P. 1
sop

sop

|Views: 55|Likes:
Dipublikasikan oleh Ilham rianda
sop
sop

More info:

Published by: Ilham rianda on Jan 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

REFERAT SOLUSIO PLASENTA

Pembimbing Dr. H. Gunawan Budi S, SpOG (K)

By,Nopan Rahmat Dermawan

Biasanya di hitung sejak kehamilan 28 minggu1 (William Obstetri) .Pengertian Solulusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari tempat implantasinya yang normal pada lapisan desidua endometrium sebelum waktunya yakni sebelum bayi lahir. (Sarwono. 2009) Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya yang normal sebelum janin lahir.

KLASIFIKASI Menurut derajat lepasnya plasenta  Solusio plasenta parsialis  Solusio plasenta totalis (komplit)  Solusio plasenta marginal : .

KLASIFIKASI Menurut jenis Perdarahan  (concealed) atau (hematoma retroplasenta)  (revealed) .

Klasifikasi Menurut tingkat gejala klinik : Cunningham dan Gasong Solutio Placenta Lepasnya Plasenta Perdarahan Kadar Fibrinogen Kompliksai Ibu Ringan 1/6 100cc – 200cc >150mg% Tidak Ada Sedang 2/3 > 200 cc 120mg%-150mg% Persalinan Prematur Idiopatik Hipotensi Fungsi ginjal Kontraksi Takikardi Gawat Janin Berat > 2/3 > 1000 cc <120mg% Syok Koagulopati Gagal Gijal ( Adanya Oliguria Komplikasi Janin Tidak Ada Kematian Janin .

3-1.4-4.Etiologi Faktor Resiko Meningkatnya usia dan paritas Hubungan dengan Resiko 1.1-4.0 2.0 1.4-1.8-3.1 2.9 NA 10-25 8 dari 18 Trauma Abdomen Jarang 3-7 Trobofilia .0 1.9 2.5 Preeklamsia Hipertensi Kronik Ketuban Pecah Dini Kehamilan Ganda Hidroamnion Wanita perokok Pengguna Cocain Riwayat Solusio Plasenta Mioma dibelakang plasenta 2.

Chorioamnionitis/KPD PATOFISIOLOGI Perdarahan ( Hematom) TRAUMA Pelepasan lipopolisakarida dan endotoksin Terlepasnya arteri spiralis Terlepasnya Desidua Basalis Sitokin dan superoksida Kematian cell (apaptosis) Nitric Oxide Iskhemik dan Hipoksia Obstruksi Vaskuler Trombosis Rokok dan Kokain Vasokontriksi Trombofillia .

FAKTOR USIA .

Tanda Dan Gejala Solusio Placenta Kematian janin Uterus hipertonik Kontraksi berfrekuensi tinggi Persalinan prematur idiopatik Gawat janin Nyeri tekan uterus atau nyeri pinggang Perdarahan pervaginam .

namun pada palpasi terasa nyeri lokal pada temapat terjadi hematom dan perut sedikit tegang •Bagian bagian janin masih dapat dikenali. •Hipofibrinogenemia (< 150mg%) •Oigouria •Gangguan fungsi ginjal •Trombositopenia. •palspasi bagian-bagian janin tidak mudah dilakukan. oligouria mulai ada. •Perdarahan yang tampak keluar lebih banyak. •Fundus uteri lebih tinggi (concealed hemorraghe) •Pada auskultasi denyut jantung janin tidak terdengar •Syok. •Kadar fibrinogen berkurang (150-250mg/%) •Tegang perut jelas sehingga palpasi bagian-bagian anak sukar •Perdarahan pervaginam jelas. Ringan Sedang •Seperti rasa nyeri pada perut yang terus menerus •Denyut jantung janin menunjukkan gawat janin.MANIFESTASI KLINIK •Rasa nyeri pada perut masih ringan •Darah yang keluar masih sedikit sehingga belum keluar melalui vagina •Tanda-tanda vital dan keadaan umum ibu dan janin masih baik •Pada inspeksi dan auskultasi tidak dijumpai kelainan. kulit dingin dan keringatan. hipotensi. dan berwarna kehitaman Berat •defance musculaire (perut mulai tegang) •perdarahan yang berwarna hitam. . •Takikardia.

Komplikasi IBU JANIN SYOK PERDARAHAN Fetal distress GAGAL GINJAL Gangguan pertumbuhan/perkembangan Hipoksia dan anemia KELAINAN PEMBEKUAN DARAH UTERUS CAUVELAIRE Kematian .

Diagnosis  Anamnesa ◦ Perdarahan ◦ Nyeri  Pemeriksaan Fisik ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ Inspeksi Palpasi Auskultasi Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan KU  Penunjang ◦ Lab ◦ USG .

Clot Observation Test (COT) .

USG .

Bila ada perburukan :Kehamilan harus segera diakhiri •Bila janin hidup. bila usia kehamilan kurang dari 36 minggu bila ada perbaikan •Tirah baring •Observasi ketat •Tunggu persalinan spontan.PENANGANAN SOLUSIO PLASENTA RINGAN Ekspektatif. lakukan seksio sesaria. •Bila janin mati lakukan amniotomi disusul infus oksitosin untuk mempercepat persalinan .

PENANGANAN  Solusio plasenta sedang dan berat  Apabila tanda dan gejala klinis solusio plasenta jelas ditemukan. penanganan di rumah sakit meliputi  Transfusi darah  Amniotomi  Infus oksitosin  Seksio caesaria jika perlu .

 Banyaknya perdarahan  Ada atau tidak hipertensi menahun atau preeklamsia  Tersembunyi tidaknya perdarahan. dan selisih waktu terjadinya solusio plasenta sampai selesainya persalinan . Prognosis  Ibu :  Tergantung luasnya plasenta yang terlepas dari dinding uterus.

 Prognosis  Janin :  Hampir 100% janin pada kasus solusio plasenta berat mengalami kematian .

 Terima Kasih .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->