Anda di halaman 1dari 7

Arthritis

Rheumatoid Arthritis Artritis Reumatoid (AR) Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut. AR lebih banyak terkena pada sendi-sendi kecil pada tangan dan kaki dan sebagian kecil pada sendi besar. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, anoreksia, berat badan menurun dan demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya.

Kriteria 1. Kaku pagi hari 2.Artritis 3 daerah

Definisi Kekakuan pada pagi hari pada persendian dan disekitarnya, sekurangnya selama 1 jam sebelum perbaikan maksimal Pembengkakan jaringan lunak atau persendian atau lebih efusi (bukan pertumbuhan tulang) pada sekurangkurangnya 3 sendi secara bersamaan yang diobservasi oleh seorang dokter. Dalam kriteria ini terdapat 14 persendian yang memenuhi kriteria yaitu PIP, MCP, pergelangan tangan, siku pergelangan kaki dan MTP kiri dan kanan.

3.Artriti sendi tangan

Sekurang-kurangnya terjadi pembengkakan satu persendian tangan seperti yang tertera diatas.

4. Artritis simetris

Keterlibatan sendi yang sama (seperti yang tertera pada kriteria 2 pada kedua belah sisi, keterlibatan PIP, MCP atau MTP bilateral dapat diterima walaupun tidak mutlak bersifat simetris. Nodul subkutan pada penonjolan tulang atau permukaan ekstensor atau daerah juksta-artrikular yang diobservasi oleh seorang dokter. Terdapatnya titer abnormal faktor reumatoid serum yang diperiksa dengan cara yang memberikan hasil positif kurang dari 5% kelompok kontrol yang diperiksa. Perubahan gambaran radiologis yang radiologis khas bagi arthritis reumotoid pada periksaan sinar X tangan posteroanterior atau pergelangan tangan yang harus menunjukkan adanya erosi atau dekalsifikasi tulang yang berlokalisasi pada sendi atau daerah yang berdekatan dengan sendi (perubahan akibat osteoartritis saja tidak memenuhi persyaratan).

5. Nodul rheumatoid

6.Faktor rheumatoid serum 7. Perubahan gambaran

Untuk keperluan klasifikasi, seseorang dikatakan menderita artritis reumatoid jika ia sekurang-kurangnya memenuhi 4 dari 7 kriteria di atas. Kriteria 1 sampai 4 harus terdapat minimal selama 6 minggu.

* PIP : Proximal Interphalangeal, MCP : Metacarpophalangeal, MTP: Metatarsophalangeal Bentuk Deformitas Deformitas leher angsa (swan-neck) Deformitas boutonniere Deviasi ulna Deformitas kunci piano (piano-key) Keterangan Hiperekstensi PIP dan fleksi DIP Fleksi PIP dan hiperekstensi DIP Deviasi MCP dan jari-jari tangan ke arah ulna Dengan penekanan manual akan terjadi pergerakan naik dan turun dari ulnar styloid, yang disebabkan oleh rusaknya Deformitas Z-thumb Artritis mutilans sendi radioulnar Fleksi dan subluksasi sendi MCP I dan hiperekstensi dari sendi interfalang Sendi MCP, PIP, tulang carpal dan kapsul sendi mengalami terjadi Hallux valgus instabilitas kerusakan sendi dan sehingga tangan

tampak mengecil (operetta glass hand) MTP I terdesak ke arah medial dan jempol kaki mengalami deviasi ke arah luar yang terjadi secara bilateral

Gamabar 4. Manifestasi penderita AR pada jari tangan. Klasifikasi : 1. Reumatoid klasik : harus terdapat 7 dari kriteria tersebut diatas, jika ditemukan salah satu tanda yang tidak termasuk termasuk rematoid, maka penderita tidak dapat digolongkan dalam kelompok ini.

2. Reumatoid Definit : harus terdapat 5 kriteria diatas 3. Probable Rheumatoid Arthritis : harus terdapat 3 dari kriteria di atas.
4. Posible Reumatoid arthritis : harus terdapat 2 dari kriteria berikut ini:

a. kaku pada pagi hari b. nyeri tekan c. adanya pembengkakan sendi d. nodul subkutan (diamati oleh pemeriksa) e. peningkatan LED dan CRP

Penatalaksanaan 1. OAINS 2. Medikamentosa: a. Phenylbutazon b. Indometachin c. Pyroxicam d. Sodium diclofenax e. Acetosal 3. Fisioterapi 4. Operatif ( mengoreksi yang tidak bisa koreksi dengan fisioterapi) 5. Psikoterapi 6. Diet ( jika menderita anemia harus diet tinggi kalori dan protein serta Fe yang cukup ). : 3 x 100 mg / hari, membaik tapering off : 3 x 25-50 mg / hari : 1 x 25-50 mg / hari : 3 x 25-50 mg / hari : 3-4 x 500 mg / hari

Osteoartritis (OA)

OA merupakan penyakit sendi degenerative yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Pada OA banyak terkena yaitu sendi-sendi besar. Paling sering terjadi pada panggul, lutut, vertebra dan pergelangan kaki. Pada OA nyeri sama dirasakan hilang timbul seperti pada AR tetapi nyeri paling berat pada OA yaitu pada malam hari, pagi hari terasa lebih ringan dan membaik pada siang hari. Sama terdapat tanda-tanda inflamasi. Terdapatnya suara kretek saat pasien sedang bergerak pada sendi yang sakit itu terjadi karena gesekan kedua permukaan tulang sendi digerakan. Sama seperti AR terdapat kaku pada pagi hari hanya kaki dirasakan <15 menit lebih cepat disbanding AR. Cara berjalan AO pasien jalan tampak picang. Pembengkakan sendi biasanya timbul karena efusi pada sendi yang biasanya tak banyak (<100 cc), sebab lain bengkak karena terdapatnya osteofit yang dapat mengubah permukaan sendi. Terdapat kista subchondral karena penipisan kartilago cairan sendi masuk ketulang mengakibatkan tulang menjadi rusak. Dimana tanda-tanda spesifik pada OA yaitu : 1. Rasa kaku dan nyeri pada sendi yang terkena 2. Timbul secara perlahan-lahan, mula-mula rasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri dan akan berkurang dengan isitirahat 3. Nyeri ini terutama terasa saat bergerak 4. Fungsi sendi menjadi berkurang dan otot atrofi 5. Terdapat pembesaran sendi dan krepitasi tulang 6. Sendi yang terkena adalah sendi yang menahan berat badan tubuh yaitu lutut pergelangan kaki, panggul, sakroiliaka, vertebrata lumbalis dan cervikalis 7. Sering tidak merah dan tidak panas 8. Tidak timbul ankilosis 9. Pada pemeriksaan sendi nyeri pada pergerakan pasif dan aktif, pergerakan ini terbatas

10. Laboratorium: LED meninggi 11. Rontgen: penyempitan rongga sendi dan sklerosis tepi persendian, kadangkadang tampak spur formation , lipping tepi tulang dan adanya tulang-tulang yang lepas, dan terjadi deformitas osteophytosis atau pembekuan kista juxta artikuler.

Penatalaksanaan 1. OAINS a. Aspirin dosis tinggi : 3-4 x 100 mg / hari ( bila nyeri hebat ).

b. Mefenamic acid, flufenemic acid, ibuprofen, ketoprofen, naproxen.


c. Corticosteroid suntik intraartikular. Tidak lebih dari 5-6 x dengan 2-4

minggu. KONTRA: infeksi dan pada sendi yang tidak stabil 2. Fisioterapi 3. Operatif

Arthtritis Gout Arthritis Gout merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat deposisi Kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat di dalam cairan ekstraseluler. Manifestasi klinis pada gout yaitu : 1. Rasa sakit pada sendi dengan permulaan eksplosif dan khas menyerang sendisendi kecil terutama jari-jari kaki. Dimana nyeri yang terjadi biasanya berupa serangan yang hebat pada waktu bangun pagi hari, sedangkan pada malam hari sebelumnya pasien tidak merasakan apa-apa 2. Rasa sakit biasanya selalu berulang-ulang

3. Riwayat keluarga sakit seperti penderita 4. Sendi-sendi yang terkena bengkak, panas, kemerahan dan sakit, sering dijumpai thopi. 5. Sering terdapat batu ginjal 6. Laboratorium: kadar asam urat meningkat, ditemukannya Kristal-kristal asam urat dalam cairan synovial sendi yang terserang. 7. Foto Rontgen: adanya lubang-lubang pada phalanx dan pembengkakan jaringan lunak.

Penatalaksanaan 1. Anti inflamasi a. Phenylbutazon b. Indometachin : 3 x 100-200 mg / hari : 3 x 50 mg / hari : 1 x 20 mg / hari

c. Pyro/meloxicam NSAID

d. Corticosteroid (bila obat lain tidak dapat mengatasi, dan dapat diberikan pada serangan akut) 2. Allopurinol 2-3 x 100 mg/ hari 3. Diet rendah purin dan istirahat sendi