Anda di halaman 1dari 23

APENDISITIS

Latar Belakang
O Apendisitis adalah peradangan yang terjadi

pada Appendix vermicularis, dan merupakan penyebab akut abdomen yang paling sering pada anak-anak maupun dewasa. O Penyebabnya karena obstruksi lumen baik karena hiperplasia limfoid atau karena fekalith. O Lebih dari 5% dari populasi akan terjadi apendisitis akut. Apendisitis umumnya terjadi pada remaja dan dewasa muda berusia 20an, tetapi dapat terjadi pada semua usia.

O fungsi apendiks adalah sebagai organ

imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobun.


O Selain itu, apendiks menghasilkan lendir 1

2 ml per hari. Lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lumen dan selanjutnya dialirkan ke sekum. Adanya hambatan dalam pengaliran tersebut merupakan salah satu penyebab timbulnya appendisitis.

O Persarafan parasimpatis berasal dari

cabang n.vagus, sedangkan persarafan simpatis berasal dari Torakalis X


O Pendarahan apendiks berasal dari

a.apendikularis.

Faktor yang mempermudah terjadinya apendisitis


Faktor Obstruksi Sekitar 60% obstruksi disebabkan oleh hiperplasia jaringan lymphoid sub mukosa, 35% karena stasis fekal, 4% karena benda asing dan sebab lainnya 1% diantaranya sumbatan oleh parasit dan cacing.
1.

2. Faktor Infeksi Bakteri Dari kultur bakteri yang paling sering adalah kombinasi antara Bacteriodes fragililis dan E.coli, lacto-bacilus, Pseudomonas, Bacteriodes splanicus. Sedangkan kuman penyebab perforasi adalah kuman anaerob sebesar 96% dan aerob<10%.

3. Kecenderungan Familier Malformasi yang herediter dari organ apendiks yang terlalu panjang vaskularisasi yang tidak baik dan letaknya 4. Faktor Ras dan Diet Diet rendah serat dapat memudahkan terjadinya fekolith dan mengakibatkan obstruksi lumen

Klasifikasi Apendisitis
Klasifikasi Apendisitis ada 2, yaitu : 1. Apendisitis Akut, dibagi atas : Apendisitis akut fokalis atau segmentalis, yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Appendisitis purulenta difusi, yaitu sudah bertumpuk nanah. Appendisitis akut dalam 48 jam dapat menjadi sembuh, kronis, perforasi atau infiltrat 2. Apendisitis Kronis, dibagi atas : Apendisitis kronis fokalis atau parsial, yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Apendisitis kronis obliteritiva, yaitu appendiks miring dimana biasanya ditemukan pada usia tua.

Patofisiologi
Sumbatan lumen appendix Tekanan intraluminal meningkat Sumbatan lepas ke caecum sumbatan menetap

Appendix normal

gangguan vaskular

nekrotik dinding Invasi bakteri aerob E. coli klebsiella pseudomonas anaerob bakteriodes fragilis C. perfringes

Supurasi inflamasi
Perforasi

Perforasi

ujung appendix
walling of omentum

lokasi faecalith
faecalith masuk rongga peritoneum peritonitis diffusa

peritonitis lokal

Gejala Klinis
O Nyeri abdomen
O Demam O muntah O obstipasi

Pemeriksaan Fisik
O Inspeksi

Penderita berjalan membungkuk sambil memegang perut yang sakit, kembung(+) bila terjadi perforasi, penonjolan perut kanan bawah terlihat pada appendikuler abses. Pemeriksaan pada anak, perhatikan posisi anak yang terbaring pada meja periksa. Anak menunjukkan ekspresi muka yang tdak gembira. Anak tidur miring ke sisi yang sakit sambil melakukan fleksi pada sendi paha, karena setiap ektensi meningkatkan nyeri.

O Palpasi

Mc. Burney sign (+):nyeri tekan kuadran bawah Nyeri lepas (+):rebound tenderness Defens muskuler(+): nyeri tekan seluruh lapanagn abdomen Rovsing sign: nyeri kanan bawah pada tekanan kiri Blumbergs Sign: nyeri kanan bawah bila tekanan di sebelah kiri dilepaskan Psoas sign: rangsangan muskulus psoas oleh peradangan yang terjadi pada appendix Obturator sign: nyeri yang terjadi bila panggul dan lutut difleksikan kemudian dirotasikan kearah dalam dan luar secara pasif, hal tersebut menunjukkan peradangan appendix terletak pada daerah hipogastrium.

Mc Burney Sign

Rovsing Sign

Perkusi,nyeri ketuk (+) Auskultasi Peristaltik normal, peristaltic (-) pada ileus paralitik karena peritonitis generalisata akibat appendicitis perforate. Rectal toucher, nyeri tekan pada jam 9-12

PEMERIKSAAN PENUNJANG
O leukositosis O USG: pembesaran diameter terluar lebih dari 6

mm, tidak tertekan, berkurangnya peristaltik ataupun akumulasi cairan disekitar periappendikal.

O Laparoskopi: diagnostik dan terapi

Indeks Alvarado

O Skor >8 : Berkemungkinan besar menderita

apendisitis. Pasien ini dapat langsung diambil tindakan pembedahan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian perlu dilakukan konfirmasi dengan pemeriksaan patologi anatomi. O Skor 2-8 : Tingkat kemungkinan sedang untuk terjadinya apendisitis. Pasien ini sbaiknya dikerjakan pemeriksaan penunjang seperti foto polos abdomen ataupun CT scan. O Skor <2 : Kecil kemungkinan pasien ini menderita apendisitis. Pasien ini tidak perlu untuk di evaluasi lebih lanjut dan pasien dapat dipulangkan dengan catatan tetap dilakukan follow up pada pasien ini.

Penatalaksanaan
O Pemberian cairan
O Berikan analgesik dan anti-emetik

parenteral untuk kenyamanan pasien. O Berikan antibiotik intravena spektrum luas untuk gram positif, gram negatif dan anaerob O Apendektomi

Komplikasi & Prognosis


O Komplikasi yang sering ditemukan adalah

infeksi, perforasi, abses intra abdominal/pelvi, sepsis,syok,dehidrasi. O Bila ditangani dengan baik, prognosis appendix adalah baik. Secara umum angka kematian pasien appendix akut adalah 0,2-0,8% yang lebih berhubungan dengan komplikasi penyakitnya daripada akibat tindakan intervensi.

TERIMA KASIH