Anda di halaman 1dari 22

Presentasi Kasus SOL

PUTRI FEBRINA FK YARSI/110.2006.20

IDENTITAS
Nama

: Ny. M Umur : 34 tahun Jenis kelamin : perempuan Tgl masuk : 14 Desember 2011 Tgl pemeriksaan : 16 Desember 2011 Perkerjaan : ibu rumah tangga Status pernikahan : menikah Suku bangsa : jawa

ANAMNESIS
Pasien perempuan, 34 tahun, datang dengan

keluhan sakit kepala yang berat dan tidak tertahankan sejak 1 bulan yang lalu. Diawali dengan perlahan semakin berat dan memburuk ketika pagi hari. Sakit kepala terasa seperti tertekan dan tertusuk tusuk. Sakit kepala berlangsung terus menerus dan tidak mengalami perbaikan dengan istirahat dan semakin memburuk bila pasien mendengar suara didekatnya. Sakit kepala lebih terasa saat pasien dalam keadaan emosi dan stress. Sakit kepala hilang sebentar jika diberi obat penghilang rasa nyeri, namun timbul kembali beberapa saat

ANAMNESIS
Pasien juga mengeluh kejang kejang pada kedua

lengan sejak dua minggu SMRS. Kejang diawali pada lengan kana kemudian disusul dengan lengan kiri. Kejang diakui oleh keluarga pasien sekitar satu sampai dua menit. Kejang terjadi satu kali dalam sehari. Kejang tidak didahului dengan penglihatan atau penciuman yang kurang normal. Pasien juga mengeluh kedua mata nyeri dan silau berlebihan bila pasien membuka mata.Selain itu, pasien merasa mudah lelah dan keinginan untuk tidur terus. Gangguan pendengaran disangkal. Keluhan mual dan muntah diakui sekitar 2 hari SMRS. Muntah satu kali sehari,sehabis makan. Dan muntah berisi makan tersebut

ANAMNESIS
Riwayat Persalinan/Pertumbuhan

Tidak ada penyakit bermakna Riwayat Penyakit Dahulu: Asma (+), Hipertensi (-), Kencing manis (-), sakit jantung (-), trauma kepala (-), sakit kepala sebelumnya (-) Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada keluarga yang menderita penyakit seperti ini

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis Kulit :cokelat, turgor cukup Kepala : normocephal Mata : conjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/Leher : kelenjar tyroid tidak teraba membesar, kelenjar getah bening tidak terabamembesar, deviasi trakea (-) Thoraks Paru : Vesikuler di kedua lapang paru, rhonki -/-, wheezing -/Cor : BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-) Abdomen : bising usus (+) normal. Ekstremitas : Akral hangat, perfusi baik.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Psikiatri

Tingkah laku : wajar Perasaan hati : wajar Orientasi : baik Jalan fikiran : baik

PEMERIKSAAN FISIK
Status Neurologi

Kesadaran : Compos Mentis, GCS : 15 ( E4M6V5 ) Sikap tubuh : Normal Cara berjalan : Normal Gerakan abnormal : Tidak ada Defisit neurologis : ( - ) Rangsang Meningeal :(-) Tanda kenaikan TIK :(-) Refleks Fisiologis : +/+ Refleks Patologis : -/Fungsi Otonom : tidak ada kelainan

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan nervi cranialis

Nervus I Nervus II Nervus III Nervus IV Nervus V Nervus VI Nervus VII Nervus VIII Nervus IX Nervus X Nervus XI Nervus XII

: tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Motorik

Gerakan
beba beba s s beba beba Kekuatan s s 5 5 5 5

:
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

Tonus

Normotonu Normotonu s s

Normotonu Normotonu s s : Trofi


Eutrofi Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah rutin Hb Hct Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC LED :14,5 g/dl : 43 % : 4,8 juta /uL : 12500 /uL : 323000 /uL : 88 fl : 30 pg : 34 g/dL : 9 mm/1jam Kimia Ureum Kreatinin Glukosa 2 jpp : 20 mg / dl : 0,7 mg / dl : 92 mg / dl

Serum Elektrolit
Natrium Kalium Klorida : 142 mEq/L : 2,9 mEq/L : 90 mEq/L

PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT Scan Kepala tanpa kontras dengan potongan axial

PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT Scan Kepala tanpa kontras dengan potongan axial

PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT Scan Kepala tanpa kontras dengan potongan axial

Kesan : suspek massa dengan bercak kalsifikasi ukuran 3,7 x 4,4 x 2,8 cm pada vertex lobus parietal kiri

DIAGNOSIS
DIAGNOSIS KLINIS

Cephalgia, kejang DIAGNOSIS BANDING Vertex lobus parietal kiri DIAGNOSIS ETIOLOGI Space Occupying Lesion. Diagnosa etiologi pada pasien ini ditegakkan melalui pemeriksaan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dicocokkan dengan dilakukannya pemeriksaan CT scan yang menunjukkan adanya massa dengan bercak kalsifikasi ukuran 3,7 x 4,4 x 2,8 cm pada vertex lobus parietal kiri.

PENGOBATAN
Non Medika Mentosa

Pada posisi tidur, meninggikan 20 - 300 Medika Mentosa Injeksi deksamethason 3 x 4 mg Injeksi ranitidin 2 x 50 mg PCT P/O 3 x 500 mg Phenytoin P/O caps 3 x 100 mg