Anda di halaman 1dari 141

BAGIAN KE II

PENGAWASAN K3-LISTRIK

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

Arus / Tegangan listrik


DANGER

Tidak tampak Tidak berbau Tidak berbunyi


Dapat dirasakan Dapat menyebabkan

Kematian

LATAR BELAKANG
Tenaga

listrik sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat luas Listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda Penyelenggaraan sistem ketenagalistrikan perlu adanya kebijakan pemerintah sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat terjamin keselamatannya.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

N
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 4

Bahaya kejut listrik

Langsung
Tidak langsung

t : E: I :
1/8/2013

1,0 90 180

0,8 0,6 100 110 200 250

0,4 0,3 0,2 (detik) 125 140 200 (Volt) 280 330 400 (mA)
5

Created by ganjar budiarto

EFEK SENGATAN LISTRIK


Besar arus yang melewati tubuh
AMAN 1 mA, atau kurang 1 8 mA 8 15 mA BERBAHAYA 15 20 mA 20 50 mA 100 200 mA 200 mA atau lebih
1/8/2013

Akibat yang timbul


Tidak ada akibat, tidak terasa Sengatan terasa tetapi tidak sakit dan tidak mengganggu kesadaran Sengatan terasa sakit, tetapi masih bisa melepaskan diri, kesadaran tidak hilang Sengatan sakit kesadaran bisa hilang dan tidak bisa melepaskan diri Kesakitan, susah bernafas, terjadi konstraksi pada otot & kesadaran hilang Kondisi mematikan langsung dan susah ditolong Terbakar dan jantung berhenti berdetak
Created by ganjar budiarto 6

TEGANGAN SENTUH YANG DIIJINKAN (IEC)


Tegangan Sentuh
(Volt)

Waktu MaksimumYang Diijinkan


(Detik)

> 50 50 75

~ 5 1

90 110 150 220 280


1/8/2013 Created by ganjar budiarto

0.5 0.2 0.1 0.05 0.03


7

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

Sentuhan langsung

adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal bertegangan

Sentuhan tidak langsung


adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal tidak bertegangan, menjadi bertegangan karena terjadi kegagalan isolasi
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 9

Data kec. listrik (PLN) 95-99.


Jumlah kasus 1.458 kasus kecelakaan

Korban tewas 818 orang

N N

karyawan 183 orang & masyarakat 635 orang

$ $ $
1/8/2013

Luka serius 476 orang Kasus kebakaran 741 kasus Gangguan teknis 2720 kasus Kerugian Rp. 25.5 milyar
Created by ganjar budiarto 10

Puslabfor Mabes Polri


- Api terbuka - Listrik : : 415 297 (37,19 %) (26,6 %)

- Pembakaran - Peralatan panas

: :

80 35
46 243

(7,17 %) (3,14 %)
(3,4 %) (19.73 %)

- Lain lain : - Tidak dpt ditentukan :

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

11


1/8/2013

Pembebanan lebih Sambungan tidak sempurna Perlengkapan tidak standar Pembatas arus tidak sesuai Kebocoran isolasi Listrik statik Sambaran petir
Created by ganjar budiarto 12

Ketenagalistrikan

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

13

previous next

NAB FAKTOR FISIKA Kep 51/Men/1999


Freq Power Density mW/Cm2 Kuat medan listrik A/m Kuat medan magnet V/m Rata2 waktu pemajanan Menit

30kHz -100 kHz 100 kHz 3 MHz 3 MHz 30 MHz 30 MHz 100 MHz 100 MHz - 300 MHz 300 MHz 3 GHz 3 GHz 15 GHz

614 614 1842/f 61,4 1 f/300 10 61,4

163 16.3/f 16,3/f 16,3/f 0,163

6 6 6 6 6 6 6

15 GHz-300 GHz
1/8/2013

10
Created by ganjar budiarto

616.000/f4
f : Freq MHz
14

G Kebijakan nasional dalam hal upaya menjamin TT/ Kebijakan nasional dalam hal penyediaan tenaga listrik

tempat kerja
yang Aman dan lingkungan yang Sehat TM/

TET M TR
Created by ganjar budiarto

(pengusahaan)
yang Andal, Aman dan Akrap lingkungan

Tempat kerja
1/8/2013

Bukan tempat kerja


15

Dasar hukum :
Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja
1/8/2013

Pasal 2 ayat (2) huruf q (Ruang lingkup)


Setiap tempat dimana listrik dibangkitkan, ditransmisikan, dibagi-bagikan, disalurkan dan digunakan

Created by ganjar budiarto

16

Dasar hukum :
Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja
1/8/2013

Pasal 3 ayat (1) huruf q (Objective)


Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: q. mencegah terkena aliran listrik berbahaya

Created by ganjar budiarto

17

Tujuan K3 Listrik
1. 2.

Menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai tujuan penggunaannya. Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik

N N N

bahaya sentuhan langsung


bahaya sentuhan tidak langsung bahaya kebakaran

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

18

Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja

Dasar hukum :
Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No Kep 75/Men/2002

Pemberlakuan PUIL 2000

wajib

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

19

STANDAR K3 LISTRIK DI INDONESIA

Peraturan KHUSUS B

Peraturan Khusus B

Peraturan 04/78 Peraturan 04/88

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

20

RUANG LINGKUP
Tegangan sentuh yang berbahaya: > 50 V a.b. di ruang normal, > 25 V a.b. di ruangan lembab Daya > 100 Watt Tidak mengatur persyaratan inst. listrik di : - Telekomunikasi, kereta listrik, pesawat terbang, kapal laut - Tambang bawah tanah
Created by ganjar budiarto

1/8/2013

21

Bagian 1 : Pendahuluan(Ruang lingkup & acuan) Bagian 2 : Persyaratan Dasar Bagian 3 : Proteksi untuk K3/ Sentuh langsung, sentuh tidak langsung, & kebakaran Bagian 4 : Perancangan instalasi listrik Bagian 5 : Perlengkapan listrik Bagian 6 : PHB & Komponennya Bagian 7 : Penghantar dan pemasangannya Bagian 8 : Ruangan khusus Bagian 9 : Pengusahaan instalasi listrik
1/8/2013

Lampiran-lampiran

Created by ganjar budiarto

22

Bagian 1. PENDAHULUAN Tujuan Terselenggaranya instalasi listrik yang baik dan menjamin keselamatan , keaman instalasi, gedung dan isinya. Ruang lingkup Perancangan, Pemasangan, pemeriksaan, pengujian, pelayanan, pemeliharaan dan pengawasannya instalasi listrik Teg > 25 V dan dayanya > 100 W
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 23

Bagian 1. PENDAHULUAN (Lanjutan) Penafsiran Instansi yang berwenang yang memberlakukan PUIL 2000 Ketentuan teknis - Pola preventif - Syarat syarat pengamanan - Batas pembebanan, hantaran - dst
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 24

Bagian 2. PERSYARATAN DASAR Proteksi untuk keselamatan - Proteksi sentuh langsung - Proteksi sentuh tidak langsung - Proteksi efek termal - Proteksi arus lebih - Proteksi arus gangguan - Proteksi tegangan lebih - Proteksi perlengkapan dan instalasi listrik
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 25

Bagian 2. PERSYARATAN DASAR (Lanjutan) Perancangan - Aspek keselamatan - Asapek kehandalan - Aspek Akrap lingkungan Pemilihan peralatan listrik Karakteristik beban, arus, tegangan, prekuensi, daya

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

26

SISTEM PROTEKSI UNTUK KESELAMATAN (BAB III)


Proteksi dari kejut listrik Proteksi dari efek thermal Proteksi dari arus lebih Proteksi dari tegangan lebih akibat petir Proteksi dari tegangan kurang Pemisahan dan penyakelaran

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

27

Bagian 3. SISTEM PROTEKSI Proteksi sentuhan langsung - Proteksi isolasi bagian aktif - Proteksi penghalang atau selungkup - Proteksi penempatan di luar jangkauan - Proteksi isolasi lantai kerja

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

28

Bagian 3. SISTEM PROTEKSI (Lanjutan) Proteksi sentuhan tidak langsung Prinsip : Pemutusan secara otomatik Metoda : - Sistem Pembumian - Sistem Hantaran pengaman - Sistem Hantaran Netral Pengaman

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

29

PROTEKSI BAHAYA
SENTUHAN LANGSUNG

Metoda :
1. 2. 3. 4. 5. 6.
1/8/2013

Isolasi bagian aktif Penghalang atau Selungkup Rintangan; Jarak aman atau diluar jangkauan Gawai proteksi arus sisa Isolasi lantai kerja.
Created by ganjar budiarto 30

PROTEKSI BAHAYA
JARAK AMAN
Jarak aman atau diluar jangkauan
Tegangan kV 1 12 20 70 150 220 500
1/8/2013

Jarak cm

50 60 75 100 125 160 300


31

Created by ganjar budiarto

SISTEM PENGAMANAN

ISOLASI LANTAI KERJA

Rd 3000 V2 75 kg

V1

Pelat logam Kayu 25 x 25 x 0,2 Cm Kain basah 27 x 27 Cm ISOLASI LANTAI KERJA (R1)

TANAH
1/8/2013

R1 = Rd ( V1/V2 -1) Ohm R1 min. 50 kilo Ohm


Created by ganjar budiarto 32

Proteksi bahaya
N Sentuhan tidak langsung 1. Sistem TT atau Pembumian Pengaman (PP) Sistem IT atau Hantaran pengaman (HP) Sistem TN atau

2.
3.

Pembumian Netral Pengaman (PNP)


1/8/2013 Created by ganjar budiarto 33

1.
L1 L2 L3

Sistem TT atau Pembumian Pengaman (PP)


Membumikan titik netral di
sumbernya dan membumikan pada BKT instalasi dan BKT perlengkapan listrik. Bila terjadi kegagalan

isolasi, teganan suplai akan


PE

terputus karena alat proteksi bekerja otomatik

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

34

SISTEM PEMBUMIAN PENGAMAN


L1 L2 L3 N

SATU FASE
1/8/2013 Created by ganjar budiarto

TIGA FASE
35

2.

Sistem IT atau Hantaran pengaman (HP)

Tujuan pembumian : Bila terjadi arus bacor atau hubung singkat, arus akan tersalur ke bumi melalui penghantar pengaman sehingga arus meningkat dan pengaman akan terputus secara otomatik
Fasa tunggal 3 kawat Penghantar Aktif Penghantar Nol/Netral Hantaran pengaman

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

36

SISTEM HANTARAN PENGAMAN


L1/R L2/S L3/T N PE

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

37

3.

Sistem TN atau
Pembumian Netral Pengaman (PNP)
Fasa tunggal 3 kawat

Nol & Ground dihubungkan

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

38

SISTEM PEMBUMIAN NETRAL PENGAMAN


L1 L2 L3 N/PE

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

39

KELENGKAPAN PENGAMAN SIRKIT MOTOR PUIL 2000 Ayat 5.5.1.3

PENGAMAN HUBUNG PENDEK

PENGAMAN HUBUNG PENDEK SARANA PEMUTUS

KENDALI PENGAMAN BEBAN LEBIH

M
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 40

PENGAMAN HUBUNG SINGKAT PUIL 2000 Ayat 556 SETELAN MAK 218 + 68 = 286 A

KHA. MIN. 1.25 (68) + 42 + 54 = 170,8A SETELAN MAK


KHA. MIN. 1.25 In

SETELAN MAK 108 + 42 + 68 = 218A

1,5 In = 102A

2,5 In 1 = 105A

2 In2 = 108A

4 1,5 In 3 = 102A MOTOR ROTOR LILIT In.4 = 68 A


3
MOTOR ROTOR LILIT In.3 = 68 A
41

MOTOR SANGKAR MOTOR SEREMPAK In.1 = 42 A In.2 = 54 A


1/8/2013 Created by ganjar budiarto

KEMAMPUAN HANTAR ARUS


SYARAT K3 KHA : MIN 1,25 X I nominal

KHA kabel listrik ditentukan oleh jenis bahan konduktornya dan ukuran penampangnya (Periksa tabel PUIL)
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 42

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

43

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

44

RESISTAN ISOLASI
PANEL P1- P1.1 R-S R-T T-S R-N R-G S-N S-G T-N T-G N-G

p1-P1.2
P1-P1.3

P1.P1.4
P1.P1.5 P1-P1.6
1/8/2013

1000 Ohm /Volt (diruang normal) 100 Ohm / Volt (diruang lembab)

Created by ganjar budiarto

45

KELENGKAPAN SIRKIT MOTOR POMPA KEBAKARAN

JENIS KABEL FRC DARI SISI IN COMING SEBELUM SAKELAR UTAMA

BILA SUPLAI LISTRIK TERPUTUS HARUS ADA INDIKASI ALARM

KARAKTERISTIK PENGAMAN HUBUNG PENDEK, TERBUKA BILA MERASAKAN 600% In DALAM WAKTU 20 - 50 DETIK

KENDALI

TIDAK PERLU PENGAMAN BEBAN LEBIH

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

46

1 2 3 4 5 6

MDB

HYDRANT SPRINGKLER LIFT PRESSURIZED FAN EMERGENCY MDB Suplai daya listrik untuk sarana keselamatan tidak beleh terganggu pada kondisi apapun

1 2 3 4 5 6. Spare

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

47

Aspek pertimbangan rancangan / evaluasi instalasi listrik


Internal Jenis pelayanan/beban Penerangan Pesawat tenaga Peruntukan / Karakteristik Daur tugas Dll
1/8/2013

BESARAN NOMILAL

Created by ganjar budiarto

Eksternal Jenis /kondisi lingkungan Ruang normal Ruang lembab Ruang panas Ruang berdebu Ruang uap/gas ledak
48

Penggolongan ruangan sesuai dengan sifatnya :


Huruf dalam kurung, petunjuk kategori dari ruang yang dimaksud (n) Ruang kering (l) Ruang kerja listrik (lk) Ruang kerja listrik terkunci (d) Ruang berdebu (blg) Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan gas (bld) Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan debu (bks) Ruang dengan bahaya kebakaran serat (ko) Ruang dengan gas, uap atau debu yang korosif (b) Ruang lembab dan basah (p) Ruang sangat panas (k) Ruang kerja kasar (r) Ruang radiasi
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 49

KETENTUAN UNTUK BERBAGAI RUANG DAN INSTALASI KHUSUS


a.RUANG KERJA LISTRIK

Pengawas ahli
Cukup luas untuk melakukan pemeriksaan Penerangan yang baik

Lantai, dinding, atap dari bahan tidak mudah terbakar.


Di udara terbuka

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

50

b. Ruang kerja listrik terkunci Tidak boleh dipasang mesin, pesawat, instrumen ukur dan
perlengkapan lain yang setiap hari dilayani.

Pintu jalan masuk diatur sedemikian hingga: Pintu membuka ke luar. Dibuka dari luar menggunkan kunci Dibuka dari dalam tanpa kunci.
Memasuki kerja listrik : Izin dari petugas berwenang Paling sedikit dua orang Sehat jasmani dan rohani, pakaian kering, waspada. Membawa dan memakai APD yang diperlukan. Memperhatikan rambu-rambu.
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 51

Bekerja pada keadaan tidak bertegangan :


dilakukan pada saat tegangan telah dibebaskan, ditempat sarana pemutusan harus ada rambu.

Dilakukan pemeriksaan tegangan dengan lampu uji.


Perlengkapan harus dibumikan. Surat penugasan bagi petugas pembebasan tegangan

Sirkit yang memungkinkan penyalur tegangan dikunci, dan kunci disimpan oleh petugas.
Penguncian harus dilaksnakan menurut prosedur tertentu.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

52

Bekerja pada keadaan bertegangan ;


dilakukan minimal dua orang, ahli, memilki surat ijin kerja. Pekerja dalam keadaan sehat rohani dan jasmani.

Pekerja harus berdiri ditempat isolasi atau menggunakan pekakas berisolasi yang handal.
Menggunakan pengaman badan (APD) yang diperlukan.


1/8/2013

Semua perlengkapan yang digunakan diperksa.


Keadaan cuaca. Dilarang menyentuh perlengkapan listrik dengan tangan telanjang.

Created by ganjar budiarto

53

Bekerja di dekat instalasi yang bertegangan : Perhatikan Jarak minimum aman Perlengkapan harus bebas dari kebocoran isolasi atau imbas. Dilarang menggunakan pengukur dari logam Dilarang menggunakan tangga kayu yang diikat batang logam.

Jarak aman atau diluar jangkauan


Tegangan kV 1 12 20 70 150 220 500

Jarak cm 50 60 75 100 125 160 300


54

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LISTRIK.


Penolong harus mengamankan diri dahulu untuk menhindarkan pengaruh arus listrik, berada pada papan kering, kain kering, pakaian, alas yang serupa itu yang bukan logam (kayu, karet). Jika tidak mungkin kedua tangan penolong dibalut dengan kain kering, pakaian kering atau bahan serupa itu (kertas, karet). Pada saat memberikan pertolongan, penolong harus menjaga diri agar tubuhnya jangan bersentuhan dengan benda logam.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

55

a. Cara membebaskan penderita dari aliran listrik Penghantar dibuat bebas dari tegangan dengan memutuskan sakelar atau gawai pengaman, penghantar ditarik sampai terlepas dari penderita dengan menggunakan benda kering bukan logam, kayu atau tali yang diikat pada penghantar. Penderita ditrik dari tempat kecelakaan. Penghantar dilepas dari tubuh penderita dengan tangan yang dibungkus dengan pakaian kering yang dilipatlipat.

Penghantar dihubungpendekan atau dibumikan.

b. Berikan pertolongan medis secepatnya.


1/8/2013 Created by ganjar budiarto 56

REF. K3 LISTRIK DI RUMAH SAKIT Klasifikasi :


Kelompok 1 PUIL-2000 FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN :

Instalasi untuk Utilitas bangunan, bila terputus tidak berpengruh langsung terhadap pasien

Kelompok 1 E : Instalasi listrik untuk intalasi medik, yang berfungsi langsung dengan penderita, bila terputus dari dalam tempo kurang 10 detik harus segera mendapat catu daya pengganti khusus (CDPK)

Kelompok 2 E :

Instalasi listrik untuk intalasi medik berfungsi langsung dengan penderita, bila terputus harus langsung mendapat catu daya pengganti khusus (CDPK)
Created by ganjar budiarto 57

1/8/2013

Sistem distribusi listrik di rumah sakit


Sumber Normal Sumber Emergency

G
< 10 dt

Baterai atau Motor Generator < 0,5 dt

RUANG KELOMPOK 1
1/8/2013

RUANG KELOMPOK 1E
Created by ganjar budiarto

RUANG KELOMPOK 2E
58

PUIL 2000 Psl. 8.12

Instalasi listrik Ketel Uap

Alat penerangan dan alat listrik lainya tidak diijinkan menggunakan tegangan lebih dari 50 Volt Jika digunakan kabel fleksibel harus berselubung karet atau berperisai logam fleksibel.

Bila diperlukan tegangan lebih dari 50 V, maka bagian logam dari ketel uap harus dibumikan Jenis kabel yang digunakan harus berselubung karet dan berperisai logam

L1 L2 L3 N

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

60

L1 L2 L3 N

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

61

GENERATOR Ref. PUIL 2000 (5.5.1.1.)

Tanda Pengenal (Plat nama) a. nama pabbrik pembuat b. tegangan pengenal c. arus beban pengenal d. daya pengenal e. freq, Jumlah fase, f. rpm g. suhu lingkungan > kenaikan suhu h. klas isolasi I. teg. kerja dan arus beban penuh j. lilitan k. daur kerja
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 62

GENERATOR (PEMBANGKIT LISTRIK) Ref. PUIL 2000 (5.5.1.1.) PENGGERAK MULA

BEBAN

a. Pada saat beban dimasukan, teg turun mak 25% dan pulih 0,5 detik
b. c. d. e. f. g. h. Kapasitas bahan bakar untuk 8 jam Pipa saluran bahan bakar harus terlindung dari panas dan mekanis Pipa saluran gas buang harus disalut shg suhu mak 70o C Pelepasan gas buang pada sebelah sisih udara masuk Sistem pendinginan harus terjamin Pondasi harus dirancang dengan perdam getaran mesin Harus dipasang tanda peringatan

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

63

GENERATOR Ref. PUIL 2000 (5.6) G

1. 2. 3.

Harus diproteksi thd arus lebih Mak 150 % > I beban penuh Penghantar 115% > I beban penuh

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

64

KOMPETENSI SDM BIDANG LISTRIK

1.KETEKNIKAN 2.KESELAMATAN KERJA


1/8/2013 Created by ganjar budiarto 65

B. Jenis Sertifikasi Kompetensi Personel


1. Bidang K3 Listrik (311/M/2002) - Ahli K3 Listrik / Petir - Teknisi K3 Listrik / Petir

2. Sertifikat Bidang Teknisi Lift (407/M/99)


PENYELIA PEMASANGAN Mengawasi pelaksanaan pekerjaan Proyek pemasangan TEKNISI (Ajustment) Melaksanakan Comissioning, TEKNISI PEMELIHARAAN Merawat dan memperbaiki lift PENYELIA OPERASI LIFT Mengawasi kelaikan operasi lift

1/8/2013

Pengurus Wajib Membentuk Organisasi K3 PK dan Menyiapkanbudiarto Created by ganjar Personilnya

66

Bagian 9
Pengusahaan Instalasi Listrik Bagian 9.5.3.1 : Orang yang diberi tanggung jawab, perancangan, pemasangan, pemeriksaan, dan pengujian inst. Listrik, harus memahami K3 dan memiliki ijin kerja. Orang yang mengawasi pemasangan instalasi listrik Pengusahaan listrik > 200 kVA harus memiliki organisasi yang bertanggjawab secara khusus
Created by ganjar budiarto 67

Bagian 9.5.3.2 : Bagian 9.10.4. :

1/8/2013

KOMPETENSI SDM BIDANG K3 LISTRIK


AHLI K3 LISTRIK : MENILAI RANCANGAN; RIKSA UJI
PENGAWAS PEKERJAAN PEMASANGAN, PEMELIHARAAN, PERBAIKAN : PELAKSANA PELAYANAN, PEMELIHARAAN
68

PENYELIA K3 LISTRIK :

TEKNISI LISTRIK

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

Inventarisasi Jenis jabatan fungsional berbasis kompetensi K3 Listrik 1. Klas I. Teknisi ( pemasangan, pemeliharaan) 2. Klas II. Penyelia (pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan) 3. Klas III. Ahli K3 Listrik

Teknisi Listrik
Dapat melayani dan memelihara inst. listrik secara benar dan aman, baik bagi dirinya, peralatan dan aman dalam pengoperasiannya

Penyelia K3 Listrik
Dapat melakukan pengawasan pek. pemasangan dan pemeliharaan inst. listrik secara benar dan aman sesuai ketentuan dan prosedur K3.
Created by ganjar budiarto

Ahli K3 Listrik
Dapat mengevaluasi potensi bahaya dan tindakan koreksi terhadap: gambar rancangan; hasil pemeriksaan dan pengujian;
69

1/8/2013

Kep. Dirjen Binawas Kep 311/BW/2002


TEKNISI LISTRIK (PELAKSANA PELAYANAN, PEMELIHARAAN)

KOMPETENSI
Tugas dan tanggung jawab : Melayani, merawat dan mengawasi kelaikan instalasi listrik; Membantu pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik;
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 70

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

71

AWAN KE AWAN

Arus : 5.000 ~ 200.000 A Panas: 30.000 oC

AWAN KE BUMI
KERUSAKAN THERMIS, ELEKTRIS , MEKANIS,
1/8/2013

Sasaran

OBYEK YANG TERTINGGI


72

Created by ganjar budiarto

Petir

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

73

BAHAYA SAMBARAN PETIR


SAMBARAN LANGSUNG

SAMBARAN TIDAK LANGSUNG

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

74

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

75

KONSEP PROTEKSI BAHAYA SAMBARAN PETIR

PERLINDUNGAN SAMBARAN LANGSUNG


Dengan memasang instalasi penyalur petir pada bangunan Jenis instalasi : Sistem Franklin Sistem Sangkar Faraday Sistem Elektro statik

PERLINDUNGAN SAMBARAN TIDAK LANGSUNG


Dengan melengkapi peralatan penyama tegangan pada jaringan instalasi listrik (Arrester)
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 76

Instalasi penyalur petir yang tidak memenuhi syarat dapat mengundang bahaya

Grounding tidak sempurna Berbahaya

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

77

Ref 1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 02/Men/1989 tentang instalasi penyalur petir Berlaku untuk sistem proteksi eksternal / proteksi bahaya sambaran langsung

2. SNI 04- 0225 2000 (PUIL 2000) Sebagai rujukan untuk sistem proteksi internal / proteksi bahaya sambaran tidak langsunglangsung

Instalasi penyalur petir yang tidak memenuhi syarat dapat mengundang bahaya
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 78

INSTALASI PENYALUR PETIR PERMENAKER PER-02 MEN/1989


SISTEM FRANKLIN

Sudut perlindungan 112 o

PENERIMA

(AIR TERMINAL)

HANTARAN PENURUNAN (DOWN CONDUCTOR)


HANTARAN PEMBUMIAN
(GROUNDING) Resistan pembumian mak 5 ohm
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 79

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

80

++++++++ ++++++++ ++++++++ ----------------------------------MENYAMBAR JARINGAN LISTRIK

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

81

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

82

Pengawasan K3 Instalasi Penyalur Petir


PERMENAKER No. PER 02/MEN/1989 Tentang Instalasi Penyalur Petir
Ruang lingkup : Sistem eksternal Jenis : konvensi onal & elektrostatik
1/8/2013 Created by ganjar budiarto

+++++++ +++++++++ +++++++ - - - - - - - - - - - - - - - -

83

PERTIMBANGAN PEMASANGAN INSTALASI PENYALUR PETIR INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
A : Peruntukan bangunan B : Struktur konstruksi C : Tinggi bangunan D : Lokasi bangunan E : Hari guruh (-10 (0 (0 (0 (0 0 1 2 1 1 1 2 3 2) 2 2 3) 4 3 3 5 4 5 15) 10) 7)

=A+B+C+D+E
< = = = = > 11 11 12 13 14 14

ABAIKAN KECIL SEDANG AGAK BESAR BESAR SANGAT BESAR


Created by ganjar budiarto 84

1/8/2013

INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR


A: Peruntukan bangunan Rumah tinggal Bangunan umum Banyak orang Instalasi gas,minyak, rumah sakit Gudang handak : : : : : 1 2 3 5 15

B:

Struktur konstruksi Steel structure : Beton bertulang, kerangka baja atap logam: Beton bertulang, atap bukan logam : Kerangka kayu atap bukan logam :
Tinggi bangunan
Created by ganjar budiarto

0 1 2 3

C:
1/8/2013

85

INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR


C: Tinggi bangunan s/d 6m 12 m 17 m 25 m 35 m 50 m 70 m 100 m 140 m 200 m : : : : : : : : : : 0 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

86

INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR


D: Lokasi bangunan Tanah datar : Lereng bukit : Puncak bukit :
0 1 2

E:

Hari guruh per tahun 2 : 0 4 : 1 8 : 2 16 : 3 32 : 4 64 : 5 128 : 6 156 : 7

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

87

SNI 225 - 1987 PUIL-1987 Harus dipasang instalasi (820 - B.16 dan - C.4)

(Sistem internal protection)

PROTEKSI PETIR

Ruangan berpotensi bahaya ledakan gas/uap/debu/serat


1/8/2013 Created by ganjar budiarto 88

PROTEKSI PETIR SYSTEM INTERNAL


Semua bagian konduktif dibonding Semua fasa jaringan RSTNG dipasang Arrester Bila terjadi sambaran petir pada jaringan instalasi listrik semua kawat RSTN tegangannya sama tidak ada beda potensial

RSTN

RSTN

ARRESTER

GROUNDING
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 89

SYARAT-SYARAT PEMASANGAN
PENGHANTAR PENURUNAN 1. Dipasang sepanjang bubungan ke tanah. 2. Diperhitungkan pemuaian dan penyusutan. 3. Jarak antara alat pemegang penghantar maximal 1,5 meter. 4. Dilarang memasang penghantar penurunan dibawah atap dalam bangunan. 5. Jika ada, penurunan dipasang pada bagian yang terdekat pohon, menonjol. 6. Memudahkan pemeriksaan. 7. Jika digunakan pipa logam, pada kedua ujung harus disambung secara elektris. 8. Dipasang minimal 2 penurunan. 9. Jarak antar kaki penerima dan titik percabangan penghantar 1/8/2013 Created by ganjar budiarto maximal 5 meter.
90

BAHAN PENGHANTAR PENURUNAN

a.

Kawat tembaga penampang min. 50 mm2 & Tebal minimal 2 mm.

b. Bagian atap, pilar, dinding, tulang baja yang mempunyai massa logam yang baik. c. Khusu tulang beton harus memnuhi : a. Sudah direncanakan untuk itu b. Ujung-ujung tulang baja mencapai garis permukaan air dibawah tanah.

d. Kolom beton yang digunakan sebagai penghantar adalah kolom beton bagian luar.
e. f. Pipa penyalur air hujan + minimal dua pengantar penurusan khusus. Jarak antar penghantar a.
1/8/2013

Tinggi < 25 m Tinggi > 50 m

max. 20 m max (30 0,4xtinggi bangunan)


Created by ganjar budiarto max 10 meter. 91

b. Tinggi 25 50 m c.

SYARAT PEMBUMIAN/TAHANAN PEMBUMIAN


a. Dipasang sedemikian sehingga tahan pembumian terkecil. a. Tulang baja dari lantai kamar, tiang pancang (direncanakan). Pipa atau penghantar lingkar yang dipasang dalam bumi secara mendatar. Bahan yang diperuntukkan dari pabrikan (spesifikasi sesuai standar) b. Sebagai elektroda bumi dapat digunakan

b. Pipa logam yang dipasang dalam bumi secara tegak. c.

d. Pelat logam yang ditanam. e.

c.

Dipasang sampai mencapai permukaan air dalam bumi.

1/8/2013

d. Masing-masing penghantar dari suatu instalasi yang mempunyai beberapa penghantar harus disambungkan dengan elektroda kelompok. budiarto Created by ganjar

92

e. f.

Terdapat sambungan ukur. Jika keadaan alam tidak memungkinkan, Masing-masing penghantar penurunan harus disambung dengan penghantar lingkar yang ditanam dengan beberapa elektro tegak atau mendatar sehingga jumlah tahan pembumian bersama memenuhi syarat. Membuat suatu bahan lain (bahan kimia dan sebagainya) yang ditanam bersama dengan elektroda sehingga tahan pembumian memenuhi syarat.

g. Elektroda bumi yang digunakan untuk pembumian instalasi listrik tidak boleh digunakan untuk pembumian instalasi penyalur petir.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

93

BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ANTENA 1. Antena harus dihubungkan dengan instalasi penyalur petir dengan penyalur tegangan lebih, kecuali berada dalam daerah perlindungan.

2. Jika antena sudah dibumikan, tidak perlu dipasang penyalur tegangan lebih. 3. Jika antena dpasang pada bangunan yang tidak mempunyai instalasi petir, antena harus dihubungkan melalui penyalur tegangan lebih. 4. Pemasangan penghantar antara antena dan penyalur petir sedemikian menghindari percikan bunga api. 5. Jika suatu antena dipasang pada tiang logam, tiang tersebut harus dihubungkan dengan instalasi penyalur petir. 6. Jika antena dipasang secara tersekat pada suatu tiang besi, tiang besi ini harus dihubungkan dengan bumi.
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 94

CEROBONG YANG LEBIH TINGGI DARI 10 M


a. Instalasi penyalur petir yang terpasang dicerobong tidak boleh dianggap dapat melindung bangunan yang berada disekitarnya. b. Penerima harus dipasang menjulang min 50 cm di atas pinggir cerobong.

c. Alat penangkap bunga api dan cincin penutup pinggir bagian puncak dapat digunakan sebagai penerima petir.
d. Instalasi penyalur petir dari cerobong min harus mempunyai 2 penurunan dengan jarak yang sama satu sama lain. e. Tiap-tiap penurunan harus disambungkan langsung 1/8/2013 Created by ganjar budiarto dengan penerima.
95

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN 1. Setiap instalasi penyalur petir harus dipelihara agar selalu bekerja dengan tepat, aman dan memenuhi syarat. 1. Sebelum penyerahan dari instalatir kepada pemakai.

2. Instalasi penyalur petir petir harus diperiksa dan diuji : 2. Setelah ada perubahan atau perbaikan (bangunan atau instalasi) 3. Secara berkala setiap dua tahun sekali. 4. Setelah ada kerusakan akibat sambaran petir. 3. Dilakukan oleh pegawai pengawas, Ahli K3 atau PJK3 Inspeksi. 4. Pengurus atau pemilik wajib membantu (penyedian alat)

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

96

Dalam pemeriksaan dan pengujian hal yang perlu diperhatikan :


a. Elektroda bumi, terutama pada jenis tanah yang dapat menimbulkan karat. b. Kerusakan-kerusakan dan karat dari penerima, penghantar c. Sambungan-sambungan d. Tahanan pembumian dari masing-masing elektroda maupun elektorda kelompok. e. Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan diperbaiki. f. Tahanan pembumian dari seluruh sistem pembumian tidak boleh lebih dari 5 ohm.
1/8/2013 Created by elektroda pembumian. g. Dilakukan pengukuranganjar budiarto 97

LIFT
Pesawat lift sebagai sarana transportasi vertikal yang dirancang dengan perangkat pengendali otomatik dari dalam kereta dan pada setiap lantai pemberhentian. Pengguna/penumpang lift hanya dengan tekan tombol dapat mengendalikannya menuju lantai yang dikehendaki;

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

98

JUMLAH IJIN LIFT


IJIN lift :12150 UNIT
Info dar Assosiasi 16000 unit lift terpasang Jika rata2 100 orang/hari 3.200.000 orang per hari

Th.1979 SD MEI 2006


TEKNISI PEMEGANG MERK 340 ORANG
Penyelia : +/- 300 ORANG

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

99

Bank Indonesia
BI

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

15 ORANG MENINGGAL 100

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

101

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

102

Ketentuan K3 LIFT UU 1/70 Bab II Psl 2 (2) - f

f.

tempat kerja dimana :


Dilakukan pengangkutan barang, binatang, atau manusia, baik didarat, melalui terowongan, dipermukaan air, dalam air maupun di udara

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

103

Syarat-syarat K3 Lift
UU 1/70 (Bab III Psl 3 (1) - n Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : n. Mengamankan dan memperlancar
pengangkutan orang, tanaman atang barang.

binatang,

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

104

LIFT
Apabila terjadi sesuatu hal yang membahayakan, penumpang tidak dapat berbuat apa apa, Aspek kehandalan dan keselamatan penumpang merupakan faktor dasar dalam pertimbangan perancangan pesawat lift.
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 105

K3 LIFT
Untuk menjamin kehandalan dan keamanan pesawat lift, telah ditetapkan syarat-syarat K3, Dasar : Undang undang No 1 th 1970; Peraturan Menaker No Per. 03/Men/1999 Kepmenaker No. : Kep 407/M/BW/1999

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

106

PENGENDALIAN K3 LIFT
PERMENAKER NO : PER 03/MEN/1999 Dasar pertimbangan Pertimbangan teknis penetapan Peraturan K3 Lift (Perat. Menteri Tenaga Kerja No Per 03/Men/1999) adalah bahwa Pesawat lift dinilai mempunyai potensi bahaya tinggi,

Pasal 25 Pengurus yang membuat, memasang, memakai pesawat lift dan perubahan teknis maupun administrasi harus

mendapat ijin dari Menteri atau pejabat yang ditunjuknya.


1/8/2013 Created by ganjar budiarto 107

KLASIFIKASI & KOMPETENSI TEKNISI LIFT


KEPUTUSAN MENTERI No KEP-407/M/BW/99

PENYELIA PEMASANGAN Mengawasi pelaksanaan pekerjaan Proyek pemasangan TEKNISI (Ajustment) Melaksanakan Comissioning, TEKNISI PEMELIHARAAN Merawat dan memperbaiki lift PENYELIA OPERASI LIFT Mengawasi kelaikan operasi lift
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 108

C0ntoh
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI

KARTU LISENSI K3
TEKNISI PEMELIHARAAN LIFT DAN ESCALATOR
No : 64/PNKK/07.03 Nama : Tempat & tgl lahir : Instansi/Perh. : Alamat : Berlaku s/d : 28 Juli 2008 FRANSISCUS WARTOYO Yogyakarta, 2 April 1954 PT. Toshindo Elevator Utama Jl. Boulevard Rukan Plaza Pasific B2 No. 25 Kelapa Gading Jakarta Utara Jakarta, 28 Juli 2003 PLT. DIREKTUR PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN KERJA

Ir. Imam Subari NIP. 160009422


1/8/2013 Created by ganjar budiarto 109

C0ntoh

KOMPETENSI
TEKNISI PEMELIHARAAN LIFT DAN ESCALATOR
SESUAI KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA RI NO. : KEP. 407/M/BW/1999

Tugas dan tanggung jawab : 1. Merawat dan mengawasi kelaikan operasi lift dan eskalator; 2. Membantu pemeriksaan dan pengujian lift dan eskalator;
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 110

C0ntoh
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI KARTU LISENSI K3 PENYELIA OPERASI LIFT DAN ESCALATOR No : 48/PNKK/07.03 Nama : Tempat & tgl lahir : Instansi/Perh. : Alamat : Berlaku s/d : 28 Juli 2008 SLAMET RIYANTO Semarang, 28 Mei 1963 Pemda Jawa Tengah Jl. Pahlawan No. 9 Semarang 50243 Jakarta, 28 Juli 2003 PLT. DIREKTUR PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN KERJA

Ir. Imam Subari NIP. 160009422

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

111

C0ntoh

KOMPETENSI
TEKNISI PENYELIA OPERASI LIFT DAN ESCALATOR
SESUAI KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA RI NO. : KEP. 407/M/BW/1999

Tugas dan tanggung jawab : Mengawasi keselamatan operasi lift dan eskalator; Mengambil tindakan pengamanan keadaan darurat operasi lift dan eskalator;

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

112

GAMBAR RENCANA

MEKANISME PENGAWASAN K3

EVALUAS I

OK
RIKSA UJI BERKALA RIKSA UJI

IJIN PEMASANGAN

PEMASANGAN

OK
IJIN PEMAKAIAN
1/8/2013 Created by ganjar budiarto

PEMAKAIAN
113

IJIN PEMBUATAN (PABRIKASI) LIFT


Pasal 24 Ayat (1) Pembuatan dan atau pemasangan lift harus sesuai dengan gambar rencana yang disahkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk Ayat 2 Dokumen perencanaan -Gambar konstruksi lengkap -Perhitungan konstruksi -Spesifikasi dan sertifikasi material DESAIN PEMBUATAN
Engineering design : Konsep desain Standar desain Checking perhitungan konstruksi

Memenuhi syarat

Ayat 3 Proses pembuatannya harus memenuhi SNI atau Standar internasional yang diakui
1/8/2013 Created by ganjar budiarto

IJIN K3
PABRIKASI LIFT
114

IJIN PEMASANGAN LIFT


Pasal 24 Ayat (4) Gambar rencana pemasangan lift terdiri : -Denah ruang mesin dan peralatannya -Konstruksi mesin dan penguatannya -Diagram instalasi listrik -Diagram pengendali -Rem pengaman -Bangunan ruang luncur dan pintu-pintunya -Rel pemandu dan penguatannya -Konstruksi kereta -Governor dan peralatannya -Kapasitas angkut, kecepatan, tinggi vertikal -Perhitungan tali baja
1/8/2013

Perencanaan pemasangan lift

Doc.Lengka p
Analisis : Evaluasi gambar dan sertifikat Checking perhitungan kekuatan konstruksi

Memenuhi syarat

IJIN K3
LAIK KONSTRUKSI LIFT
115

Created by ganjar budiarto

IJIN PEMAKAIAN LIFT (PERMENAKER : PER 03/MEN/1999)


Pasal 30 Ayat (1) Setiap lift sebelum dipakai harus diperiksa dan diuji sesuai standar uji yang ditentukan

AS BUILT DRAWING LIFT

TEST & COMMISSIONING -PEMERIKSAAN VISUAL/VERIFIKASI DATA -PENGUJIAN PEMBEBANAN -PENGUJIAN REM & SAFETY DEVISES

Standar uji K3 lift :


SNI 1718 1989 E Bentuk laporan : -38 - L -39 - L

Memenuhi syarat

IJIN K3 LIFT LAIK OPEPASI

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

1 tahun

116

Th.1979 SD AGUSTUS 2003


DKI JAKARTA
BANTEN JAWA BARAT

JUMLAH LIFT
KALIMANTAN TENGAN KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN SELATAN SULAWESI UTARA SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA SULAWESI TENGAH A M B O N IRIAN JAYA NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR

6707
28 316

JAWA TENGAH

YOGYAKARTA JAWA TIMUR B A LI A C EH SUMATERA UTARA 260 SAMATERA BARAT 30 SUMATERA SELATAN R I A U J A M BI BENGKULU LAMPUNG

179
113 621 192 15 59 72 18 9 26

2 86 20 21 44 125 1 19 19 3 2

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

117

PERIJINAN K3 LIFT (PERMENAKER : PER 03/MEN/1999)


DESAIN LIFT

IJIN K3

PABRIKASI LIFT

DESAIN KONSTRUKSI PEMASANGAN LIFT

IJIN K3

PEMASANGAN LIFT

AS BUILT DRAWING TEST & Commissioning PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN


1/8/2013 Created by ganjar budiarto

IJIN K3

PEMAKAIAN LIFT

118

Jenis Sertifikasi K3 Bidang Listrik

1. Sertifikat Pengesahan Alat / Instalasi - Pembuatan - Pemasangan - Pemakaian


2. Sertifikasi, Lisensi, Kompetensi Personil 3. SKP Lembaga K3 (Perencana, pemasang, Riksa-uji, Pembinaan)
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 119

Jenis Sertifikasi / Perijinan K3 Listrik


A. Sertifikasi Alat / Instalasi
1. Listrik - Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan - Pengesahan Pemasangan Instalasi - Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi 2. Penyalur Petir - Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan - Pengesahan Pemasangan Instalasi - Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi 3. Pesawat Lift - Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan - Pengesahan Pemasangan Instalasi - Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi Created by ganjar budiarto

1/8/2013

120

B. Jenis Sertifikasi Kompetensi Personel


1. Bidang K3 Listrik (311/M/2002) - Ahli K3 Listrik / Petir - Teknisi K3 Listrik / Petir

2. Sertifikat Bidang Teknisi Lift (407/M/99)

PENYELIA PEMASANGAN Mengawasi pelaksanaan pekerjaan Proyek pemasangan TEKNISI (Ajustment) Melaksanakan Comissioning, TEKNISI PEMELIHARAAN Merawat dan memperbaiki lift PENYELIA OPERASI LIFT Mengawasi kelaikan operasi lift

1/8/2013

Pengurus Wajib Membentuk Organisasi K3 Created by ganjar budiarto PK dan Menyiapkan Personilnya

121

RANGKUMAN
Listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan manusia (tenaga kerja), asset maupun lingkungan, karena itu instalsi listrik harus dikendalikan dengan pendekatan:
TEKNIS : dirancang, dipasang, diperiksa/diuji secara berkala dengan mengacu pada standar (PUIL) yang berlaku PERSONEL : melalui pembinaan kompetensi teknisi, penyelia, ahli MANAJEMEN : menerapkan SMK3

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

122

RANGKUMAN
Listrik,

Lift mengandung potensi bahaya Penggunaan instalasi/peralatan listrik, lift harus memiliki ijin/pengesahan K3 Masa uji lift berlaku 1 tahun Operasional listrik/lift harus diawasi oleh teknisi yang kompeten Pengurus bertanggung jawab atas pelaksanaan syarat-syarat K3
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 123

Ketrampilan Pegawai Pengawas


di bidang K3 Listrik

1. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik, petir dan lift;
2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik, petir dan lift;
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 124

3.

Memeriksa secara visual kondisi instalasi listrik , mengidentifikasi potensi bahaya atau menilai potensi bahaya listrik, petir dan lift; Membuat laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat-syarat K3 bidang listrik, petir dan lift; Penanganan kasus kecelakaan akibat bahaya listrik, petir dan lift.

4.

5.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

125

1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Pola pelakasaan sesuai stsndar pelayanan 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Sesuai dengan Kepmen No. 75/Men/2002 dan Kepdir No. 311/Men/BW/2003, teknisi yang melakukan perencanaan, pemasangan, perawatan dan pemakaian instalasi listrik harus memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi dan sertifikat pelatihan teknisi K3 listrik. Jika ditemukan teknisi listrik belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan atau mengikutksertakan ke 1/8/2013 Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh Created by ganjar budiarto 126 Menteri Tenaga Kerja.

1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Sama dengan Kebakaran 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Sesuai dengan Kepmen No. 75/Men/2002 dan Kepdir No. 311/Men/BW/2003, teknisi yang melakukan perencanaan, pemasangan, perawatan dan pemakaian instalasi listrik harus memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi dan sertifikat pelatihan teknisi K3 listrik. Jika ditemukan teknisi listrik belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan atau mengikutksertakan ke 1/8/2013 Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh Created by ganjar budiarto 127 Menteri Tenaga Kerja.

3. Memeriksa secara visual kondisi instalasi listrik dan mengidentifikasi potensi bahaya listrik Memeriksa dan mengidentifikasi kondisi-kondisi atau perubahan yang ada pada instalasi listrik yang dapat menimbulkan potensi bahaya listrik.

Bahaya listrik disebabkan oleh 2 (dua ) potensi bahaya, yaitu arus dan suhu yang tinggi, Arus yang tinggi dapat menyebabkan kecelakaan pada tenaga kerja dan kerusakan pada sumber produksi, begitu juga suhu yang tinggi yang dihasilkan oleh listrik dapat menimbulkan bahaya kebakaran.
Untuk menjamin bahwa suatu tempat kerja/perusahaan aman dari bahaya listrik, maka harus dilakukan pengedalian terhadap arus listrik dan suhu tinggi yang mungkin dapat ditimbulkannya. Arus dapat mengalir atau mengenai manusia, peralatan dan lingkungan melalui 2 kondisi, yaitu kondisi sentuh langsung sehingga mengakibatkan bahaya sentuh langsung dan kondisi sentuh tidak langsung yang mengakibatkan bahaya sentuh tidak langsung.
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 128

Bahaya Sentuh Langsung adalah sentuh langsung pada bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik. Bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik adalah bagian konduktif yang merupakan bagian dari sirkit listriknya yang dalam keadaan pelayanan normal, umumnya bertegangan dan atau dialiri arus listrik. Contoh kondisi sentuh langsung : kabel yang terkelupas, stop kontak yang tidak tertutup/ penutupnya rusak; sambungan kabel yang tidak sempurna dll. Kondisi ini dapat dilakukan pengujian dengan alat tespen (pengetes aliran arus). Bahaya Sentuh Tidak Langsung adalah sentuh pada BKT perlengkapan atau instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan isolasi. BKT perlengkapan atau instalasi listrik adalah bagian konduktif yang tidak merupakan bagian dari sirkit listriknya yang dalam pelayanan normal tidak bertegangan, tetapi dapat menjadi bertegangan. Contoh kondisi sentuh tidak langsung : Instalasi/ peralatan yang tidak ada pembumian; Pembumian yang tidak sempurna/rusak. Kondisi ini dapat dilakukan pengujian dengan alat tespen (pengetes aliran arus).
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 129

Suhu tinggi adalah suhu tinggi yang diakibatkan oleh penggunaan listrik dan dapat menjadi pemicu kebakaran, disebabkan adanya bahan yang mudah terbakar. Contoh kondisi yang dapat menimbulkan kebakaran akibat listrik : pembebanan lebih, penggunaan peralatan listrik (kabel atau alat lainnya) yang tidak sesuai standar (jenis, kapasitas dan kesesuaian dengan peruntukan ruangan), instalasi yang sudah aus. Pegawai pengawas dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap potensi bahaya akibat listrik, harus dapat mengidentifikasi dan menemukan potensi-potensi bahaya listrik (kondisi sentuh langsung, Sentuh tak langsung atau kemungkinan terjadi kebakaran akibat penggunaan instalasi yang tidak standar) dan memberikan saran / rekomendasi sesuai dengan ketentuan/ peraturan yang 1/8/2013 130 berlaku sebagaimana Created by ganjar budiarto telah dijelaskan pada modul

4. Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syaratsyarat K3 bidang listrik


Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang ada, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan melalui Nota pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas untuk menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/ pemasangan atau perakitan, pemakaian/ perbaikan / pemeliharaan/ pengujian instalasi listrik oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3. Laporan berisikan kondisi tempat kerja / fakta yang ada di tempat kerja dan potensi bahaya yang mungkin muncul apabila kondisi tersebut tidak diperbaiki dan tindakan yang harus dilakukan. Nota Pemeriksaan berisikan Kondisi tempat kerja/ fakta; dasar hukum yang terkait dengan kondisi tersebut; saran tindak yang harus dilakukan oleh pengurus/ pimpinan perusahaan sesuai dengan dasar hukum yang terkait; kurun waktu pelaksanaan yang memungkinkan 1/8/2013 Created by ganjar budiarto 131 pengurus/pimpinan perusahaan melaksanakan kewajibannya.

Bentuk laporan pemeriksaan dan Nota pemeriksaan dapat dilihat pada lampiran Permenaker No. 03/Men/1984 tentang pengawasan terpadu. 5. Penanganan Kasus Kecelakaan akibat bahaya listrik Prosedur yang harus dilakukan dalam penanganan kasus kecelakaan akibat bahaya listrik adalah : a.Pengurus atau pimpinan perusahaan wajib melaporkan kejadian kecelakaan dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak terjadinya kecelakaan ke Kepala Kantor Dinas Tenaga Kerja setempat. b.Laporan kecelakaan tersebut dibuat secara tertulis dengan menggunakan formulir (Lampiran II Permenaker No. 03/Men/1998) c.Setelah menerima laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud point b, Kepala Kantor Disnaker memerintahkan pegawai pengawas melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

132

a. Pegawai Pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan menggunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II Permenaker No. 03 /Men / 1998, yang meliputi Data Umum Perusahaan, Data Korban, Fakta yang didapat, Uraian terjadinya kecelakaan, Sumber kecelakaan, Type kecelakaan , Penyebab Kecelakaan , syarat yang diberikan dan Tindakan lebih lanjut serta hal-hal lain yang perlu dilaporkan. Untuk lebih jelas peserta diklat harap mempelajari Permenaker No. 03 / Men /1998. b. Selanjutnya Pegawai Pengawas melakukan pembinaan K3 listrik sebagai tindakan preventif sehingga kecelakaan tidak terulang lagi dan atau melakukan tindakan hukum sesuai dengan peraturan perundangan.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

133

TATA LAKSANA TEKNIS K3


Penerbitan perijinan /pengesahan Instalasi listrik, petir dan lift (a). Setiap laporan pemeriksaan dan pengujian harus dicatat dalam buku Register dan diberi nomor sesuai ketentuan. (b). Pembuatan Pengesahan/perijinan setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan pengujian. Dalam pengesahan/perijinan memuat syarat K3 yang harus selalu dipenuhi dan hasil pemeriksaan /pengujian. Pengesahan/perijinan ditanda tangani oleh Kepala Dinas setelah diparaf oleh Pegawai Pengawas dan atau atasan langsung Pegawai Pengawas. (c). Setiap Pengesahan /perijinan harus dicatat dalam buku Register dan diberi nomor sesuai ketentuan. (d). Pengesahan/perijinan asli disampaikan kepada Pemakai/Pemilik sarana listrik, petir dan lift, tindasan pertama disimpan di Dinas setempat dan tindasan kedua disampaikan ke Tingkat Propinsi/ Pusat. 1/8/2013 Created by ganjar budiarto 134

Bidang instalasi Penyalur Petir

1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, perbaiakan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir.
Pelaksanaan tugas ini sama seperti uraian pada B.1.1. 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan Orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir. Sesuai Permenaker No. 02/Men/1989 bahwa setiap perencana, pembuatan, pemasangan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir dilakukan oleh pegawai pengawas spesialis atau ahli K3 dan atau PJK3 inspeksi yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Jika ditemukan instalasi dipasang oleh orang yang tidak berkompeten, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus untuk memenuhinya (dalam Nota pemeriksaan) dan melaporkan kepada Kepala Dinas untuk menindaklanjuti pemeriksaan dan pengujian oleh pegawai pengawas spesialis atau PJK3 inspeksi yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. 1/8/2013 Created by ganjar budiarto 135

3. Menilai apakah tempat kerja / gedung termasuk kategori yang wajib dipasang instalasi penyalur petir;
Penilaian terhadap tempat kerja yang wajib dipasang instalasi penyalur petir, dengan memeriksa macam struktur bangunan (indeks A); konstruksi bangunan (indeks B); Tinggi bangunan (indeks C); situasi bangunan (indeks D); Pengaruh Kilat (Indeks E); jika jumlah Indeks A+B+C+D+E mencapai lebih 14, maka temapt kerja ini wajib memasang instalasi penyalur petir; ketentuan perhitungan indeks dapat dilihat pada lampiran I Permenaker No. 02/Men/1989. Jika suatu tempat kerja telah masuk kategori wajib, maka pegawai pengawas umum, mewajibkan kepada pengurus untuk memasang instalasi penyalur petir dan membuat laporan ke Kepala Dinas untuk menindaklanjuti pengawasan pemasanganbyinstalasi penyalur petir oleh 136 1/8/2013 Created ganjar budiarto pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.

4. Memeriksa secara visual kondisi instalasi penyalur petir Melakukan pemeriksaan terhadap instalasi penyalur petir yaitu kondisi penerima, hantaran penurunan dan pembumian. Kondisi visual yang dipersyaratkan sesuai dengan Permen No. 02/Men/1989, sehingga calon pegawai pengawas harap mempelajari syarat-syarat teknis yang diuraikan dalam Permen No. 02/Men/1989 atau pada modul pembinaan. Jika ditemukan kondisi yang sudah tidak sesuai lagi (rusak atau terdapat perubahan secara teknis), maka pegawai pengawas mewajibkan pengurus/pimpinan perusahaan untuk melakukan perbaikan.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

137

5.Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat-syarat K3 instalasi penyalur petir
Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang ada, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan melalui Nota pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas untuk menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/ pemasangan atau perakitan, pemakaian/ perbaikan / pemeliharaan/ pengujian instalasi penyalur petir oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 138

Bidang Lift 1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan Pesawat lift. Pelaksanaan tugas ini sama seperti uraian pada B.1.1. 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian dan pemeliharaan pesawat lift. Sesuai dengan Permen No. 03/Men/1999 dan Kepdir No. 407/Men/BW/1999, teknisi yang melakukan perencanaan, pemasangan, perawatan dan pemakaian pesawat lift harus memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi dan sertifikat pelatihan teknisi K3 lift. Jika ditemukan teknisi lift belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan atau mengikutsertakan ke Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.Pelaksanaan (Penyelenggara, kurikulum dan persyaratan pesera) pembinaan bagi teknisi lift harus sesuai dengan Kepdir 407/Men/BW/1999. Pegawai Pengawas harus melakukan pemantauan 1/8/2013 Created by ganjar budiarto 139 terhadap pelaksanaan pembinaan teknisi lift agar sesuai dengan peraturan.

3. Memeriksa secara visual kondisi pesawat lift


Pemeriksaan secara visual ini adalah memeriksa kondisi fisik instalasi apakah terdapat perubahan/kerusakan pada sangkar lift, ruang mesin dll, seperti yang diatur dalam Permen No. 03/Men/1999, peserta diklat harap memperlajari Permenaker No. 03/Men/1999 dan modul pembinaan. Jika ditemukan kondisi yang sudah tidak sesuai lagi (rusak atau terdapat perubahan secara teknis), maka pegawai pengawas mewajibkan pengurus/pimpinan perusahaan untuk melakukan perbaikan.

1/8/2013

Created by ganjar budiarto

140

4. Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat-syarat K3 pesawat lift Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang ada, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan melalui Nota pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas untuk menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/ pemasangan atau perakitan, pemakaian/ perbaikan / pemeliharaan/ pengujian pesawat lift oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.
1/8/2013 Created by ganjar budiarto 141