Anda di halaman 1dari 22

Timer / Counter

Hendawan Soebhakti
November 2009

Sub Pokok Bahasan


Jenis Timer/Counter Register TIMSK dan TIFR Interrupt Timer

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Timer/Counter
Jenis-jenis Timer
Pada ATMega8535L terdapat 4 buah fasilitas timer yaitu : Timer 0 : Adalah timer 8 bit dengan timer value 00 s/d FF Timer 1 : Adalah timer 16 bit dengan timer value 0000 s/d FFFF Timer 2 : Adalah timer 8 bit dengan timer value 00 s/d FF Watchdog timer : Adalah timer untuk mereset sendiri Timer pada dasarnya hanya menghitung pulsa clock. Frekuensi pulsa clock yang dihitung tersebut bisa sama dengan frekuensi crystal yang dipasang atau dapat diperlambat menggunakan prescaler dengan faktor 8, 64, 256 atau 1024. Sedangkan Counter menghitung pulsa pada pin Tn dan tidak bisa diperlambat seperti halnya timer.

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Timer 8 bit
Maximum Value TCNTx=FF

TMAX = 1/fCLK x (FF+1)xN TMAX fCLK N : Waktu maksimum timer : Frekuensi clock : Prescaler

FF
Initial Value Put in TCNTx Timer Overflow TOV=1

7F ... 03 02 01 00 00
Zero TCNTx=00

Example : fCLK = 8MHz Prescaler =1024 TMAX = 1/fCLK x (FF+1) x N = 0.125uS x 256 x 1024 = 32768uS = 32.768mS

8-bit Up Counter

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Timer 16 bit
Maximum Value TCNTxH=FF, TCNTxL=FF

TMAX = 1/fCLK x (FFFF+1)xN TMAX fCLK N : Waktu maksimum timer : Frekuensi clock : Prescaler

FFFF
Initial Value Put in TCNTxH & TCNTxL Timer Overflow TOV=1

007F ... 0003 0002 0001 0000

Example : fCLK = 8MHz Prescaler =1024


Zero TCNTxH=00, TCNTxL=00

0000

TMAX = 1/fCLK x (FFFF+1) x N = 0.125uS x 65536 x 1024 = 8388608 uS = 8.388608 S

16-bit Up Counter

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Timer Value (TCNT)


Untuk menentukan berapa timer value yang harus diisikan ke TCNT agar menghasilkan waktu timer tang kita inginkan dapat dihitung dengan persamaan sbb : Timer 8 bit : TCNT=(FF+1)-((Ttimer x fCLK)/N)

Timer 16 bit : TCNT=(FFFF+1)-((Ttimer x fCLK)/N) Contoh : Diinginkan sebuah timer 16 bit bekerja selama 1 detik, dengan frekuensi clock sebesar 11,0592MHz dan presecaller 1024 maka diperoleh nilai TCNT sebesar : TCNT=(FFFF+1) - ((Ttimer x fCLK)/N) TCNT=(FFFF+1) - ((1 x 11059200)/1024) TCNT=10000h - 10800d TCNT=10000h - 2A30h TCNT=D5D0h Dengan demikian nilai TCNTH = D5h dan TCNTL = D0h
Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Register TIMSK dan TIFR


Timer Interrupt Mask Register (TIMSK) dan Timer Interrupt Flag (TIFR) Register digunakan untuk mengendalikan interrupt mana yang diaktifkan dengan cara melakukan setting pada TIMSK dan untuk mengetahui interrupt mana yang sedang terjadi.
7
OCIE2

6
TOIE 2

5
TICIE 1

4
OCIE 1A

3
OCIE1B

2
TOIE1

1
OCIE0

0
TOIE 0

TIMSK / Timer/Counter Interrupt Mask Register

Bit 7 6 5 4 3 2 4 0

Symbol OCIE2 TOIE2 TICIE1 OCIE1A OCIE1B TOIE1 OCIE0 TOIE0

Fuction Timer /Counter2 Output Compare Match Interrupt Enable. Timer /Counter2 Overflow Interrupt Enable. Timer 1 Input Capture Interrupt Enable Timer /Counter1A Output Compare Match Interrupt Enable. Timer /Counter1B Output Compare Match Interrupt Enable. Timer /Counter1 Overflow Interrupt Enable. Timer /Counter0 Output Compare Match Interrupt Enable. Timer /Counter0 Overflow Interrupt Enable.

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Register TIMSK dan TIFR


7
OCF2

6
TOV2

5
ICF 1

4
OCF1A

3
OCF1B

2
TOV1

1
OCF0

0
TOV0

TIFR / Timer/Counter Interrupt Flag Register

Bit 7 6 5 4 3 2 4 0

Symbol OCF2 TOV2 ICF1 OCF1A OCF1B TOV1 OCF0 TOV0

Fuction Output Compare Flag2. Timer /Counter2 Overflow Flag. Timer 1 Input Capture Interrupt Flag Output Compare Flag1A. Output Compare Flag1B. Timer /Counter1 Overflow Flag. Output Compare Flag0. Timer /Counter0 Overflow Flag.

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Interrupt Timer
Interrupt yang dapat dihasilkan dari timer adalah sbb : Vector No 4 5 6 7 8 9 10 20 Program Address 0x0003 0x0004 0x0005 0x0006 0x0007 0x0008 0x0009 0x0013 Source TIMER2 COMP TIMER2 OVF TIMER1 CAPT TIMER1 COMPA TIMER1 COMPB TIMER1 OVF TIMER0 OVF TIMER0 COMP Interrupt Definition Timer/Counter2 Compare Match Timer/Counter2 Overflow Timer/Counter1 Capture Event Timer/Counter1 Compare Match A Timer/Counter1 Compare Match B Timer/Counter1 Overflow Timer/Counter0 Overflow Timer/Counter0 Compare Match

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Setting Timer 0 Pada CodeWizard


1. Menentukan fungsi Timer atau Counter Sebagai Timer : Clock Source = System Clock Sebagai Counter : Clock Source = T0 pin Falling Edge atau T0 pin Rising Edge

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

10

Setting Timer 0 Pada CodeWizard


2. Menentukan Prescaler Sebagai Timer : Clock Value dapat dipilih sbb : Timer 0 Stopped : Clock eksternal 11059.200 kHz : No prescaler 1382.400 kHz : Prescaler 8 172.800 kHz : Prescaler 64 43.200 kHz : Prescaler 256 10.800 kHz : Prescaler 1024

Sebagai Counter : Tidak ada prescaler

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

11

Setting Timer 0 Pada CodeWizard


3. Menentukan Mode Timer Sebagai Timer atau Counter : Mode timer dapat dipilih sbb : Normal top=FFh Phase correct PWM top=FFh CTC top=OCR0 Fast PWM top=FFh

: : : :

Mode Mode Mode Mode

normal PWM Clear Timer on Compare Match High Frequency PWM

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

12

Setting Timer 0 Pada CodeWizard


4. Menentukan Mode Pulsa pada pin OC0 (Output Compare Timer 0) Sebagai Timer atau Counter : Mode Pulsa pada pin OC0 dapat dipilih sbb : Toggle on compare match : Pulsa berubah ketika terjadi match Clear on compare match : Pulsa low ketika match Set on compare match : Pulsa high ketika match Fungsi ini berguna saat pin OC0 berfungsi sebagai waveform generator (Pembangkit pulsa)

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

13

Setting Timer 0 Pada CodeWizard


5. Mengaktifkan Timer Interrupt dan Compare Match Interrupt Sebagai Timer atau Counter : Overflow Interrupt Jika diaktifkan maka pada saat timer overflow akan terjadi interrupt dan CPU akan menjalankan Timer 0 overflow interrupt service routine (timer0_ovf_isr). Nilai TCNT dapat diisikan pada Timer Value : . h Compare Match Interrupt Jika diaktifkan maka pada saat timer value TCNT0 match dengan nilai register OCR0 akan terjadi interrupt dan CPU akan menjalankan Timer 0 output compare interrupt service routine (timer0_comp_isr). Nilai OCR0 dapat diisikan pada Compare : . h

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

14

Setting Timer 1 dan 2 Pada CodeWizard


Setting Timer 1 dan Timer 2 hampir sama dengan setting Timer 0, hanya saja untuk Timer 1 lebih banyak fasilitas yang disediakan dan timer ini adalah timer 16 bit.

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

15

Example
Percobaan 1. Interrupt Timer 1 Pada percobaan ini, kita akan membuat program interrupt yang dihasilkan oleh Timer 1. Pada kondisi normal PortA akan bernilai 0xFF, namun pada saat ada interrupt kondisinya berubah menjadi 0x00 selama 500mS. Interrupt timer terjadi setiap 5S (Timer Value = 2D10h). Setting CodeWizard PortA sebagai Output Timer 1 : Clock Source : System Clock Clock Value : 10.800 kHz Mode : Normal top=FFFFh Interrupt on : Timer 1 Overflow Value : 2d10 h

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

16

Example
#include <mega8535.h> #include <delay.h> // Timer 1 overflow interrupt service routine interrupt [TIM1_OVF] void timer1_ovf_isr(void) { // Reinitialize Timer 1 value TCNT1H=0x2D; TCNT1L=0x10; // Place your code here PORTA=0x00; delay_ms(500); } // Declare your global variables here void main(void) { . . . while (1) { // Place your code here PORTA=0xFF; }; }

Timer 1 Overflow ISR

Normal Condition
17

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Example
Percobaan 2. Counter 0 Pada percobaan ini, kita akan membuat program counter dengan mode compare match interrupt. Mikrokontroler akan menghitung jumlah pulsa yang masuk pada T0 (PINB.0). Jika jumlah pulsanya sama dengan 10 pulsa (0x0A) maka mikrokontroler akan melaksanakan void timer0_comp_isr. Setting CodeWizard PortA sebagai Output Timer 0 : Clock Source : T0 pin Falling Edge Mode : Normal top=FFh Compare Match Interrupt Compare : 0a h

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

18

Example
#include <mega8535.h> #include <delay.h> // Timer 0 output compare interrupt service routine interrupt [TIM0_COMP] void timer0_comp_isr(void) { // Place your code here PORTA=0x0F; delay_ms(500); PORTA=0xF0; delay_ms(500); PORTA=0x0F; delay_ms(500); PORTA=0xF0; delay_ms(500); } // Declare your global variables here void main(void) { . . . while (1) { // Place your code here PORTA=0xFF; delay_ms(500); PORTA=0x00; delay_ms(500); }; } Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

Timer 0 Output Compare ISR

Normal Condition
19

Example
Percobaan 3. Menghitung Pulsa Per Detik Pada percobaan ini, kita akan membuat program untuk menghitung jumlah pulsa yang masuk pada pin T0 setiap detiknya. Untuk itu maka Timer 0 difungsikan sebagai counter dan Timer 1 difungsikan sebagai timer 1 detik. Hasil perhitungan pulsa akan ditampilkan ke PortA. Setting CodeWizard PortA sebagai Output Timer 0 : Clock Source : T0 pin Falling Edge Mode : Normal top=FFh Compare Match Interrupt Timer 1 : Clock Source Clock Value Mode Interrupt on Value
Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

: : : : :

System Clock 10.800 kHz Normal top=FFFFh Timer 1 Overflow d5d0 h 20

Example
#include <mega8535.h> // Timer 1 overflow interrupt service routine interrupt [TIM1_OVF] void timer1_ovf_isr(void) { // Reinitialize Timer 1 value TCNT1H=0xD5; TCNT1L=0xD0; // Place your code here PORTA=TCNT0; TCNT0=0; } // Declare your global variables here void main(void) { . . . while (1) { // Place your code here }; }

Timer 1 Overflow ISR

Normal Condition

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

21

Latihan
1. Buatlah program untuk menaikkan (increment) data pada PortA dari 0x00 sampai ke 0xFF setiap interval 3 detik. Gunakan fasilitas timer 2. Buatlah program untuk menghitung jumlah pulsa pada pin T0 setiap 5 detik. Tampilkan hasilnya pada PortA. 2.

Sistem Mikrokontroler - By : Hendawan Soebhakti

22

Beri Nilai