Anda di halaman 1dari 2

Eritrasma

Abstrak
Eritrasma adalah salah satu penyakit bakteri yang selama lebih dari 100 tahun lamanya dianggap sebagai penyakit jamur hingga pada tahun 1980 Sarkany dkk menemukan kuman Corynebacterium minutissimum sebagai penyebabnya. Eritrasma ditandai dengan lesi berupa eritema dan skuama halus pada daerah lipatan seperti ketiak dan lipat paha. Pada pemeriksaan dengan sinar Wood didapatkan flouresensi berwarna merah bata. Prognosis cukup baik bila semua lesi diobati secara tekun dan menyeluruh.

Pendahuluan
Eritrasma adalah salah satu penyakit bakteri yang selama lebih dari 100 tahun lamanya dianggap sebagai penyakit jamur. Burchard melukiskan penyakit ini sebagai penyakit kulit yang disebabkan oleh Actinomycetes, Nocardia minutissima berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan sediaan langsung dengan ditemukannya hifa halus. Baru pada tahun 1962 Sarkany dkk menemukan Corynebacterium sebagai etiologi berdasarkan penelitian pada biakan.1 Corynebacterium minutissimum merupakan bakteri batang Gram positif, berukuran pendek dengan granul terdapat pada dekat ujungnya.2 Pada pemeriksaan dengan sinar Wood didapatkan flouresensi merah bata.1,2,3 Epidemiologi Epidemiologi dari eritrasma belum banyak diuraikan. Insidens eritrasma dilaporkan sekitar 4% di dunia. Penyakit ini bersifat universal, namun lebih banyak terlihat di daerah tropik. Eritrasma lebih banyak pada dewasa muda. Namun penyakit ini dapat menyerang semua usia, pasien termuda yang pernah dilaporkan menderita eritrasma adalah anak usia satu tahun. Frekuensinya sama pada pria dan wanita .

Namun, eritrasma pada regio kruris lebih banyak ditemukan pada pria. Studi pada tahun 2008 menemukan bahwa eritrasma interdigitalis lebih umum terjadi pada wanita (83% dari 24 pasien) Orang-orang yang banyak keringat, kegemukan, peminum alkohol dan debilitas lebih sering terkena penyakit Pada ras kulit hitam lebih banyak daripada kulit putih. Daerah beriklim panas lebih sering terkena daripada daerah dingin. Higiene buruk berperan penting dalam menimbulkan penyakit. Panas dan lembab juga mempermudah timbulnya penyakit.3

Daftar pustaka

1. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Kelima. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2007. Hal 334-335. 2. Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ. Fitzpatricks Dermatology in general medicine. 7 th edition. 1708-1710 3. Siregar RS. Saripati Penyakit Kulit. Edisi ke-3. Jakarta: EGC,1996:64-65.