ANALISIS TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI EPROCUREMENT (Studi Kasus pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik BPN-RI

)

Oleh:

LATAR BELAKANG PENELITIAN
a. Kecenderungan End User Computing dipengaruhi oleh meningkatnya pengetahuan tentang komputer di pihak pengguna seiring dengan peningkatan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan. b. Penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pemerintahan telah merambah di segala aspek dan telah mampu mengubah tatanan sistem pelayanan dalam mewujudkan e-Government. c. Faktor pengguna sangat penting untuk diperhatikan dalam penerapan sistem baru, karena tingkat kesiapan pengguna sistem untuk menerima sistem baru. d. Setelah penerapan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada BPNRI, saat ini timbul beberapa gejala yang mengkhawatirkan pada tingkat pengguna sistem, baik pada tingkat pelaksana maupun manajerial.

LATAR BELAKANG PENELITIAN
• Keluhan dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) tentang kinerja sistem, seperti sistem yang tidak stabil dan data yang tidak akurat sehingga muncul ketidakpercayaan terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) secara keseluruhan. • Keluhan dari Penyedia tentang kinerja sistem, seperti sistem yang tidak stabil dan data yang tidak akurat sehingga muncul ketidakpercayaan terhadap sistem LPSE secara keseluruhan. • Keluhan dari LPSE BPN-RI tentang kinerja sistem, seperti sistem yang tidak stabil dan data yang tidak akurat sehingga muncul ketidakpercayaan terhadap sistem LPSE secara keseluruhan. • Terdapat user-id karyawan yang berhak untuk mengakses sistem namun tidak dipergunakan.

IDENTIFIKASI DAN RUMUSAN MASALAH
Permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: • Apakah faktor Implementasi Kebijakan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi e-Procurement • Apakah faktor Kualitas Layanan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi e-Procurement • Apakah faktor Kualitas Informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi e-Procurement • Apakah faktor Kualitas Sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi eProcurement • Apakah faktor Implementasi Kebijakan, Kualitas Layanan, Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna Aplikasi e-Procurement.

MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
Untuk menganalisis faktor Implementasi Kebijakan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi e-Procurement, faktor Kualitas Layanan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi e-Procurement, faktor Kualitas Informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi e-Procurement, faktor Kualitas Sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi e-Procurement dan faktor Implementasi Kebijakan, Kualitas Layanan, Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem bersama-sama berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna Aplikasi e-Procurement.

dan para pemakai teknologi informasi untuk lebih memahami aspek kepuasan dari pemakai. . Secara khusus penelitian ini juga memberikan manfaat kepada pengembang sistem informasi.KEGUNAAN PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada LPSE Badan Pertanahan Nasional RI untuk dapat memperhatikan aspek kepuasan dari para pemakai teknologi informasi.

(www.go.TINJAUAN PUSTAKA • LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.id) • Unit Layanan Pengadaan Unit Layanan Pengadaan selanjutnya disingkat ULP adalah satu unit yang terdiri dari pegawai-pegawai yang telah memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah. dibentuk oleh Pengguna Anggaran yang bertugas secara khusus untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa di lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Edward III dalam Agustino 2006 : 149) .lkpp. (Peraturan Kepala BPN-RI No. 14 Tahun 2010) • Implementasi Kebijakan adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (George C.

serta bagaimana penilaian pengguna informasi terhadap fungsi atau tingkat kepentingan relative dari informasi tersebut (Bailey dan Pearson). Fokusnya adalah performa dari sistem. yang merujuk pada seberapa baik kemampuan perangkat keras. 1992). • • . perangkat lunak. prosedur dari sistem informasi dapat menyediakan informasi (DeLone dan McLean. Kualitas Pelayanan adalah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan standar pelayanan yang telah dibakukan sebagai pedoman dalam pemberian layanan (Lukman (1999). Kualitas Sistem adalah kualitas dari kombinasi hardware dan software dalam sistem informasi. kebijakan.TINJAUAN PUSTAKA • Kualitas Informasi : Pengukuran terhadap kualitas informasi yang dihasilkan oleh suatu system dan nilai.

BAGAN ALIR .

secara bersamasama mempengaruhi kepuasan pemakai software akuntansi k-sistem Freddy Koeswoyo Faktor-faktor yang mempengaruhi (2006) kepuasan pemakai software akuntansi (studi empiris pada perusahaan pemakai software akuntansi k-sistem di pulau jawa) 2 Abdul Jalil (2008) Studi empiris tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna akhir atas aplikasi sistem akuntansi instansi dan sistem akuntansi aset tetap pada jajaran kanwil departemen agama profinsi jawa tengah Terdapat hubungan yang positif antara pelayanan dan staf EDP. kemudahan pemekaian software. pengetahuan dan keahlian pemakai dan kepuasan atas sifat sistem terhadap kepuasan total pengguna sistem informasi.PENELITIAN SEBELUMNYA No 1 Nama Peneliti Judul Hasil Penelitian Isi. . akurasi. sikap staf pengembang software dan pelayanannya serta pengetahuan dan keterlibatan pemakai software. format. ketepatwaktuan laporan.

daya tanggap (X3). daya tanggap (X3). 1999 Dimensi-dimensi kualitas pelayanan publik yang mempengaruhi kepuasan masyarakat serta implementasi kebijakannya pada UPMT Kota Malang Variabel : bukti langsung (X1). jaminan (X4) dan empati (X5) dan kepuasan pelanggan (Y) Sampel : 83 Hasil : membuktikan bahwa kelima dimensi berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan . kehandalan (X2). jaminan (X4) dan empati (X5) dan kepuasan pelanggan (Y) Sampel : 91 Hasil : membuktikan bahwa kelima dimensi berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan 4 Hidayat. 2007 Analisis Pengaruh Dimensi kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat dikantor Pertanahan Kabupaten Malang Variabel : bukti langsung (X1).PENELITIAN SEBELUMNYA No Nama Peneliti Judul Hasil Penelitian 3 Soetrisno. kehandalan (X2).

2012 ANALISA KEPUASAN PUBLIK TERHADAP IMPLEMENTASI LARASITA “LAYANAN RAKYAT UNTUK SERTIPIKASI TANAH” : Studi Kasus di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat Variabel Implementasi Kebijakan. Kualitas Pelayanan.PENELITIAN SEBELUMNYA No Nama Peneliti Judul Hasil Penelitian 5 Ani Sunarti. Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pengguna .

2003: 9).  Penelitian korelasional bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan (asosiasi) antara dua variabel atau lebih.METODE PENELITIAN  Tipe Penelitian : Survey bersifat Korelasional. untuk menguji hipotesis .  Penelitian ini bertujuan (hypothesis testing study). serta seberapa jauh korelasi yang ada diantara variabel yang diteliti (Kuncoro.

Model PENELITIAN Implementasi Kebijakan (X1) rX1Y Kualitas Layanan (X2) rX2Y rx1x2x3x4Y Kepuasan Pengguna Kualitas Informasi (X3) rX3Y (Y) rX4Y Kualitas Sistem (X4) .

Kualitas Layanan. Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem secara bersama-sama berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Pengguna .Hipotesis • Hipotesis 1 : Implementasi Kebijakan berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Pengguna • Hipotesis 2 : Kualitas Layanan berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Pengguna • Hipotesis 3 : Kualitas Informasi berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Pengguna • Hipotesis 4 : Kualitas Sistem berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Pengguna • Hipotesis 5 : Implementasi Kebijakan.

Komunikasi antar organisasi dan kegiatan pelaksana Karakteristik dari pelaksana/implementor Struktur organisasi dan SOP . Kesesuain Alur pelayanan/prosedur dengan pelaksanaan pelayanan. 2. 3. Sosialisasi kepada pengguna Kerjasama dengan pengguna Tersedia spanduk dan brosur dalam Sosialisasi Komitmen Pegawai Struktur organisasi Pembagian tugas dan wewenang Alur pelayanan/prosedur yang jelas Prosedur pelayanan tidak berbelit-belit. 2. 3.VARIABEL PENELITIAN Operasional Variabel Implementasi Kebijakan (X1) Dimensi 1 Indikator 2 Jumlah SDM Yang Cukup Ketrampilan SDM Kemampuan Pegawai dalam mengatasi permasalahan. mudah dipahami dan dilaksanakan. 1. 2. 2. Kode 3 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X110 X111 X112 Sumber daya 1. 1. 3. 1. 3.

Petugas mampu mendengar kebutuhan pengguna. 3. Petugas mampu mendengar keluhan pengguna. Mempunyai keinginan untuk membantu pengguna. kesopanan dan dapat dipercaya . Petugas mampu menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi. 2. Petugas menyelesaikan pekerjaannya dengan akurat. 2. 3. Petugas memiliki penampilan yang rapi dan professional. Petugas memberikan layanan sesuai janji. Assurance/Jaminan 1. . X27 X28 X29 Empathy (empati) 1. Memberikan informasi dengan tepat dan cepat. 2. Memberikan sarana. Kode 3 X21 X22 X23 X24 X25 X26 Responsiviness (daya tanggap) 1. 3. Membantu dan memberikan pelayanan yang cepat kepada pengguna.VARIABEL PENELITIAN Operasional Variabel Kualitas Pelayanan (X2) Dimensi 1 Reliability (Keandalan) 1. 3. 3. Menyediakan sarana sistem administrasi yang berbasis komputer. 2. X210 X211 X212 X213 X214 X215 Tangibility (berwujud) 1. Keramahan. 2. Membuat pengguna merasa aman dalam transaksi Memiliki pengetahuan untuk menjawab pertanyaan pengguna. Indikator 2 Kecepatan dan ketanggapan petugas dalam memberikan pelayanan.

1. Menghasilkan informasi yang pasti. 3. 2. Indikator 2 Menghasilkan informasi yang akurat. Menyediakan informasi yang dapat dimengerti. Menyediakan informasi dengan tampilan yang mudah dimengerti. . Menyediakan informasi dengan format teks. Menghasilkan informasi yang cukup jelas. Menghasilkan informasi tepat waktu. 2. validasi dan bahasa yang standart. 3. 2. 1. 1. Memberikan informasi yang konsisten. Menyediakan informasi yang relevan.VARIABEL PENELITIAN Operasional Variabel Kualitas Informasi (X3) Dimensi 1 Keakuratan informasi (accuracy) Ketepatwaktuan (timeliness) 1. Kode 3 X3 1 X3 2 X3 3 X3 4 Kelengkapan informasi (completeness) Penyajian informasi (format). Menyediakan kelengkapan informasi. 3. Menyajikan informasi sesuai dengan requirement /permintaan. 2. Memberikan informasi yang lengkap. X3 5 X3 6 X3 7 X3 8 X3 9 X3 10 X3 11 X3 12 X3 13 Isi Informasi (Information Value) 1. 3. Memberikan informasi berdasarkan tingkat kepentingan.

3. 2. Koneksi Aplikasi Jarang putus. Cepat memproses data. 1. Menyediakan fasiltas pencarian data. Cepat dalam pengambilan data. Cepat dalam download dokumen. 2. Cepat dalam upload dokumen. 3. Fleksibel (mudah disesuaikan). C. User friendly. Beradaptasi (Adaptability) Waktu Respon (Respon Time) Keandalan (Reliability) Ketersediaan (Availability) . 1. Dapat dikostumisasi. 3. 2. Mudah digunakan. 1. Menyediakan keamanan data. 1.VARIABEL PENELITIAN Operasional Variabel Kualitas Sistem (X4) Dimensi 1 Kegunaan(Usability) Indikator 2 Kode 3 X4 1 X42 X4 3 X4 4 X45 X4 6 X4 7 X48 X4 9 X4 10 X411 X4 12 X4 13 X414 X4 15 1. Dapat disesuaikan dengan perubahan peraturan. Dapat diandalkan/dipercaya. Menyediakan utilitas. 2. Menggunakan Teknologi terkini. 2. 3.

2. Pelayanan yang adil. Pelayanan sesuai requirement. Profesionalisme kerja pegawai sesuai dengan tugas. Pengguna sebagai penerima layanan merasa puas dengan pelayanan LPSE.VARIABEL PENELITIAN Operasional Variabel Kepuasan Pengguna (Y) Transparansi Dimensi 1 1. 2. 1. Pelayanan bersifat netral dan tidak memihak siapapun. 2. 1. Kode 3 Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Akuntabilitas Kondisional Partisipatif Kesamaan Hak Keseimbangan Hak dan Kewajiban . 1. Indikator 2 Keterbukaan informasi jenis pelayanan. Sikap pegawai dalam pelayanan memperhatikan keseimbangan hak-hak pengguna. 2. 3. 1. 2. Pengguna antusias menyambut LPSE. Banyaknya petugas dan fasilitas pendukung yang melayani. Pelayanan yang efektif. Pelayanan yang diberikan sesuai dengan aspirasi kebutuhan pengguna. Petugas menerima dan menangani keluhan dari pengguna. Pelayanan yang akurat dan bebas dari kesalahan. Pelayanan yang tepat waktu. 3. 3. 2. Pelayanan tanpa membeda-bedakan status dan golongan pengguna. 3. Tanggung jawab petugas terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi dan timbul dikemudian hari. 3. 3. 1. Semua pengguna turut berpartisipasi aktif. Pelayanan bersifat terbuka dan mudah di akses.

sebesar 32 orang.= ------.32 Dari jumlah populasi tersebut dengan tingkat kelonggaran ketidak telitian sebesar 10 % (Uma. .= 24. • Sample dalam penelitian ini adalah 30 orang melebihi jumlah minimal pengambilan sampel menurut slovin • Jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin : 32 32 n = ------------.24 = 24 32/(10)2 + 1 1. 2002 : 146).POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN • Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Badan Pertanahan Nasional RI.

Sangat Tidak Setuju = 1 2. Setuju. Penilaian tersebut kemudian dibobotkan sebagai berikut: 1. Tidak Setuju = 2 3. Setuju = 4 5.TEHNIK PENGUMPULAN DATA • • Studi Kepustakaan Kuestioner Pengolahan data menggunakan pengukuran skala likert dalam 5 (lima) tingkat. yaitu. Tidak Setuju. dan Sangat Setuju. Kurang Setuju/Ragu-ragu. Sangat Setuju = 5 . Sangat Tidak Setuju. Kurang Setuju = 3 4.

5. 2. 1.33 13 11 6 0 30 36. < 25 Thn 26-35 Thn 36-45 Thn 46-55 Thn > 55 Thn TOTAL Umur Jumlah 0 Persentase (%) 0 43. 3. 1.66 20 0 100. Jenis Kelamin Laki-laki Wanita TOTAL Jumlah 12 18 30 Persentase (%) 40 60 100  Profile Responden Berdasarkan Umur No. 2.PROFILE RESPONDEN  Profile Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No.00 . 4.

33 50 16.00 . SMA D3 S1 S2 TOTAL Tingkat Pendidikan Jumlah 0 10 15 5 30 Persentase (%) 0 33. 3.PROFILE RESPONDEN  Profile Responden Berdasarkan Pendidikan No. 2.66 100. 1. 4.

2002:132) Dalam penelitian ini untuk pengujian validitas pernyataan tiap variabel dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi produk momen Pearson dan untuk pengujian reabilitas menggunakan teknik Cronbach’s Alpha dengan Software SPSS.6 dan 9.Hasil Analisis Data UJI VALIDITAS DAN REABILITAS Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau validnya suatu kuesioner (Ghozali. . Oleh karena itu akan dihilangkan dan dilakukan uji validitas Tahap II. 2002:135) Uji Reabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali. •Uji Validitas Variabel Implementasi Kebijakan (X1) Tahap I Hasil Pengujian validitas tahap I menunjukan ada 2 pernyataan yang tidak valid dimana nilai validitasnya < r tabel Pearson yaitu pernyataan No.

775 N of Items 9 .Tahap II Hasil Pengujian validitas tahap II menunjukan ada 1 pernyataan yang tidak valid dimana nilai validitasnya < r tabel Pearson yaitu pernyataan No. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .5.775 dimana > 0.7 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X1 Realibel. Oleh karena itu akan dihilangkan dan dilakukan uji validitas Tahap III. Tahap III Hasil Pengujian validasi tahap III menunjukan bahwa seluruh pernyataan sudah valid. Hasil Uji Reabilitas Berdasarkan hasil dari uji reabilitas dengan teknik Cronbach’s Alpha didapatkan nilai reabilitas sebesar 0.

Hasil Uji Reabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha . Oleh karena itu akan dihilangkan dan dilakukan uji validitas Tahap II.875 N of Items 14 Berdasarkan hasil dari uji reabilitas dengan teknik Cronbach’s Alpha didapatkan nilai reabilitas sebesar 0.•Uji Validitas Variabel Kualitas Pelayanan (X2) Tahap I Hasil Pengujian validitas tahap I menunjukan ada 1 pernyataan yang tidak valid dimana nilai validitasnya < r tabel Pearson yaitu pernyataan No.1. . Tahap II Hasil Pengujian validasi tahap II menunjukan bahwa seluruh pernyataan sudah valid.875 dimana > 0.7 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X2 Realibel.

3.7 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X3 Realibel.902 dimana > 0. Hasil Uji Reabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha . .•Uji Validitas Variabel Kualitas Informasi (X3) Tahap I Hasil Pengujian validitas tahap I menunjukan ada 1 pernyataan yang tidak valid dimana nilai validitasnya < r tabel Pearson yaitu pernyataan No. Oleh karena itu akan dihilangkan dan dilakukan uji validitas Tahap II. Tahap II Hasil Pengujian validasi tahap II menunjukan bahwa seluruh pernyataan sudah valid.902 N of Items 12 Berdasarkan hasil dari uji reabilitas dengan teknik Cronbach’s Alpha didapatkan nilai reabilitas sebesar 0.

846 dimana > 0.•Uji Validitas Variabel Kualitas Sistem (X4) Tahap I Hasil Pengujian validitas tahap I menunjukan ada 1 pernyataan yang tidak valid dimana nilai validitasnya < r tabel Pearson yaitu pernyataan No.3. Hasil Uji Reabilitas Variabel X4 Reliability Statistics Cronbach's Alpha .846 N of Items 14 Berdasarkan hasil dari uji reabilitas dengan teknik Cronbach’s Alpha didapatkan nilai reabilitas sebesar 0.7 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X4 Realibel. Tahap II Hasil Pengujian validasi tahap II menunjukan bahwa seluruh pernyataan sudah valid. Oleh karena itu akan dihilangkan dan dilakukan uji validitas Tahap II. .

923 dimana > 0.7 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Y Realibel. .923 N of Items 18 Berdasarkan hasil dari uji reabilitas dengan teknik Cronbach’s Alpha didapatkan nilai reabilitas sebesar 0. Hasil Uji Reabilitas Variabel Y Reliability Statistics Cronbach's Alpha .•Uji Validitas Variabel Kepuasan Pengguna (Y) Tahap I Hasil Pengujian validasi tahap I menunjukan bahwa seluruh pernyataan sudah valid.

jika terjadi hubungan linier antar variabel bebas akan membuat prediksi atas variabel terikat menjadi bias karena terjadi masalah hubungan diantara para variabel bebasnya. masalah multikolinieritas ini ditunjukkan lewat tabel Coefficient.UJI MULTIKOLINIERITAS Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independent (Ghozali.10 dan VIF < 10. . Jika nilai VIF > 10.10). H1= Tolerance < 0. maka terjadi Multikolonieritas antar variabel bebas. Tolerance adalah indikator seberapa banyak variabilitas sebuah variabel bebas tidak bisa dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. yaitu pada kolom Tolerance dan VIF (Variance Inflated Factors). Hipotesis untuk Multikolinieritas ini adalah : H0= Tolerance ≥ 0. 2006) Uji Regresi mengasumsikan variabel-variabel bebas tidak memiliki hubungan linier satu sama lain. Dalam regresi linier berganda dengan SPSS. Jika nilai tolerance sangat kecil (<0.10 dan VIF > 10. maka tidak terjadi Multikolonieritas antar variabel bebas. maka itu mengindikasikan terjadinya multikolinieritas. Tolerance dihitung dengan rumus 1-R2 untuk setiap variabel bebas. Nilai VIF merupakan invers dari nilai Tolerance (1 dibagi Tolerance). maka itu menandakan korelasi berganda satu variabel bebas sangat tinggi dengan variabel bebas lainnya dan mengindikasikan multikolinieritas. Sebab.

280 .936 Collinearity Statistics Tolerance VIF .312 .625 3.049 -.510 .232 .182 1.104 1.356 Kualitas Sistem .548 Dari tabel diatas.184 .150 .961 2.614 1.002 .275 .328 -.629 Kualitas Pelayanan Kualitas Informasi .10 dan VIF < 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima yang berarti tidak terjadi Multikolonieritas antar variabel bebas. . Error 11.282 3.004 -.010 Coefficients Beta t .224 . dapat dilihat nilai Tolerance dari masing-masing variabel bebas ≥ 0.420 .081 Sig. .203 .997 .424 1.027 Std.939 .Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Implementasi Kebijakan B .255 .230 .

UJI AUTOKORELASI Autokorelasi juga disebut Independent Errors. Asumsi ini bisa diuji dengan teknik statistik Durbin-Watson. Jika Durbin-Watson hitung terletak diantara -2 sampai dengan +2 maka bebas auto korelasi. Jika < -2 maka terjadi Auto Korelasi Positif dan jika > +2 maka terjadi Auto Korelasi Negatif. . Regresi Berganda mengasumsikan residu observasi seharusnya tidak berkorelasi (atau bebas).283 < +2 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada Auto korelasi.727 Std.764 Square .270 df1 4 df2 25 Sig. Dependent Variable: Kepuasan Pengguna Nilai Durbin-Watson hitung sebesar 1. Durbin-Watson menguji apakah residual yang berdekatan saling berkorelasi.874a R Square . Predictors: (Constant). Kualitas Pelayanan.10797 R Square Change . Kualitas Informasi b. Implementasi Kebijakan. yang menyelidiki korelasi berlanjut antar error (kesalahan).283 dimana -2 < 1. Nilai Durbin-Watson hitung dapat dilihat dari tabel Model Summary hasil dari SPSS sebagai berikut : Model Summaryb Change Statistics Adjusted R Model 1 R . F Change Durbin-Watson .000 1. Error of the Estimate 4.283 a. Kualitas Sistem.764 F Change 20.

Homoskedastitas adalah kondisi dimana varians dari data adalah sama pada seluruh pengamatan. Caranya : • Klik Analyze >> Regression >> Linier. •Klik Continue. Homoskedastisitas terjadi jika tidak terdapat pola tertentu yang jelas. Heteroskedastisitas terjadi jika terdapat titik-titik memiliki pola tertentu yang teratur seperti bergelombang. bukan Heteroskedastitas. •Klik Plot. Dalam penelitian ini menggunakan uji Heteroskedastisitas sederhana dengan melihat grafik persilangan SRESID dengan ZPRED pada output hasil SPSS. melebar kemudian menyempit. serta titiktitik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. 2006). Uji Regresi bisa dilakukan jika data bersifat Homoskedastitas. . Untuk mengetahui ada tidaknya Heteroskedastitas dapat dilakukan dengan menguji lawannya yaitu Homoskedastitas.UJI HETEROSKEDASTISITAS Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan satu ke pengamatan yang lain (Ghozali. •Isikan SRESID pada y-axis dan ZPRED pada x-axis.

Berdasarkan hasil output dari SPSS pada gambar scatterplot terlihat bahwa tidak terdapat pola tertentu yang jelas. serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi homoskedastisitas atau dengan kata lain tidak terjadi Heteroskedastisitas. .

098 Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Test distribution is Normal.1667 6. 2006). . Calculated from data.670 . -.761 Dari data diatas.05 sehingga disimpulkan bahwa residual telah memenuhi asumsi distribusi normal.. Tampak juga secara visual gambar dibawah ini. variabel residual memiliki distribusi normal (Ghozali. b.Sig (2 tailed) bernilai 0.UJI NORMALITAS Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Sig.b Mean Std.86892 .122 .761 > 0. terlihat bahwa nilai P-value yaitu Asymp. (2-tailed) a. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive 30 77. titik-titik residual mengikuti pola garis lurus.122 . Pada penelitian ini dilakukan uji normalitas residual dengan Kolmogorov-Smirnov dan hasil output SPSS ditunjukan dengan gambar sebagai berikut : One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Residual N Normal Parametersa.

Dari hasil kurva dapat dilihat bahwa data menyebar disekitar diagram dan mengikuti model regresi sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diolah merupakan data berdistribusi normal sehingga uji normalitas terpenuhi. .

.

. kualitas informasi dan kualitas sistem) secara bersamasama terhadap variabel terikat (kepuasan pengguna) sehingga dapat diketahui apakah keempat variabel bebas tersebut berpengaruh positif atau negatif terhadap kepuasan pengguna Aplikasi LPSE. kualitas pelayanan.UJI REGRESI BERGANDA Regresi Berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel bebas (implementasi kebijakan.

96648 5.6000 dengan standar deviasi 2.1667 dengan standar deviasi 7.23088. rata-rata variabel bebas implementasi kebijakan dari 30 responden adalah 39.80962 4.6000 60.85684 2.59335 dan rata-rata variabel bebas kualitas sistem dari 30 responden adalah 57.Deskriptif Statistik Descriptive Statistics Mean Kepuasan Pengguna Implementasi Kebijakan Kualitas Pelayanan Kualitas Informasi Kualitas Sistem 77.2000 dengan standar deviasi 5.80962. Deviation 7.85684.5000 Std. .96648.2667 dengan standar deviasi 4.2000 38. rata-rata variabel bebas kualitas informasi dari 30 responden adalah 38.59335 5. rata-rata variabel bebas kualitas pelayanan dari 30 responden adalah 60.23088 N 30 30 30 30 30 Dari output tersebut dapat dilihat rata-rata variabel terikat kepuasan pengguna dari 30 responden adalah 77.1667 39.2667 57.5000 dengan standar deviasi 5.

742 1.000 .000 30 30 30 30 30 Kualitas Pelayanan Kualitas Informasi .Korelasi Correlations Kepuasan Pengguna Pearson Correlation Kepuasan Pengguna Implementasi Kebijakan Kualitas Pelayanan Kualitas Informasi Kualitas Sistem Sig.002 .716 .001 .000 .675 .000 .589 .503 . (1-tailed) Kepuasan Pengguna Implementasi Kebijakan Kualitas Pelayanan Kualitas Informasi Kualitas Sistem N Kepuasan Pengguna Implementasi Kebijakan Kualitas Pelayanan Kualitas Informasi Kualitas Sistem 1.565 .367 1.698 . .000 30 30 30 30 30 Implementasi Kebijakan .000 . .002 .002 .023 .698 . .516 .589 .000 .000 .000 .565 .000 .023 .860 .001 . .000 30 30 30 30 30 .000 .002 .675 .367 .000 30 30 30 30 30 Kualitas Sistem .860 .516 1.742 .000 .000 .000 .503 1.000 . 30 30 30 30 30 .716 .

makin besar kualitas pelayanan maka makin besar kepuasan pengguna.675 yang berarti ada hubungan positif.860 yang berarti ada hubungan positif. makin besar kualitas sistem maka makin besar kepuasan pengguna.516 yang berarti ada hubungan positif. . makin besar implementasi kebijakan maka makin besar kepuasan pengguna. Besar hubungan antara variabel kepuasan pengguna dengan variabel kualitas pelayanan adalah 0.716 yang berarti ada hubungan positif. Besar hubungan antara variabel kepuasan pengguna dengan variabel kualitas informasi adalah 0. makin besar kualitas informasi maka makin besar kepuasan pengguna.Dari tabel dapat dilihat bahwa besar hubungan antara variabel kepuasan pengguna dengan variabel implementasi kebijakan adalah 0. Besar hubungan antara variabel kepuasan pengguna dengan variabel kualitas sistem adalah 0.

All requested variables entered. Enter Method Kualitas Pelayanan. b. Dependent Variable: Kepuasan Pengguna Dari tabel diatas menunjukan variabel yang dimasukan adalah Kualitas Sistem. Variables Removed . Kualitas Informasia a. . Kualitas Pelayanan dan Kualitas Informasi sedangkan variabel yang dikeluarkan tidak ada (Variables Removed tidak ada). Implementasi Kebijakan.Variabel Masuk dan Keluar Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered Kualitas Sistem. Implementasi Kebijakan.

Berdasarkan Tabel Summary menunjukan bahwa dalam penelitian ini ada 1 model analisis yang dibentuk. dengan rincian sebagai berikut : Kolom Model menunjukan berapa buah model analisis yang kita bentuk. maka semakin kuat variabel-variabel bebas memprediksi variabel terikat. Kolom R menunjukan seberapa baik variabel-variabel bebas memprediksi hasil (multiple correlation coefficient). . Semakin nilai R mendekati angka 1. yaitu bagaimana 4 variabel bebas mampu memprediksi 1 variabel terikat. Kisaran nilai R adalah 0 hingga 1.Model Summary Tabel ini memberi informasi seberapa baik model analisis kita secara keseluruhan.

30 maka Rendah Ketepatannya 0. ketepatan nilai R ini lebih disempurnakan oleh kolom Adjusted R Square yang merupakan koreksi atas nilai R. Kisaran nilai Adjusted R Square adalah 0 hingga 1.50 maka Tinggi Ketepatannya. Berdasarkan Tabel Summary menunjukan bahwa nilai R adalah 0.10 maka Buruk Ketepatannya 0.0.50 maka Tinggi Ketepatannya Berdasarkan tabel summary nilai Adjusted R Square adalah 0.727 > 0.31 – 0.Namun. Pedoman intepretasi atas nilai Adjusted R Square adalah sebagai berikut : < 0.874 yang artinya mendekati 1 sehingga semakin kuat variabel-variabel bebas memprediksi variabel terikat.50 maka Cukup Ketepatannya > 0. Fungsinya menjelaskan apakah sampel penelitian mampu mencari jawaban yang dibutuhkan dari populasinya.11 . . Kolom Adjusted R Square.

764 F Change 20.764 yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi (0. Data pada Tabel Model Summary dapat digunakan untuk melihat koefisien determinasi. Standar Error Of The Estimate adalah 4. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh serentak variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat.727 Std.270 df1 4 df2 25 Sig.Model Summaryb Change Statistics Adjusted R Model 1 R . Jadi.6% ditentukan oleh variabel-variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian. perhatikan pada analisis deskriptif statistik bahwa standar deviasi kepuasan pengguna adalah 7.283 a. secara serentak variabel-variabel bebas mempengaruhi variabel terikat sebesar 76. Kualitas Pelayanan.874 x 0.764 Square .000 Durbin-Watson 1. .10797 < standar deviasi kepuasan pengguna = 7.4%.10797 R Square Change . Error of the Estimate 4. nilai R Square adalah 0. Predictors: (Constant).4% = 23. Nilai Koefisien Determinasi adalah sebesar R Square x 100% = 0.874a R Square . Implementasi Kebijakan.10797. Kualitas Informasi b.764).874 = 0.85684 maka model regresi bagus dalam bertindak sebagai predictor kepuasan pengguna.4%.764 x 100% = 76. Kualitas Sistem. Oleh karena nilai Standar error = 4. Sisanya yaitu 100%-76. Dependent Variable: Kepuasan Pengguna Pada tabel diatas.85684 dimana > standar error. F Change .

281 421. Dependent Variable: Kepuasan Pengguna Hipotesis : H0 : β1=β2=0 H1 : ada βi yang tidak nol.X2.05 maka H0 ditolak (Variabel X1.X2.070 16.000a a. Kualitas Sistem. Pengambilan Keputusan : Jika F hitung ≤ T tabel atau Probabilitas ≥ 0.05 maka H0 diterima (Variabel X1.167 df 4 25 29 Mean Square 342. ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 1368.886 1790. Predictors: (Constant). .X3 dan X4 secara serentak tidak mempengaruhi Variabel Y) Jika F hitung > T tabel atau probabilitas < 0. Kualitas Pelayanan. Implementasi Kebijakan.875 F 20. .X3 dan X4 secara serentak mempengaruhi Variabel Y).Anova Tujuan melihat apakah serangkaian variabel bebas secara serentak mempengaruhi variabel terikat. Kualitas Informasi b.270 Sig.

05. X3 (kualitas informasi) dan X4 (kualitas sistem) secara serentak mempengaruhi Variabel Y (kepuasan pengguna). sedangkan F tabel dapat diperoleh dengan menggunakan tabel F dengan derajat bebas (df) Residual (sisa) yaitu 25 sebagai df penyebut dan df Regression (perlakuan) yaitu 4 sebagai df pembilang dengan α=0. X2 (kualitas pelayanan).Dari tabel diatas dapat dilihat nilai F hitung yaitu 20. Kesimpulan : Tidak ada koefisien yang bernilai nol. maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi kepuasan pengguna dengan kata lain bahwa Variabel X1 (implementasi kebijakan).76) maka H0 ditolak.76.270) > F tabel (2. sehingga diperoleh nilai F tabel yaitu 2. .270. Karena F hitung (20.

. Kolom B menunjukan koefisien B.049. kualitas informasi dan kualitas sistem. kualitas pelayanan.Koefisien Model. Berdasarkan Tabel Coefficient terlihat bahwa dalam penelitian ini ada 1 model analisis dan terdapat 4 variabel bebas meliputi implementasi kebijakan. Kolom ini menjelaskan berapa banyak model analisis yang dibuat dalam penelitian. Berdasarkan data pada Tabel Coefficient menunjukan nilai B = 0. Unstandardzed Coefficient. Variabel-variabel tersebut diberi label “Constant” yaitu nilai konstanta yang digunakan dalam persamaan uji regresi berganda. Kolom ini terdiri atas B dan Standar Error. yaitu nilai yang menjelaskan bahwa Y (Variabel terikat) akan berubah jika X (variabel bebas) diubah 1 unit. Pada kolom ini juga terdapat nama-nama variabel bebas yang digunakan dalam penelitian.

= 0. Berdasarkan data pada Tabel Coefficient menunjukan bahwa variabel yang memiliki nilai Sig. dimana semakin mendekati 1 maka semakin berdampak besar signifikansinya.002. Ini sebaiknya adalah dibawah 0. Berdasarkan data Beta pada Tabel Coefficient menunjukan bahwa variabel bebas yang memiliki pengaruh lebih kuat terhadap variabel terikat adalah Variabel Kualitas Sistem dimana nilai Beta = 0. Nilai Sig.05 adalah variabel Kualitas Sistem dengan Sig. Sig. Nilai Beta memiliki patokan 0 hingga 1. Pada kolom ini terdapat Beta. Kolom ini menjelaskan tentang signifikansi hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat.Standardized Coefficient.05 (signifikansi penelitian). < 0. Beta digunakan untuk melihat variabelvariabel bebas mana yang memiliki pengaruh lebih kuat terhadap variabel terikat. .625 ~ 1.

282 1.625 1.002 .184 .104 1.203 .182 . Nilai yang semakin mendekati 0 artinya hampir semua varians didalam variabel bisa dijelaskan oleh variabel prediktor lain.548 . .230 . maka semakin mengindikasikan prediktor-prediktor lain tidak bisa menjelaskan varians di variabel termaksud. Kolom ini menjelaskan banyaknya varians pada suatu variabel yang tidak bisa dijelaskan oleh variabel prediktor lainnya. Nilai Tolerance sebaiknya ada antara 0. Sedangkan nilai tolerance variabel implementasi kebijakan adalah 0.275 .424 .150 .004 -. Kisarannya 0 hingga 1. maka > 0.232 .255 .027 Std.997 .510 . dimana semakin mendekati 1 maka semakin mengindikasikan prediktor-prediktor lain tidak bisa menjelaskan varians di variabel termaksud.356 3.629 Collinearity Statistics Tolerance VIF Kualitas Pelayanan Kualitas Informasi Kualitas Sistem .Tolerance.10 hingga 1.280 . Error 11.282 atau ~ 0.614 atau ~ 1.50 maka Tinggi Ketepatannya. Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Implementasi Kebijakan B .936 .312 .961 2.328 -.010 Coefficients Beta t .420 .081 Sig.939 . Berdasarkan data pada Tabel Coefficient nilai tolerance variabel kualitas sistem adalah 0.049 -.224 3.614 1.

368 Std.011 1.190 > ttabel (α/2=0.Uji Parsial Variabel X1 (Implementasi Kebijakan) terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H0.429 .df=30-4-1=25) = 2.516 Coefficients Beta t 1. .190 Sig.003 Kesimpulan : Nilai thitung = 3.352 3. Error 17.187 . .05954 maka X1 (implementasi kebijakan) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna).1 : thitung < ttabel maka X1 (implementasi kebijakan) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H1.025.020 .1 : thitung > ttabel maka X1 (implementasi kebijakan) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Implementasi Kebijakan B 23.

675 Coefficients Beta t 1.408 .244 .061 .836 > ttabel (α/2=0. .Uji Parsial Variabel X2 (Kualitas Pelayanan) terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H0.2 : thitung < ttabel maka X2 (Kualitas Pelayanan) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H1. Error 11.189 .836 Sig.df=30-4-1=25) = 2.912 Std.950 4.2 : thitung > ttabel maka X2 (Kualitas Pelayanan) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Kualitas Pelayanan B 22.000 Kesimpulan : Nilai thitung = 4.025.05954 maka X2 (Kualitas Pelayanan) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) .

226 .225 Std.Uji Parsial Variabel X3 (Kualitas Informasi) terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H0.484 5.432 > ttabel (α/2=0.05954 maka X3 (Kualitas Informasi) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) . Error 8.002 . .3 : thitung > ttabel maka X3 (Kualitas Informasi) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Kualitas Informasi B 30.000 Kesimpulan : Nilai thitung = 5.691 .432 Sig.716 Coefficients Beta t 3.3 : thitung < ttabel maka X3 (Kualitas Informasi) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H1.282 1.025.df=30-4-1=25) = 2.

902 > ttabel (α/2=0.05954 maka X4 (Kualitas Sistem) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) .729 .4 : thitung > ttabel maka X4 (Kualitas Sistem) berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Kualitas Sistem B 2.000 Kesimpulan : Nilai thitung = 8.902 Sig.4 : thitung < ttabel maka X4 (Kualitas Sistem) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H1.Uji Parsial Variabel X4 (Kualitas Sistem) terhadap Y (Kepuasan Pengguna) H0.291 Std.145 .025. Error 8.860 Coefficients Beta t .373 .df=30-4-1=25) = 2.928 1.350 8. .

049 – 0.203X2 + 0. kualitas pelayanan.049.027X1 + 0. •Berdasarkan nilai Sig.Uji Regresi Berganda Berdasarkan data pada Tabel Coefficient dapat digambarkan persamaan Regresi sebagai berikut : Y = 0.939X4 Adapun persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : •Konstanta sebesar 0.002 maka Variabel Kualitas Sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna.939. .05 adalah variabel Kualitas Sistem = 0.939. < 0. Dimana variabel yang nilai Sig. menyatakan bahwa tanpa variabel implementasi kebijakan. •Maka persamaan Regresi menjadi Y = 0.049 + 0.312X3 + 0. Yang artinya jika variabel Kualitas Sistem (X4) meningkat satu satuan maka Kepuasan Pengguna akan meningkat sebesar 0.939X4 Yang artinya bahwa Variabel X4 berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pengguna (Y) dengan koefisien 0.049. kualitas informasi dan kualitas sistem besarnya nilai kepuasan pengguna tetap terbentuk sebesar 0.

. Variabel Kualitas Informasi dengan Variabel Kepuasan Pengguna memiliki hubungan positif dengan hasil ini menjawab Hipotesa 3. Kualitas Layanan. 2. 5. Variabel Kualitas Sistem dengan Variabel Kepuasan Pengguna memiliki hubungan positif dengan hasil ini menjawab Hipotesa 4.KESIMPULAN 1. Variabel Kualitas Pelayanan dengan Variabel Kepuasan Pengguna memiliki hubungan positif dengan hasil ini menjawab Hipotesa 2. Secara Simultan variabel Implementasi Kebijakan. Variabel Implementasi Kebijakan dengan Variabel Kepuasan Pengguna memiliki hubungan positif dengan hasil ini menjawab Hipotesa 1 tetapi perlu ditingkatkan prosentase pengaruhnya. Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pengguna dengan hasil ini menjawab Hipotesa 5. 3. 4.

TERIMAKASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful