Anda di halaman 1dari 3

Birch Paper Company CASE 6-2 BIRCH PAPER COMPANY Case : Birch Paper Company merupakan perusahaan kertas

medium yang partly integrated dan memproduksi kertas putih, kertas kraft dan paperboard. sebagian hasil paperboard dikonversi menjadi corrugated box, dicetak serta diberi warna di bagian luar oleh divisi Thompson. BPC memiliki 4 divisi produksi (termasuk Thompson) dan satu divisi timberland yang memasok kebutuhan pulp perusahaan. Selama bberapa tahun, tiap divisi telah dinilain secara terpisah atas dasar profit dan return on investment. Northern Division : display box khusus untuk kertasnya bersama dengan Thompson division yang membuat kertasnya. Staf Thompson menghabiskan beberapa bulan untuk menyempurnakan desain,metode produksi, dan material yg digunakan, dengan biaya pengembangan yang diganti oleh Northern division. Karena warna dan bentuknya tidak biasa, hasilnya jauh dari standar. Northern division meminta lelang dari Thompson division dan 2 perusahaan lain. Selama periode ini, profit margin Thompson division (sebagai converter) sudah diperas. Thompson membeli paperboardnya sendiri, dan kemudian fungsinya adalah untuk mencetak, memotong, dan membentuknya menjadi box. Walaupun Thompson membeli bahan dari divisi Birch lain, sebagian besar penjualan divisi Thompson adalah untuk konsumen luar.jika Thompson mendapat order dari northern, divisi ini akan membeli bahan bakunya dari southern division of birch. Sekitar 70persen out-of-pocketcost Thompson sebesar $400 untuk order tersebut merupakan cost linerboard dan corrugating medium. Walaupun southern telah berjalan below capacity dan memiliki excess inventory, divisi ini mengutip harga pasar, yang belum melemah sebagai hasil dari oversupply. Out-of-pocket-cost divisi ini untuk liner dan corrugating medium sekitar 60persen dari harga jual. Lelang yang diterima northern : $480 dari Thompson, $430 dari west paper company, $432 dari Eire papers. Eire papers menawarkan untuk membeli suplai outside linerboard dengan printing dari Birch,tapi menyediakan inside liner dan corrugating mediumnya sendiri. Outside liner akan disuplai oleh southern division pada harga $90, dan diprint seharga $30 oleh Thompson. Dari $30 itu, sebesar $25 adalah out-of-pocket cost. Manager northern : kami menjual di pasar kompetitif, dimana kami tidak bisa menjual dengan cost yang lebih besar lagi. Bagaimana kami bisa diharapkan untuk menunjukkan profit yang baik jika kami diharapkan untuk membeli suplai dengan cost lebih dari 10persen? Vice president : manager Thompson selama beberapa bulan tidak dapat menjalankan divisinya at capacity, karenanya aneh jika tiba-tiba manager Thompson berencana menambahkan keseluruhan 20 persen overhead dan profit charge ke out-of-pocket costnya.

Manager Thompson: kami sudah bekerja keras untuk melakukan pengembangan produk tersebut dengan tidak menerima profit, karenanya kami berhak untuk mendapat markup yang baik dari produk tersebut dengan menjualnya sebesar $480, tidak bisa kurang. Southern : cost untuk liner dan corrugating medium : 60% dari selling price. Thompson : 70% dari cost order sebesar $400 adalah untuk linerboard dan corrugating medium dari Southern. =$ 280. Berarti selling price Southern/transfer price dari Southern ke Thompson = $280 dan cost liner dan corrugating medium Southern = $168

W
280-168=112

430

480-280-120=80

S 48
90 54 = 36

T 48 30-25=5 E
432

No one is running at full capacity variable cost. E bid v.s. Thompson bid: shave off profits 432-36-5 = 391 is what the real E price is. Same goes for the Thompson bid: 480-112-80=288. W bid is still 430. Look at the opportunity loss of not choosing the Thompson bid: 1) E v.s. Thompson bid: 391 288 = 103 2) W v.s. Thompson bid: 430 288 = 142 Issues: We have excess capacity; why is not variable costs used? Strategy issued: added value-creating units v.s. cost saving units. Thompson created value for Northern, yet Northern seem to focus on costs. Thompson is forced to take a loss In this case, the different units are calculating in different ways. E and W are following the volume method (cost centers). Motivation of managers: devastating for motivation to base evaluation of managers on profits and return on investment when they must accept variable cost.

*Always taking the internal solution might lead to the market disappearing. Soal : 1. Lelang mana yang harus diterima Northern Division yang menjadi best interest bagi Birch Company? Jika ambil Thompson : Thompson division mendapatkan profit yang dapat membalik modalkan opportunity cost development yang telah dilakukannya (masalah biaya sudah dibayarkan oleh Northern). Jika Thompson mendapat profit, otomatis karena Southern division juga berkontribusi dalam pembuatan produk, Southern division juga mendapat bagian dari profit yang diterima Thompson. Jika ambil West Paper : Northern Division mendapatkan suplai yang paling murah sehingga dapat meningkatkan profitabilitas divisi tersebut. Jika ambil Eire papers, Northern mendapat harga yang cukup murah (hanya selisih $2 dari harga yang paling murah, tapi juga memberikan kesempatan bagi Thompson dan Southern untuk mendapatkan proyek, sehingga menambah pendapatan bagi ketiga divisi. Yang terbaik : Eire Papers, karena harganya murah tapi dapat memberikan proyek bagi dua divisi lain, walaupun mungkin bagi Thompson proyek tersebut tidak terlalu bonafid karena tidak dapat membayar kembali opportunity costnya atas development effort yang telah dilakukan 2. Haruskah Mr Kenton menerima ini? Mengapa?

Mr Kenton harus menerimanya, karena karena jika tidak menerima lelang ini, Northern division tidak akan mendapat job untuk membuat special display yang akan berpengaruh pada pendapatan divisi. Namun, Mr Kenton tetap dapat mengendalikan berapa jumlah kotak yang dipesan supaya menghasilkan profit maksimum bagi Northern division. 3. Haruskah wakil presiden Birch Company mengambil tindakan?

Tindakan yang harus diambil hanya sebatas mengendalikan Northern division agar mengambil bukan peserta lelang yang paling murah saja. Serta memastikan bahwa Thompson division sebagai pihak yang telah melakukan banyak hal tidak merasa dirugikan. 4. Apakah transfer price system mengalami disfungsional? Apakah masalah ini menuntut perubahan pada kebijakan transfer policy perusahaan secara keseluruhan? Jika iya, perubahan spesifik apa yang Anda usulkan? Transfer price tidak mengalami disfungsional.