

Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Jurusan : Pendd. Teknik Elektronika Waktu : 4 x 50 Menit Kode : 06/ELKA-ELA 185/2012

Lembaran Job Sheet Mata Kuliah : Praktikum Display dan Televisi Topik : Bagian Blok Televisi Judul : Color Matrix & Video Amplifier

A. Tujuan Praktikum Setelah Melakukan Praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Mengidentifikasi blok-blok dan tata letak diagram dari color matrix & video amplifier (Penguat Gambar). 2. Mengidentifikasi komponen yang ada / komponen inti pada setiap blok Color Matrix & Video Amplifier. 3. Mengetahui fungsi-fungsi dan prinsip kerja dari blok diagram Color Matrix & Video amplifier. 4. Mengukur frekuensi dan tegangan pada masing-masing TP Color Matrix & Video Amplifier. B. Alat dan Bahan Pada praktikum ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan diantaranya yaitu : 1. Antena Televisi 2. Trainner Televisi Berwarna 3. Tool Set 4. Oscilosscope 5. Multimeter 6. Kawat Penghubung 7. Alat tulis 1 Unit 1 Unit 1 Set 1 Unit 1 Unit Secukupnya Secukupnya

C. Teori singkat 1. Colour matrix Di dalam rangkaian tingkat akhir warna, ada tiga buah perbedaan sinyal warna yaitu : sinyal merah (R-Y), sinyal biru (B-Y), dan sinyal, hijau (G-Y) yang berasal dari matrik, serta sinyal kecerahan (sinyal-Y) yang berasal dari penguat video (sebagai contoh); semua ada di dalam 1C 501 dan Q505 dicampurkan dan dikuatkan terlebih dahulu sebelum diumpankan pada katoda tabung gambar. Cara pengolahan ketiga wama tersebut sistemnya sama. Oleh karena itu tingkat akhir wama hanya satu sistem saja yang dibicarakan yaitu sistem merah. Tingkat Akhir Sinyal merah (R-Y) masuk pada basis Q 902 melalui terminal / soket P 51A pin R-Y. Transistor Q 902 tersebut bekerja pada rangkaian emitor bersama. Resistansi kerja pada kolektor Q 902 adalah R 908 dan dihubungkan dengan
RISQI FAJRIL / 17634 Page 1

tegangan DC sebesar 180 V melalui soket P 903 pin 1 . Tegangan DC sebesar 180V tersebut berasal dan penyearahan tegangan AC pada trafo fly back pin 2. Katoda tabung gambar dihubungkan dengan kolektor Q 902 melalui R 902. Sedangkan sinyal kecerahan (sinyal Y) diberikan pada emitor Q 902 dengan melalui sebuah VR 902 yang sebelumnya telah diperkuat oleh transistor Q 505. Dengan demikian kedua sinyal bercampur dalam Q 902 dan diperkuat, dihasilkan wama primer merah, kemudian diteruskan ke katoda meah tabung gambar melalui R 902. Pengaturan penguatan sinyal merah dilakukan oleh VR 902.Transistor Q 902 bekerja pada tegangan tinggi (VCC >> 180 V) dan mempunyai respon frekuensi yang lebar.

a. Lompatan Sinyal Positip Saat terjadi lompatan sinyal posinp, arus sinyal video mengalir pada emitor Q 902 yang mengakibatkan Q 902 tersumbat sehingga potensial kolektor naik (terjadi). Hal itu selalu terjadi selarna sinyal blanking (pemadaman) dmbuL Dengan dngginya potensial kofcktor, sekarang mengalidah elektron bebas dari katoda ke kolektor Q 902 melalui R 902. Karena pengaruh tingginya tegangan katoda, maka tegangan anoda tabung gambar tidak lagi cukup untuk mempercepat elektron bebas ke arah layar gambar melalui Gl terus sinar mengecil . Tabung gambar gelap. b. Lompatan Sinyal Negatif Saat terjadi lompatan sinyal negatif, sinyal video pada emitor Q 902 akan mengaktipkan transistor Q 902. Dengan detmkian akan turun potensial kolektor Q 902. Dengan turunnya potensial kolektor, elektron bebas tidak lagi ditank dari katoda ke arah kolektor Q 902, saat itu mengalir arus katoda yaitu dari kolektor Q 902 ke katoda tabung gambar melalui R 902. Tegangan anoda menarik kembali elektron bebas dan dipercepat ke arah layar gambar
RISQI FAJRIL / 17634 Page 2

melalui gnd-Gl. Arus sinar naik dan tabung gambar cerah. Perubahan arah arus melalui R902 ketika arus mengalir menuju atau meninggalkan katoda bergantung pula pada tegangan Grid-G2. c. Keseimbangan Wama Putih (white balance} atau Penyamaan Titik Sumbat Amplitudo sinyal kecerahan (sinyal-Y) yang diberikan pada Q901 dan Q902 diatur oleh VR901 dan VR902. Pengaturan ini dilakukan untuk keseimbangan penguatan warna merah dan biru terhadap penguatan tetap warna hijau, sehingga didapatkan gambar dengan pengaturan keseimbangan wama putih (white balance) pada tabung gambar. Tegangan DC yang diberikan pada masing-masing emitor Q901, Q903 dan Q902 diatur oleh VR903, VR904 dan VR905. Tegangan DC ini berfungsi untuk pengaturan ritik sumbat tabung gambar. Tegangan DC pada masing-masing kolektor Q901,Q902 dan Q903 diatur pula dari VR tersebut sehingga dihasilkan pengaturan keseimbangan warna putih gambar pada tingkat hitam(black level). Pengerjaan sinyal kecerahan (Y) dan sinyal warna (chroma) pada trainer TV Panasonic dilakukan oleh/pada IC M52770ASP. Bagian-bagian yang berhubungan dengan proses sinyal Y antara lain : Penunda 0,8 uS (DL.511). Low pass filter. Sharpness. Contrast Brightness. Blanking. Penguat Video (Y: Kecerahan). Sedangkan rangkaian utama wama (chroma) meliputi: 1) ACC Amp (Automatic Color Control). 2) Tint Control. 3) Color Killer. 4) VCXO 5) Modulator warna. 6) Color Control. 7) 7) Matrix.

RISQI FAJRIL / 17634

Page 3

2. Video Amplifier Penguat gambar mempunyai tugas memperkuat sinyal gambar dan demodulator dart tegangan w 3 Vpp menjadi = 80 Vpp pada katoda tabung gambar untuk mendapatkan kekontrasan gambar yang baik. Penguat gambar harus rnenguatkan sinyal gambar dengan frekuensi 0-5 MHz secara rata, untuk itu umumnya penguat gambar dlhubung langsung dari demodulator gambar ke tabung gambar agar tidak merubah sinyal searah untuk mendapatkan kecerahan yang benar.

RISQI FAJRIL / 17634

Page 4

Penguat gambar mempunyai prinsip rangkaian seperti gambar 4

Pengubah impedansi bertindak mengisolasi pembebanan oleh penguat gambar pada demodulator gambar. Untuk itu pengubah impedansi harus mempunyai impedansi masukan ttnggi dan impedansi keluaran rendah.

RISQI FAJRIL / 17634

Page 5

Amplitude sinyal gambar menghasilkan kekontrasan. Perbedaan amplitude maksimum dan minimum akan menghasilkan perbedaan terang dan gelap pada layar. Pengontrol rang mengubah-ubah amplitude sinyal gambar disebut sebagai pengatur kontras. Pengatur kontras harus diselenggarakan dipenguat gambar karena pada setiap penerima ditingkat sebelumnya (IF, RF ) dilengkapi dengan pengatur penguatan otomatis (AGC). prinsip pengaturan kontras dapat dilihat pada gambar 5.

RISQI FAJRIL / 17634

Page 6

D. Langkah kerja 1. Siapkan segala peralatan dan alat ukur yang diperlukan.
RISQI FAJRIL / 17634 Page 7

2. Buka chasing TV anda secara teliti dan pastikan sumber daya AC tidak ada yang terpasang dengan Televisi 3. Identifikasi blok , tata letak diagram dan komponen inti dari colou matrix dan video amplifier (penguat gambar) serta ambil data jenis komponennya.(PCB yang menempel di tabung gambar) 4. Temukan pin katoda (KR,KG,KB) untuk ketiga jalur warna,dan telusuri ketiga jalur warna tersebut sampai anda temukan sumber ketiga warna itu. 5. Temukan pin sumber catudaya rangkaian dan temukan sumber catu daya tersebut. 6. Siapkan Pattern generator dan hubungkan outputnya dengan input tuner televisi.Onkan Patern generator dan televisi anda. 7. Set output patern generator pada pola batang warna dan aktifkan program manual pada televisi anada sampai ditemukan pola batang warna RGB pada layar televisi anda. 8. Ukur tegangan DC pada setiap kaki transistor untuk ketiga warna RGB dan catat data pengukuran anda pada tabel. 9. Atur level colour (warna) pada televisi anda pada kondisi maksimal dan ulangi langkah kerja no .8 .Bandingkan data pengukuran anda. 10. Kembalikan level colour Tvpada kondisi normal. 11. Ukur menggunakan osiloskop bentuk sinyal pada kaki basis dan kolektor transistor penguat terakhir catat level Vp-p sinyal-sinyla tersebut serta dokumentasikan.ulangi langkah kerja untuk kedua jalur warna yang lain. 12. Hitung penguatan yang dihasilkan oleh transistor tersebut dengan menggunakan data langkah kerja 11 13. Ganti input tunnertelevisi anda dengan antena dan carilah sebuah channel televisi yang paling bersih (kuat) kemudian lakukan kembalai langkah kerja 11. Bandingkan gambar sinyal yang anda dapatkan. 14. Matikan peralatan praktikum anda dan kembalikan ketampat semula dalam keadaan baik dan lengkap. E. Hasil Pengukuran Transistor pada masing-masing katoda Blue katoda transistor STC 345L Red katoda transistor STC 345L Green katoda transistor STC 345L
Langkah Kerja no.8 level warna = 50 Red V1 = 140 V, V2 = 160 V, V3 = 140 V Green V1 = 140 V, V2 = 168 V, V3 = 140 V Blue V1= 140 V, V2 = 168 V, V3 = 140 V RISQI FAJRIL / 17634 Page 8

Langkah Kerja no. 9 Level warna = 100 Red V1 = 135 V, V2 = 172 V, V3 = 145 V Green V1 = 132 V, V2 = 172 V, V3 = 140 V Blue V1= 135 V, V2 = 170 V, V3 = 137 V Langkah 11 (Vp-p) T/div = 10s V/div = 5 V Red V1 = 1,6 x 5 = 8 V V2 = V3 = 1,4 x 5 = 7 V

Green V1 = 1,2 x 5 = 6 V V2 = V3 = 1,2 x 5 = 6 V

Blue V1 = 2 x 5 = 10 V V2 = V3 = 1,8 x 5 = 9 V

F. Gambar praktikum

Patern generator

RISQI FAJRIL / 17634

Page 9

G. Evaluasi 1. Bagaimana perubahan warna yang nada dapatkan jika level warna dinaikkan...? Jawab: Apabila level warna dinaikan tegangan pada setiap kaki transistor untuk ketiga warna RGB akan menurun.

2. Apakah yang terjadi perbedaan fasa sinyal antara basis dan kolektor transistor penguat warna....? Jawab:

RISQI FAJRIL / 17634

Page 10

3. Jelaskan fungsi rangkaian penguat warna yang telah anda praktekkan...? Jawab:

4. Jelaskan langkah fungsi masing-masing katoda warna KR,KG dan KB...? Jawab: sebagai elemen penghubung yg merupakan sumber elektron utama yang tegangan diatur oleh transistor output RGB, elektron ditembakan ke tabung gmbar dengan menghasilkan warna masing-masing katoda (KR, KB,KG)

H. Kesimpulan Setelah melakukan praktikum ini dapat ditarik beberapa buah kesimpulan diantaranya yaitu : Untuk mengetahui letak colour matrik dan video amplifier dapat dilakukan dengan dihasilkan dari

mengikuti output dari sinyal video, karena output sinyal video

bagian colour matrik dan video amplifier. Biasanya rangkaian colour matrik dan audio amplifier terdiri dari beberapa transistor sejenis yang letaknya berdekatan. Transistor ini berfungsi sebgaia penguat video yang akan keluar pada ragkaian video output. Pada sebagia televisi ada yang menggunakan IC sebagai rangkaian penguat dan pengatur output sinyal video. Jadi dapat disimpulakan bahwa transistor dan IC ini adalah komponen yang dapat berfungsi sebagai penguat pada bagian blok colour matrik dan video amplifier. I. Saran Dalam melakukan praktikum diharapkan bagi yang ingin melakukannya memperhatikun beberapa saran berikut ini : 1. Memperhatikan probe alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan catu daya apakah tidak terbalik polaritasnya dan juga apakah tidak menghubungsingkatkan kakikaki komponen yang lain
RISQI FAJRIL / 17634 Page 11

2. Memperhatikan nilai alat ukur yang digunakan apakah sama dengan nilai yang akan diukur.

RISQI FAJRIL / 17634

Page 12