P. 1
Rusia-PBB

Rusia-PBB

|Views: 15|Likes:
Dipublikasikan oleh Hedia Ayuningrum

More info:

Published by: Hedia Ayuningrum on Jan 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2014

pdf

text

original

Rusia dan PBB «Россия и Огранизация Объединенны Нации»

Peran Rusia di PBB :  Russia has constantly been in favor of a strengthened UN role in the multipolar system of international relations which is now taking shape.  Russia advocates strict observance of the exclusive rights granted by the UN Charter to the UN SC as a main body responsible for maintaining international peace and security.  As state of “Member State” of reforming of UN Security Council.  Russia active in taking UN Peacekeeping action : Russian helicopter groups have been deployed as part of the UN Missions in Sudan and Chad/CAR; training of peacekeepers for African countries on the premises of Russian training centers is underway; Russia remains the leader on the market of the UN peacekeeping services.  Taking an active role in the Military Staff Committee (MSC).  Under disarmament issues the Russian delegation is planning again to submit draft resolutions "Transparency and Confidence Building Measures in the Outer Space Activities" and "Achievements in the Sphere of Information Tasks and Telecommunications in the Context of International Security"

 Being a UNESCO Member State since 1954, Russia has contributed in every possible way to strengthening the international role of the Organization.  Russia actively promotes further development of the intercivilizational dialogue within the United Nations (Alliance of Civilizations (AoC)).  Russia active in the universalization of the International Convention for the Suppression of Acts of Nuclear Terrorism.  Drug problem – Russia contributes to fighting drug trafficking, through multilateral operation Channel, as well as the SCO, CSTO, RNC and OSCE antidrug initiatives.  Russia support the UN efforts to increase the number of States Parties to the 2003 UN Convention against Corruption (Russia has been a Party to the Convention since 2006).  Russia support Security Council resolutions to suppress piracy.  Middle East settlement – process on all tracks with a focus on the key role of the Palestinian-Israeli conflict.  Reconciliation in Afganishtan, Iraq and Georgia.  Russia remains convinced that the unilaterally proclaimed independence (UPI) of Kosovo was unlawful. The Security Council and the UN Interim Administration Mission in Kosovo (UNMIK) should closely control the Kosovo processes.

 The African Union – Russia agree to approach to resolving conflict, involved in all the UN PKOs on the continent, through a bilateral basis and within the existing international mechanisms, including the G-8.  The nuclear problem of the Korean Peninsula and Iran through political and diplomatic means (the six-party).  Russia considers in protecting and promoting human rights.  Relevant to protect the population from genocide, war crimes, ethnic cleansings and crimes against humanity (annual contribution amount USD two million).  International humanitarian cooperation and the activities, including the Office of the UN High Commissioner for Refugees  Protection of children's rights – Russia's ratification in 2008 of the Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child.  The financial and economic situation – Russia’s contribution to the Eurasian Economic Community Anti-crisis fund will amount to US dollars 7.5 billion.

 Fakta tentang PBB :  PBB – tidak akan pernah menjadi organisasi yang independen. Kegiatan dan keputusan PBB adalah perpanjangan kekuatan sekelompok negara dengan kepentingan nasionalnya.  Runtuhnya Soviet mengubah pola kekuatan di PBB. Walaupun Rusia berhasil bertahan dalam anggota DK-PBB, pengaruhnya masih lemah.  1990-an : slogan “demokrasi AS” meningkatkan pengaruh AS di PBB.  1998-an : AS dan Inggris menguasai keputusan PBB, tanpa mempedulikan Rusia, Sekjen dan DK-PBB.  1991-2000 : Rusia tidak munggunakan hak Veto terhadap AS di PBB. Pemerintah Rusia menyatakan “Washington berusaha mengambil peran arbitrase tertinggi dengan mengambil peran DK-PBB”(sanksi ekonomi Irak).  Rusia rugi 7 milyar USD (hutang Irak ke Rusia). 21 Mei 1996 atas tekanan Rusia, DK-PBB mengeluarkan resolusi 986 tentang perluasan penjualan minyak Irak (1 milyar USD/ 3 bln).  Resolusi DK-PBB 687 tahun 1996 tentang penetapan sanksi ekonomi Irak merugikan Rusia.  Resolusi DK-PBB 748 (dari 31 Maret 1992), sanksi ekonomi Libya. Rusia menentang resolusi tersebut, Rusia rugi lebih dari 7 milyar USD. Rusia menyatakan resolusi “tidak adil”.

 1992-1996 : Rusia aktif dalam DK-PBB untuk tidak menerapkan sanksi militer dalam permasalahan Yugoslavia (Serbia dan Montenegro).  September 1991 : Resolusi DK-PBB 713 untuk masuk ke Yugoslavia dan melakukan embargo senjata (akibat perang Serbia-Horvatia).  22 Mei 1992 : Horbatia dan Slovenia merdeka, Bosnia dan Hertzegovina masuk PBB (dukungan AS-Rusia-Jerman). Yugoslavia dibawah Miloshevich.  30 Mei 1992 : Rusia mendukung Resolusi DK-PBB 757 tentang embargo ekonomi (termasuk pasokan minyak) terhadap Yugoslavia.  Serbia melanggar Resolusi 713, Horvatia mendapat pasokan senjata AS, Turki, Jerman, Austria, Pakistan. Horvatia dan muslim Bosnia meminta PBB untuk membatalkan Resolusi 713. Rusia menentang hal itu, menolak “penyelesaian yang tidak konstruktif”. Atas inisiatif AS, 20 Desember 1993 resolusi 713 dicabut. Kepentingan AS : • Menggunakan muslim Bosnia sebagai alat melawan Serbia. • Penempatan NATO di Teluk Balkan. • Memperkuat hubungan dengan negara2 Islam, guna mendapat minyak murah. • Monitoring kekuatan Proyek Barat dalam penyelesaian Bosnia.

 Resolusi 816 : Rusia, AS dan negara2 anggota lainnya setuju pengiriman militer untuk misi perdamaian PBB. Rusia setuju NATO ikut serta dalam penjagaan Bosnia dan Hertzegovia dengan misi “Deny Flight” diatas Bosnia.  Rusia menyetujui Resolusi DK-PBB 827 (25 Mei 1993) tentang pengadilan di Den Haag atas negara X-Yugoslavia (pemimpin2 Serbia).  20 Desember 1996 : Rusia mendukung DK-PBB tentang pergantian 60.000 tentara IFOR menjadi 30.000 dalam upaya stabilisasi di Bosnia Hertzegovina. Partisipasi NATO – strategi AS memperluas keanggotaan NATO (Eropa Tengah dan Timur).  Februari 1997 : Diplomat Yuri Baturin “kerjasama Rusia-NATO di Bosnia saat ini bersifat simbolis dan tidak seimbang, NATO memimpin operasi sedangkan Rusia diminta ikut serta dalam proyek menguntungkan pihak lain“.  Kritik Kemlu Rusia kepada PBB : Banyak kerugian yang dialami Rusia atas Resolusi DK-PBB yang tidak efektif (Irak, Libya, Yugoslavia dan Serbia Bosnia). PBB perlu membuat kriteria, dimana sanksi PBB dapat terwujud. Kongres Rusia mengeluarkan Keputusan mengenai Perubahan sanksi DK-PBB “tidak akan mengulang kesalahan“ (seperti sanksi terhadap Irak, Libya dan Yugoslavia).

 PBB harus mengoreksi :
1) DK-PBB harus mengubah sanksi dengan pengecualian, jika media yang ada tidak bisa menyelesaikan. 2) Pada tahap pertama pengambilan Resolusi perlu kesepakatan prosedur dan situasi yang jelas, situasi perumusan dan pembatalan sanksi. 3) Sanksi harus ditujukan menentang Elit Politik dan tidak menyengsarakan rakyat. 4) Keputusan penerapan sanksi untuk membuktikan sejumlah rezim di negara2 berbeda tidak diperbolehkan. 5) Efek dari pemberian sanksi harus dipikirkan dengan cermat, termasuk terutama untuk Rusia. 6) Pentingnya menghindari timbulnya “Double Standart” dan menjamin kesatuan pendekatan DK-PBB dalam masalah.

 1997-1998 : PBB dalam Krisis Kosovo (NATO mendukung pemimpin etnis Albania menentang Serbia).  24 Maret 1999 : “Etnis Albania Murni” di Kosovo, NATO melakukan pengeboman menentang Yugoslavia. Rusia bersama Belarusia meminta DK-PBB mengeluarkan resolusi Penghentian agresi NATO terhadap Yugoslavia. Walaupun upaya itu didukung India, China, Namibia, Rusia dan Belarusia, resolusi itu dihalangi AS dan NATO.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->