Anda di halaman 1dari 15

Pelajaran 9

Allah Sumber Damai Sejahtera


Keren Mantik XII Akselerasi

Syalom!

Syalom = Damai
Kata damai atau damai sejahtera merupakan terjemahan dari kata Ibrani: syalom ; dan dari kata Yunani: eirene. Kata ini biasa digunakan untuk menyapa, untuk menanyakan kabar, sebagai ucapan salam perpisahan, dan bahkan untuk menyatakan meninggalnya seseorang. Karena itu, tidak jarang kita dengar kata syalom diucapkan sebagai sapaan salam di antara orang-orang Kristen masa kini.

Beberapa Pengertian Syalom


Syalom mengacu pada kesehatan dan kemakmuran, kesuburan negeri, umur panjang, terhindar dari berbagai bahaya, berhasil di dalam upaya dan jerih paya, dan hidup rukun dengan orang lain.

Syalom juga menunjuk pada hubungan perjanjian dengan Allah, sukacita atau segala sesuatu yang berlangsung secara aman dan bahagia. Dengan kata lain, bebas dari perselisihan dan ancaman musuh, ketakutan dan keteguhan hati untuk percaya kepada Tuhan.

Dari sekian banyak pengertian yang dicakup, kata syalom memiliki arti sangat luas, yaitu sutu keadaan yang dibangun atas dasar nilai-nilai sentral manusia yang kristiani: kebenaran, keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan kasih.

Allah Sumber Damai Sejahtera


Damai sejahtera memang datang dari Allah, Sumber damai sejahtera itu sendiri. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa manusia telah kehilangan damai sejahtera.

Bagaimanakah damai sejahtera itu dapat pulih kembali?

2 Korintus 5:19
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Dalam ayat tersebut, Paulus mengatakan bahwa Allah telah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus. Perdamaian itu terjadi oleh karya dan kematian Kristus ketika manusia masih berdosa. Kini manusia iperkenankan menghampiri Allah. Karya dan kematianNya di kayu salib mewariskan damai sejahtera.

Berita Pendamaian
Kedatangan Kristus ke dalam dunia ini jelas membawa sebuah misi: pendamaian (rekonsiliasi). Oleh karena itu, inti dari pemberitaanNya hanya dapat disimpulkan di dalam satu kata: DAMAI. Inilah kabar sukacita itu. Berita injil adalah berita pendamaian. Kristus sendiri adalah pendamaian kita. Allah Bapa adalah Allah Damai Sejahtera, Sumber damai sejahtera kita. Melalui Kristus, damai sejahtera terjadi di dalam hidup tiap orang yang percaya kepadaNya.

Damai sejahtera merupakan pemberian dan anugrah yang berharga dari Allah. Rasul Paulus sendiri mengatakan bahwa damai sejahtera Allah merupakan hak yng tak terpisahkan dari diri tiap orang Kristen. Walaupun damai sejahtera merupakan hak setiap orang Kristen, setiap kita tentu harus mengungkapkannya dan untuk itulah kita diutus ke dalam dunia.

Oleh karena it, selain sebagai anugrah dari Allah, damai sejahtera juga merupakan tugas manusia yang didasarkan pada nilainilai sentral manusia: kebenaran, keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan kasih.

Allah Memampukan Kita Menjadi Pembawa Damai


Yesus Kristus datang untuk membawa pendamaian manusia dengn Allah. Dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak akan mampu untuk membawa damai sejahtera itu. Namun, Allah akan memampukan kita melaksanakan tugas tersebutsesuai dengan janji Yesus ketika mengadakan perjamuan terakhir.

Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu dan, apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Terima Kasih