Anda di halaman 1dari 29

KLIMATIK CAHAYA

Pada setiap tanaman terdapat klorofil yang didalamnya terdapat kloroplast sebagai reseptor gelombang matahari untuk melakukan fotosintesis, dan klorofil mempunyai 2 tipe yaitu tipe a dan b yang mempunyai perbedaan kepekaan terhadap gelombang cahaya matahari yang diterimanya yaitu pada klorofil a 673 nm dan b 455-640 nm

Pigmen klorofil untuk fotosintesis menangkap hampir semua cahaya biru dan merah, walaupun akan lebih efisien menangkap cahaya merah di 610-700 nm. Radiasi dengan panjang gelombang antara 400-700 nm adalah yang digunakan untuk proses fotosintesis

Cahaya Merah Pigmen fitokrom menyerap spektrum cahaya merah dan far red untuk mengatur perkecambahan biji, perkembangan akar, umbi dan umbi formasi, dormansi, berbunga dan produksi buah.
Cahaya Biru Cahaya biru mendorong pertumbuhan daun, batang yang kuat dan pertumbuhan vegetatif . Cahaya Hijau Cahaya hijau tidak digunakan atau diserap, tetapi dipantulkan kembali.

Pada spektrum cahaya manakah kuantitas klorofil yang paling tinggi pada tanaman kacang hijau?

Bagaimana pengaruh perbedaan spektrum cahaya terhadap kuantitas klorofil pada tanaman kacang hijau?

Mengetahui pengaruh perbedaan spektrum warna cahaya (merah,hijau, biru) terhadap kuantitas klorofil tanaman kacang hijau

Variabel Variabel bebas : warna mika Variabel Terikat : kuantitas klorofil Variabel Terkendali : waktu penanaman, kondisi ligkungan Parameter yang diukur Parameter yang akan digunakan adalah dengan mengukur kuantitas kadar klorofil pada tanaman kacang hijau setelah 10 hari percobaan.

Spektrum warna merah lebih baik dibandingkan dengan warna lainnya karena klorofil pada tanaman mengandung fitokrom yang menyerap spektrum warna merah.

- kardus - Pot

- hekter/perekat
- 4 buah Inkubator berwarna masing-masing merah, hijau, biru, dan tanpa warna - kapas - gelas ukur / tabung reaksi

12 kecambah kacang hijau yang telah ada 2 helai daun Tanah Air

- pipet
-

Penggaris

Cara Kerja
Kecambahkan biji kacang hijau hingga terdapat 2 helai daun Pilih 12 kecambah dengan ukuran yang kurang lebih sama (jumlah daun, tinggi)

Tanam kecambah pada medium yang telah disediakan

Rekatkan bagian bawah kardus dan pastikan kuat

Lubangi beberapa tempat pada kardus untuk ventilasi udara

Masukan dalam kardus yang telah disiapkan

Siram 2x sehari dengan jumlah air yang sama pada tiap perlakuan

Ekstrak klorofil dari semua daun

Lalu analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer

Pengukuran dengan Spektrofotometer

Tabel Pengamatan
no Perlakuan Merah Hijau biru kontrol

Pengulan gan 1

Pengulan gan 2
Pengulan gan 2

Analisis digunakan dengan mengambil rata-rata dari tiap perlakuan dan membandingkan dari semua sampel

HASIL

Kontrol

Biru

Merah

Hijau

MERAH BIRU HIJAU KONTRO L

Rumus Spektrofotomer
Klorofil a (mg/l) = 13,7 OD 665 -5,76 OD 649 Klorofil b (mg/l) = 25,8 OD 649 7,6 OD 665 Klorofil total (mg/l) = 20,2 OD 649 + 6,02 OD 665

Spektrofotometer
Warna spektrum Klorofil a Kontrol 7,38 mg/l

Spektrofotometer
Klorofil b 9,916 mg/l Klorofil total 17,34 mg/l

Hijau

2, 505 mg/l

7,1291 mg/l

9,0566 mg/l

Merah

4, 5772 mg/l

12,832 mg/l

17,4684 mg/l

Biru

4,012 mg/l

5,686 mg/l

9,7188 mg/l

Pembahasan

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa dari pengukuran kadar klorofil dengan menggunakan spektrofotometer, tanaman kacang hijau yang diberi perlakuan dengan spektrum cahaya merah memiliki kadar klorofil total paling tinggi sebesar 17,4684 mg/l, dibandingkan dengan perlakuan dengan kontrol, spektrum cahaya hijau, dan biru.

Hal ini karena tanaman menyerap spektrum cahaya warna merah yang sangat berguna untuk fotosintesis. Selain itu, spektrum cahaya warna merah memiliki panjang gelombang yang tinggi dibandingkan dengan yang lainnya yaitu sebesar (610 - 700 nm)

Kesimpulan
Tingginya kadar klorofil pada daun tanaman kacang hijau paling dipengaruhi oleh spektrum warna merah. Hal ini dipengaruhi juga oleh adanya fitokrom yang menyerap spektrum warna merah pada daun.

Terima Kasih

Daftar Pustaka
Dwidjoseputro, D. 1994. Pigmen Klorofil. Erlangga. Jakarta. Muthalib, A. 2009. Klorofil dan Penyebaran di Perairan. http://wwwabdulmuthalib. co.cc/2009/06/. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2011. Tim Fisiologi Tumbuhan. 2011. Penuntun praktikum fisiologi tumbuhan. Bandung

Campbel et al., 2000. BIOLOGY, Fifth edition. Erlangga. Jakarta. Muthalib, A. 2009. Klorofil dan Penyebaran di Perairan. http://wwwabdulmuthalib. co.cc/2009/06/. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2011. Tim Fisiologi Tumbuhan. 2011. Penuntun praktikum fisiologi tumbuhan. Bandung