Anda di halaman 1dari 19

Impotensi atau Disfungsi Ereksi adalah disfungsi seksual yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengembangkan atau mempertahankan

ereksi pada penis selama kinerja seksual. Disfungsi Seksual adalah keadaan dimana terjadi Ketidakmampuan untuk membangkitkan libido (dorongan seksual), Berinisiatif dan mempertahankan hubungan seksual.

ereksi penis adalah efek hidrolik darah yang masuk dan dipertahankan dalam tubuh spons-seperti di dalam penis. Proses ini sering dimulai sebagai akibat dari gairah seksual, ketika sinyal tersebut dikirimkan dari otak ke saraf di penis. Disfungsi ereksi ditunjukkan ketika ereksi sulit terjadi.

Ereksi terjadi ketika darah mengisi dua ruang yang dikenal sebagai corpora cavernosa. Hal inilah yang menyebabkan penis bisa menjadi besar dan kaku. Proses ini dipicu oleh impuls dari otak dan saraf genital. Apa pun yang menghalangi impuls atau membatasi aliran darah ke penis dapat menyebabkan impotensi.

1. Penyebab fisik Gangguan hormonal dan rendahnya tingkat testosteron Efek samping dari obat yang mengganggu mekanisme ereksi dan menyebabkan disfungsi Gangguan suplai darah yaitu pembuluh darah di penis gagal menyalurkan dan memberikan asupan darah yang cukup ke penis sehingga penis masih belum menegang untuk penetrasi.

2. Kerusakan penis Segala bentuk kerusakan struktur pada penis bisa menyebabkan Impotensi, salah satu penyebab utamanya adalah herpes genital yang diikuti oleh sebab lain seperti tumor dan kista di penis, serta pencabutan kulup. Selain itu penis yang melengkung tidak normal atau penyakit peyronie juga bisa menyebabkan impotensi.

3. Penyakit peripheral vascular Penyakit peripheral vascular secara bertahap menyebabkan impotensi. Pada penyakit ini pembuluh darah perifer, dinding arteri dan vena yang mengarah ke daerah genital terganggu sehingga aliran darah ke penis tersumbat. Gangguan jantung, gagal ginjal, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes bisa membuat dinding kontraktil di pembuluh darah mengeras atau sempit.

4. Masalah psikologis Penyebab psikologis ini berkisar pada trauma depresi, stres dan kecemasan. Jika akibat depresi maka perlu ditangani dengan hati-hati, karena frustasi dengan kondisi ini bisa menyebabkan depresi lebih lanjut sehingga membentuk lingkaran setan. Kadang gugup atau takut pasangan merasa tidak terpuaskan bisa menyebabkan impotensi.

Hal lain yang menjadi penyebab impotensi adalah; Merokok Alkohol Narkoba Ims/ Std (infeksi menular seksual/sex transmitted disease) Kelelahan

Ciri-ciri impotensi tidak dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Ciri-ciri impotensi adalah bila seorang lelaki kehilangan potensinya sehingga tidak bisa ereksi. ada unsur nonteknis yang ikut menentukan bahwa seorang lelaki terkena impotensi atau tidak. Persoalan tersebut adalah masalah psikis, depresi, rendah diri, maupun cemas yang berlebihan. Orang yang depresi, rendah diri, dan cemas maka kerja jantung akan berubah dan tidak bisa konstan/tenang.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari adanya perubahan ciri seksual pria, misalnya payudara, testis dan ukuran penis, serta perubahan pada rambut, suara maupun kulit. Untuk membedakan penyebab fisik atau psikis, dapat dilihat dari ereksi tidur yang biasanya dijumpai pula saat bangun pagi/morning erection. jika saat penderita masih mengalami morning erction, berarti impotensinya disebabkan oleh masalah psikis dan sebaliknya, jika penderita tidak mengalami morning erection maka penyebab impotensinya adalah masalah fisik.

Untuk mengetahui adanya kelainan pada arteri di panggul dan selangkangan (yang memasok darah ke penis), dilakukan pengukuran tekanan darah di tungkai. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan: Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan gula darah untuk diabetes Pemeriksaan kadar TSH USG penis.

Pengkajian Fisik dan Riwayat Kesehatan Untuk mendiagnosa impotensi, dokter akan mengajukan pertanyaan tentang gejala dan riwayat medis kepada anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk mengetahui tanda-tanda seperti sirkulasi yang buruk dan masalah pada sistem syaraf. Dan dokter Anda akan mencari kelainan dari daerah genital yang dapat menyebabkan masalah dengan ereksi. Pemeriksaan Laboratorium Beberapa tes laboratorium dapat membantu mendiagnosa masalah seksual pria. Mengukur kadar testosteron dapat menentukan apakah ada ketidakseimbangan hormon, yang sering dikaitkan dengan penurunan gairah seksual. Jumlah sel darah, kadar kolesterol, dan tes fungsi hati dapat menunjukkan kondisi medis yang dapat menjelaskan diagnosa impotensi.

Jalani Gaya Hidup Sehat Minta Saran Dokter untuk Obat Minum dan Suntikan Menggunakan Pompa Vakum Operasi Pengalihan Pembuluh Darah dan Implantasi Protese-Silikon

Terapi Impotensi dilakukan Ketika pengobatan yang mendasari masalah fisik atau psikologis gagal untuk mengembalikan potensi, seseorang dapat mempertimbangkan salah satu solusi berikut: Vacuum Devices (Pompa), Vakum atau pompa khusus adalah salah satu alternatif untuk pengobatan impotensi. Penis ditempatkan di dalam silinder, kemudian pompa menarik udara keluar dari silinder, menciptakan partial vacuum sekitar penis, sehingga corpora cavernosa terisi dengan darah dan menyebabkan ereksi.

Implan penis Batang lunak. Dua batang panjang (semi-kaku prostesis) dimasukkan ke dalam saluran luar dari penis melalui sayatan kecil di perut bagian bawah atau skrotum. Setiap batang adalah salah satu bagian yang solid dan tetap tegak setiap saat. Namun, mereka dapat menjadi bengkok dekat dengan tubuh untuk penyembunyian. Karena tidak ada bagian yang bergerak atau karet, malfungsi jarang terjadi.

Selain perlakuan secara fisik pada organ reproduksi. Maka ada pula terapi pengobatan seperti; viagra (Sildenafil citrate) seperti Cialis, Levitra, Staxyn, dan Stendra. Semua obat ini bekerja meningkatkan aliran darah ke penis. tidak boleh digunakan lebih dari sekali sehari. Namun yang perlu diperhatikan, semua obat ini harus memerlukan persetujuan dulu dari dokter anda.

Tindakan Operasi Sebuah tindakan operasi dilakukan jika masalah impotensi disebabkan oleh penyumbatan dalam arteri yang mengarah ke penis, operasi seringkali dapat mengembalikan aliran darah. Namun prosedur ini tidak dianjurkan untuk pria yang lebih tua dengan penyempitan luas dari arteri, prosedur ini lebih dianjurkan pada pria muda yang mengalami impotensi dikarenakan adanya penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan cedera pada selangkangan atau panggul.

Anda mungkin juga menyukai