Anda di halaman 1dari 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik

Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etika di Indonesia


Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas, yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu, seperti pada informed consent, wajib simpan rahasia kedokteran, profesionalisme, dll. Bahkan di dalam praktek kedokteran, aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya, oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum, atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika.

Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif.

Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum, padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum.

Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan rata-rata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif, (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi, (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna, dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri.

Etik Profesi Kedokteran

page 1 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaranetika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites, yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain, yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam, tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap, atau semacam code of conduct bagi dokter.

World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum, kewajiban terhadap pasien, kewajiban terhadap sesama dan kewajiban terhadap diri sendiri. Selanjutnya, Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. [1]

Selain Kode Etik Profesi di atas, praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran, prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak, arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis.

Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter, seperti autonomy (menghormati hak pasien, terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya), beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien), non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur), serta sikap altruisme (pengabdian profesi).

Pendidikan etik kedokteran, yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran, dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran, dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik, memberikan banyak latihan, dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics), sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan

page 2 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaranetika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

medis sehari-hari. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang, terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan.

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi, yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat, wilayah dan cabang, serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat, wilayah dan cabang. Selain itu, di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya, yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi).

Pada dasarnya, suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar hanya akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin profesi, dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran.

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran

Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum), maka ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggung-jawaban (etik dan disiplin profesi)nya. Persidangan MKEK bertujuan untuk mempertahankan akuntabilitas, profesionalisme dan keluhuran profesi. Saat ini MKEK menjadi satu-satunya majelis profesi yang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik dan/atau disiplin profesi di kalangan kedokteran. Di kemudian hari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), lembaga yang dimandatkan untuk didirikan oleh UU No 29 / 2004, akan menjadi majelis yang menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin profesi kedokteran.

MKDKI bertujuan menegakkan disiplin dokter / dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. Domain atau yurisdiksi MKDKI adalah disiplin profesi, yaitu permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran seorang profesional

page 3 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaranetika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

atas peraturan internal profesinya, yang menyimpangi apa yang diharapkan akan dilakukan oleh orang (profesional) dengan pengetahuan dan ketrampilan yang rata-rata. Dalam hal MKDKI dalam sidangnya menemukan adanya pelanggaran etika, maka MKDKI akan meneruskan kasus tersebut kepada MKEK.

Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari proses persidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. Persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan oleh MKEK IDI, sedangkan gugatan perdata dan tuntutan pidana dilaksanakan di lembaga pengadilan di lingkungan peradilan umum. Dokter tersangka pelaku pelanggaran standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK, dapat pula diperiksa di pengadilan tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. Seseorang yang telah diputus melanggar etik oleh MKEK belum tentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan, demikian pula sebaliknya.

Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi, yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan, tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. Persidangan MKEK secara formiel tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata, namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim.

Dalam melakukan pemeriksaannya, Majelis berwenang memperoleh :

1. Keterangan, baik lisan maupun tertulis (affidavit), langsung dari pihak-pihak terkait (pengadu, teradu, pihak lain yang terkait) dan peer-group / para ahli di bidangnya yang dibutuhkan

2. Dokumen yang terkait, seperti bukti kompetensi dalam bentuk berbagai ijasah/ brevet dan pengalaman, bukti keanggotaan profesi, bukti kewenangan berupa Surat Ijin Praktek Tenaga Medis, Perijinan rumah sakit tempat kejadian, bukti hubungan dokter dengan rumah sakit, hospital bylaws, SOP dan SPM setempat, rekam medis, dan surat-surat lain yang berkaitan dengan kasusnya.

page 4 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaranetika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Majelis etik ataupun disiplin umumnya tidak memiliki syarat-syarat bukti seketat pada hukum pidana ataupun perdata. Bars Disciplinary Tribunal Regulation, misalnya, membolehkan adanya bukti yang bersifat hearsay dan bukti tentang perilaku teradu di masa lampau. Cara pemberian keterangan juga ada yang mengharuskan didahului dengan pengangkatan sumpah, tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. Di Australia, saksi tidak perlu disumpah pada informal hearing, tetapi harus disumpah pada formal hearing (jenis persidangan yang lebih tinggi daripada yang informal). [2] Sedangkan bukti berupa dokumen umumnya disahkan dengan tandatangan dan/atau stempel institusi terkait, dan pada bukti keterangan diakhiri dengan pernyataan kebenaran keterangan dan tandatangan (affidavit).

Dalam persidangan majelis etik dan disiplin, putusan diambil berdasarkan bukti-bukti yang dianggap cukup kuat. Memang bukti-bukti tersebut tidak harus memiliki standard of proof seperti pada hukum acara pidana, yaitu setinggi beyond reasonable doubt, namun juga tidak serendah pada hukum acara perdata, yaitu preponderance of evidence. Pada beyond reasonable doubt tingkat kepastiannya dianggap melebihi 90%, sedangkan pada preponderance of evidence dianggap cukup bila telah 51% ke atas. Banyak ahli menyatakan bahwa tingkat kepastian pada perkara etik dan disiplin bergantung kepada sifat masalah yang diajukan. Semakin serius dugaan pelanggaran yang dilakukan semakin tinggi tingkat kepastian yang dibutuhkan.5

Perkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat bervariasi jenisnya. Di MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta diputus perkara-perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi, yang disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya. Di Australia digunakan berbagai istilah seperti unacceptable conduct, unsatisfactory professional conduct, unprofessional conduct, professional misconduct dan infamous conduct in professional respect. Namun demikian tidak ada penjelasan yang mantap tentang istilah-istilah tersebut, meskipun umumnya memasukkan dua istilah terakhir sebagai pelanggaran yang serius hingga dapat dikenai sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktik. [3]

Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan, oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan, kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan penyidik, kejaksaan ataupun di persidangan, menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan MKEK. Sekali lagi, hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK.

page 5 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaranetika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. Khusus untuk SIP, eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan.

Pengalaman MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta 1997-2004 (8 tahun)

Dari 99 kasus yang diajukan ke MKEK, 13 kasus (13 %) tidak jadi dilanjutkan karena berbagai hal sebagian karena telah tercapai kesepakatan antara pengadu dengan teradu untuk menyelesaikan masalahnya di luar institusi. Selain itu MKEK juga menolak 14 kasus (14 %), juga karena beberapa hal, seperti : pengadu tidak jelas (surat kaleng), bukan yurisdiksi MKEK (bukan etik-disiplin, bukan wilayah DKI Jakarta, etik RS, dll), sudah menjadi sengketa hukum sehingga sidang MKEK dihentikan. Dengan demikian hanya 74 kasus (75 %) yang eligible sebagai kasus MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta.

Dari 74 kasus yang eligible tersebut ternyata sidang MKEK menyimpulkan bahwa pada 24 kasus diantaranya (32,4 % dari kasus yang eligible atau 24 % dari seluruh kasus pengaduan) memang telah terjadi pelanggaran etik dan atau pelanggaran disiplin profesi. Namun perlu diingat bahwa pada kasus-kasus yang dicabut atau ditolak oleh MKEK terdapat pula kasus-kasus pelanggaran etik, dan mungkin masih banyak pula kasus pelanggaran etik dan profesi yang tidak diadukan pasien (fenomena gunung es).

Dari 24 kasus yang dinyatakan melanggar etik kedokteran, sebagian besar diputus telah melanggar pasal 2 yang berbunyi Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi.

Pasal lain dari Kodeki yang dilanggar adalah pasal 4 yang berbunyi Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri, pasal 7 yang berbunyi Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya, dan pasal 12 yang berbunyi Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal. Ta

page 6 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

hu n

Jumlah

page 7 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Pengadua n

Dicabut

page 8 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Ditolak

page 9 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Tidak

page 10 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

terdapat pelanggara n etik / profesi

Terjadi

page 11 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

pelanggaran etik / profesi

page 12 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

19 97

page 13 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

10

page 14 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 15 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 16 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 17 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 18 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

19 98

page 19 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

11

page 20 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 21 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 22 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 23 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 24 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

19 99

page 25 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

18

page 26 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 27 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 28 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 29 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 30 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

20 00

page 31 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

14

page 32 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 33 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 34 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 35 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 36 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

20 01

page 37 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

10

page 38 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 39 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 40 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 41 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 42 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

20 02

page 43 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

13

page 44 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 45 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 46 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 47 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 48 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

20 03

page 49 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

14

page 50 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 51 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 52 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

10

page 53 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 54 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

20 04

page 55 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

9*

page 56 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 57 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 58 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 59 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

page 60 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Ju ml ah

page 61 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

99 *

page 62 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

13

page 63 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

14

page 64 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

44

page 65 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

24 * sisanya (4 kasus) belum selesai diproses

Apabila dilihat dari cabang keahlian apa yang paling sering diadukan oleh pasiennya adalah : SpOG (24), SpB (17), DU (14), SpPD (10), SpAn (7), SpA (4), SpKJ (3), SpTHT (4), SpJP (2), SpM (2), SpP (2), SpR (2) kemudian masing-m asing satu kasus adalah SpBO, SpBP, SpBS,

page 66 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

SpF, SpRM, SpKK, SpS dan SpU. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit atau klinik ( 90 % ), bukan di tempat praktek pribadi.

Dan apabila dilihat dari sisi pengadun ya, maka terlihat bahwa pada umumnya pengadu adalah pasien atau keluargan ya, tetapi terdapat pula kasus-kas us yang diajukan oleh rumah sakit tempat dokter bekerja

page 67 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

dan oleh masyarak at (termasuk media masa).

Dari sisi issue yang dijadikan pokok pengadua n, atau setidakny a terungkap di dalam persidang an, dapat dikemuka kan bahwa mendudu ki tempat teratas adalah komunika si yang tidak memadai antara dokter dengan pasien dan keluargan ya. Kelemaha n komunika si tersebut muncul

page 68 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

dalam bentuk : kurangny a penjelasa n dokter kepada pasien baik pada waktu sebelum peristiwa maupun sesudah peristiwa, kurangny a waktu yang disediaka n dokter untuk dipakai berkomun ikasi dengan pasien, komunika si antara staf rumah sakit dengan pasien.

Ditinjau dari sisi sanksi yang diberikan dapat dikemuka kan bahwa pada

page 69 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

umumnya diberikan sanksi berupa teguran lisan atau teguran tertulis. Terdapat dua kasus diberi sanksi reschoolin g. Tidak ada yang memperol eh sanksi skorsing ataupun pencabut an ijin praktek.

Dari sekian banyak yang ditolak oleh MKEK terdapat kasus-kas us sengketa antar dokter, sengketa dokter dengan rumah sakit, dan surat kaleng; sedangka

page 70 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

n mereka yang mencabut kasusnya umumnya tidak diketahui alasannya , hanya sebagian yang menyatak an sebagai akibat dari upaya damai.

Kesimpu lan

Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa masalah yang paling sering menjadi pokok sengketa adalah kelemaha n komunika si antara dokter dengan

page 71 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

pasien atau antara rumah sakit dengan pasien, baik dalam bentuk komunika si sehari-har i yang diharapka n mempere rat hubungan antar manusia maupun dalam bentuk pemberia n informasi sebelum dilakukan nya tindakan dan sesudah terjadinya risiko atau komplikas i.

Pelajaran lain adalah bahwa sosialisasi

page 72 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

nilai-nilai etika kedoktera n, termasuk kode etik profesi yang harus dijadikan pedoman berperilak u profesi ( profession al code of conduct), kepada para dokter yang bekerja di Indonesia belumlah cukup memadai, sehingga diperluka n crash-pro gram berupa pendidika n kedoktera n berkelanj utan yang agresif di bidang etik dan hukum kedoktera n, pemberia n mata ajaran

page 73 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

etik dan hukum kedoktera n bagi mahasisw a Fakultas Kedoktera n sejak dini dan bersifat student-a ctive, serta pemberia n bekal buku Kodeki bagi setiap dokter lulusan Indonesia (termasuk adaptasi).

Pustaka lanjutan

Beaucha mp TL and Childress JF. Principle s of Biomedic al Ethics. 3rd ed.

page 74 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

New York: Oxford University Press, 1989.

Breen K, Plueckhah n V, Cordner SM. Ethics, Law and Medical Practice. St Leonard NSW: Allen & Unwin, 1997

Carroll R (ed). Risk Manage ment Handboo k for health care organiza tions. San Fransisco: Jossey-Ba ss, 2001

Dix A, Errington M,

page 75 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Nicholson K, Powe R. Law for the medical professi on in Australia . Second ed. Australia: Butterwor th-Heine mann, 1996

Elliot C and Quinn F. Tort Law. Second edition. Essex: Pearson Education Limited, 1999.

Harpwood V. Modern Tort Law . 5th ed. London: Cavendis h Publ Ltd, 2003.

Hickey J. The

page 76 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Medical Protectio n Society Experien ce Worldwi de. Singapore : Medico-le gal Annual Seminar, 27-28 October 2001.

Jackson JP (ed). A Practical Guide to Medicine and the Law. London: SpringerVerlag, 1991

Jones MA. Medical Negligen ce. London: Sweet & Maxwell, 1996.

Kitab

page 77 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Undang-U ndang Hukum Perdata

Kitab Undang-U ndang Hukum Pidana

Kode Etik Kedoktera n Indonesia

Kohn LT, Corrigan JM, Donaldso n MS (eds). To Err is Human, building a safer health system. Washingt on: National Academy Press, 2000

Kuhse H and Singer P.

page 78 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Bioethics on Antholog y. Oxford: Blackwell Publ, 1999.

Leenen H, Gevers S, Pinet G. The Rights of Patients in Europe. Deventer : Kluwer Law and Taxation Publ, 1993

Mann A. Medical Negligen ce Litigatio n, Medical Assessm ent of Claims. Redfern: Internatio nal Business Communi cations Pty Ltd, 1989.

page 79 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

McNair T. Medical Negligen ce. BBC Health, 28 January 2002.

ORourke K. A Primer for Health Care Ethics. 2nd ed. Washingt on DC: Gergetow n University Press, 2000.

Plueckhah n VD and Cordner SM. Ethics, Legal Medicine & Forensic Patholog y. Melbourn e: Melbourn e University Press, 1991.

page 80 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Pozgar GD. Legal Aspects of Health Care Administ ration. 8th ed, Gaithersb urg: An Aspen Publicatio n, 2002

Sanbar SS, Gibofsky A, Firestone MH, LeBlang TR. Legal Medicine . 4th ed. St Louis : American College of Legal Medicine, 1998.

Schutte JE. Preventi ng Medical Malpract ice Suits. Seattle: Hogrefe & Huber

page 81 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Publ, 1995

Tan SY. The Medical Malpract ice Epidemic in Singapor e: Thought s From Across the Sea. Singapore : Medico-le gal Annual Seminar, 27-28 October 2001.

Tjiong R. Worldwi de trends of medical negligen ce claims and implicati ons for Singapor e from UMP perspect ive.

page 82 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Singapore : Medico-le gal Annual Seminar, 27-28 October 2001.

Undang-U ndang No 23 tahun 1992 tentang Kesehata n

Undang-U ndang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedoktera n.

WMA. Stateme nt on Medical Malpract ice, adopted by the 4th World Medical Assembly, Marbella, Spain,

page 83 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/

Septembe r 1992

Source : Webs.co m

page 84 / 85

dan segalanya berwarna | Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etik
Copyright beii beatta_007@webmail.umm.ac.id http://beii.student.umm.ac.id/2010/02/04/etika-kedokteran-indonesia-dan-penanganan-pelanggaran -etika-di-indonesia-oleh-budi-sampurna/