Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI ACARA V PENJADWALAN JOBSHOP DAN FLOWSHOP

Nama NIM Shift Co. Asisten

: Susilo Hary Yunanto : 10/300719/TP/09864 : II : Didi Widjanarko Novandri Sunaryanto

LABORATURIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kompetisi pasar global yang semakin kuat telah menimbulkan tantangan bagi perusahaan manufaktur untuk beroperasi dengan biaya produksi yang rendah, serta life cycle yang pendek. Setiap perusahaan pasti menginginkan pekerjaannya dapat terlaksanakan secara efektif dan efisien agar tujuannya tercapai. Oleh karena itu, pemahaman mengenai konsep penjadwalan sangat penting, sehingga para pelaksana mengetahui kapan waktu harus memulai suatu pekerjaan dan kapan waktu mengakhirinya. Penjadwalan disusun dengan mempertimbangkan berbagai batasan yang ada. Penjadwalan yang baik akan memberikan dampak positif, yaitu rendahnya biaya operasi dan waktu pengiriman, yang akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Perusahaan manufaktur beroperasi dengan berbagai sistem produksi antara lain flow shop dan job shop. Sistem produksi flow shop melibatkan n job dan m mesin dalam proses produksinya, dimana setiap job mengandung informasi tentang jenis produk dan jumlah pesanan. Setiap job memiliki waktu proses yang berbeda dalam setiap mesin. Pada penjadwalan flow shop, setiap job akan melalui setiap mesin dengan urutan yang seragam. Sistem produksi job shop adalah penjadwalan yang memiliki kendala urutan pemrosesan tugas, dan setiap tugas harus melalui setiap mesin tepat satu kali. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh perusahaan bertipe job shop untuk dapat memelihara level inventori yang rendah serta respon yang cepat untuk permintaan pelanggan adalah masalah penjadwalan. Penjadwalan produksi bertujuan untuk mengurutkan pengerjaan job-job agar mendapatkan suatu kondisi yang optimal. Salah satu tujuan yang penting dalam penjadwalan produksi adalah minimasi makespan, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua job dalam sistem produksi. Pentingnya pemahaman tentang penjadwalan secara jobshop dan flowshop melatarbelakangi

dilaksanakannya Praktikum acara 5 ini. Praktikum ini mengajarkan mengenai sifat dan cara penggunaan yang berbeda dari kedua metoda tersebut dalam memproduksi suatu produk, dan juga dapat memahami mengenai jobshop serta flowshop dan aplikasinya pada dunia industri.

B. Tujuan Praktikum 1. Mengajarkan mahasiswa untuk melakukan penjadwalan mesin secara jobshop dan flowshop dengan bantuan komputer. 2. Mengajarkan mahasiswa mengenai perbedaan penjadwalan secara jobshop dan flowshop.

C. Manfaat Praktikum 1. Mahasiswa dapat melakukan penjadwalan mesin secara jobshop dan flowshop dengan bantuan komputer dan software tertentu, seperti WinQsb. 2. Mahasiswa dapat memahami perbedaan penjadwalan secara jobshop dan flowshop

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penjadwalan merupakan bagian yang strategis dari proses perencanaan dan pengendalian produksi dan juga merupakan rencana pengaturan urutan kerja serta pengalokasian sumber baik waktu maupun fasilitas untuk setiap operasi yang harus diselesaikan. Penjadwalan merupakan proses pengorganisasian, pemilihan, dan penentuan waktu penggunaan sumber daya yang ada untuk menghasilkan output seperti yang diharapkan dalam waktu yang diharapkan pula. menurut penjadwalan didefinisikan sebagai proses pengalokasian sumber-sumber atau mesin-mesin yang ada untuk menjalankan sekumpulan tugas dalam jangka waktu tertentu (Baker, 1974). Input utama permasalahan penjadwalan adalah adanya kepentingan untuk pengambilan keputusan mengenai pengalokasian tugas kedalam sumber daya yang dimiliki. Beberapa hal yang dapat menjadi input data bagi penyusunan suatu sistem metode penjadwalan, adalah (Santoso, 1994): 1. Jumlah dan jenis pekerjaan (job) yang harus diselesaikan pada suatu periode. 2. Batas waktu (due-date) dari job tersebut 3. Urutan proses produksi 4. Waktu proses untuk setiap operasi. Terdapat dua target yang ingin dicapai melalui penjadwalan mesin, yaitu jumlah output yang dihasilkan (throughput), serta batas waktu penyelesaian yang telah ditetapkan (due date). Kedua target ini dinyatakan melalui kriteria penjadwalan (misalnya minimasi makespan, minimasi mean flow time, minimasi mean lateness, minimasi maksimum tardiness, minimasi mean tardiness,

minimasi number of tardy dan sebagainya (Bedworth, 2002). Tujuan menjadwalkan pekerjaan dapat bermacam-macam. Tujuan penjadwalan yang pertama adalah minimasi makespan, yang kedua adalah minimasi waktu alir rata-rata (mean flow time), sementara tujuan yang ketiga ialah minimasi kelambatan atau keterlambatan (Kusuma, 2004).

Penjadwalan jobshop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan dimana urutan proses operasi/produksi suatu pekerjaan bisa berbeda dengan urutan proses operasi/produksi pekerjaan yang lainnya. Penjadwalan flowshop adalah

penjadwalan beberapa pekerjaan dimana semua pekerjaan tersebut harus melalui urutan operasi/proses produksi yang sama. Aliran produksi jobshop memiliki lingkup proses operasi yang sebelum dikerjakan pada mesin, terlebih dahulu dipilih job-job yang mempunyai karakterisasi sama, sehingga mempunyai sifat aliran produksi flowshop (Saroyo, 2008). Konsep penjadwalan job shop adalah menentukan waktu suatu operasi mulai dikerjakan dan mengalokasikan resource untuk mengerjakan operasi tersebut. Pada saat menjadwalkan suatu operasi selain menentukan kapan operasi tersebut mulai dikerjakan juga ditentukan resource mana yang dipakai oleh operasi tersebut (Oliveira. 2000). Penjadwalan flowshop yaitu penjadwalan proses produksi dari n-job yang memiliki urutan proses produksi yang sama. Flowshop dikatakan fleksibel dalam pengertian sebuah job dapat diproses pada mesin mana saja yang identik di tiap tahapnya. Seluruh proses penjadwalan merupakan integrasi dari penetapan outer serta inner game, dimana outer game terdiri dari job yang akan dijadwal di dalam sistem, dan inner game terdiri dari job yang akan dijadwal ulang di dalam sistem. Hasil dari uji coba sistem dengan data processing time yang berbeda menjelaskan, bahwa minimum makespan yang dihasilkan oleh sistem dipengaruhi oleh jumlah job, besar koefisien variasi dan lebar range dari data processing time. Perhitungan akan selalu optimal untuk kondisi data processing time yang homogen, artinya koefisien variasinya tidak lebih dari satu (Smith, 2001). Flowshop Scheduling Problem (FSP) adalah masalah penjadwalan yang berkaitan dengan pengurutan pemrosesan n pekerjaan pada m mesin, dimana setiap pekerjaan harus diproses tepat satu kali pada setiap mesin dalam urutan yang sama, dengan waktu proses tertentu. Permutation Flowshop Scheduling Problem (PFSP) adalah kasus khusus dalam FSP, dimana n pekerjaan diproses dalam urutan yang sama pada setiap mesin (Anonim, 2012).

Masalah penjadwalan Job-Shop didefinisikan sebagai pencarian waktu pelepasan setiap operasi oij pada pekerjaan-pekerjaan yang ada sehingga tidak terjadi konflik, yaitu penggunaan satu sumber daya oleh dua operasi yang sama pada waktu yang sama juga (Dimyati, 1999). Pada model flow shop, operator dari suatu job hanya dapat bergerak satu arah yaitu proses dari awal sampai proses akhir. Diantara kedua proses tersebut tidak dimungkinkan untuk kembali ke proses sebelumnya. (Nasution, 1999). Dalam suatu penjadwalan produksi, metode yang biasa dipakai untuk mengurutkan mesin antara lain (Makridakis, 1991): 1. Metode CDS (n job m Machine) Metode CDS ditemukan pada tahun 1970. CDS merupakan singkatan dari Campbell, Dudek, and Smith. Pengolahan data menggunakan metode n job m machine atau metode CDS pada mesin seri dengan memperhatikan kaidah aturan Johnson dapat diterapkan disini. Disini dikondisikan sejumlah n job harus memasuki m machine yang disusun secara seri. Metode CDS ini menghasilkan sejumlah urutan pengerjaan, dengan jumlah iterasi sebanyak k. Urutan pengerjaan ini diperoleh dengan melakukan aturan mesin kombinasi. 2. Metode Heuristik Gupta Metode heuristik ini dikemukakan oleh Gupta pada tahun 1972. 3. Metode Heuristik Palmer Metode Palmer Heuristik ini ditemukan pada tahun 1965. metode ini dikenal juga dengan heuristik P. Metode ini menempatkan urutan job-job berdasarkan suatu nilai yang dinamakan slope index. Masing-masing job memiliki nilai slope index tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,

2012.

Penjadwalan

Flowshop.

Dalam

http://staff.blog.ui.ac.id/

komarudin74/2010/12/09/flow-shop-scheduling-penjadwalan-flow-shop/. Diakses pada tanggal 29 Desember 2012 pukul 22:33 WIB. Baker, Kenneth R.1974. Introduction To Sequencing and Scheduling. John

Willey and Sons, Inc. New York. Bedworth, David D and Bailey, James. 1997. Integrated Production Control Systems Management Analysis and Design. John Wiley & Sons. New York. Dimyati, T.T, dkk. 1999. Model Optimasi untuk Integrasi Alokasi Produksi dengan Penjadwalan Operasi Job Shop dan Perencanaan Kapasitas. Jurnal Teknik dan Manajemen Industri, 19 (1), April 1999, 17-28. Kusuma, Hendra. 2001. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta : Andi Offset. Makridakis, Spyros, Wheelwright, dan Mc Gee. 1991. Metode dan Aplikasi Peramalan. 2nd ed. Jakarta: Erlangga Nasution, Arman. 2003. Perencanaan & Pengendalian Produksi. Surabaya: Guna Widya. Oliveira, Elias & Smith, Barbara M. 2000. A Job-Shop Scheduling Model for the Single-Track Railway Scheduling Problem. Mc Graw Hill. New York. Santoso, Tjendra. 1994. Perancangan Algoritma Recheduling Dalam Sistem Produksi Real Time. Yogyakarta: Samudra Ilmu. Saroyo, Pujo, Ir, M.eng.Sc. 2008. Perencanan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta : Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM. Smith, Barbara M. 2001. Lecture Notes in Constraint Satisfaction and Constraint Programming. University of Leeds : London.NCNCJN

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan 1. Alat : a. Komputer atau laptop b. Software WinQsb (Job Scheduling) 2. Bahan : a. Penjadwalan Jobshop Tabel 1, tabel urutan operasi pada masing-masing pekerjaan Operasi 1 Operasi 2 Operasi 3 Operasi 4 JOB 1 JOB 2 JOB 3 JOB 4 JOB 5 JOB 6 M1 M1 M2 M2 M3 M4 M2 M3 M4 M1 M4 M2 M3 M3 M4 M1 M4 M3 M4

Tabel 2, tabel waktu proses mesin pada masing-masing pekerjaan Operasi 1 Operasi 2 Operasi 3 Operasi 4 JOB 1 JOB 2 JOB 3 JOB 4 JOB 5 JOB 6 8 4 10 1 6 3 2 9 4 10 1 4 10 12 5 7 3 6 5

b. Penjadwalan Flowshop Tabel 3, tabel waktu proses masing-masing pekerjaan JOB 1 JOB 2 JOB 3 JOB 4 JOB 5 JOB 6 Operasi 1 Operasi 2 Operasi 3 Operasi 4 8 2 12 5 4 9 5 15 10 4 7 6 1 10 3 9 6 1 8 11 3 4 10 8

B. Prosedur Praktikum 1. Penjadwalan Jobshop a. Program WinQsb dijalankan dan pilihan Job Scheduling dipilih. b. Pada menu File pilihan New problem dipilih dan diisikan : Problem Title = Penjadwalan Mesin (Jobshop) Number of Jobs to be scheduled = 6 (untuk 6 pekerjaan) Number of Machines or workers = 4 (untuk penggunaan 4 mesin) Maximum number of operations per Job = 4 mesin Time unit = minute Klik OK

c. Pada pengisian job information isikan datanya sesuai dengan informasi dari Tabel 1 dan Tabel 2. Dengan format penulisan seperti berikut : Job 1, Operation 1 = 8/1 artinya pada Job 1 Operation 1 : waktu operasi selama 8 menit mengginakan mesin 1 Job 1, Operation 2 = 2/2 artinya pada Job 1 Operation 2 : waktu operasi selama 2 menit menggunakan mesin 2.... dan seterusnya d. Due date ditetapkan = 30 (pekerjaan harus selesai pada menit ke-30) e. Simpanlah data pada folder yang diinginkan f. Pada menu Solve and analyse klik Solve the problem g. Pada Solution method pilih Heuristic Dispatching Rule h. Pada primary Heuristic pilihlah SPT i. Pada Tie Breaker pilihlah random

j. Klik OK k. Untuk melihat hasil, dapat memilih Show job schedule, Show machine Schedule, Show Gantt Chart for Job, Show Gantt Chart for Machine, Show Performance Analysis dan Show Completion analysis

2. Penjadwalan Flowshop a. Program WinQsb dijalankan dan pilihan Job Scheduling dipilih. b. Pada menu File pilihan New problem dipilih dan diisikan : Problem Title = Penjadwalan Mesin (Flowshop) Number of Jobs to be scheduled = 6 (untuk 6 pekerjaan) Number of Machines or workers = 4 (untuk penggunaan 4 mesin) Maximum number of operations per Job = 4 mesin Time unit = minute Kilik pada All jobs have the same machine / worker sequence Klik OK

c. Pada pengisian job information isikan datanya sesuai dengan informasi dari Tabel 3. Dengan format penulisan seperti berikut : Job 1, Operation 1 = 8/1 artinya pada Job 1 Operation 1 : waktu operasi selama 8 menit mengginakan mesin 1 Job 1, Operation 2 = 2/2 artinya pada Job 1 Operation 2 : waktu operasi selama 2 menit menggunakan mesin 2.... dan seterusnya d. Simpanlah data pada folder yang diinginkan e. Pada menu Solve and analyse klik Solve the problem f. Pada Solution method pilih CDS method g. Pada Objective criterion pilihlah Cmax atau minimum makespan h. Klik OK i. Untuk melihat hasil, dapat memilih Show job schedule, Show machine Schedule, Show Gantt Chart for Job, Show Gantt Chart for Machine, Show Performance Analysis dan Show Completion analysis

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil 1. Penjadwalan Jobshop a. Job Information

b. Machine Schedule

c. Gantt Chart for Machine

2. Penjadwalan Flowshop a. Job Information

b. Machine Schedule

c. Gantt Chart for Machine

B. Pembahasan Praktikum Perencanaan dan Pengendalian Produksi acara 5 ini berjudul Penjadwalan Jobshop dan Flowshop. Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk mengajarkan mahasiswa untuk melakukan penjadwalan mesin secara jobshop dan flowshop dengan bantuan komputer, serta mengajarkan mahasiswa mengenai perbedaan penjadwalan secara jobshop dan flowshop. Penjadwalan merupakan bagian yang strategis dari proses perencanaan dan pengendalian produksi dan juga merupakan rencana pengaturan urutan kerja serta pengalokasian sumber baik waktu maupun fasilitas untuk setiap operasi yang harus diselesaikan. Penjadwalan didefinisikan sebagai proses pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi. Kegunaan dari penjadwalan antara lain untuk meminimalkan waktu proses, waktu tunggu langganan, dan tingkat persediaan, serta penggunaan yang efisien dari fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan. Sedangkan penjadwalan produksi sendiri berguna untuk untuk membuat agar proses produksi dapat berjalan lancar sesuai waktu yang telah direncanakan, sehingga bekerja dengan kapasitas penuh dengan biaya seminimal mungkin serta kuantitas produk yang diinginkan dapat diproduksi tepat pada waktunya. Penjadwalan job-shop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan (job) dimana urutan proses operasi/produksi suatu pekerjaan bisa berbeda dengan urutan proses operasi/produksi pekerjaan yang lainnya. Ciri dari penjadwalan jobshop antara lain: 1. Job shop menangani variasi produk yang sangat banyak, dengan pola aliran yang berbeda-beda melalui pusat-pusat kerja. 2. Peralatan pada job shop digunakan secara bersama-sama oleh bermacammacam order dalam prosesnya. Penjadwalan flow-shop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan (job) dimana semua pekerjaaan tersebut harus melalui urutan operasi/proses produksi yang sama. Ciri dari penjadwalan flowshop antara lain: 1. Variasi produk yang dihasilkan dalam penjadwalan flowshop ini sedikit. 2. Pola aliran disusun berurutan. 3. Satu mesin digunakan untuk memproduksi satu jenis variasi produk

Kegunaan penjadwalan jobshop dan flowshop adalah untuk meningkatkan utilisasi peralatan/sumber daya dengan cara menekan waktu menganggur sumber daya tersebut. Untuk sejumlah pekerjaan telah diketahui bahwa maksimasi utilisasi sumber daya berbanding terbalik dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Dengan demikian sasaran penjadwalan yang terutama adalah menekan waktu penyelesaian produk secara keseluruhan. Kegunaan lain adalah untuk minimasi jumlah persediaan barang dalam proses. Hal tersebut dicapai dengan cara meminimasi uumlah pekerjaan yang menunggu dalam antrian untuk diproses. Indikator jumlah antrian pekerjaan ini dinyatakan dengan besaran waktu alir rata-rata. Selain itu, penjadwalan dilakukan untuk mengurangi keterlambatan. Dalam banyak hal sejumlah pekerjaan memiliki batas waktu penyelesaian pekerjaan (due date), dan apabila pekerjaan selesai setelah due date maka perusahaan dikenai denda. Penjadwalan jobshop dan flowshop dalam praktikum ini dilakukan menggunakan software WinQsb. Penjadwalan pertama yang dilakukan adalah penjadwalan jobshop. Langkah awal yang dilakukan adalah menjalankan

program WinQsb pilih Job Scheduling. Setelah itu pada menu file dipilih pilihan New Problem. Problem title diisi Penjadwalan Mesin (Jobshop). Pada number of jobs to be scheduled diisikan angka 6 karena terdapat 6 pekerjaan. Pada number of machine or workers diisikan angka 4 karena pada proses produksi digunakan 4 buah mesin. Selanjutnya pada maximum number of operation diisikan angka 4 karena maksimum operasi yang ada hanya empat operasi. Selanjutnya pada pengisian job information diisi seperti pada tabel 1 untuk menentukan urutan proses untuk setip pekerjaan. Setelah itu data waktu proses setiap pekerjaan (tabel 2) diisikan ke isian Process Times for Jobshop. Kemudian dipilih metode penyelesaian dengan memilih pilihan Solve the problem pada menu Solve and Analyse. Metode yang dipilih adalah Heuristic Dispatching Rule kemudian pada Primary Heuristic dipilih SPT dan pada Tie Breaker dipilih random. selanjutnya OK untuk menampilkan hasil penjadwalan.

Penjadwalan kedua adalah penjadwalan flowshop. Untuk melakukan penjadwalan ini menggunakan WinQsb, langkah pertama yang dilakukan adalah menjalankan program WinQsb. Setelah itu pada menu file dipilih pilihan New Problem. Problem title diisi Penjadwalan Mesin (Jobshop). Pada number of jobs to be scheduled diisikan angka 6 karena terdapat 6 pekerjaan. Pada number of machine or workers diisikan angka 4 karena pada proses produksi digunakan 4 buah mesin. Selanjutnya pada maximum number of operation diisikan angka 4 karena maksimum operasi yang ada hanya empat operasi. Dan diklik All jobs have the same machine/ worker sequence. Selanjutnya pada pengisian job information diisi seperti pada tabel 1 untuk menentukan urutan proses untuk setip pekerjaan. Setelah itu data waktu proses setiap pekerjaan (tabel 2) diisikan ke isian Process Times for Jobshop. Kemudian dipilih metode penyelesaian dengan memilih pilihan Solve the problem pada menu Solve and Analyse. Metode yang dipilih adalah CDS Methods kemudian pada Objective criterion dipilih Cmax atau minimum makespan. selanjutnya OK untuk menampilkan hasil penjadwalan. Untuk penjadwalan jobshop, metode yang digunakan adalah untuk primary heuristic adalah SPT (Shortest Processing Time) dan tie-breaker Random, sedangkan untuk penjadwalan flowshop yang digunakan adalah metode CDS Methods. Metode SPT digunakan untuk penjadwalan jobshop karena metode ini akan meminimalisasi average flowtime dan average lateness pada mesin. Selain itu juga akan meminimalisasi average tardiness pada 1 mesin saat operasi/proses mempunyai due date yang sama atau semua hasil penjadwalannya terlambat. Sedangkan metode CDS digunakan untuk penjadwalan flowshop karena disesuaikan dengan jumlah mesinnya yang lebih dari satu. Dari hasil perhitungan software WinQsb, maka dapat dilihat hasil tabel untuk penjadwalan jobshop dan flowshop berupa alokasi job dan operasi pada mesin-mesin yang ada. Cmax adalah waktu maksimum (terlama) yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah operasi atau pekerjaaan. Pada tabel hasil analisa WinQsb, nilai Cmax untuk jobshop diperoleh 43 menit, ini terdapat pada job 1 operasi 4 dengan mesin 3. Sedangkan untuk Cmax pada flowshop terdapat pada job 3 operasi 4 dengan mesin 4 yaitu sebesar 68 menit. MC adalah rata-rata waktu

penyelesaian, pada tabel jobshop nilai MC sebesar 27 menit dan untuk flowshop sebesar 47,67 menit. Wmax adalah waktu terlama mesin menganggur, pada tabel jobshop nilai Wmax sebesar 16 menit yang berarti waktu terlama mesin menganggur pada penjadwalan jobshop adalah 16 menit dan untuk flowshop sebesar 41 menit yang berarti waktu terlama mesin menganggur adalah 41 menit. ML adalah rata-rata keterlambatan waktu penyelesaian suatu operasi atau proses, pada tabel jobshop nilai ML adalah 27 dan ME sebesar 0 menit sedangkan untuk flowshop adalah 47,67 dan ME sebesar 0 menit. ME (mean earliness) adalah rata-rata keterlalu-awalan waktu penyelesaian suatu operasi atau proses. WIP (work in process) adalah waktu tunggu dimana mesin bekerja, tetapi bahan baku mengganggur. WIP = 4,2059 berarti waktu tunggu dimana mesin bekerja adalah 4,2059 flow menit untuk flowshop dan untuk jobshop waktu tunggu dimana mesin bekerja adalah 3,7674 menit. Oleh karena WIP akan mempengaruhi performansi sistem produksi yang berupa throughput, maka penentuan tingkat WIP menjadi penting. Sedangkan MU adalah machine utility. Pada tabel jobshop nilai MU sebesar 0,6395 dan untuk flowshop sebesar 0,5919. Dari hasil Gantt Chart pada penjadwalan jobshop, diperoleh bahwa pada mesin 1 mulai waktu terkecil berturut turut adalah J2/O1, J1/O1, J4/O2 dan J3/O3. Mesin 2, J4/O1, J3/O1, J6/O2, dan J1/O2. Mesin 3, J5/O1, J2/O2, J6/O3, J1/O3 dan J3/O4. Mesin 4, J6/O1, J5/02, J3/O2, J2/O3, J4/O3 dan J1/O4. Urutan proses produksi pada Gantt Chart yaitu mesin 1 akan melakukan pekerjaan J2/O1 selama 4 jam pada waktu bersamaan mesin 2 melakukan J4/O1 selama 1 jam, mesin 3 melakukan J5/O1 dan dan mesin 4 melakukan J6/O1 selama 3 jam. Setelah pekerjaan pertama pada masing masing mesin kemudian dilanjutkan pekerjaan berikutnya pada tiap tiap yaitu mesin 1 melakukan J1/O1 selama 8 jam, mesin 2 melakukan J3/O1 selama 10 jam, mesin 3 melakukan J2/O2 selama 9 jam. Karena operasi sebelumya untuk J2O1 yang dilakukan oleh mesin 1 telah selesai maka J2/O2 langsung dapat dikerjakan setelah J5/O1. Selanjutnya mesin 4 melakukan J5/O2. pekerjaan J5/O2 harus menunggu dahulu sampai pekerjaan J5/O1 selesai dikerjakan mesin 3 sedangkan J6/O1 telah selesai, karena untuk melakukan operasi selanjutnya operasi sebelumnya pada satu

pekerjaan harus diselesaikan terlebih dahulu. Sehingga pada prakteknya mesin 4 akan berhenti selama 3 jam untuk menunggu J5/O1 selesai diproses kemudian dilanjutkan J5/O2. Setelah masing masing mesin melakukan 2 pekerjaan, maka pekerjaan ketiga mesin 1 melakukan J4/O2 selama 10 jam, mesin 2 melakukan J6/O2, mesin 3 melakukan J6/O3 selama 10 jam dan mesin 4 melakukan J3/O2 selama 4 jam. Setelah itu mesin 1 melakukan J3/O3 selama 7 jam, mesin 2 melakukan J1/O2 selama 2 jam, mesin 3 melakukan J1/O3 selama 12 jam dan mesin 4 melakukan J2/O3 selama 5 jam. Mesin 1 dan 2 telah selesai sedangkan mesin 3 dan 4 masih bekerja. Mesin 3 melakukan J1/O3 dan J3/O4, dan Mesin 4 melakukan J4/O3. Mesin 3 pertama menyelesaikan J1/O3, sewaktu itu mesin 4 idle. Setelah J1/O3 selesai dikerjakan oleh mesin 3 maka kemudian berpindah ke mesin 4 untuk melakukan J1/O4. Pada penjadwalan flow shop ini adalah menggunakan dasar waktu terpendek dari masing-masing pekerjaan. Jika waktu terpendek pekerjaan terdapat dalam kolom pertama (mesin 1) maka pekerjaan tersebut didahulukan, sedangkan jika waktu terpendek pekerjaan terdapat dalam kolom kedua (mesin 2) maka pekerjaan tersebut diletakkan pada pekerjaan yang terakhir. Berdasarkan gantt chart menunjukkan bahwa urutan proses produksi yang terjadi yaitu job 4, job 5, job 6, job 2, job 1, job 3. Pada job 4 proses tidak terdapat lead time. Sedangkan pada job 5 terdapat lead time atau waktu tunggu untuk penggunaan mesin 2 selama 4 jam, mesin 3 selama 2 jam, dan mesin 4 selama 1 jam yang dikarenakan penggunaan mesin harus menunggu job 4 selesai dikerjakan. Pada job 6 terdapat lead time untuk penggunaan mesin 2 selama 2 jam, mesin 3 selama 6 jam, dan mesin 4 selama 2 jam karena penggunaan mesin harus menunggu job 5 selesai pengerjaannya. Pada job 2 terdapat untuk penggunaan mesin 2 terdapat waktu tunggu selama 2 jam, mesin 3 selama 7 jam, dan mesin 4 selama 5 jam. Hal ini dikarenakan penggunaan mesin harus menunggu job 6 selesai dikerjakan. Dan pada job 1 untuk penggunaan mesin 2 terdapat lead time selama 3 jam, untuk mesin 3 selama 10 jam. Pada job 3 untuk penggunaan mesin 3 terdapat tidak terdapat lead time. Pada

mesin 2 terdapat waktu menganggur selama 5 jam dikarenakan job 1 telah selesai dikerjakan sedangkan job 3 tidak dapat dilakukan karena masih menunggu job 3 pada mesin 1 selesai dikerjakan. Berdasarkan hasil perhitungan manual yang telah dilakukan diperoleh nilai K yang sesuai urutan pada penkjadwalan flow shop dengan metode CDS yaitu job 4, job 5, job 6, job 2, job 1, job 3 adalah K3. Dari hasil penjadwalan yang didapat, selanjutnya dapat dibuat diagram Gantt Chart untuk memperjelas penjadwalan, urutan pekerjaannya, dan waktu operasi/pekerjaannya. Tujuan dari tampilan ini adalah untuk menggambarkan secara grafis keadaan dari tiap-tiap mesin pada keseluruhan waktu. Sumbu absis (x) menunjukkan waktu dan sumbu ordinat (y) menunjukkan jenis mesin. Ketika sebuah job akan diproses pada sebuah mesin, sebuah persegi panjang diletakkan pada posisi mendatar dan menunjukkan waktu mulai sampai dengan waktu selesai dari sebuah job. Dari Gantt Chart yang terbentuk, tampak berupa batang-batang dimana panjang batang menunjukkan lama waktu proses dan menunjukkan urutan proses/job. Setiap pekerjaan/job (batang) terdapat batas yang menunjukkan batas waktu prosesnya sehingga selisih panjang batang untuk pekerjaan antar operasi menunjukkan waktu tunggu. Dalam Job Shop, pekerjaan mengalami Work in Process yaitu waktu menunggu ketika mesin masih mengerjakan pekerjaan sebelumnya maka pekerjaan yang akan menggunakan mesin yang sama harus menunggu sampai pekerjaan itu selesai dikerjakan sehingga bahan menganggur. Dalam Gantt Chart penjadwalan ini dapat ditunjukkan oleh batang-batang yang terpisah. Berikut ini adalah istilah-istilah yang ada dalam penjadwalan produksi : MC : weighted mean completion time (bobot rata-rata waktu penyelesaian) MC = (Siwi Ci) / (Siwi) Wmax : maximum waiting time (waktu menunggu maksimum) Wmax = maxi Wi MW : weighted mean waiting time (bobot rata-rata waktu menunggu) MW = (Siwi Wi) / (Siwi)

Fmax: maximum flow time (waktu alir maksimum) Fmax = maxi Fi MF : weighted mean flow time (bobot rata-rata waktu alir) MF = (Siwi Fi) / (Siwi) Lmax: maximum lateness (kelambatan maksimum) Lmax = maxi Li ML : weighted mean lateness (bobot rata-rata kelambatan) ML = (Siwi Li) / (Siwi) Emax : maximum earliness Emax = maxi Ei ME : weighted mean earliness ME = (Siwi Ei) / (Siwi) Tmax : maximum tardiness Tmax = maxi Ti MT : weighted mean tardiness MT = (Siwi Ti) / (Siwi) NT : number of tardy jobs NT = |{i | Ci > di}| WIP : mean work in process (rata-rata kerja dalam proses) WIP = Average of Nt over Cmax MU : mean machine utilization (rata-rata utilitas mesin) TJC : total job costs (biaya total pekerjaan), including idle, busy, early, and late costs TMC : total machine costs (biaya total mesin), including idle, and busy costs TC : total costs (biaya total) = TJC + TMC

BAB V KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum yang telah dilakukan : 1. Penjadwalan jobshop dan flowshop dapat dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan software WinQsb 2. Penjadwalan jobshop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan dimana urutan proses operasi/produksi suatu pekerjaan bisa berbeda dengan urutan proses operasi/produksi pekerjaan yang lainnya. Penjadwalan flowshop adalah penjadwalan beberapa pekerjaan dimana semua pekerjaan tersebut harus melalui urutan operasi/proses produksi yang sama.