Anda di halaman 1dari 2

Sifat fisik dan kimia pada buah markisah asam (Passiflora edulis Sims)

Pendahuluan Markisa asam (Passiflora edulis Sims) di Indonesia merupakan tanaman pendatang yang asalnya diduga dari kawasan Amerika Selatan. Ada dua daerah yang sudah cukup lama dikenal sebagai produsen markisa asam dataran tinggi, yakni Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Belakangan ini mulai berkembang produksi markisa asam dataran rendah di wilayah Jawa Barat. Markisa asam banyak dikonsumsi langsung sebagai buah segar. Jenis olahan yang sudah agak lama dikenal dari Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan barulah berupa jus, sirop dan sari buah markisa. Padahal, menurut satu uraian oleh Karsinah, RC Hutabarat dan A. Manshur dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat, di negara-negara lain dimanfaatkan aneka ragam kegunaan markisa asam dan olahannya, bahkan juga untuk obat-obatan. Karsinah dkk menjelaskan bahwa dalam lingkup spesies Passiflora edulis Sims ada dua kelompok forma yang berbeda. Yang satu, forma edulis atau ungu yang dikenal sebagai markisa ungu (sesuai warna kulit) dan juga yang berwarna merah dan hitam. Markisa asam berkulit buah ungu ini hanya dapat tumbuh di daerah subtropis dan dataran tinggi tropis. Sedangkan markisa asam berkulit buah merah bisa beradaptasi di dataran rendah tropis. Yang satu lagi ialah forma flavicarpa atau forma kuning yang kulit buahnya berwarna kuning dan merupakan jenis yang bisa beradaptasi di dataran rendah tropis. Di Indonesia pusat produksi markisa asam ungu masih terbatas di dataran tinggi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Markisa asam merah terdapat di beberapa daerah di Sumatera Utara. Sedangkan markisa kuning umumnya berupa tanaman pekarangan, terdapat di beberapa daerah di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Dari bebagai penelitian dalam dan luar negeri diketahui markisa asam mengandung sejumlah unsur nutrisi yang cukup bernilai. Bagian yang dapat dimakan dari bobot buah markisa asam mencapai 55%. Dari 100 g bagian buah yang dapat dimakan, kandungan air 69-80 g, protein 2,3 g, lemak 2,0 g (hampir semua terdapat dalam biji), karbohidrat 16 g, serat 3,5 g, Ca 10 mg, Fe 1,0 mg,1,5 mg, riboflavin 0,1 mg, niasin vitamin A 20 SI, thiamin sedikit sekali, vitamin C 20-80 mg, dan nilai energi sebesar 385 kJ. Jus markisa ungu mengandung sejumlah asam amino bebas seperti arginin, asam aspartat, glisin, leusin, lisin, prolin, treonin dan valin. Markisa ungu mengandung karotenoid 1,160%. flavonoid 1,000%, dan alkaloid 0,012%, sedangkan pada markisa kuning kandungannya masing-masing 0,058%, 1,000% dan 0,700%.

Asam lemak markisa terkonsentrasi dalam biji yang bila dikering anginkan mengandung asam lemak 23,8% atau setara dengan kandungan asam lemak pada biji bunga matahari maupun kedelai. Kandungan asam lemak tak jenuhnya 84,09% dan asam lemak jenuh 8,90%.