Anda di halaman 1dari 16

Zat Aktif TemuLawak

Oleh: Kelompok 2 Tutor: drh. H. Zainul Fadli, M.Kes.

BLOK KEANEKARAGAMAN HAYATI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG 2011

TEMULAWAK

sinonim : Curcuma zedoaria Roscoe, Curcuma javanica Rieck, Javanese turmeric. Taksonomi:
Kingdom Divisi Sub Divisi Kelas Ordo Famili Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledonae : Zingiberales : Zingiberaceae : Curcuma : Curcuma xanthorrhiza ROXB

Nama

Daerah
: Temu lawak : Koneng gede : Temulawak : Temo labak : Temulawak

Sumatra Melayu Sunda Madura Indonesia

Ekologi dan Penyebaran Tumbuh di seluruh pulau Jawa tumbuh liar di bwh naungan di hutan jati, di tanah

yg kering & di padang alang alang , ditanam atau tumbuh liar di tegalan tumbuh pd ketinggian tempat 5 m sampai 1500 m di atas permukaan laut.

Morfologi Tanaman
Batang

tumbuh merumpun, berbatang semu, ketinggian 2 2,5 meter.,tiap rumpun terdiri atas beberapa tanaman (anakan), dan tiap tanaman memiliki 2 9 helai daun.
Daun

panjang dan agak lebar, lamina daun & seluruh ibu tulang daun bergaris hitam. Panjang daun 50 55 cm, lebarnya + 18 cm, & tiap helai daun melekat pd tangkai daun yg posisinya saling menutupi secara teratur. Daun berbentuk lanset memanjang berwana hijau tua dg garis2 coklat.

Rimpang

bulat seperti telur, & berukuran besar, rimpang cabang terdapat pd bagian samping yg bentuknya memanjang. Tiap tanaman memiliki rimpang cabang antara 3 4 buah. Warna rimpang cabang umumnya lebih muda dari pada rimpang induk. Warna kulit rimpang: kuning-kotor/ coklat kemerahan. Warna daging rimpang : kuning/ oranye tua, rasanya amat pahit, atau coklat kemerahan berbau tajam, serta keharumannya sedang. Rimpang terbentuk dalam tanah pada kedalaman + 16 cm. Tiap rumpun tanaman temu lawak umumnya memiliki enam buah rimpang tua dan lima buah rimpang muda.

Bunga berbunga terus-menerus sepanjang tahun secara bergantian keluar dari rimpangnya (tipe erantha), atau dari samping batang semunya setelah tanaman cukup dewasa. Warna bunga: kuning dg kelopak bunga kuning tua, serta pangkal bunganya berwarna ungu. Dalam satu ketiak terdapat 3-4 bunga. Sistem Perakaran akar serabut. Akar-akarnya melekat dan keluar dari rimpang induk. Panjang akar sekitar 25 cm dan letaknya tidak beraturan.

Konstituen

yg terkandung dlm Rhizome / Rimpang C. Xanthorrhiza :


curcuminoids, curcumin, demethoxy curcumin,

bisdemethoxycurcumin, 5'- methoxycurcumin, dihydrocurcumin, dan cyclocurcumin. Senyawa lain seperti : sesquiterpenes, germacrone, turmerone, - turmerones, bisabolene, a-curcumene, zingiberene, -sesquiphellandene, bisacurone, curcumenone, dehydrocurdione, procurcumadiol, bisacumol, curcumenol, isoprocurcumenol, epiprocurcumenol, procurcumenol, zedoaronediol, curlone, turmeronol A and turmeronol B.

Temulawak Curcuma Xanthorrhiza roxb.


Rimpang/ Rhizoma Zat Aktif

Fraksi Pati

Fraksi Kurkuminoid

Fraksi Minyak Atsiri

Efek Farmakologi & Aplikasi Kimia

Aplikasi Kimia

Air Kepekaan suatu komoditi terhadap kehilangan air akibat penguapan tergantung defisit tekanan uap dari atmosfir disekitarnya serta struktur lapisan permukaan komoditi yg bersangkutan. Rimpang temulawak segar mengandung air sekiat 75% - 80%. Pati merupakan salah satu komponen yang cukup besar dari temulawak, berbentuk serbuk, warna putih kekuningan karena mengandung kurkuminoid, mempunyai bentuk bulat telur sampai lonjong dengan salah satu ujungnya persegi, ukuran antara 33 hingga 100 m dengan ukuran rerata 60 m, letak hilus tidak sentral, terdapat lamela yang tidak konsentris.

Kurkuminoid terdiri dari campuran komponen senyawa yg bernama kurkumin & desmetoksi kurkumin, mempunyai warna kuning/kuning jingga, berbentuk serbuk dg rasa sedikit pahit, larut dalam aseton, alkohol, asam asetat glasial, dan alkali hidroksida. Kurkumin tidak larut dalam air dan dietileter. Kurkuminoid mempunyai aroma khas, tidak bersifat toksik
Kurkumin mempunyai rumus molekul C21H20O6 (Bobot

molekul = 368) sedangkan desmetoksi kurkumin, mempunyai rumus molekul C21H20O6 dengan bobot molekul 385. Sifat kimia kurkuminoid yang menarik adalah sifat perubahan warna akibat perubahan Ph lingkungan. Dalam susana asam, kurkuminoid berwarna kuning atau kuning jingga, sedangkan dalam suasana basa berwarna merah.

suasana basa, karena selain terjadi proses disosiasi, pada

suasana basa kurkumin dapat mengalami degradasi membentuk asa ferulat dan ferulloilmetan. Degradasi ini terjadi bila kurkumin berada dalam lingkungan pH 8,5 10,0 dalam waktu yang relatif lama. Salah satu hasil degradasi, yaitu feruloilmetan mempunyai warna kuning coklat yang akan mempengaruhi warna merah yang seharusnya terjadi. Sifat krukuminoid lain yang penting adalah aktivitasnya terhadap cahaya. Bila kurkumin terkena cahaya, akan terjadi dekomposisi struktur berupa siklisasi kurkumin atau terjadi degradasi struktur

Minyak

Atsiri

Merupakan cairan berwarna kuning atau kuning

jingga, mempunyai rasa yang tajam, bau khas aromatik, mempunyai indeks bias 1,5130 (240C), bobot jenis 0,9423 dan rotasi optis 140 pada 240 C. Rimpang temulawak merupakan salah satu tumbuhan yang rimpangnya mengandung minyak atsiri dalam kadar yang cukup besar, yaitu berkisar antara 3 12%

Efek Farmakologi
Anti-inflamasi & antiedema Menghambat aktivasi sitokrom P-450 Menekan saraf pusat Antibakteri & Antifungi Minyak atsiri & tumerol Menghambat pertumbuhan bakteri Antikarsinogenik Menghambat angiogenesis (menghambat ekspresi

gelatinase-beta) Menghambat aktivasi COX Menghambat aktivasi Lipoxigenase Menghambat TGF & antimetastatik Menghambat matrix metaloproteinase-9 (menghambat karsinoma sel hepar)

Antivirus (HIV)
Menghambat aktivasi protease HIV-1 & HIV-2

Hipokolesterolemik
Curcumin- menurunkan sintesa TG, kolesterol hati, fosfolipid

serum, meningkatkan HDL & apolipoprotein

Antioksidan
Curcuminoid, dimetoksicurcumin,bisdemetoksicurcumin Sbg Scavenger species oxigen (ex : superoksida, hidrogen

peroksida) Menghambat oksidasi LDL Stimulasi neutrofil inhibisi ATP, NF, Kappa-B,TNF, & IL-2 Menghambat FGF-2, COX, LOX Menghambat produksi ROS berlebih (O2-,H2O2,OH-,LOOH)

Hepatoprotektif
Curcumin menurunkan aktivasi SGPT Merangsang sekresi empedu Menghambat pembentukan batu empedu

Dosis & metode pemberian:


Rimpang segar: 3-9 g Akar kering: 1-5 g Dosis untuk membuat seduhan teh: 1/2 sendok teh bubuk rizoma pada 1 gelas air panas, rendam selama 10-15 menit, minum 1-3 gelas perhari.

Kontra indikasi: Jangan digunakan pada wanita hamil karena dapat meningkatkan kontraksi uterus Jangan digunakan pada seseorang dengan kerusakan ginjal karena dapat meningkatkan sekresi dan kerja ginjal.