Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM PRODUKSI TERNAK UNGGAS IDENTIFIKASI BANGSA DAN JENIS KELAMIN UNGGAS BERDASARKAN PENAMPILAN LUAR

Disusun Oleh:

Nama NPM

: M. Afris Camlinoti : E1C011016


Kususiyah, Ir. MP

Dosen Pembimbing : Hardi Prakoso, Ir. MP Co-Ass : Novita

JURUSAN PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU 2012

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Unggas adalah salah satu jenis makhluk hidup yang bisa di jadikan ternak. Perbedaan unggas dengan ternak yang lainnya ada pada bulu dan beberapa organ, seperti organ pencernaannya dan dalam cara berkembang biaknya. Unggas jika dilihat dalam keadaannya, dibagi menjadi tiga jenis unggas yaitu unggas air, unggas darat, dan unggas udara. Dari ketiga jenis unggas ini dipastikan memiliki perbedaan perbedaan. Perbedaan perbedaan dapat dilihat dari segi jenis kelamin. Jenis unggas tersebut, maupun organ organ dari jenis unggas tersebut. 1.2 Tujuan Praktikum produksi ternak unggas yang kali ini membahas materi Identifikasi Bangsa Dan Jenis Kelamin Unggas Berdasarkan Penampilan Luar ini bertujuan; 1. Mempelajari istilah atau nama bagian-bagian tubuh yang tampak dari luar berbagai ternak unggas. 2. Mempelajari ciri-ciri khas dari setiap bangsa ternak unggas yang tampak dari luar. 3. Menentukan jenis kelamin unggas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Unggas adalah sebagian dari bangsa burung yang telah mengalami proses domestikasi dan mempunyai manfaat bagi manusia terutama sebagai sumber pangan, yaitu telur dan dagingnya. Sebagai bahan pangan, kualitas protein dari telur maupun daging unggas tak diragukan lagi, hal tersebut dapat dilihat dari nilai NPU (Net protein Utilitation) dari telur dan daging masing-masing sebesar 96% dan 78%. Selain sebagai sumber pangan, unggas dapat bermanfaat sebagai hiasan, penghasil pupuk, tepung darah maupun tepung bulu. Beberapa contoh unggas penghasil pangan antara lain adalah ayam, itik, entog, dan burung puyuh, sedangkan contoh yang termasuk unggas hias ialah ayam kate dan ayam pelung A. Ayam Dalam sistematika binatang (sistematika zoology) ternak ayam dapat disusun sbb. Kingdom Class Family : Animal (Binatang), Phylum : Aves (Burung)., Order : Chordata (Binatang bertulang belakang), : Galliformes (Burung dengan bulu pengait), : Gallus

: Phasianidae (Burung berparuh dan berjalan ditanah), Genus

(Ayam Hutan)., dan Species

: Gallus domesticus (Ayam hutan yang dijinakkan).

Kalau ditilik dari asal usul ayam-ayam yang ada sekarang diduga berasal dari ayamayam liar (Wild-fowl) atau ayam hutan dari Gallus species. Adapun gallus species yang memungkinkan adanya ternak ayam sekarang ini ada 4, yaitu : Gallus gallus, Gallus lafayetti, Gallus sonneratti, dan Gallus varius. Klasifikasi pada ayam dikenal adanya 2 cara dalam klasifikasi yaitu : Klasifikasi Standart (Klasifikasi yang didasarkan pada tempat / kedudukan ayam. Istilah yang lazim dipakai adalah pembagian berdasarkan Kelas, Bangsa, Varietas dan Strain.) Klasifikasi Ekonomi (Klasifikasi yang didasarkan penggunaan atau tujuan pemeliharaan ayam dan menurut sifat produksi utamanya.) Istilah yang lazim dipakai adalah Tipe Ayam. Pada saat ini tipe ayam dapat digolongkan menjadi 4 macam yaitu : Tipe Petelur (Egg type) Tipe Pedaging (Meat type), Tipe Dwiguna / Dual Purpose, dan Tipe Kesenangan (Fancy type. Untuk perbedaan dari tipe tipe ternak itu tergantung dari jenis kelamin dan usia mereka masing- masing. B. Itik Itik (Anas plathyryncos) yang juga dikenal dengan nama Duck atau Bebek adalah tergolong Unggas Air dengan sistimatika Zoology sebagai berikut : Kingdom Animal, Phylum Family : Chordata, Class : Aves, Order : Anatidae, Genus : Anas , dan Species : Anas plathyryncos : : Anseriforme,

Unggas air yang sefamily dengan itik adalah Genus Cairina dengan species Cairina muschata (Entog). Penjelasan tentang asal usul itik terpisah dengan entog karena keduanya tidak sama. Ternak itik yang banyak dikenal sekarang (itik domestik) merupakan itik-itik hasil budidaya (jinak) atau Anas domesticus. Itik ini merupakan keturunan dari Itik-itik liar species Anas plathyryncos yang dikenal dengan nama Wild Mallard. Itik-itik liar tersebut di Indonesia sering disebut dengan nama Belibis atau Wliwis. Tanda-Tanda Itik. Kepala, Kepala tampak kecil dibandingkan dengan besar badan. Di Kepala terdapat Paruh (Beak) besar lurus dan pipih, mendatar, ujungnya terdapat bagian keras (tip). Pada rongga paruh (beak cavity) terdapat lembaran-lembaran bertanduk (herny lamella) yang berguna menyaring makanan. Bulu, Bulu bermacammacam, menempel erat, keadaanya selalu berminyak yang berasal dari kelenjar minyak (pree gland) yang terletak pada pangkal ekor. Kaki, Kaki secara keseluruhan pendek. Pergelangan kaki (shank) tidak berbulu, sisik tidak jelas, berjari 4 yang dilengkapi dengan selaput (foot web) berfungsi membantu pergerakan di air. Lapisan Lemak , Lapisan lemak sub cutan di bawah kulit untuk isolator dari kedinginan. Daging, Daging itik tergolong daging gelap (dark meat) dengan persentase karkas yang lebih rendah dibandingkan dengan persentase karkas ayam. Tulang Dada, Bentuk tulang dada lurus seperti sampan. Suara, Suara tidak keras dan satu irama, kecuali pada yang itik jantan kadang-kadang bersuara keras dan kaku. Type dan Bangsa Ternak itik. Pada ternak itik dikenal 3 tipe yang pengelompokkannya berdasarkan tujuan utama pemeliharaan yaitu : Tipe Petelur (Egg type) Ternak itik yang termasuk tipe petelur, pada umumnya sangat produktif dalam menghasilkan telur. Tubuhnya kecil dibanding dengan tipe pedaging, secara keseluruhan bentuk tubuhnya seperti botol, dimana bagian kepala kecil dan bagian tulang ekor besar. Tipe Pedaging (Meat type) Bangsa ini sangat efisien menghasilkan daging, pertumbuhannya cepat dan struktur daging baik. Tipe Ornamental (ornament type). Itik tipe ini dipelihara bukan karena produksi telur atau produksi daging yang tinggi, akan tetapi karena adanya daya tarik tersendiri yang menyebabkan orang senang atau menyukai sebagai hiasan C. Angsa Dalam systematic Zoology angsa dapat disusun sebagai berikut Kingdom : Animal, Phylum: Chordata, Class: Aves, Order: Anseriformes, Family: Anatidae, Genus : Anser, dan Species : Anser anser.

Dari beberapa catatan diketahui bahwa angsa adalah species unggas yang pertama dijinakkan dan berasal dari species angsa liar yang disebut Graylag (Anser anser) dan angsa liar China (Anser cygnoides). Kedua jenis species angsa tersebut sampai sekarang lebih banyak dijumpai dan sangat luas penyebarannya. Bangsa angsa di Asia dan Afrika umumnya merupakan keturunan Anser cygnoides sedang bangsa angsa di Eropa diturunkan oleh Anser anser. Secara alamiah angsa-angsa mengerami telur-telurnya walaupun sudah didomestikasi maka sifat mengeram (Mother ability) masih ada kecuali bangsa Touluuse. Angsa merupakan unggas yang paling cerdas dengan daya ingat yang kuat. Dalam keadaan liar monogamous dan setelah didomestikasi berangsur-angsur Polygamous. Pemeliharaan angsa pada umumnya bertujuan untuk produksi daging dan juga sebagai Weeder (pembersih rumput-rumputan yang tidak berguna) diperkebunan buah atau kapas. Bangsa-bangsa Angsa. Berbeda dengan ayam atau itik, maka penggolongan angsa didasarkan pada ukuran badan dan tujuan pemeliharaan karena pada umumnya tujuan pemeliharaan adalah produksi daging. Di luar negeri terdapat beberapa bangsa, sedangkan di Indonesia hanya terdapat satu bangsa yaitu Bangsa Chinese. Adapun Tipe dan Bangsa angsa adalah : Tipe Berat Bangsa African, Embden, Toulouse. Tipe Sedang Bangsa American Buff, Brecon Buff, Pilgria, Pemeranian. Tipe Kecil Bangsa Chinese, Roman. Tipe Ornament Bangsa Canada, Egyptian dan Sebastopol. D. Kalkun Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter. Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata. Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya. Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun hasil domestikasi mempunyai pial (bagian bergelambir di bawah paruh) sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo. Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki

pial. Kalkun liar merupakan hewan buruan di Amerika Utara, tapi tidak seperti kalkun negeri, kalkun liar gesit dan pandai terbang. E. Puyuh Beberapa ratus tahun yang lalu di Jepang telah diadakan penjinakan terhadap burung puyuh, mula-mula ditujukan untuk hewan kesenangan dan untuk burung bernyanyi. Selain di Jepang, penjinakan burung puyuh liar itu dilakukan juga di Korea, Cina dan Taiwan. Beberapa hasil penjinakan itu dibawa ke Jepang. Pengembangbiakan dan seleksi yang dilakukan secara seksama sehingga menjadi suatu strain tersendiri yang sekarang dikenal dengan nama Coturnix coturnix japanica. Bibit ini sudah tersebar dibeberapa negara antara lain: di Amerika, Eropa, beberapa negara Asia, juga di Indonesia. Burung puyuh ini menjadi makin populer dan digemari karena telur dan dagingnya sebagai bahan makanan yang bergizi dan lezat, juga baik sebagai hewan percobaan untuk berbagai penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ciri karakteristik dari burung puyuh Coturnix coturnix japanica dapat dijelaskan sebagai berikut: Bentuk badannya lebih besar dari burung puyuh lainnya, panjang badannya sekitar 19 cm, badannya bulat, ekornya pendek, paruhnya lebih pendek dan kuat, jari kakinya empat buah, tiga jari kakinya kemuka dan satu jari kakinya ke arah belakang, warna kaki kekuning-kuningan. Pertumbuhan bulunya menjadi lengkap setelah berumur dua sampai tiga minggu. Kedua jenis kelaminnya dapat dibedakan berdasarkan warna bulunya, suaranya dan beratnya. Burung puyuh jantan dewasa: bulu pada kepala dan di atas mata pada bagian alis mata ke belakang ada bulu berwarna putih berbentuk garis melengkung yang tebal; bulu punggung berwarna campuran coklat gelap, abu-abu, dengan garis-garis putih; sayapnya berwarna campuran coklat gelap, abu-abu, dengan garis-garis putih; sayapnya berwarna campuran pula dengan bercak-bercak atau belang kehitam-hitaman, sayapnya kira-kira 89 mm panjangnya; bulun daerah kerongkongan bervariasi dari coklat muda (cinnamon) sampai coklat kehitam-hitaman; bulu dadanya berwarna merah sawo matang tanpa adanya warna belang atau bercak kehitam-hitaman. Burung puyuh betina dewasa: warna bulunya sama dengan bulu yang jantan, kecuali bulu dadanya berwarna merah sawo matang dengan garis-garis atau belang kehitam-hitaman. Suara yang jantan dewasa keras, sering sepanjang malam bersuara terus menerus, sedangkan yang betina tidak bersuara keras. Burung puyuh mencapai dewasa kelamin pada umur sekitar 42 hari atau enam minggu. Berat badan burung puyuh betina dewasa adalah kira-kira 143 gram per ekor, sedangkan yang jantan kira-kira 117 gram per ekor. Burung puyuh betina dapat berproduksi sampai 200 300 butir setahun. Telur sekitar 10 gram beratnya per butir atau 7 8 persen dari berat badannya. Kerabang telur berwarna

tersifat oleh adanya variasi dari coklat tua, biru, putih dengan berisi bercak-bercak hitam, biru atau coklat tersebar pada permukaan kerabangnya. Pigmen kerabang telur berupa ooporphyrin dan biliverdin. Lamanya periode pengeraman telurnya antara 16 17 hari. Burung puyuh liar yang khusus ada di Indonesia, biasanya disebut "gemak", termasuk dalam genus TURNIX yang jauh berbeda dengan coturnix, perbedaan yang jelas adalah pada jari-jari kakinya. Coturnix mempunyai 4 jari, tiga menghadap ke muka dan satu ke belakang, sedangkan Turnix hanya mempunyai 3 jari yang menghadap ke muka.

BAB III METODEOLOGI


3.1 Alat dan Bahan A. Alat Alat yang digunakan pada Praktikum produksi ternak unggas yang kali ini membahas materi Identifikasi Bangsa Dan Jenis Kelamin Unggas Berdasarkan Penampilan Luar yaitu; - Kertas - Alat Tulis - Kamera B. Bahan Bahan yang digunakan pada Praktikum produksi ternak unggas yang kali ini membahas materi Identifikasi Bangsa Dan Jenis Kelamin Unggas Berdasarkan Penampilan Luar yaitu; - Ternak Ayam Broiler - Ternak Ayam Buras - Ternak Ayam Petelur - Ternak Ayam Kalkun - Ternak Ayam Arab - Ternak Angsa - Ternak Itik - Ternak Puyuh 3.3 Cara Kerja Cara kerja yang digunakan pada Praktikum produksi ternak unggas yang kali ini membahas materi Identifikasi Bangsa Dan Jenis Kelamin Unggas Berdasarkan Penampilan Luar yaitu; 1. Mengamati semua unggas yang tersedia, mengamati seluruh bagian tubuh yang tampak dari luar. 2. Memperhatikan dan mengamati pola warna bulu, pertumbuhan pial dan jengger, postur tubuh, ukuran tubuh, suara, dan lain-lain. 3. Menetukan jenis kelamin semua unggas yang ada berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. 4. Menggambar dan menyebutkan bagian-bagian unggas yang tampak dari luar.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan Hasil Pengamatan pada Praktikum produksi ternak unggas yang kali ini membahas materi Identifikasi Bangsa Dan Jenis Kelamin Unggas Berdasarkan Penampilan Luar yaitu;

No 1

Ternak Unggas (Jantan) Angsa

Ternak Unggas (Betina) & Ciri ciri

Lehernya Panjang, Ukuran jendolan di paruh besar, Suara lebih keras, dan paruh agak gelap.

Lehernya pendek, Ukuran jendolan di paruh kecul, Suara lebih lembut, dan paruh agak gelap.

Ayam Arab

Ukuran jengger besar, Bulu lebat, Ukuran tubuh tinggi, warna lebih dominan cerah, dan Suara lebih nyaring.

Ukuran jengger lebih kecil dari jantan, Bulu lebat, warna lebih dominan gelap, dan Ukuran tubuh lebih pendek dari jantan.

Ayam Broiler

Memliki jengger lebih besar, ekor lebih mekar, tubuh lebih kecil

Bulu lebih banyak, tubuh lebih besar.

Ayam Kampung

Ekor lebih panjang, warna bulu lebih mengkilat, jengger lebih besar.

Ekor lebih pendek, jengger lebih kecil.

Ayam Petelur

Warna lebih coklat, lebih tinggi, lebih ramping.

Tulang pelvis besar

Kalkun

Ada bulu babi, tubuh besar, warna bulu variatif, pial lebih lebar.

Tidak ada bulu babi, tubuh kecil, warna bulu kurang variatif, pial kecil.

Itik

Suara keras, suara kaku, leher lebih panjang, ada cincin putih dilehernya, badan lebih tinggi, warna lebih gelap.

Suara lembut, suara tidak kaku, lebih besar tubuhnya, tulang pelvis besar, badan pendek daripada jantan, warna lebih terang.

Puyuh

Ukuran tubuh kecil, memiliki kantung sperma, warna bulu dada merah coklat tanpa bercak, suara nyaring

Ukuran tubuh besar, warna bulu dada merah coklat dan ada bercak

4.2 Pembahasan Jenis jenis unggas memang sangat banyak macamnya seperti jenis macam unggas yang kami amati di kandang yaitu angsa, itik, ayam kampung, ayam buras, ayam arab, ayam broiler, kalkun, dan puyuh. Memang banyak jenis unggas yang belum ada di kandang seperti bebek, entoq, dan lain lain. Unggas unggas ini biar lebih simpel maka dimasukan kepada tipe tipe unggas yaitu tipe unggas darat, unggas air, dan unggas udara. Pada ayam yang kami amati itu ada 4 jenis ayam yaitu ayam kampung, ayam petelur, ayam broiler, dan ayam arab. Jenis jenis ayam ini memiliki tujuan yang berbeda seperti ayam petelur yang di khusukan untuk bertelur. Perbedaan ayam yang berjenis kelamin jantan dan berjenis kelamin betina pada ayam kampung, ayam petelur, ayam broiler, dan ayam arab umumnya sama, seperti terletak pada ukuran tubuh. Pada betina biasa ukuran tubuh lebih besar namun pendek, lain hal dengan betina yang besar namun tinggi. ada ekor, jantan ekornya biasanya lebih panjang namun pada betina pendek. Pada suara, suara jantan lebih besar atau nyaring ketimbang suara betina yang lembut. Pada jengger pun sama, ayam jantan lebih tebal daripada ayam betina. Lalu yang terakhir pada kecorakan warna bulu dari jantan dan betina, jantan lebih sangat corak daripada kecorakan dari bulu. Perbedaan antara ayam broiler, ayam kampung, ayam petelur, dan ayam arab terletak dari fungsi ayam itu sendiri. Seperti ayam broiler yang berfungsi sebgaia ayam pedaging maka ukuran tubuh akan lebih besar dari ayam petelur. Pada Angsa yang kami amati, seperti biasa kami mengamati 2 jenis kelamin, yaitu kelamin jantan dan kelamin betina. Dari pengamatan yang kami lakukan terdapat beberapa perbedaan, pada jantan Lehernya Panjang, Ukuran jendolan di paruh besar, Suara lebih keras, dan paruh agak gelap. Sedangkan pada betina Lehernya pendek, Ukuran jendolan di paruh kecil, Suara lebih lembut, dan paruh agak gelap. Perbedaan pada angsa ini memeang dapat sangat terlihat nyata, karena jika kedua jenis kelamin disandingkan maka angsa jantan terlihat jelas lehernya lebih panjang dari betina. Pada Kalkun yang kami amati, seperti biasa kami mengamati 2 jenis kelamin juga , yaitu kelamin jantan dan kelamin betina. Dari pengamatan yang kami lakukan terdapat beberapa perbedaan, pada jantan Ada bulu babi, tubuh besar, warna bulu variatif, pial lebih lebar. Sedangkan pada betina Tidak ada bulu babi, tubuh kecil, warna bulu kurang variatif, pial kecil. Perbedaan antara dua jenis kelamin ternak kalkun pun sangat ketara mebedakannya, yang sangat dapat dijadikan patoka ketika kita melihat dengan mata telanjang yaitu ukuran tubuh, dan gelambir yang ada dibawah leher.

Pada Itik yang kami amati, seperti biasa kami mengamati 2 jenis kelamin juga , yaitu kelamin jantan dan kelamin betina. Dari pengamatan yang kami lakukan terdapat beberapa perbedaan, pada jantan Suara keras, suara kaku, leher lebih panjang, ada cincin putih dilehernya, badan lebih tinggi, warna lebih gelap. Sedangkan pada betina Suara lembut, suara tidak kaku, lebih besar tubuhnya, tulang pelvis besar, badan pendek daripada jantan, warna lebih terang. Perbedaan antara dua jenis kelamin itik, agak sulit dibedakan namun jika dilihat dari lebih teliti lagi, coba dilihat dari segi warnanya dan tinggi tubuh. Pada Puyuh yang kami amati, seperti biasa kami mengamati 2 jenis kelamin juga yaitu kelamin jantan dan kelamin betina. Dari pengamatan yang kami lakukan terdapat beberapa perbedaan, pada jantan Ukuran tubuh kecil, memiliki kantung sperma, warna bulu dada merah coklat tanpa bercak, suara nyaring. Sedangkan pada betina Ukuran tubuh besar, warna bulu dada merah coklat dan ada bercak. Perbedaan antara ini sangat ketara, coba lihat di sekitar ekor yaitu pada kantung sperma. Jika dilihat dari atas perbedaan perbedaan itu di sebabkan dari genetik seekor ternak tersebut dan juga ada pengaruh hormon. Karena pada sebuah penelitian, seekor ayam betina di beri hormon testosteron ternyata tubuh mereka tak dapat sebesar jantan. Namun dari pial, jengger mereka dapat menyamai. Berarti ini memang membuktikan bahwa hormon dan genetik dapat membuat beberapa perubahan dari bentuk fisik dan luar seekor ternak.

BAB VI KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan Kesimpulan pada Praktikum produksi ternak unggas yang kali ini membahas materi Identifikasi Bangsa Dan Jenis Kelamin Unggas Berdasarkan Penampilan Luar yaitu; - Pada ukuran tubuh, semua unggas jantan lebih besar daripada unggas betina, namun berbeda pada puyuh. Puyuh betina lebih besar ukurannya dari pada puyuh jantan. - Unggas dibedakan menjadi 3 tipe unggas, yaitu unggas darat, unggas air, dan unggas udara. - Perbedaan perbedaan pada jenis kelamin hampir semuanya dapat dilihat, seperti warna bulu, ukuran tubuh, ciri khas masing masing ternak, dan suaranya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Laporan Praktikum PTU. Be-ef.blogspot.com. diakses pada hari selasa, 9 Oktober 2012. Anonim. 2012. Jenis-jenis unggas. http://central-ternak.blogspot.com. diakses pada 17 Oktober 2012. Kususiyah dan Prakoso, H. 2012. Penuntun Praktikum Produksi Ternak Unggas. Jur. Peternakan, Fak. Pertanian, UNIB. Bengkulu.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


PERTANYAAN 1. Sebutkan ciri-ciri umum perbedaan puyuh jantan dan betina berdasarkan pola warna bulunya! 2. Sebutkan ciri-ciri umum perbedaan itik jantan dan betina! 3. Sebutkan ciri-ciri khusus unggas darat dan air! JAWABAN 1. Pada jantan bulu penutup bagian dada berwarna sawo matang, tanpa ada garis maupun bercak bercak bercak hitam. Sedangkan pada betina bulu penutup bagian dada berwarna sawo matang, dan ada garis maupun bercak bercak bercak hitam. 2. Jantan : warna lebih gelap, badan lebih tinggi. Betina : warna lebih terang, badan lebih pendek. 3. Unggas air : Bertumuh pendek, bulu berwarna variatif, berparuh lebar, kelenjar minyak. Unggas darat : memiliki jengger, cuping, dan ceker tiga jari satu jalu.