Anda di halaman 1dari 11

TTL

Rangkaian elektrik adalah suatu rangkaian yang meyebabkan aliran elektron secara merata dan terus menerus.
Jadi secara teknis dalamr angkaian tersebut tersedia sumber electron dan tujuan sehingga terjadi aliran secara terus menerus.
Analogi Rangkaian Listrik

Gerakan bola dalam tabung yang ujungujungnya tersambung

Elektron dapat mengalir didalam lintasan tanpa awal dan akhir (tertutup)

TEGANGAN (VOLTASE) DAN ARUS


Dalam suatu rangkaian tertutup elektron akan mnengalir secara terus menerus yang artinya electron tersebut harus memerlukan gaya dorong agar dapat mengalir.
Analogi membuat sumber elektron yaitu kita umpamakan air yang dipompakan ke dalam tandon air, kemudian air dari tandon terbut dimanfaatkan untuk keperluan yang lain.

TEGANGAN (VOLTASE) DAN ARUS


Tandon Air sebagai penghasil energi (power suply) Air yang mengalir dari tandon dapat dimanfaatkan untuk keperluan (elektron) Ketinggian air dalam tandon akan menetukan debit aliran air untuk keperluan.

Ketinggian air dalam tandon adalah besarnya energi potensial (tegangan /voltase)
Debit aliran air dianalogikan denan Arus Listrik Material Besaran dasar Aliran Potensial Daya Teknik Listrik elektron Muatan (q) Arus (I) Voltase (V) Daya listrik P=IV Fluida Air Massa (m) Debit air (Q) Tekanan(p) Daya fluida P = pQ

Satua Listrik : Tegangan Listrik : Volt Arus Listrik : Amphere Daya Listrik : watt
4

HUKUM OHM
Untuk menggambarkan hubungan antara Voltase, Arus dan Resistansi dalam besaran listrik agak susah maka pada pembahasan ini dibuat suatu ilustrasi tandon air

Tinggi air dalam tangki (tekanan air = p) dianalogikan dengan besarnya tegangan listrik dengan satuan volt.
Besarnya lubang keluar air dianalogikan dengan resistansi dengan satuan Ohm, dimana semakin besar lubang maka semakin kecil harga resistansi. Jadi resistansi sebenarnya dianalogikan dengan besarnya hambatan lubang yang mempengaruhi air keluar. Besarnya air keluar (debit air) dianalogikan dengan besarnya arus (Ampere) yang mengalir melewati resistansi.

Kasus 1 : dua tangki air dengan lubang keluar air sama tetapi

ketinggian air dalam tangki berbeda maka air yang keluar (debit air) dari kedua tangki akan berbeda. Tangki dengan air yang lebih tinggi akan mengeluarkan air yang lebih banyak artinya debit air yang keluar lebih besar

Resistansi Voltase Arus Voltase

Resistansi

Arus

Resistansi Keduanya sama

Tekanan : naik Debit : naik Lubang : sama

tegangan : naik ( V ) arus : naik (I) resistansi : sama ( R )

Kasus 2 :

dua tangki air dengan tinggi air beda dan air keluar (debit air) sama maka diperlukan lubang keluar yang berbeda. Agar debit air yang keluar sama maka untuk tangki dengan ketinggian air yang lebih rendah maka diperlukan lubang keluar yang lebih besar,

Resistansi Voltase Arus Voltase

Resistansi

Arus

Arus keduanya sama

Tekanan : turun Debit : sama Lubang : turun

tegangan : turun ( V ) arus : sama (I) resistansi : turun ( R )


7

Kasus 3 :

dua tangki air dengan tinggi air sama dan lubang keluar berbeda maka debit air yang keluar akan berbeda. Dengan ketinggian air yang sama dan lubang keluar diperkecil (resistansi meingkat) maka debit air yag keluar akan lebih kecil,

Resistansi Voltase Arus Voltase

Resistansi

Arus Voltase keduanya sama

Tekanan : sama Debit : turun Lubang : naik

tegangan : sama ( V ) arus : turun (I) resistansi : naik ( R )


8

. . .


= = =

1. 2.
1.
3.

2. 3.

Aplikasi Hukum Ohm

10

Aplikasi Hukum Ohm

Segitiga Ohm DAYA LISTRIK

= =

11