Anda di halaman 1dari 6

Table 1: Tanda Khas pada Racun Berbeda

Racun Sianida Karbon monoksida

Tanda-tanda khas keracunan Tercium bau amandel Sianosis pada wajah dan bibir, busa keluar dari mulut, dan lebam jenazah berwarna merah terang Warna lebam mayat yang berupa cherry red pada kulit, otot, darah dan organ-organ interna, jika saturasi darah kira-kira >30%. Pada otak besar dapat ditemukan petekie di substansia alba bila korban bertahan hidup lebih dari 30 menit. Warna darah akan menjadi merah muda setelah ditetes cairan NaOH 10% Tanda pembendungan pada alat dalam Dalam lambung ditemukan cairan yang terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan cairan lambung dan lapisan larutan insektisida Mukosa lambung dan usus bagian atas tampak hiperemis dan mengalami perdarahan submukosa. Juga dapat tercium bau pelarut insektisida. Limpa, otak dan paru tampak edem dan kongesti. Tanda dehidrasi, seperti mata cekung dan penonjolan tulang-tulang wajah. Mukosa mulut biasanya normal tetapi bisa tampak tanda-tanda inflamasi. Mukosa sistem pencernaan mengalami inflamasi, berwarna merah disertai perdarahan submukosa. Membran mukosa mempunyai rugae dan di antara rugae bisa ditemukan lendir yang kental dan mengikat partikel racun. Isi lambung berwarna gelap. Kaku mayat dan pembusukan lebih lambat terjadi. Mayat penderita bisa bertahan lebih lama. Kongesti pada konjungtiva sangat jelas Bau alkohol bisa tercium dari isi lambung dan organ tubuh lainnya Dinding lambung hiperemis, berwarna merah dan isi lambung berwarna coklat Organ tubuh lainnya mengalami kongesti Edema otak sangat jelas terlihat dari jarak antara gyrus otak yang semakin sempit Pembendungan hebat dan edema paru hebat, narcotic lung atau gambaran pneumonia lobaris. Pembendungan ditemukan pula pada organ-organ tubuh lainnya.

Insectisida

Arsen

Alkohol

Narkotik

PRO JUSTITIA

VISUM ET REPERTUM No: 01 / VRJ / II/ 2011

Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah Resor Kota Besar Semarang, melalui suratnya tanggal 4 Juni 2011, Nomor Polisi : R/80/VER/II/2011/RESKRIM , yang ditandatangani oleh Ferdy Sandra, SH, MH, pangkat AKP, NRP. 74120041, dan diterima tanggal 5 Juni 2011, pukul 03:20 WIB, maka dengan ini saya dr. Aaron, sebagai dokter yang bekerja pada Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi Semarang, menerangkan bahwa telah dilakukan pemeriksaan luar dan dalam pada tanggal 25 Februari 2011 pukul 03:45 WIB di Instalasi Kedokteran Forensik dan Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariyadi, atas jenazah, yang berdasarkan surat permintaan tersebut di atas nama Daniel, umur 24 tahun, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebelum meninggal dunia Mahasiswa,

alamat Jalan Kuburan 4 no.2 RT 004 RW 002, Meruya Selatan, Jakarta Barat. Jenazah tersebut ditemukan di Jalan Melanglang Buana, Semarang, diduga meninggal dunia akibat pembunuhan.
HASIL PEMERIKSAAN : Seorang laki laki ditemukan disebuah sungai kering yang penuh batu- batuan dalam keadaan mati tertelungkup. Ia mengenakan kaos dalam (oblong )dan celana panjang yang di bagian bawahnya digulung hingga setengah tungkai bawahnya. Lehernya terikat lengan baju ( yang kemudian diketahui sebagai baju milik nya sendiri ) dan ujung lengan baju lainnya terikat ke sebuah dahan pohon perdu setinggi 60 cm. Posisi tubuh relatif mendatar, namun leher memang terjerat oleh baju tersebut. Tubuh mayat tersebut telah membusuk, namun masih dijumpai adanya satu luka terbuka didaerah ketiak kiri yang memperlihatkan pembuluh darah ketiak yang putus, dan beberapa luka terbuka di daerah tungkai bawah kanan dan kiri yang memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan akibat kekerasan tajam. Perlu diketahui bahwa rumah terdekat dari TKP adalah sekitar 2 km. TKP adalah suatu daerah perbukitan yang berhutan cukup berat.

Dari pemeriksaan luar dan dalam atas tubuh jenazah tersebut diatas ditemukan fakta-fakta sebagai berikut: A. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS JENAZAH : 1. Identitas Umum Jenazah : a. Jenis kelamin : Laki-laki. b. Umur : Kurang lebih dua puluh lima tahun c. Berat badan : Tujuh puluh koma lima kilogram. d. Panjang badan : Seratus tujuh puluh delapan sentimeter. e. Warna kulit : Putih f. Ciri rambut : Warna hitam, lurus, pendek g. Keadaan gizi : Gizi cukup, indeks masa tubuh dua puluh dua koma nol sembilan 2. Identitas Khusus Jenazah : a. Tato : Terdapat sebuah tato di lengan kanan sebelah luar, sepuluh sentimeter di atas lipat siku dengan bentuk sebuah hati yang retak di tengah gambar hati tersebut, ukuran panjang sepuluh sentimeter, lebar sepuluh sentimeter berwarna merah tua. b. Jaringan parut : Tidak ada

c. Tahi lalat : Tidak ada d. Tanda lahir : Tidak ada e. Cacat fisik : Tidak ada f. Penutup jenazah : Tidak ada g. Pakaian : kaos dalam (oblong )dan celana panjang yang di bagian bawahnya digulung hingga
setengah tungkai bawahnya.

h. Benda disamping jenazah :

Lehernya terikat lengan baju ( yang kemudian diketahui sebagai baju milik nya sendiri ) dan ujung lengan baju lainnya terikat ke sebuah dahan pohon perdu setinggi 60 cm

i. Perhiasan : terdapat sebuah jam tangan merk ellesse yang terpasang pada pergelangan tangan
kiri B. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN WAKTU TERJADINYA KEMATIAN : a. Lebam mayat :Terdapat di tengkuk, pinggang, dan bokong berwarna biru keunguan, tidak hilang dengan penekanan. b. Kaku mayat : Terdapat di kelopak mata, rahang, anggota gerak atas, anggota gerak bawah, sukar dilawan. c. Pembusukan : Kulit ari dapat dengan cukup mudah dikelupas. Tampak cairan berwarna

kemerahan, terdapat pulpa tertua berusia kira-kira empat hari di hidung mayat. Tanda pembusukan di kepala, mulut, perut dan bokong.
C . FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN LUAR: 1. Permukaan kulit tubuh :

a. Kepala/wajah : Rambut hitam lurus, tidak mudah dicabut, panjang lima ke tujuh sentimeter b. Leher : Terjerat oleh lengan baju korban, jejas mendatar lebar tiga cm melingkar leher, hilang di bagian rambut c. Bahu : - Bahu kanan : Tidak ada kelainan - Bahu kiri : Tidak ada kelainan d. Dada : Tidak ada kelainan e. Punggung : Tidak ada kelainan f. Bokong : Tidak ada kelainan g. Dubur : - Lingkar dubur : Tidak ada kelainan - Liang dubur : Tidak ada kelainan j. Anggota gerak i. Anggota gerak atas : - Kanan : Tidak ada kelainan. - Kiri : Luka terbuka dengan tepi luka rata, sudut luka tajam, tiada jembatan jaringan, tiada memar atau lecet di sekitarnya dengan lebar tiga centimeter panjang lima sentimeter yang memperlihatkan pembuluh darah ketiak yang putus i. Anggota gerak bawah :
Kanan : dua luka terbuka dengan tepi luka rata, sudut luka tajam, tiada jembatan

jaringan, tiada memar atau lecet di sekitarnya dengan lebar kali panjang tiga kali lima sentimeter, dua kali lima sentimeter, empat kali tujuh sentimeter Kiri : luka terbuka dengan tepi luka rata, sudut luka tajam, tiada jembatan jaringan, tiada memar atau lecet di sekitarnya dengan lebar kali panjang lima kali enam sentimeter

2. Bagian tubuh tertentu a. Mata : o Alis mata : Warna hitam, tidak ada kelainan. o Bulu mata : Warna hitam, tidak ada kelainan. o Kelopak mata : Tidak ada kelainan o Selaput kelopak mata : Tidak ada kelainan o Selaput biji mata : Tidak ada kelainan o Selaput bening mata : Tidak ada kelainan o Pupil mata : Bentuk bulat, ukuran garis tengah nol koma enam sentimeter, kanan dan kiri sama. o Pelangi mata : Warna hitam b. Hidung : o Bentuk hidung : Tidak ada kelainan o Permukaan kulit hidung : Tidak ada kelainan. o Lubang hidung : Tidak ada kelainan a. Telinga : o Bentuk telinga : Tidak ada kelainan. o Permukaan daun telinga : Tidak ada kelainan. o Lubang telinga : Tidak ada kelainan b. Mulut : o Bibir atas : Tidak ada kelainan. o Bibir bawah : Tidak ada kelainan. o Selaput lendir mulut : Tidak ada kelainan. o Lidah : Tidak ada kelainan o Gigi geligi : Gigi rahang atas: Gigi lengkap, gigi seri pertama sebelah kanan patah, geraham belakang ketiga kanan dan kiri sudah tumbuh Gigi rahang bawah: Gigi lengkap, geraham belakang ketiga kanan dan kiri sudah tumbuh o Langit-langit mulut : tidak ada kelainan f. Alat kelamin :Laki-laki o Pelir : Belum disunat. Tidak ada kelainan o Kantung buah pelir : Tidak ada kelainan o Lain-lain : Tidak ada kelainan. 2. Tulang - Tulang : a. Tulang tengkorak : Tidak ada kelainan
b. c. d. e. f. g. Tulang wajah : tidak ada kelainan. Tulang belakang : Tidak ada kelainan Tulang-tulang dada : Tidak ada kelainan Tulang-tulang punggung :Tidak ada kelainan Tulang-tulang panggul : Tidak ada kelainan Tulang anggota gerak : Tidak ada kelainan.

D . FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN DALAM: 1. Kepala bagian dalam :

Kulit kepala bagian dalam : tidak ada kelainan Tulang Tengkorak : Tidak ada kelainan Selaput keras otak : tidak ada kelainan Selaput lunak otak : tidak ada kelainan Otak besar : Panjang delapan belas sentimeter, lebar tiga belas sentimeter, tinggi enam koma sentimeter. Berat seribu delapan ratus gram. Terdapat lubang berupa liang yang menembus dari depan otak sampai belakang, terdapat jelaga dan resapan darah di sepanjang liang tersebut. f. Otak kecil : panjang enam koma lima sentimeter, lebar delapan sentimeter. Tinggi empat sentimeter, berat seratus sepuluh gram. Pada penampang dan permukaan tidak ada kelainan. g. Dasar tengkorak : tidak ada kelainan. 2. Leher bagian dalam a. Lidah : Tidak ada kelainan. b. Pada kulit leher bagian dalam: ada resapan darah yang tidak menghilang dengan penekanan c. Kerongkongan : tidak ada kelainan. d. Tulang rawan cincin, tulang pangkal lidah, rawan gondok tidak ada kelainan. 3. Rongga Dada : a. b. c. d. e. Kulit bagian dalam : Tidak ada kelainan. Otot dinding dada : Tidak ada resapan darah. Tulang dada : Tidak ada kelainan. Tulang-tulang Iga : Tidak ada kelainan. Paru kanan : Terdiri dari tiga baga, permukaan licin, tepi tumpul, warna merah gelap, berat empat ratus gram, ukuran panjang dua puluh satu sentimeter, lebar empat belas sentimeter dan tinggi dua sentimeter. Pada perabaan terasa seperti spons f. Paru kiri : Terdiri dari dua baga, permukaan licin, tepi tumpul, warna merah gelap, berat tiga ratus lima puluh gram, ukuran, panjang dua puluh dua sentimeter, lebar empat belas koma lima sentimeter dan tinggi dua koma lima sentimeter. Pada perabaan terasa seperti spons. g. Jantung : Kandung jantung terdapat cairan berwarna kuning jernih sebanyak dua puluh mililiter, ukuran jantung, panjang, tiga belas sentimeter, lebar sepuluh sentimeter dan tinggi empat koma dua sentimeter. Berat jantung tiga ratus gram.

a. b. c. d. e.

Katup antara serambi dan bilik kanan ukuran lingkar katup dua belas sentimeter, ukuran katup pembuluh nadi paru lima sentimeter, tebal otot jantung kanan nol koma lima sentimeter. Katup antara serambi dan bilik kiri ukuran lingkar katup sebelas koma dua sentimeter, ukuran katup pembuluh nadi lima sentimeter, terdapat resapan darah pada pembuluh darah besar, tebal otot jantung kiri satu koma lima sentimeter.

4.Rongga Perut : a. Kulit perut bagian dalam : tidak ada kelainan b. Tirai usus menutupi sebagian besar usus c. Rongga perut : Tidak ada perlengketan d. Lambung : Terdapat pelebaran pembuluh darah lambung, ukuran panjang, dua puluh sentimeter, lebar sembilan koma delapan sentimeter. e. Usus : Usus besar dan usus kecil terjadi pembusukan f. Hati : Permukaan licin, perabaan kenyal keras, warna merah kecoklatan, tepi lancip, berat seribu dua ratus lima puluh gram, ukuran, panjang dua puluh lima koma lima sentimeter, lebar empat belas koma lima sentimeter, dan tinggi, tujuh sentimeter, pada pengirisan tidak ada kelainan. g. Limpa : Permukaan tidak ada kelainan, warna merah kebiruan, berat empat puluh gram, ukuran, panjang sepuluh sentimeter, lebar tuju koma delapan sentimeter dan tinggi dua sentimeter, pada pengirisan tidak ada kelainan.

h. Ginjal kanan : Kapsul ginjal mudah dilepas, permukaan licin, warna merah gelap, berat dua ratus gram, ukuran panjang sebelas sentimeter, lebar enam koma tiga sentimeter dan tinggi, dua koma delapan sentimeter. Pada pengirisan tidak ada kelainan. i. Ginjal Kiri : Kapsul ginjal mudah dilepas, permukaan licin, berat dua ratus gram, ukuran, panjang dua belas sentimeter, lebar enam sentimeter dan tinggi tiga koma lima sentimeter, permukaan licin, warna merah gelap, pada pengirisan tidak ada kelainan. 5. Rongga Panggul : a. Kandung kemih kosong, tidak ada kelainan. b. Prostat tidak ada kelainan. KESIMPULAN :

Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan atas jenazah tersebut, maka saya simpulkan bahwa telah diperiksa jenazah seorang, laki-laki, umur kurang lebih dua puluh lima tahun, warna kulit putih, kesan gizi cukup. Dari hasil pemeriksaan didapatkan bekas luka akibat kekerasan tajam di ketiak kiri dengan tepi luka rata, sudut luka tajam, tiada jembatan jaringan, tiada memar atau lecet di

sekitarnya dengan lebar tiga centimeter panjang lima sentimeter yang memperlihatkan pembuluh darah ketiak yang putus. Sebab kematian adalah luka akibat kekerasan tajam yang menyebabkan perdarahan banyak.

PENUTUP :

Demikianlah keterangan tertulis ini saya buat dengan sesungguhnya, dengan mengingat sumpah sewaktu menerima jabatan sebagai dokter.

Semarang, 5 Juni 2011 Dokter Mazni