Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA PERCOBAAN 9

Kimia Karbon

DISUSUN OLEH: Farisman Hidayah A4111176 DOSEN PEMBINA : Rohimatush Shofiyah, S.Si, M.Si

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2012

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Karbon merupakan salah satu unsur dari unsur-unsur yang terdapat dalam golongan IV A dan merupakan salah unsur terpenting dalam kehidupan sehari-hari karena terdapat lebih banyak senyawaan yang terbentuk dari unsur karbon. Keistimewaan karbon yang unik adalah kecenderungannya secara alamiah untuk mengikat dirinya sendiri dalam rantai-rantai atau cincin-cincin,tidak hanya dengan ikatan tunggal, C - C , tetapi juga mengandung ikatan ganda C = C, serta rangkap tiga,CC.Akibatnya, jenis senyawa karbon luar biasa banyaknya. kini diperkirakan terdapat sekitar dua juta jenis senyawa karbon,dan jumlah itu makin meningkat dengan laju kira-kira lima persen per tahun.Alasan bagi kestabilan termal rantai-rantai karbon adalah kekuatan hakiki yang tinggi dari ikatan tunggal C - C. Konfigurasi elektron karbon dalam keadaan dasar adalah (1s2 2s2 2p2) mudah terhibridasi menghasilkan perangkat orbital sp3, atau sp2+p, atau sp+p2. Lebih dari sembilan puluh persen senyawa karbon merupakan senyawa sintetik, sedangkan sisanya diperoleh dari mahluk hidup (tumbuh-tumbuhan,hewan,jamur,dan mikroorganisme) serta fosil mereka (batubara dan minyak bumi). 1.2 Perumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan kimia karbon ? 2. Bagaimanakah sifat kimia dari karbon ? 3. Apa saja reaksi yang pada kimia karbon?

1.3 Tujuan 1. Mahasiswa dapat mempelajari ilmu tentang kimia karbon. 2. Mahasiswa dapat mempelajari macam-macam karbon. 3. Mahasiswa dapat mempelajari sifat fisik dan kimia karbon.

1.4 Manfaat 1. Dapat mempelajari konsep dasar kimia karbon dalam kehidupan sehari-hari.

2. Dapat mempelajari penerapan sifat kimia karbon dalam bidang pertanian.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Dasar 2.1.1 Alkanal (Aldehida) 1. Pengertian Alkanal (Aldehida) R -CHO Alkanal atau Aldehida adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen. Aldehid berasal dari alkohol dehidrogenatum. Aldehida atau alkanal adalah senyawa turunan alkana dengan gugus CHO (atau -COH). Alkanal memiliki ikatan rangkap pada gugusnya, yaitu pada ikatan antara C dengan O. R C H O

Aldehida adalah senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsi CHO. Aldehida turunan alkana disebut alkanal. Dalam aldehida, gugus C=O selalu memiliki satu atom H yang terikat langsung pada satu ujung, sedangkan ujung lain mengikat atom H atau gugus alkil, alkenil, atau aril. Pemberian nama aldehida secara IUPAC berdasarkan nama alkana, dengan akhiran -a diganti menjadi al. Untuk alkanal yang memiliki isomer pemberian namanya sebagai berikut: Rantai pokok adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi CHO. Nama aldehida sesuai dengan nama rantai pokok, diberi akhiran -al dan penomoran dimulai dari gugus fungsi. Pemberian nama dimulai dengan nama cabang-cabang yang disusun menurut abjad, diikuti nama rantai pokok. Posisi gugus fungsi tidak perlu disebutkan karena selalu pada atom C pertama.

2. Sifat fisis dan Sifat Kimia Alkanal Sifat Fisis Alkanal Suku pertama (Metanal) pada suhu kamar 25oC berwujud gas yang berbau rangsang, sedangkan suku-suku yang lainny berbentuk zat cair. Rumus HCHO CH3CHO CH3CH2CHO CH3(CH2)2CHO Alkanal mempunyai bau yang harum, jika semakin panjang rantai atom C nya. Nama Metanal Etanal Titik Lebur (oC) -92 -125 Titik Didih (oC) -21 21 49 76 Kelarutan Dalam Air Sangat larut Sangat larut Larut

Propanal -81 Butanal -99

Memiliki gaya London yang disebabkan oleh alkanal yang memiliki molekulmolekul yang bersifat polar karena adanya gugus karbonil C+ = O
-

dengan

dipol-dipol + dan -. Gaya London adalah gaya tarik menarik dipol sesaat dipol terimbas. Gaya london ini menyebabkan titik didih alkanal lebih tinggi daripada alkana. Tidak memiliki ikatan hidrogen seperti halnya alkanon, karena atom H-nya yang bersifat asam ke atom O, karena itu ia memiliki titik didih lebih rendah daripada alkanon.

3. Sifat Kimia Alkanal Aldehida memiliki gugus CHO, dapat teroksidasi menjadi asam karboksilat. Uji Fehling dan Tollens umumnya digunakan untuk mendeteksi aldehida. Pereaksi Fehling adalah larutan alkalis tembaga sulfat yang berwarna biru tajam. Berikut sifat-sifat kimia Alkanal: a) Alkanal lebih reaktif daripada alkohol dan alkana b) Dapat mengalami reaksi adisi : Reaksi Adisi Hidrogen/hidrogenisasi Reaksi Reduksi Reaksi Asam Sianida

c) Dapat mengalami reaksi oksidasi. Aldehida dapat dioksidasi menjadi asam. d) Apabila aldehida dioksidasi dengan pereaksi Fehling e) Dapat mengalami reaksi polimerisasi.

4. Kegunaan/ Manfaat Alkanal (Aldehida) a) Formaldehida banyak digunakan sebagai bahan pengawet spesimen biologi maupun mayat (formalin = larutan formaldehida 30 - 40%) karena dapat membunuh germs/disinfektan, insektisida, industri plastik dan resin, damar buatan dan germisida. Formalin dapat digunakan untuk mengeraskan protein dan memusnahkan bakteri (antiseptik). b) Etanal digunakan sebagai bahan baku karet buatan/damar buatan untuk bahan pembuatan asam cuka, kloralhidrat, kloroform, iodoform. c) Senyawa transsinamaldehida dalam kayu manis digunakan sebagai penambah aroma masakan.

d) Asetildehid digunakan untuk zat warna dan bahan organik serta dalam pembuatan aseton,asam asetat, etil asetat dan 1-butanol. Metanal juga digunakan pula sebagai bahan baku zat warna. 2.1.2 Alkena Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua pada rantai karbonnya. Rumus umum alkena adalah CnH2n. Deret Homolog Alkena

a. Tata nama alkena menurut IUPAC 1. Rantai utama diambil rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap dua. Ikatan rangkap dua diberi nomor sekecil mungkin. 2. Rantai cabang diberi nomor menyesuaikan nomor ikatan rangkap dua. Contoh:

b. Sifat-sifat alkena 1. Titik didih alkena mirip dengan alkana, makin bertambah jumlah atom C, harga Mr makin besar maka titik didihnya makin tinggi. 2. Alkena mudah larut dalam pelarut organik tetapi sukar larut dalam air. 3. Alkena dapat bereaksi adisi dengan H2 dan halogen. (H2 = F2, Cl2, Br2, I2) - Adisi alkena dengan H2 Contoh: CH2=CH2+ H2 -> CH3 - CH3 etena etana - Adisi alkena dengan halogen. Reaksi umum: CH=CH + X2 -> -CHX -CHXCH2=CH2+ Cl2 -> CH2Cl - CH2Cl. Etena 1,2-dikloro etana 2.1.3 Alkuna Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga pada rantai karbonnya. Rumus umum alkuna adalah CnH2n-2. Deret Homolog Alkuna

a. Tata nama alkuna menurut IUPAC 1. Tentukan rantai karbon terpanjang sesuai rantai utama yang mengandung ikatan rangkap tiga. 2. Atom C ujung ( diberi nomor 1 ) adalah yang dekat dengan ikatan rangkap tiga. 3. Rantai cabang diberi nomor menyesuaikan nomor ikatan rangkap tiga.

2.1.4 Karbon Karbon merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol C dengan nomor atom 6 dan termasuk unsur golongan IV A pada tabel periodik. Karbon merupakan unsur nonlogam dan bervalensi 4 (tetravalen), yang berarti bahwa terdapat empat elektron yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan kovalen. Terdapat tiga macam isotop karbon yang ditemukan secara alami, yakni 12C dan 13C yang stabil, dan 14C yang bersifat radioaktif dengan waktu paruh peluruhannya sekitar 5730 tahun. Karbon merupakan salah satu dari di antara beberapa unsur yang diketahui keberadaannya sejak zaman kuno. Istilah "karbon" berasal dari bahasa Latin carbo, yang berarti batu bara. Karbon adalah unsur paling berlimpah ke-15 di kerak Bumi dan ke-4 di alam semesta. Karbon terdapat pada semua jenis makhluk hidup, dan pada manusia, karbon merupakan unsur paling berlimpah kedua (sekitar 18,5%) setelah oksigen.[6] Keberlimpahan karbon ini, bersamaan dengan keanekaragaman senyawa organik dan kemampuannya membentuk polimer membuat karbon sebagai unsur dasar kimiawi kehidupan. Unsur ini adalah unsur yang paling stabil diantara unsur-unsur yang lain, sehingga dijadikan patokan dalam mengukur satuan massa atom. Sumber karbon anorganik terbesar terdapat pada batu kapur, dolomit, dan karbon dioksida, sedangkan sumber organik terdapat pada batu bara, tanah gambut, minyak bumi, dan klatrat metana. Karbon dapat membentuk lebih banyak senyawa daripada unsur-unsur lainnya, dengan hampir 10 juta senyawa organik murni yang telah dideskripsikan sampai sekarang.

2.1.5 Sifat-Sifat karbon a. Sifat fisika Karbon mempunyai sifat fisik yang khas yaitu mempunyai dua bentuk kristalin yaitu intan dan grafit. intan lebih rapat daripada grafit(3,51 g cm-3, 2,22 g cm-3),namun grafit lebih stabil, dengan 2,9 kJ mol-1, pada 300 K dan tekanan 1 atm. Titik leleh dan titik didih dari karbon sangat tinggi.atom karbon sangat kecil apabila dibandingkan dengan atom-atom lainnya. Jari-jari ion yang dihitung dalam kristal unsurunsur ini bahkan lebih kecil lagi.karena atom-atomnya berada dalam keadaan oksidasi positif. Karena rapatan muatan karbon,ion-ionnya tidak terdapat sebagai partikel yang berdiri sendiri dalam senyawa, tetapi tertahan dengan ikatan kovalen. b. Sifat kimia Karbon sangat tak reaktif pada suhu biasa. apabila karbon bereaksi, tidak ada kecenderungan dari atom-atom karbon untuk kehilangan elektron-elektron terluar dan membentuk kation sederhana seperti C4+. Ion ini akan mempunyai rapatan-rapatan muatan begitu tinggi. 2.1.6 Alotropi karbon Alotropi karbon ada tiga, yaitu intan, grafit dan fullurene. Semua alotrop karbon berbentuk padat dalam kondisi normal, tetapi grafit merupakan alotrop yang paling stabil secara termodinamik di antara alotrop-alotrop lainnya. a. Intan Intan merupakan zat padat tidak berwarna yang bisa diasah menjadi kristal-kristal gemerlapan dan merupakan mineral yang paling keras, hal ini di sebabkan karena setiap atom karbon terikat dengan empat atom karbon lain melalui ikatan sigma yang mengakibatkan intan menjadi sangat keras. Intan memiliki konduktivitas listik yang sangat rendah. Di bawah kondisi normal, intan memiliki konduktivitas termal yang tertinggi di antara materi-materi lain yang diketahui. Intan dapat dihasilkan dari grafit hanya dengan pemberian tekanan tinggi, dan suhu tinggi diperlukan untuk mendapatkan laju perubahan yang diinginkan. Intan dapat secara alamiah terbentuk bila kondisi-kondisi ini disediakan oleh proses-proses geologi. Pada tahun 1955 dilaporkan adanya suatu sintesis intan dari grafit yang berhasil. meskipun grafit dapat langsung diubah menjadi intan pada kira-kira 30000K dan tekanan

diatas 125 kbar,untuk mendapatkan laju perubahan yang berguna, digunakan suatu katalis logam transisi seperti Cr, Fe, atau Pt. Tampak suatu lelehan logam terbentuk diatas grafit, melarutkan sebagian dan mengendap sebagai intan yang kurang larut. Intan sampai dengan 0,1 karat (20 mg) dari kualitas industri yang tinggi dapat dihasilkan secara rutin dengan harga yang bersaing. Intan akan terbakar diudara pada 600 samapi 8000 tetapi kereaktifan kimianya jauh lebih rendah dari grafit atau karbon amorft. b. Grafit Grafit adalah zat padat hitam yang lebih lunak dari pada intan. Atom atom karbon dalam grafit tersusun dalam jaringan raksasa terbentuk lembaran pararel. Grafit berstruktur lapisan yang terdiri atas cincin atom karbon beranggotakan 6 yang mirip cincin benzen yang terkondensasi tanpa atom hydrogen. Jarak karbon-karbon dalam lapisan adalah 142 pm dan ikatannya memiliki karakter ikatan rangkap analog dengan senyawa aromatik. Karena jarak antar lapisan adalah 335 pm dan lapis-lapis tersebut diikat oleh ikatan yang relatif lemah yakni gaya van der Waals, lapisan-lapisan ini dengan mudah akan saling menggelincir bila dikenai gaya. Hal inilah yang merupakan asal mula sifat lubrikasi grafit. Berbagai molekul, seperti logam alkali, halogen, halida logam, dan senyawa organik dapat menginterkalasi lapisan grafit dan membentuk senyawa interkalasi. Grafit memiliki sifat semi-logam, konduktivitasnya (10-3 cm paralel dengan lapisan dan hantarannya sekitar 100 kali lebih kecil dalam arah tegak lurus lapisan). Setiap atom C pada grafit berikatan dengan tiga atom karbon lain melalui ikatan (sigma). Setiap atom C ini masih mempunyai satu elektron. Dan elektron-elektron itu kemudian berpasangan kedalam ikatan (phi) Bentuk modifikasi grafit Modifikasi grafit dikenal dalam bentuk kristal mikrografit yang bersifat amorf ( karbon amorf ). Karbon amorf berwarna hitam, namun berbeda dengan grafit. Karbon amorf tidak dapat Menghantarkan listrik. Bentuk karbon amorf yang di kenal adalah kokas, jelaga (karbon black), arang, batu bara dan karbon aktif. c. Fullerene Fullerene adalah nama generik untuk alotrop karbon 3 dimensi, dengan molekul C60 yang berbentuk bola sepak merupakan contoh khas (Gambar 4.6). R. E. Smalley, H. W. Kroto dkk mendeteksi C60 dalam spektrum massa produk pemanasan grafit dengan laser pada tahun 1985, dan isolasi fuleren dari apa yang disebut jelaga soot dilaporkan pada

1991. Strukturnya adalah ikosahedral terpancung (di sudut-sudutnya) dan antar atom karbonnya ada karakter ikatan rangkap. Fuleren larut dalam pelarut organik, dalam benzen larutannya bewarna ungu. Biasanya, fuleren diisolasi dan dimurnikan dengan kromatografi. Berbagai riset dalam kereaktifan dan sifat fisik fuleren misalnya sifat superkonduktornya sangat populer. Selain C60, C70 dan karbon nanotube kini juga menarik banyak minat riset. d. Karbida Interaksi langsung karbon dengan logam atau oksida logam pada suhu tinggi memberikan senyawaan yang disebut karbida. Logam transisi memberikan interstisi dimana atom karbon mengisi lubang oktahedral dalam deretan kemasan rapat atom logam.logam yang lebih kecil Cr,Mn,Fe,Co, dan Ni memberikan karbida yang bersifat antara jenis ionik dan karbida interstisi dan ini terhidrolisis oleh air. 2.1.6 Senyawa Anorganik Karbon a. Karbon monoksida(CO) Karbon monoksida dapat dibuat secara komersil dengan hidrogen melalui pembentukan uap kembali atau pembakaran sebagian hidrokarbon dengan reaksi CO2 + H2 CO + H2O Gas ini tidak berwarna dan mempunyai titik didih -190. Dapat digunakan sebagai bahan bakar industri melalui reaksi 2CO(g) +O2(g)2CO2(g) Gas CO juga dapat terjadi sebagai hasil samping pembakaran senyawa organik dalam ruang kurang oksigen. C8H18 +6O2(g) 8CO +4H2O Secara besar-besaran dapat dibuat dengan reaksi C(S) + H2O CO +H2 Gas CO sangat berbahaya bagi manusia maupun hewan, karena CO berikatan kuat dengan hemoglobin darah. hemoglobin berfungsi mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Orang yang mengisap CO akan kekurangan oksigen dan dapat berakibat fatal.

b. Karbon Dioksida(CO2) Karbon dioksida mempunyai struktur molekul linier dan bersifat non polar. Gas ini larut dalam air.terdapat diudara dan sangat penting bagi tumbuhan sebagai bahan fotosintesis serta merupakan komponen nafas yang dikeluarkan oleh hewan ataupun manusia, karena dihasilkan dari oksidasi makanan dalam tubuh. CO2 dapat dibuat dengan membakar karbon senyawa hidrokarbon, atau gas CO dengan oksigen yang cukup. C(s) + O2(g) CO2(g) CH4(aq) + 2O2(g) CO2(g) + H2O(l) 2CO(g) + O2(g( 2CO2(g) Dilaboratorium gas CO2 dapat dibuat dengan mereaksikan garam karbonat dengan asam seperti : CaCO3(s) + 2HCl(aq) CaCl2(s) + H2O(l) + CO2(g) Gas CO2 tidak beracun,tetapi konsentrasi yang terlalu tinggi dalam udara adalah tidak sehat, karena merendahkan konsentrasi O2 dan menimbulkan efek fisikologis yang membahayakan. Jumlah CO2 yang sangat besar sekali. dihasilkan oleh aktifitas manusia, meningkatnya gas CO2 dikhawatirkan atmosfer mungkin menjadi begitu panas, sehingga akan muncul perubahan suhu yang serius yang sering juga disebut efek rumah kaca. c. Karbonat dan Bikarbonat Karbonat dan bikarbonat adalah senyawa yang melimpah dan sangat berguna serta terkenal. Kebanyakan karbonat hanya sedikit larut dalam air. Misalnya CaCO3, BaCO3, MgCO3 dan PbCO3. Banyak bikarbonat hanya stabil dalam larutan air. Contohnya ialah Ca(HCO3)2, Mg(HCO3. Semua logam IA kecuali Litium membentuk karbonat yang larut, dimana yang paling murah dan berguna adalah NaHCO3 (Soda kue), Na2CO3(Soda abu). d. Karbon Disulfida(CS2) CS2 adalah cairan yang mudah terbakar dan dapat dipakai sebagai bahan pembuat CCl4,dengan reaksi: CS2 + 3Cl2 CCl4 +S2Cl2

e. Hidrogen Sianida (HCN) HCN adalah senyawa gas bersifat racun,tetapi penting dalam industri seperti industri plastik.Senyawa HCN dapat dibuat secara komersil melalui reaksi: NH3 +CH4 HCN + 3H2

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1.

Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan praktikum kinetika kimia dilaksanakan pada tanggal 17 Desember

2012, pukul 07.00-09.00 WIB di Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Jember.

3.2.

Peralatan dan Bahan

Dalam praktikum kimia karbon beberapa alat dan bahan yang digunakan, yaitu : 3.2.1 Alat - Tabung reaksi - Rak tabung reaksi - Beaker glass - Pipet tetes - Pipet volume - Penangas air - Bunsen - Bolpoin 3.2.2 Bahan - Aseton - Formal dehide - Benzena - Larutan glukosa - Methanol - Etanol - Butanol - Propanol - Fruktosa - Maltose - Amylum - Alcohol 95% - HCL pekat

- NaOH pekat - CuSO4 - Minyak hewani - Minyak nabati - Air brom

3.3 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian pada pelaksanaan praktikum kimia karbon, yaitu : 3.3.1 Kepolaran Gugus Fugsional

- menyiapkan alat dan bahan - menyiapkan 5 tabung reaksi masing-masing diisi dengan 2 ml aseton, formal dehide, benzene, larutan glukosa, etanol - masing-masing dilarutkan dalam 2 ml air dan minyak - mengamati berbedaan larutan dengan air dan minyak kemudian diranking. - merapikan alat dan bahan 3.3.2 Kepolaran Gugus Fugsional OH-

- menyiapkan alat dan bahan - menyiapkan 5 tabung reaksi masing-masing diisi dengan 2 ml methanol, etanol, butanol dan propanol - masing-masing dilarutkan dalam 2 ml air dan minyak - mengamati berbedaan larutan dengan air dan minyak kemudian diranking. - merapikan alat dan bahan 3.3.3 Kemampuan Mereduksi Karbohidrat

- menyiapkan alat dan bahan - menyiapkan 4 tabung reaksi dengan masing-masing diisi 2 ml glukosa, fruktosa, maltose dan amylosa - masing-masing ditambahkan larutan fehling 1 ml kemudian dipanaskan dengan Bunsen - mengamati perubahan warna yang terjadi - merapikan alat dan bahan 3.3.4 Koagulasi Protein - menyiapkan alat dan bahan

- menyiapkan 5 tabung reaksi dengan masing-masing diisi dengan 2 ml albumin - pada tabung 1 sebagai perlakuan control atau pembanding kemudian dipanaskan - pada tabung 2 ditambahkan alcohol 95% 1ml - pada tabung 3 ditambahkan HCl pekat sebanyak 5 tetes - pada tabung 4 ditambahkan NaOH pekat sebanyak 5 tetes - pada tabung 5 ditambahkan CuSO4 sebanyak 5 tetes - mengamati perubahan yang terjadi pada larutan - merapikan alat dan bahan 3.3.5 Sifat Kejenuhan Lemak atau Minyak - menyiapkan alat dan bahan - menyiapkan 2 ml kedalam tabung reaksi minyak hewani dan minyak nabati yang telah dipakai - menambahkan 1 ml pelarut organik petroleum ater atau benzene kedalam tabung reaksi yang telah diisi minyak - menambahkan tetes demi setetes air brom menggunakan pipet tetes - mencatat jumlah tetesan sampai larutan berubah warna - merapikan alat dan bahan

BAB 4 ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisa data 1. Kepolaran gugus fungsional Tabel pengamatan Air + M i n y a k 2 ml 2 ml Hasil

Tab.

Larutan

Awal

Akhir

Ranking

1 2

Aseton Formal de hid e Benzena Larutan Gl uk osa Etanol

Warna bening Warna Bening Tidak tercampur minyak diatas Minyak dibawah

Tercampur Minyak diatas dan terdapat gelembung Air keruh dan minyak dibawah Air keruh, minyak diatas dan ada gelembung Air keruh, gelembung dan minyak dibawah

1 4

2 ml

2 ml

2 ml

Minyak dibawah dan diatas

2. Kepolaran gugus fungsional OHTabel pengamatan Tab. Larutan Penambahan 2 ml air denga n minya k 2 ml air denga n minya k 2 ml air denga n minya k 2 ml air denga n minya k Hasil Warna keruh, minyak mengendap ke bawah (terpisah) Ranking

2 ml metanol

2 ml etanol

Warna putih membentuk gelembung kecil, minyak turun ke bawah

2 ml propanol

Warna keruh terdapat gelembung yang sangat kecil, minyak terpisah dan mengangkat keatas

2 ml butanol

Warna keruh

3. Kemampuan mereduksi karbohidrat Tabel pengamatan Tab. 1 2 3 4 Larutan Glukosa Fruktosa Maltosa Amylum Penambahan 1 ml fehling 1 ml fehling 1 ml fehling 1 ml fehling warna Awal Biru bening Biru bening Biru bening Biru bening Akhir Hijau kecoklatan Biru bening Biru bening Biru bening

4. Koagulasi protein Tabel Pengamatan Tab. Larutan Perlakuan Pengamatan Awal Putih telur bening Putih kekunin gan bening Putih kekunin gan bening Putih kekunin gan bening Putih kekunin gan bening Akhir Putih susu terdapat endapan atau padat putih keruh dan terdapat buih Putih keruh, terdapat buih dan endapan

2 ml albumin

Dipanaskan

2 ml albumin

Ditambah 1 ml alkoho l 95% Ditambah 5 tetes HCl Ditambah 5 tetes NaOH Ditambah 5 tetes CuSO4

2 ml albumin

Putih keruh, terdapat buih dan gumpalan

2 ml albumin

Bening, terdapat gumpalan di permukaan Terdapat padatan berwarna biru muda dan larutan berwarna kuning bening

2 ml albumin

5. Sifat Kejenuhan lemak/minyak Tabel Pengamatan Tab. 1 2 Larutan Minyak hewani Minyak nabati Penambahan 1 ml Petrolium 1 ml Petrolium Jumlah tetes 24 tetes, kuning keruh, buih dan endapan 20 tetes,keruh dan endapan

4.2 Pembahasan Reaksi-reaksi kimia pada senyawa karbon, dapat dikelompokkan tipe, diantaranya adisi, esterifikasi, polimerisasi, yodoform, reaksi, redoks, reasisubtitusi, dan eliminasi (Sumo usman F,1992). Adapun reaksi Polimerisasi adalah reaksi perpanjangan rantai dimana unit senyawa yang kan berpolimerisasi disebut monomer dan hasilnya disebut polimer yang tersusun atas monomer-monomer tersebut. Reaksi Esterifikasi adalah reaksi pembentukan ester

dimana pada percobaan ini ester dibuat dari alcohol dengan asam karboksilat menggunakan katalis asam. Reakasi Redoks adalah reaksi antara dua dimana zat yang satu tereduksi dan zat yang mengalami oksidasi,biasanya disertai perubahan kondisi seperti seperti adanya endapan,perubahan warna,perubahan PH, viskositas dan lain-lain. Reaksi Yodoform adalah reaksi haloform atau pembuatan senyawa haloform. Untuk yodoform berarti akan dihasilkan senyawa CHI3 (Sumo usman F,1992). Suatu reaksi terjadi karena satu molekul atau lebih memiliki energy yang cukup (energy aktivasi) untuk memutuskan ikatan. Suatu ikatan kovalen A-B dapat dipututs dalam dua cara yaitu (Sumo usman F,1992) : 1) A:B A + + B- atau A- + B+ 2) Pemutusan homoiltik : suatu pemutusan yang menghasilakn radikal bebas, A : B A. + .B Dalam suatu reaksi kimia ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu apa yang terjadi pada gugus fungsi dan sifat pereaksi yang menyerang. Ada tiga jenis pereaksi dalam reaksi organic yaitu : 1) Pereaksi elektrofil : Peraksi bermuatan positif ,asam lewis,karbokation (C+) dan

oksidator (menerima electron). 2) Pereaksi Nukleofil: Pereaksi yang bermuatan negativ,basa lewis dan reduktor

(member electron). 3) Pereaksi radikal bebsas : Pereaksi yang mempunyai satu electron tak berpasangan.

Dimana reaksi adisi adalah reaksi penambahan gugus ke suatu ikatan rangkap dan menghasilkan ikatan tunggal.(Sumo usman F,1992 :29) : a. Reaksi adisi nukleofil terjadi apabila gugus yang menyerang pertama kali ke suatu

ikatan rangkap merupakan pereaksi nukleofil. b. Reaksi adisi elektrofil terjadi bila gugus menyerang pertama kali ke suatu ikatan

rangkap merupakan pereaksi elektrofil. c. Reaksi adisi radikal bebas terjadi bila gugus yang menyerang merupakan radikal

bebas. Reaksi Polimerisasi yaitu reaksi pengubahan dari monomer menjadi polimer oleh karena cahaya,radikal bebas,kation atau anion. Contoh : n CH2 = CH-Cl (-CH2-CH)-n (Sumo usman F,1992 :29).

Tabel Beberapa Gugus Fungsi Senyawa karbon.

No

Gugus Fungsi

Deret homolog

Rumus Umum

Contoh Rumus Struktur

Nama IUPAC

Rumus Molekul

1. 2

-OH -O-

Alkanol alkoksi alkana /eter alkanal/aldehid

R-OH R-O-R

CH3CH2OH

etanol metoksi metana

CnH2n+2O CnH2n+2O

CH3-OCH3 propanal CnH2nO Ralkanon/keton 4 -COCHO CH3-COCH3 asam etanoat asam alkanoat 5 COOH alkyl alkanoat R-COR CH3CH2CHO CnH2nO2 6 COOR RCOOH CH3COOH RCOOR CH3-COOCH3 metil etanoat CnH2nO2 CnH2nO propanon

-CHO

BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum percobaan 9 Kimia Karbon maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Karbon merupakan unsur non-logam dan bervalensi 4 (tetravalen), yang berarti bahwa terdapat empat elektron yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan kovalen. 2. Karbon sangat tak reaktif pada suhu biasa. apabila karbon bereaksi, tidak ada kecenderungan dari atom-atom karbon untuk kehilangan elektron-elektron terluar dan membentuk kation sederhana seperti C4+. Ion ini akan mempunyai rapatanrapatan muatan begitu tinggi. 3. Reaksi yang terjadi pada senyawa karbon adalah adisi, esterifikasi, polimerisasi, yodoform, reaksi, redoks, reasisubtitusi, dan eliminasi. 5.2 Saran Setiap pelaksanaan praktikum seharusnya dosen telah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan teknisi praktikum setidaknya datang lebih awal untuk mempersiapkan praktikum agar praktikum dapat terlaksana dengan efisiensi waktu yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA

http://safitanurmalyya.blogspot.com/2011/12/kimia-karbon-alkana-alkena-alkuna.html http://www.scribd.com/doc/32420555/Kimia-karbon http://www.scribd.com/doc/72873589/kimia-karbon#download http://www.scribd.com/doc/80240768/Kimia-Karbon-II#download http://bicindeivonk-iimimas-chemistry.blogspot.com/2011/10/makalah-karbon.html