Anda di halaman 1dari 12

1

Modul RBL
Interferometri Loudspeaker
Laboratorium Fisika Lanjut 2012

1. Tujuan
Menentukan karakteristik loudspeaker dengan menggunakan interferometer Michelson-
Morley

2. Alat dan Bahan
Disediakan di Lab. Fislan
a. Meja Optik
b. Laser He-Ne
c. 1 set beam divider
d. 1 set cermin datar
e. Multimeter
f. Signal Generator
g. Osiloskop Analog atau Digital
h. Kabel dan probe
i. Catu daya DC
Disiapkan oleh praktikan
a. Penggaris
b. Photodetector (dibuat oleh praktikan)
c. Box/dudukan speaker (dibuat oleh praktikan)
d. Loudspeaker dengan daya kecil (ukuran antara 10-20 cm) dan lapisan metalik
(dibawa oleh praktikan)
e. Kamera untuk mengambil gambar (dibawa oleh praktikan)

3. Dasar Teori
Loudspeaker
Loudspeaker adalah perangkat elektronik yang mampu mengubah sinyal listrik menjadi
getaran mekanik dan menghasilkan suara. Loudspeaker memiliki kumparan yang berada
2

dalam medan magnet sehingga ketika kumparan dialiri oleh arus yang tegak lurus dengan
medan magnet akan muncul gaya magnet. Gaya magnet tersebut menghasilkan getaran.
Jika sebuah loudspeaker diberi input berupa tegangan bolak-balik V

dengan tegangan
maksimum sebesar
0
V sehingga menimbulkan arus i

(dengan arus maksimum sebesar
0
i )
mengalir sepanjang kumparan, maka timbul gaya magnet sebesar F Bli = dimana B
adalah besar medan magnet di kumparan dan l panjang kumparan. Karena gerakan
kumparan tegak lurus dengan medan magnet, maka muncul ggl induksi E Blv =

dengan
v

adalah kecepatan kumparan.
Arus bolak-balik menyebabkan kumparan melakukan osilasi dengan frekuensi yang
sama dengan sumber tegangannya. Karakterisasi loudspeaker salah satunya dinyatakan
dengan normalisasi simpangan x terhadap arus i . Kita gunakan bantuan bilangan
kompleks untuk menyelesaikan persamaan gerak osilasinya. Untuk mempermudah
penulisan, variabel dengan tanda tilde ( ) di atasnya mewakili bilangan kompleks,
sehingga persamaan gaya dan ggl induksi di atas dapat dituliskan menjadi,
F Bli =

dan E Blv j Blx = =

(dengan mengambil
dx
v j x
dt
= )
Berikut akan kita tinjau sistem loudspeaker secara mekanik dan listrik.
Tinjauan mekanik
Bagian loudspeaker yang berosilasi mengalami gaya magnet, gaya elastik pegas, dan
gaya gesek udara. Dengan menuliskan massa yang berosilasi (kumparan dan kerucut)
sebagai m , konstanta pegas kumparan k serta konstanta gesek (gesekan dengan udara
dan yang menghasilkan suara) adalah b , maka persamaan gerak massa yang berosilasi
tersebut adalah
2
F kx j bx m x =


...................................... (1)

Persamaan tersebut adalah persamaan osilasi teredam. Jika kita substitusikan nilai
( )
F i

,
maka akan kita dapatkan
.............................. (2)

0
1/ 2
2
2
0
2 2
2
/
1
x x Bl k
i i
m b
k k

= =

(
+
`
(


)

3

Dari persamaan di atas kita dapat mengetahui bahwa terjadi resonansi saat
1/ 2
2
2
2
k b
m m

(
=
(

. Pada kenyataannya, konstanta b

sangat kecil
( )
b km , sehingga
dapat dikatakan bahwa resonansi terjadi saat
k
m
.
Tinjauan listrik
V E iR j Li = + +

.......................................... (3)

Dengan menggabungkan persamaan-persamaan di atas (eliminasi , , F E x

) akan didapat
bahwa
......... (4)


dengan R dan L masing-masing adalah hambatan dan induktansi kumparan. Untuk
mempermudah perhitungan, dapat dituliskan parameter karaterisasi sebagai berikut,
1
2
3
/
/
/
a Bl k
a m k
a b k
=
=
=

( )
4
5
2
6
/
a R
a L
a Bl b
=
=
=
Kita dapat menggambarkan sistem loudspeaker dengan rangkaian ekivalen yang lebih
sederhana, yaitu berupa rangkaian resistor, kapasitor, dan induktor yang memiliki
impedansi
M
Z R j L Z = + +

......................................... (5)

dengan
M
Z


merupakan impedansi akibat gerakan (motion).
M
Z

dapat digambarkan
sebagai rangkaian parallel resistor, kapasitor dan induktor seperti pada gambar berikut.
( ) ( )
1/ 2
2
2
2 2
2 0
2
2
2
0 2
2
2
2
2 2
/ /
1
1
1
1 1
1
1
Bl b Bl k V
Z R L
m i
k m
k m k
b k
b k


(

(
(

(
(

(
(
= = + + +
`
(
(
| |
| |

+ (
+ ( |
|

| | \ . (
\ .


|
(
\ .


)

4


Gambar 1. Rangkaian ekivalen sistem loudspeaker
Nilai ( )
2
/
m
C m Bl = analog dengan massa m , ( )
2
/
k
L Bl k = analog dengan k , dan
( )
2
/
b
R Bl b = analog dengan b . Frekuensi resonansi rangkaian tersebut ditentukan oleh
nilai
m
C dan
k
L , yaitu ketika 1/
m k
C L = .
Efek Doppler
Jika sebuah sumber gelombang bergerak relatif terhadap pengamat (detektor) maka akan
terjadi pergeseran frekuensi. Pada eksperimen ini titik tengah loudspeaker berlaku
sebagai obyek yang memantulkan kembali sinar laser sehingga terjadi pergeseran
frekuensi. Perubahan tersebut dapat dideteksi oleh photodetector.
Jika suatu berkas laser jatuh pada permukaan yang bergerak dengan kecepatan v dengan
arah yang berlawanan, maka rasio perubahan frekuensi terhadap frekuensi awalnya
adalah
.............................................. (6)
dengan c adalah kecepatan cahaya di vakum. Pergeseran frekuensi yang cukup kecil ini
dapat diamati dengan menggunakan perangkat optik interferometer Michelson-Morley
yang disusun seperti pada gambar berikut.
2 / v c

=
5


Gambar 2. Set Up alat berdasarkan konfigurasi Michelson-Morley
Laser He-Ne dibagi menjadi dua berkas oleh beam-splitter. Berkas yang mengarah ke O
1

berlaku sebagai referensi, sedangkan berkas lainnya menuju objek bergetar yang diamati
O
2
(loudspeaker). Frekuensi berkas yang dipantulkan oleh O
2
akan bergeser. Sinyal
tersebut kemudian berinterferensi dengan sinyal referensi menghasilkan sinyal
termodulasi yang terdeteksi oleh photodetector D. Tegangan yang dihasilkan oleh
photodetector dapat diturunkan dari persamaan interferensi dua gelombang,
................................... (7)
dimana m

adalah faktor modulasi,

panjang gelombang laser yang digunakan, dan
( )
1 2
x x merupakan setengah dari selisih jarak tempuh kedua sinyal (lihat gambar).
Setiap kali
D
V menyelesaikan satu siklus ( 2 ), objek telah bergerak sejauh / 2 . Besar
jarak yang ditempuh oleh ujung cone loudspeaker dapat dihitung dari banyak siklus yang
muncul pada
D
V selama satu periode V
.
Jika speaker berosilasi harmonik dengan amplitudo 0
x
dan frekuensi sudut

, maka
dapat kita tulisakan persamaan osilasinya,
( )
2 20 0
sin x x x t = +
.......................................... (8)
( )
1 2
4
1 cos
D
V m x x

(
+
(

6

dengan 20
x
adalah jarak dari beam divider ke titik tengah speaker. Periode osilasinya
menjadi
0
16 2 x
T


= =
. Jika 0
x
dan
n
adalah banyaknya siklus dalam interval
T
, maka 0
2 16 / n x =
, atau
0
/ 8 x n =

( )
0
x
..................................... (9)
4. Tugas Pendahuluan
1. Jelaskan cara kerja loudspeaker!
2. Turunkan persamaan (2) dari persamaan (1)!
3. Tentukan nilai impedansi rangkaian ekivalen pada gambar 1!
4. Sebutkan dan jelaskan 2 mode kerja photodioda dan gambarkan masing-masing
rangkaiannya!
5. Jelaskan prinsip kerja photodetector!
6. Jelaskan fungsi masing-masing blok pada rangkaian photodetector model 1!
7. Jelaskan tentang efek Doppler dan buktikan persamaan (6)!
8. Jelaskan prinsip kerja interferometer Michelson-Morley!
9. Jelaskan tentang modulasi gelombang! Bagaimanakah hubungan modulasi
gelombang dengan efek Doppler?
10. Jelaskan asumsi-asumsi yang digunakan pada percobaan ini!

5. Langkah Percobaan
PERHATIAN: Pada eksperimen akan digunakan laser He-Ne yang dapat melukai mata
jika terkena penyinaran langsung. Praktikan diharap untuk berhati-hati dengan menjaga
agar ketinggian mata tidak sama dengan ketinggian laser. Bagi yang menggunakan
kacamata diharap untuk selalu memakai kacamatanya.

Set Up Interferometer Michelson-Morley
1. Cek laser He-Ne dan catat spesifikasinya. Hati-hati dalam penggunaan laser He-Ne,
hindari kontak dengan mata secara langsung.
2. Tempatkan laser, speaker, cermin, beam divider, dan photodetector membentuk
konfigurasi Michelson-Morley seperti pada gambar 2.
3. Buatlah jarak yang sama antara
1
x dan
2
x dengan beam divider yaitu sekitar 15 cm.
Posisikan beam divider pada sudut 45 dari posisi horizontal dan vertikal.
7

4. Catatlah impedansi dan diameter cone atau permukaan speaker. Pasang lapisan
metalik pada cone speaker sehingga sinar laser dapat dipantulkan tegak lurus bidang
permukaan cone speaker.
5. Jarak photodetector ke beam divider dapat disesuaikan. Sinar laser dari speaker dan
cermin harus menyatu di photodetector.

Set Up Alat Ukur
1. Kalibrasi terlebih dahulu osiloskop yang akan digunakan.
2. Cek photodetector yang digunakan dengan cara menghubungkan OUT dan GND
photodetector ke osiloskop (Channel 2). Tegangan photodetector berasal dari catu
daya DC (VCC dan GND). Amati sinyal keluarannya di osiloskop.
3. Set sinyal generator dalam mode sinusoidal dan amati sinyal keluarannya di
osiloskop (Channel 1). Hubungkan secara parallel ke speaker. Hati-hati terhadap
poaritas speaker (+ dan -) jangan sampai terbalik.
4. Sebelum dihubungkan ke speaker, sinyal dari generator dihubungkan terlebih dahulu
masuk ke ammeter (A) secara seri seperti pada gambar 2 (hubungkan probe positif
ammeter ke sinyal generator + dan probe negatif ammeter ke speaker +, hubungkan
GND speaker ke osiloskop atau GND). Pastikan ammeter atau multimeter berada
dalam mode pengukuran arus.

Menentukan impedansi loudspeaker Z
1. Pilihlah dan catat satu amplitudo sinyal generator dalam rentang 50 500 mVp.
2. Atur signal generator agar menghasilkan sinyal sinusoidal dengan frekuensi 25 Hz.
3. Catat arus yang terbaca pada ammeter (
rms
I ).
4. Ulangi langkah 2-3 untuk 29 frekuensi lain antara 25 Hz 30 kHz.

Menentukan nilai amplitudo
0
x
1. Aturlah signal generator agar menghasilkan sinyal sinusoidal dengan besar
amplitudo 20 mVp dan frekuensi 125 Hz. Ukur arus yang melalui speaker dengan
multimeter (
rms
I ).
2. Ubahlah mode osiloskop menjadi DUAL dan atur posisi kedua Channel sehingga
dapat dilihat perbedaanya.
8

3. Amati pola sinyal output photodetector (
D
V ), bandingkan dengan tegangan input
loudspeaker (V ). Ambil data pola kedua sinyal tersebut dengan kamera.
4. Ulangi langkah 2-4 untuk 19 frekuensi dan amplitudo yang berbeda antara 25 500
Hz.
5. Ulangi langkah 2-4 untuk sinyal kotak dan segitiga (satu frekuensi saja).

6. Tugas Laporan
1. Hitunglah banyaknya siklus atau puncak dalam setengah periode gelombang dari
photodetector ( / 2 n )! Hitunglah tingkat kepresisian
0
x ! Kepresisian berbanding
terbalik dengan / 2 n .
2. Dengan menggunakan persamaan (9) dan nilai / 2 n yang didapat, hitunglah
0
x !
Ulangi perhitungan untuk frekuensi

yang berbeda!
3. Buatlah kurva amplitudo ternormalisasi arus
0
0
x
i
di sumbu-y terhadap frekuensi di
sumbu-x!
4. Hitunglah
0 0
/ V i dari data yang didapat untuk tiap-tiap frekuensi
!

5. Buatlah kurva impedansi Z di sumbu-y terhadap frekuensi di sumbu-x!
6. Lakukanlah fitting untuk kedua kurva masing-masing dengan menggunakan
persamaan (2) untuk kurva amplitudo ternormalisasi dan persamaan (4) untuk kurva
impedansi! Gunakanlah parameter-parameter
1
a sampai
6
a untuk mempermudah
fitting! Parameter
1
a sampai
3
a digunakan pada persamaan (2) dan Parameter
4
a
sampai
6
a digunakan pada persamaan (6).
7. Tentukan nilai-nilai parameter , , , , , , ,
m k
Bl b m k R L C L dan
b
R
untuk speaker yang
telah anda persiapkan!
8. Hitunglah frekuensi resonansi loudspeaker!
9. Jelaskan asumsi-asumsi yang dipergunakan dalam percobaan!
10. Carilah referensi datasheet speaker (jika ada) dan bandingkan dengan hasil
percobaan!
11. Analisis sinyal yang dideteksi oleh photodetector! Interpretasikan hasilnya!
12. Analisis hubungan konsep kelistrikan, mekanika, dan optika pada percobaan ini!
Bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam percobaan ini?
13. Bagiamanakah pengaruh bentuk sinyal pada percobaan ini?
9

7. Rerefensi
[1] Freschi, A. et al, Laser interferometric characterization of a vibrating speaker
system, Am. J. Phys. 71 (11), 1121-1126 (2003)
[2] T. D. Nichols, D. C. Harrison, and S. S. Alpert, Simple laboratory demonstration of
the Doppler-shift of laser-light, Am. J. Phys. 53 (7), 657-660 (1985).
[3] T. J. Belich, R. P. Lahm, R. W. Peterson, and C. D. Whipple, Optical Doppler
measurements, Am. J. Phys. 65 (3), 186190 (1997).
[4] E. Hecht, Optics (AddisonWesleyLongman, 1998), 3rd ed.
[5] L. E. Kinsler and A. R. Frey, Fundamentals of Acoustics (Wiley, New York, 1962),
2nd ed.
[6] OPT210P Datasheet, Burr-Brown
[7] LM741 Application Note - Datasheet, Texas Instruments

8. Mata Kuliah Terkait
a. FI2101 - Mekanika
b. FI2104 - Elektronika
c. FI2201 - Listrik Magnet
d. FI2204 - Sistem Instrumentasi
e. FI3101 - Gelombang



10
























11
























12

Beri Nilai