Anda di halaman 1dari 45

Pembimbing Dr. Mamur Sjafei, Sp.B, Sp.U Kolonel (Purn) Oleh : M.

Riefky Kudhany NIM : 1010221056

Nama Umur Jenis kelamin Alamat Jakarta Pusat Agama Pekerjaan Masuk IGD 12.35

: : : :

Tn. D 74 tahun Laki-laki Jl. Serdang Baru,

: Islam : Pensiunan TNI : 18/10/2012 pk

Keluhan

utama: mengompol tanpa terasa 1 hari SMRS tambahan : Kencing tidak lampias, terkadang menetes, tidak bisa menahan kencing, dan sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil, kaki terasa baal

Keluhan

Sejak

2 tahun sebelum masuk rumah sakit pasien sudah mulai merasakan masalah berkemih seperti kencing tidak lampias, terkadang menetes, tidak bisa menahan kencing, dan sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil 1 hari SMRS pasien mengompol tanpa terasa

Pada saat buang air kecil pasien tidak merasakan nyeri pada kemaluannya, namun terkadang pasien merasa perut dibawah pusatnya membesar dan terasa sakit bila ingin berkemih dan sesaat setelah berkemih..

Pada saat buang air kecil alirannya tidak pernah berhenti tiba-tiba. Tidak pernah mengeluarkan batu ataupun pasir saat buang air kecil. Tidak pernah buang air kecil dengan warna merah ataupun disertai darah dan pasien tidak merasakan nyeri daerah pinggang.

Pasien juga menyangkal nyeri atau mengeluarkan darah saat buang air besar, dan menyangkal adanya benjolan menetap atau keluar masuk saat buang air besar. Pasien juga menyangkal merasa mual ataupun muntah.

kaki terasa baal dirasakan sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengatakan bahwa kakinya terasa lemas sulit digerakkan dan serasa tidak menapak pada lantai. Di waktu yang sama pasien juga merasa badannya lemas dan sakit.

Tidak pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya Penyakit Ginjal disangkal. Riwayat operasi daerah kelamin disangkal. Riwayat benturan pada perut bagian bawah disangkal. Riwayat penyakit jantung disangkal Riwayat Hipertensi (+) Riwayat DM (+) Riwayat asma dan alergi disangkal

Status Generalis Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : CM Tanda Vital : N 84 x/mnt, RR 20 x/mnt, S 36,7 C, TD 150/90 mmHg Kepala : Normosefal Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Paru : Simetris, suara nafas vesikuler, suara tambahan -/Jantung : Bunyi jantung I-II reguler, gallop -, murmur

Abdomen
o Inspeksi o Auskultasi

: Datar : Bising usus dalam batas

normal
o Palpasi

: Supel, nyeri tekan + suprapubik, hepar lien tidak teraba : Timpani, nyeri ketuk CVA -

o Perkusi

Ekstremitas : Akral hangat, edema

Status Lokalis Regio Suprapubik o Inspeksi : Cembung, tidak ada bekas luka, tidak tampak massa o Palpasi : Nyeri tekan (+) suprapubik Regio Genitalia eksterna o Inspeksi : Tidak tampak massa, tidak tampak pembesaran scrotum

Regio Anal
o Inspeksi

: Tidak tampak massa.

o Palpasi : Nyeri tekan (-)

Rectal toucher
Tonus sfingter ani cukup, ampula rekti tidak

kolaps, mukosa rectum licin, teraba massa di jam 11 sampai jam 1 lebih kurang 4 cm (diperkirakan taksiran besar prostat kurang lebih 60 gr), pool atas dapat diraba, kenyal, permukaan licin, simetris)
o Kesan prostat membesar o Hand scoon : feses (+), darah (-), lendir (-)

Hematologi rutin Hemoglobin : 14,2 g/dL Hematokrit : 39% Eritrosit : 4,9 juta/L Leukosit : 10.600/L Trombosit : 333000/L Kimia Ureum : 18 mg/dL Creatinin : 0,9 mg/dL Natrium : 117 mEq/dL Kalium : 3,7 mEq/dL Clorida : 83mEq/dL Glukosa sewaktu : 230 mg/dL Albumin : 3,4 g/dl

Urinalisa pH : 6.0 Berat Jenis : 1.020 Protein : ++ Glukosa : ++ Bilirubin: negatif Eritrosit : 0-1-0/LPB Leukosit: 2-3-2/LPB Toraks : negatif Kristal : negatif Epitel : +

Foto thorax 18/10/12: Proses spesifik paru bilateral Tak tampak kelainan pada cor USG Abdomen 22/10/12: Fatty liver Multiple cholelithiasis +/- 10 buah dengan diameter 8,2-16,1 mm Pankreas, lien, ginjal kiri: Normal Multiple kista dengan kalsifikasi pada dinding kista dengan ukuran kista terbesar 52 x 41,5 mm di ginjal kanan Sistitis kronis Hipertrofi prostat dengan berat +/- 54 gram

Benign

Prostatic Hyperplasia derajat

berat DM tipe II HT

Konservatif

Kateter. Antibiotik Anti hipertensi Antidiabetik


Operatif

: pro TURP

Quo

ad vitam : ad bonam Quo ad functiona : dubia ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam

Kelenjar prostat adalah salah satu organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior buli buli dan membungkus uretra posterior. Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa 20 gram. Faktor resiko : usia, riwayat keluarga, ras, etnis, dan faktor hormonal. 50% laki-laki usia > 55 tahun, dan 80% usia 75 tahun

Hiperplasia prostat benigna merupakan proses proliferasi seluler kelenjar prostat yang berhubungan dengan proliferasi berlebihan epithelial dan stroma, ketidakseimbangan kematian alami dari sel tersebut (apoptosis) atau keduanya.

ANATOMI KELENJAR PROSTAT

Lobul medial Lobul lateral (2 lobus) Lobus anterior Lobus posterior Selama perkembangannya lobus medius, lobus anterios, lobus posterior akan menjadi satu dan disebut lobus medius saja. BPH sering terjadi pada lobus lateralis dan lobus medialis karena mengandung banyak jaringan kelenjar.

Teori

Dihidrotestosteron Ketidakseimbangan Antara Estrogen testosteron Interaksi stroma-epitel Berkurangnya kematian sel prostat Teori sel stem

NADP H

Growth factor

Konsistensi kenyal Lobus kanan dan kiri simetris Tidak ada nodul

Syarat : buli-buli kosong / dikosongkan Tujuan : 1. menentukan konsistensi prostat

2. Menentukan besar prostat - akurasi rendah - perlu pengalaman - faktor subyektif pemeriksa - dapat membesar intravesikal 3. Menentukan sistem syaraf unit vesikouretra - tonus sfingter ani :tdk terasa longgar pada jari

Stage 0 : prostat teraba berat < 10 gram Stage 1 : prostat teraba berat 10 -25 gram Stage 2 : prostat teraba berat 25- 60 gram Stage 3 : prostat teraba berat 60 100 gram Stage 4 : prostat teraba berat >100 gram

< 1cm, 1 2 cm, 2 -3 cm, 3- 4 cm, >4 cm,

Striktur

uretra Kontraktur bladder neck Batu VU Ca Prostat Ca VU ISK Neurogenic bladder disorder

TERAPI MEDIKAMENTOSA
SUPRESI ANDROGEN Dasar / rasionalisasi :

Kastrasi / testosteron supresi

vol. Prostat

simptom Kastrasi prapubertas BPH (-) Defisiensi 5 reduktase kongenital Prostat tidak berkembang Fungsi seksual tetap (+)

TERAPI BPH DENGAN BLOKER

INDIKASI :
IPSS ringan dan sedang

SYARAT

Normotensi / hipertensi ringan Urin normal Faal Ginjal Normal PSA 4 ng% Miokard Infark (-), CVA (-)

INDIKASI

KONTRA

Hipotensi postural / ortostatik Alergi terhadap bloker

TERAPI PEMBEDAHAN BPH


INDIKASI TERAPI PEMBEDAHAN BPH Retensi urin akut Retensi urin kronis (selalu > 300 ml) Residual urin > 100 ml BPH dengan penyulit Terapi medikamentosa tidak berhasil Flowmetri obstruktif INDIKASI KONTRA TERAPI PEMBEDAHAN BPH Infark miokard Akut CVA Akut

Inkontinensia paradoks Batu kandung kemih Hematuria Sistitis Pielonefritis Retensi urin akut / kronik Refluks vesiko-ureter Hidroureter Hidronefrosis Gagal ginjal