Anda di halaman 1dari 13

A.

JUDUL PENELITIAN

PROPOSAL TINDAKAN KELAS PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA DALAM MENGENAL PENGAWETAN BUAH DI KELAS IX DI SMP NEGERI 1 KUNTO DARUSSALAM

B. BIDANG ILMU : Pengusul Proposal Penelitian Tindakan Kelas Nama No. Peserta Mata Pelajaran : Dewi Novita : 12090922710267 : Ketrampilan

C. PENDAHULUAN Pengenalan aneka pengawetan buah adalah salah satu materi pelajaran Ketrampilan untuk kelas IX di SMP Negeri 1 Kunto Darussalam. Dalam kegiatan pelajaran Ketrampilan hampir selalu membutuhkan alat-alat praktek. Karena situasi, kondisi dan sarana prasarana di sekolah yang kurang mendukung, seperti tidak adanya aliran listrik di setiap ruang, maka pelaksanaan proses belajar mengajar siswa dialihkan ke ruang serbaguna dengan membawa proyektor dan notebook sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi ajar yang dalam bentuk power point agar kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan dengan harapan tujuan

pembelajaran dapat tercapai.

1. Latar Belakang Masalah Dalam pelaksanaan pembelajaran ketrampilan sering terjadi beberapa permasalahan : 1. Siswa yang biasanya dibagi dalam kelompok, sering kali berebut alat yang ada di sekolah untuk melakukan praktek, sehingga yang terjadi adalah siapa yang duluan datang, dialah yang dapat alat dan prakteknya berjalan lancar 2. Jika guru membawa satu set alat untuk melakukan demonstrasi di dalam ruangan kelas, mengakibatkan siswa desak-desakan untuk mengamati sang guru dalam melakukan tahap demi tahap kegiatan. 3. Karena keterbatasan alat praktek ini siswa menjadi tidak begitu memahami materi yang diajarkan.

4.

Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dari PTK ini perlu dicari alternatif lainnya dengan

melakukan inovasi dan pendekatan dalam penggunaan media pembelajaran untuk penyampaian materi kepada siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung aktif, efektif, dan menyenangkan. 1. Mengapa kurang cepatnya kehadiran siswa ke ruang praktek akan menghambat pencapaian tujuan pembelajaran hanya karena kurangnya alat untuk praktikum? 2. Apakah dengan media pembelajaran Power point dapat membuat siswa lebih menerima dan memahami langkah-langkah praktikum waktu lebih sedikit ? dengan

3. Apakah bila dengan presentasisi, dapat meningkatkan ketepatan kehadiran siswa di ruang serba guna ? D. Perumusan Masalah Perumusan masalah dari PTK ini adalah : Apakah penggunaan Media Powerpoint dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari dan memahami materi ketrampilan.

E. PEMECAHAN MASALAH Sebagaimana telah dijelaskan pada latar belakang bahwa yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah kendala tempat KBM dan pengenalan / pemahaman komponen-komponen PC, dan berdasakan identifikasi masalah dan pengamatan yang dilakukan pada setiap pelaksanaan KBM sebelumnya, siswa yang masuk ruangan laboratorium TIK saling dahulu mendahuli dengan kelas yang lain karena memang kekurangan ruangan laboratorium, sering terjadinya kerusakan-kerusakan komponen-komponen dan tercecernya komponen karena alat prakter sering dibongkar pasang dan dibawa kesana kemari. Berdasar kepada masalah yang telah diuraikan pada pendahuluan maka salah satu pemecahannya adalah dengan menggunakan Media Power Point sebagai media presentasi dalam proses pembelajaran. Dari uraian di atas maka dalam pemecahan masalah ini diambil langkah langkah pemecahan masalah sebagai berikut : a) Menyusun rencana pembelajaran dan strategi pembelajaran yang lebih efektif sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. b) Melakukan presensi kehadiran siswa.
3

c) Membuat materi pelajaran dalam bentuk presentasi Power Point. d) Menggunakan media pembelajaran (LCD Proyektor) sebagai alat bantu untuk menjelaskan materi pelajaran.

F. TINJAUAN PUSTAKA
Sebagaimana yang terkandung dalam Standar kompetesi dan Kompetensi dasar mata pelajaran Ketrampilan, bahwa untuk siswa kelas IX diberikan materi pelajaran pengawetan buah. 1. Memahami prinsip pengawetan buah. 2. Mengenal macam-macam pengawetan buah: a. Selai b. Manisan c. Dodol 3.Membuat salah satu awetan buah (dodol) 4.Mengemas dodol.

A. Hakikat, Interaksi dan Hasil belajar 1. Hakikat Belajar Pada hakekatnya setiap manusia yang ada didunia, ketika lahir sudah dibekali oleh Tuhan berupa Software atau perangkat untuk belajar dan selalu belajar untuk meningkatkan kelangsungan dan kwalitas hidupnya. Belajar mencakup semua aspek tingkah laku dan dapat dilihat dengan nyata, proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata, proses itu terjadi dalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Jadi belajar bukan merupakan
4

tingkah laku yang nampak tetapi merupakan proses yang terjadi secara internal dalam diri individu dalam usahanya memperoleh hubungan yang baru. Untuk itu perlu kiranya kita menyusun sendiri prinsip-prinsip belajar. Dalam hal ini Slameto (19991:27-28) mengemukakan prinsip-prinsip belajar, sebagai berikut: berpartisipasi aktif meningkatkan minat dan membimbing, mudah menangkap pengertiannya, proses terus menerus, perlu lingkungan yang menantang, dimana anak dapat mengembangkan kemampuannya ber-eksplorasi dan belajar dengan efektif. 2. Interaksi Belajar Dalam interaksi pembelajaran guru dan siswa harus aktif aktif. Aktif dalam sikap, mental, dan perbuatan. Dalam sistem pengajaran dengan pendekatan keterampilan proses, siswa harus lebih aktif daripada guru. Guru hanya bertindak sebagai nara sumber, fasilitator, motivator dan

pembimbing. Abu Achmadi dan Shuyadi, (1985:47), interaksi edukatif adalah suatu gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan. Maka pola komunikasi antara guru dan anak didik dalam proses interaksi edukatif, yakni komunikasi sebagai aksi, komunikasi sebagai interaksi, dan komunikasi sebagai transaksi. Komunikasi sebagai Aksi, guru sebagai pemberi aksi untuk mendidik siswa dalam disiplin, sebagai interaksi untuk berdialog dengan siswa, dan sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah, anak didik dituntut lebih

aktif daripada guru, seperti halnya guru, dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi anak didik lain.

3. Hasil Belajar Menurut Winarno Surahmad ( 1997 : 88 ) Hasil belajar adalah hasil dimana guru melihat bentuk akhir dari pengalaman interaksi edukatif yang diperhatikan adalah menempatkan tingkah laku. Jadi hasil belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan diri seseorang yang dinyatakan dengan cara bertingkah laku baru berkat pengalaman baru. Hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar yaitu: a. Faktor fisiologi seperti kondisi fisik dan kondisi indera. b. Faktor Psikologi meliputi bakat, minat, kecerdasan motivasi, kemampuan kognitif. c. Lingkungan : alam,masyarakat/keluarga . d. Faktor Instrumental : kurikulum/bahan pengajaran sarana dan fasilitas.

4. Motivasi belajar Dapat diartikan sebagai kekuatan, pendorong (energi) yang perlu dimiliki oleh para siswa dan guru untuk memperlancar pembelajaran. Menurut Purwanto (2002:61) dikarenakan tidak diperolehnya motivasi yang tepat, maka lepaslah tenaga yang luar biasa. Kaitannya dengan pembelajaran. motivasi merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya pada proses belajar siswa.Motivasi berarti seni
6

mendorong peserta didik untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Pemberi motivasi supaya menggerakkan, mengarahkan, dan

mendorong kegiatan murid untuk belajar dengan penuh semangat dan vitalitas yang tinggi. Banyak bakat anak tidak berkembang hal ini sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga. 5. Media Presentasi Power Point Paket program aplikasi microsoft office menawarkan program alternative berbasis presentasi yang menarik. Dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Power Point, materi pembelajaran dapat ditampilkan dalam beentuk tampilan/visual yang lebih menarik dan dapat pula disisipkan audio, video, gambar-gambar animasi sehingga menjadi lebih menarik dan interaktif. Tentunya dengan banyaknya menu yang ditawarkan, akan tergantung pada guru pembuat presentasi tersebut. Guru

perlu berjiwa seni yang kreatif untuk menampilkan aplikasi power point yang menarik dan tidak sekedar teks / tulisan yang monoton, sehingga justru menjadi bumerang, karena presentasi power point tak ubahnya tulisan di papan tulis. Dengan menggunakan bantuan LCD Proyektor atau DLP materi pembelajaran dalam bentuk Power Point dapat ditayangkan pada layar sehingga penyampaian pesan kepada siswa lebih efektif meskipun ada kendala ruangan seperti yang disebutkan pada pendahuluan.

Kendala penyampaian presentasi power point ini, adalah ketrampilan guru dalam pemasangan LCD dan kemampuan mengatasi masalah-masalah tehnis dan kelistrikan.

G. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN


1. Setting Penelitian : Lokasi penelitian diasakan di SMP Negeri 1 Kunto Darussalam, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam Riau. 2. Subjek Penelitian : Siswa kelas IX -A sebanyak 32 orang, 20 Siswa Perempuan dan 12 siswa laki-laki. 3. Sasaran Penelitian : Dalam penelitian ini diharapkan : a. Siswa mengerti dan memahami materi pelajaran yang diajarkan. b. Siswa mengerti dan memahami bahwa kurangnya sarana praktikum pelajaran ketrampilan bukan menjadi kendala untuk mengikuti mata pelajaran Ketrampilan di SMP Negeri 1 Kunto Darussalam. c. Terjadinya interaksi belajar. Kabupaten Rokan Hulu Propinsi

D. Rencana Tindakan : SIKLUS PERTAMA 1) Perencanaan : Pada tahap ini akan dilakukan :
8

a. Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk mata pelajaran Ketrampilan Kelas IX, dan mengembangkan skenario pembelajaran. b. Menentukan pokok bahasan yang akan diajarkan pada setiap tindakan. c. Menjelaskan dasar-dasar: - pengawetan buah - alat dan bahan yang digunakan - pembuatan pengawetan buah - pengemasan awetan buah 2) Tindakan Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario yang telah direncanakan, yaitu ; Menyampaikan materi pengawetan buah dengan menggunakan Media Power Point. 3) Pengamatan Pada tahap ini guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya : - Mengamati interaksi belajar siswa saat ditayangkan materi pelajaran dalam media power point. - Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.

4) Refleksi Pada tahap ini dilakukan untuk evalusi seluruh tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengamatan :
9

- Apakah materi yang disampaikan guru dengan menggunakan power point yang ditayangkan proyektor dapat dimengerti siswa.

Indikator yang dapat dilakukan adalah melihat hasil pada lembar latihan siswa. (jika hasilnya belum mencapai 75% maka akan lakukan perbaikan pada siklus kedua dengan materi yang sama, dan jika hasilnya sudah memuakan maka pada siklus kedua akan disampaikan materiselanjutnya) - Menyusun rencana perbaikan sesuai dengan kelemahan-kelemahan pada yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan untuk digunakan pada siklus kedua. SIKLUS KEDUA 1) Perencanaan - Mengidentifikasi masalah pada siklus pertama dan menyusun alternatif pemecahannya. Menyiapkan media dan materi yang akan disampaikan.

2) Tindakan Guru menjelaskan materi dasar-dasar sistem jaringan dengan menyisipkan suara pada tayangan powerpoint bila perlu. Pada menjelang akhir jam pelajaran Guru melakukan tanya jawab dan menjelaskan kesimpulan dari kegiatan belajar. 3) Pengamatan Guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya : - Mengamati interaksi belajar ketika ditayangkan materi pelajaran dalam media power point. - Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.
10

4) Reflesksi Pada tahap ini dilakukan evalusi seluruh tindakan berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian juga membuat suatu kesimpulan dari hasil pengamatan dan penilaian tersebut.

E. Cara Pengumpulan Data Dari hasil pelaksanaan yang penelitian tindakan, pada ditentukan teknik

pengumpulan

data

berorientasi

observasi

partisipasif

(Wolcott,1992), yaitu peneliti melakukan observasi sambil ikut serta dalam kegiatan yang sedang berjalan. Pengambilan data dilakukan dengan Tes dan Observasi. Untuk memudahkan dan terkumpulnya data maka peneliti menggunakan format penilaian (unjuk kerja) dan format observasi dengan skala penilaian. Format Observasi : Skala Nilai No. Aspek yang dinilai K 1 Materi yang disampaikan guru dapat dimengerti oleh siswa 2 Materi yang disampaikan guru dapat dimengerti oleh siswa 3 Terjadi interaksi belajar (keseriusan, perhatian, dan tanya jawab 4 Kreatifitas dalam pengerjaan latihan S B BS

11

Keterangan : K=Kurang, S=Sedang, B=Baik, BS=Baik Sekali

F. Analisis Data Untuk menganalisa data, peneliti menggumpulkan dan mengolah data secara kuantitatif dari format observasi dan format penilaian (unjuk kerja) dari setiap siklus sehingga dapat mengetahui persentase peningkatan hasil belajar. Jadwal penelitian
Waktu / Minggu ke No. Rencana Kegiatan 1 I. Persiapan Menyusun Konsep Pelaksanaan 1. Menyusun Instrumen pengamatan dan penilaian 2. Mengadakan tes awal dan membagi kelompok II. Pelaksanaan 1. Mempersiapkan alat 2. Melakukan tindakan siklus I 3. Melakukan tindakan siklus II III. Penyusunan Laporan 1. Menyusun konsep laporan 2. Perbaikan laporan 3. Penggandaan dan penyerahan laporan
x x x x x x x x x x x x x

10

DAFTAR PUSTAKA

Sukmadinata, Syaodih, Nana. 2005. Metode Penelitian., Bandung :


12

Djamarah, Bahri, Syaiful. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Sagala, H.Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : CV Alfabeta ________. Metoda Pembelajaran. Alamat Web : www.salman-alfarisi.com Arikunto, Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : PT Bumi Aksara.

13