c. Otomasi Jantung - Sediakan cawan petri yang diisi cairan Ringer suhu kamar.

- Jepitlah ujung ventrikel jantung (apeks) dan angkat ke atas. - Bebaskan jantung dari tenunan sekitarnya, kemudian potonglah pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan dengan jantung sejauh mungkin dari jantung. - Angkat jantung yang telah bebas dan letakan dalam cawan petri yang berisi cairan Ringer tadi, jantung akan tetap berdenyut walaupun telah dibebaskan dari susunan saraf pusat, susunan saraf otonom dan tidak dialiri darah. Amatilah sifat otomasi otot jantung ini dan hitunglah frekuensi denyutnya.

Hasil Kerja
1. Gambar Jantung

2. Hasil Percobaan

Nomor

Macam Percobaan

Frekuensi Denyut Jantung (banyaknya denyut/menit) sebelum sesudah

Kenaikan suhu mengakibatkan permeabilitas membran sel otot jantung terhadap ion meningkat. Akibatnya kontraksi otot jantung juga mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh asetilkolin yang merupakan neurotransmitter yang dilepaskan oleh saraf – saraf parasimpatis dan juga saraf – saraf preganglionik. Setelah diberikan asetilkolin kerja jantung menjadi lebih lemah yaitu 35/menit. maka terjadilah depolarisasi. Sebelum diberikan larutan asetilkolin jantung bekerja 44/menit. hal ini dikarenakan adrenalin merupakan neurotransmitter yang dilepaskan oleh saraf simpatis. Saat jantung katak di beri larutan Ringer pada suhu kamar jantung bekerja 51/menit. Jantung memang memiliki otomasi sendiri di otot jantung berupa serabut purkinje dan serabut his. akan menurunkan aktivasi Nodus SA sehingga aktivasi jantung pun akan menurun. Hal ini disebabkan oleh respon feed back mechanism otot jantung yang bekerja lebih lambat untuk mempertahankan suhu normal jantung. Asetilkolin adalah satu dari berbagai neurotransmiter pada sistem saraf otomatis. Asetikolin berfungsi sebagai neurotransmitter. Melalui pengamatan darah mengalir melalui sinus venosus kemudian darah mengalir ke atrium dan mengisi ruang ventrikel sebelum darah dipompa kembali oleh otot. dua atrium dan satu ventrikel. Penurunan suhu menyebabkan penurunan permeabilitas membran sel otot jantung terhadap ion. itu adalah kerja normal jantung pada suhu normalnya. sehingga diperlukan waktu lama untuk mencapai nilai ambang. yang dilakukan adalah jantung diberikan rangsangan berupa larutan asetilkolin 2-3 tetes dan larutan adrenalin 2-3 tetes. Sehingga rangsangan tersebut meningkatkan aktivitas Nodus SA. . Berbeda halnya setelah jantung diberi 3 larutan Ringer pada suhu 40-50°C ternyata ritme jantung katak meningkat menjadi 53/menit dalam. Setelah jantung diberi larutan Ringer pada suhu 4-10°C ternyata ritme jantung katak menurun menjadi 37/menit. Selanjutnya. Secara anatomis jantung katak terbagi menjadi tiga ruang yaitu sinus venosus. Percobaan pertama yang dilakukan pada jantung katak adalah mengenai pengaruh suhu terhadap jantung katak. Setelah diberikan adrenalin. Sinus venosus adalah ruangan sekitar jantung. Tetapi karena kondisi diluar tubuh tidak cocok dengan jantung maka jantung kerjanya menjadi semakin melemah. Sehingga apabila rangsangan tersebut berasal dari saraf vagus. Hal ini disebabkan oleh respon feed back mechanism otot jantung yang bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal. Setelah itu. Sebelum diberikan larutan adrenalin jantung bekerja 42/menit.1 2 3 4 5 Suhu dingin Suhu panas Asetilkolin Adrenalin Otomasi 51 x / menit 43 x / menit 44 x / menit 42 x / menit 33 x / menit 37 x / menit 53 x / menit 35 x / menit 45 x / menit 20 x / menit Pembahasan Jantung katak berbeda dengan jantung manusia. dan satusatunya neurotransmiter pada sistem saraf sadar.otot di ventrikel keseluruh tubuh. dilakukan otomasi jantung diluar tubuh. Terbukti tanpa adanya koordinasi syaraf simpatis dan parasimpatis jantung tetap dapat berdetak diluar tubuh yaitu 20/menit. kerja jantung menjadi semakin cepat.

A. Reece. 1995. . C. Fisiologi Hewan. Isnaeni. Tanpa adanya koordinasi syaraf simpatis dan parasimpatis jantung tetap dapat berdetak diluar.. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. L. Jakarta: EGC. N. & Mitchell. 2007. Histologi Dasar.. A. dua atrium dan satu ventrikel. J. Penerbit Buku kedokteranEGC. Suhu rendah (dingin) akan menurunkan frekuensi denyut jantung. Suhu dan zat kimia dapat mempengaruhi frekuensi denyut jantung.G Junqueira. Daftar Pustaka Campbell.Kesimpulan Jantung katak terbagi menjadi tiga ruang yaitu sinus venosus. Guyton. Jantung memiliki otomasi sendiri di otot jantung berupa serabut purkinje dan serabut his. Wiwi. Jakarta.Yogyakarta : Kanisius. Luiz Carlos and JoséCarneiro. sedangkan suhu tinggi akan meningkatkat frekuensi denyut jantung. 2006. B.