Anda di halaman 1dari 8

Perekonomian Indonesia

PENGARUH INFLASI DI INDONESIA TERHADAP UPAH BURUH DI BANTEN

Disusun Oleh:

Yuli Yanti / 1111084000028 / 087871276574

Zul Kairani / 1111084000018 / 085782954209

Mata Kuliah Perekonomian Indonesia

Dosen Pembina Tony S. Chendrawan, SI., SE., MS.

Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

This study aims to detect inflation rate influence in Indonesia towards labour wages at banten during period year 2007-2011, by using quantitative watchfulness at processes by using simple regression and inferential from result uji-f according to stimultan knowable that according to stimultan or together so variable independent (wage) not influential according to significant towards variable dependent (Inflation), but in when does inflation rise but company not raise labour wages, so that till now in indonesia frequently happen demo labourer demands wage increase, because they felt wage that got ill assorted with energy that taked.

Keywords: Inflation, Wages

1.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Krisis Ekonomi yang melanda dunia juga berakibat pada Indonesia, yang telah menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan terhadap sendi-sendi perekonomian nasional. Karena gagal mengatasi krisis moneter dalam jangka waktu yang pendek, bahkan cenderung berlarut-larut menyebabkan kenaikan tingkat harga terjadi secara umum dan semakin berlarut-larut. akibatnya, angka inflasi nasional melonjak cukup tajam. Lonjakan yang cukup tajam terhadap angka inflasi nasional yang tanpa diimbangi oleh peningkatan pendapatan nominal masyarakat, telah menyebabkan pendapatan riil rakyat semakin merosot. Juga, pendapatan perkapita penduduk merosot relatif sangat cepat. Hal ini telah menyebabkan semakin beratnya beban hidup masyarakat, khususnya pada masyarakat strata ekonomi bawah. Masalah ini

akan terus menjadi perhatian pemerintah dan tujuan jangka panjang pemerintah adalah menjaga agar tingkat inflasi yang berlaku berada pada tingkat yang sangat rendah. Tingkat inflasi nol persen bukanlah tujuan utama kebijakan pemerintah karena hal itu sukar untuk dicapai yang paling penting untuk diusahakan adalah menjaga agar tingkat inflasi tetap rendah, adakalanya tingkat inflasi meningkat dengan tiba-tiba atau wujud sebagai akibat suatu peristiwa tertentu yang berlaku diluar ekspektasi pemeritah, misalnya efek dari pengurangan nilai uang atau depresiasi nilai uang yang sangat besar atau ketidakstabilan politik. Menghadapi masalah inflasi yang bertambah cepat ini pemerintah akan menyusun langkah-langkah yang bertujuan agar kestabilan harga-harga dapat diwujudkan kembali.

BPS RI menyelenggarakan Survei Upah Buruh (SUB) yang berstatus dibawah mandor sejak awal dekade 1980-an melalui pendekatan perusahaan dan dilaksanakan empat kali dalam setahun di seluruh Indonesia. Survei ini mengumpulkan berbagai

Perekonomian Indonesia

informasi tentang upah secara rinci di beberapa lapangan usaha, yaitu pertambangan non-migas, industri pengolahan, perhotelan, lapangan usaha perdagangan dan lapangan usaha pertanian (peternakan & perikanan).

Buruh dapat dikatakan sebagai mereka yang bekerja untuk memperoleh upah atau gaji, seperti Karyawan Badan Pusat produksi yaitu karyawan yang terlibat secara langsung dalam proses produksi diantaranya operator, pemeliharaan, pengolahan, perakitan, pengepakan, penggudangan, laboratorium, pesuruh di bagian produksi, dsb.

Status Karyawan

1. Harian lepas adalah status karyawan yang dibayar berdasarkan jumlah hari kerjanya. Umumnya upah mereka tidak dapat dipisahkan antara gaji/upah pokok dan tunjangan lainnya. Kontrak adalah status karyawan yang dibayar berdasarkan kontrak kerja.

2. Borongan adalah status karyawan yang dibayar langsung oleh perusahaan berdasarkan hasil kerja yang dihitung per satuan hasil, tidak termasuk karyawan borongan yang bekerja di rumah sendiri secara makloon.

3. Harian tetap adalah status karyawan yang dibayar berdasarkan jumlah hari kerjanya. Biasanya upah mereka terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap yang mungkin dapat dipisahkan sehingga kalau karyawan/pekerja absen, bisa dihitung potongan upahnya sesuai aturan yang berlaku.

4. Bulanan adalah status karyawan yang menerima upah/gaji pokok secara tetap setiap periode pembayaran (umumnya bulanan kecuali tunjangan-tunjangan dan perangsang lainnya yang tergantung jumlah hari atau jam kerja karyawan yang bersangkutan). Bila karyawan bulanan dibayar 2 kali atau lebih dalam sebulan tetap dimasukkan sebagai karyawan bulanan.

Berikut adalah data mengenai tingkat inflasi dan tingkat upah buruh di Provinsi Banten dari tahun 2007-

2011:

Tahun

Inflasi

Upah Buruh

2007

6.59

746.500

2008

11.06

837.000

2009

2.78

917.500

2010

6.96

955.300

2011

3.79

1.000.000

Sumber: Data dari BPS setelah diolah

Pada analisis upah buruh di Provinsi Banten menunjukan bahwa setiap tahunnya terjadi kenaikan

yang relative sama namun daerah kota yang menunjukan tingkat upah minimum regional tertinggi adalah pada kota tangerang selatan yang merupakan kota yang relative pembentukannya baru. Tinggi rendahnya upah buruh sangat menentukan kesejahteraan buruh, semakin tinggi upah yang diterima semakin tinggi tingkat kesejahteraan buruh. Upah buruh yang rendah justru cenderung menunjukkan bahwa tidak mempunyai kemampuan untuk bersaing dan menghambat tercapainya kesejahteraan bagi rakyat. Upah yang tinggi membuat daya beli masyarakat meningkat yang dapat mendorong tumbuhnya sektor industry.

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum kesejahteraan buruh dari tahun ketahun menunjukkan peningkatan. Hal ini ditunjukkan oleh dua indicator yaitu:

a.

Nilai

rata-rata

kenaikkan

upah

buruh

tiap

tahun

lebih

besar

dibanding

dengan

nilai

Statistik inflasi

Kesejahteraan masyarakat menjadi lebih rendah akibat terjadinya inflasi semakin tinggi inflasi semakin semakin besar penurunan kesejahteraan masyarakat, karena daya beli masyarakat berkurang sebesar nilai inflasi. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah selain meningkatkan gaji pegawai juga menekan laju inflasi. Pengaruh inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat dapat dieleminir apabila kenaikkan gaji pegawai lebih besar dari inflasi. Dengan nilai rata-rata kenaikkan upah buruh yang lebih besar dari inflasi yang terjadi pada tahun yang sama menunjukkan bahwa kesejahteraan buruh meningkat walau peningkatannya tidak sebesar kenaikkan upah yang diterima karena harus dikurangi dengan besarnya inflasi.

b. Nilai rata-rata indeks upah buruh lebih besar dibanding indeks harga kunsumen.

Indek harga konsumen menggambarkan tingkat kenaikkan harga barang kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan barang-barang kebutuhan pokok. Naiknya harga barang yang dibutuhkan masyarakat menyebabkan kesejahteraan masyarakat menurun, semakin tinggi indeks harga konsumen berarti harga barang yang dibutuhkan masyarakat semakin mahal sehingga masyarakat tidak mampu menjangkau. Semakin rendahnya daya beli masyarakat atau semakin tidak mampunya masyarakat untuk mengkonsumsi barang menunjukkan rendahnya kesejahteraan masyarakat. Kenaikkan harga barang tersebut tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat apabila pendapatan masyarakat naik lebih tinggi dibanding dengan kenaikkan harga barang. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks upah buruh selalu lebih tinggi dibanding dengan indeks harga

Perekonomian Indonesia

konsumen, sehingga buruh masih mampu membeli barang kebutuhan hidupnya karena upahnya naik lebih tinggi dibanding dengan kenaikkan harga barang, bahkan daya belinya meningkat oleh karenannya kesejahteraan buruh lebih baik.

Meningkatnya kesejahteraan buruh bukan berarti jumlah masyarakat miskin berkurang, walau upah buruh merupakan indikator kemiskinan tetapi masih banyak indikator lain yang menjadi ukuran untuk mengukur kemiskinan masyarakat. Analisis di atas terbatas pada menjelaskan bahwa kesejateraan buruh terus bertambah apabila dibandingkan kesejahteraan tahun-tahun sebelumnya. Indikator lain untuk mengetahui apakah jumlah masyarakat miskin berkurang atau sebaliknya adalah angka pengangguran, walau kesejahteraan buruh naik seiring dengan naiknya upah buruh apabila pertumbuhan lapangan kerja tidak sebanding dengan naiknya masyarakat pencari kerja maka jumlah masyarakat miskin akan meningkat karena pekerja harus menanggung beban masyarakat yang belum bekerja sehingga membuat masyarakat tidak miskin menjadi miskin karena meningkatnya beban (biaya) hidup yang harus ditanggung.

Selain kurang tersediannya kesempatan kerja bagi pencari kerja, meningkatnya jumlah masyarakat miskin juga didorong oleh pemutusan hubungan kerja (PHK). Penerunan aktivitas produksi sektor usaha yang menyebabkan di rumah kannya atau diputusnya hubungan kerja sejumlah buruh merupakan stimulir yang semakin mempercepat jumlah masyarakat miskin. Oleh karena itu permasalahan utama sebenarnya bukan pada kenikkan upah buruh tetapi yang lebih penting adalah kelangsungan pekerjaan bagi masyarakat yang sudah bekerja serta terciptanya lapangan kerja baru untuk menampung masyarakat pencari kerja.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan fenomena-fenomena diatas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaran Inflasi di Indonesia?

2. Bagaimana gambaran mengenai tingkat Upah Di Banten?

3. Bagaimana hubungan antara Inflasi dengan Tingkat Upah di Indonesia?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui gambaran Inflasi di Indonesia.

2. Untuk mengetahui gambaran Tingkat Upah Di Banten.

3. Untuk mengetahui hubungan antara Inflasi dengan Tingkat Upah di Indonesia.

2. KAJIAN PUSTAKA

Kurva Phillips menggambarkan ciri perhubungan diantara tingkat kenaikan upah dengan tingkat pengangguran, atau di antara tingkat harga dengan tingkat pengangguran. Nama kurva tersebut diambil dari orang yang mula-mula sekali membuat studi dalam aspek tersebut. Dalam tahun 1958 A.W. Phillips, yang pada waktu itu menjadi Profesor di London School of Economics, menerbitkan satu studi mengenai ciri-ciri perubahan tingkat upah di Inggris. Studi tersebut meneliti sifat hubungan diantara tingkat pengangguran dan kenaikan tingkat upah. Kesimpulan dari studi tersebut adalah : terdapat suatu sifat hubungan yang negatif (berbalikan) diantara kenaikan tingkat upah dengan tingkat pengangguran. Pada ketika tingkat pengangguran tinggi, persentasi kenaikan tingkat upah adalah rendah dan apabila tingkat pengangguran rendah, persentasi kenaikan tingkat upah adalah tinggi.

Inflasi adalah kenaikan harga barang barang yang bersifat umum dan terus menerus. Pada dasarnya terdapat 3 (tiga) teori tentang inflasi, yaitu :

A.Teori Kuantitas

Teori yang menganalisis peranan dari Jumlah uang beredar, dan ekspektasi masyarakat mengenai kemungkinan kenaikan harga (peranan psikologis). Jumlah uang beredar. Menurut teori ini, pertambahan volume uang yang beredar sangat dominan terhadap kemungkinan timbulnya inflasi. Kenaikan harga yang tidak dibarengi dengan pertambahan jumlah uang beredar sifatnya hanya sementara. Dengan demikian menurut teori ini, apabila jumlah uang tidak ditambah, kenaikan harga akan berhenti dengan sendirinya. Ekspektasi. Berdasarkan teori ini, walaupun jumlah uang bertambah tetapi masyarakat belum menduga adanya kenaikan, maka pertambahan uang beredar hanya akan menambah simpanan atau uang kas karena belum dibelanjakan. Dengan demikian harga barang- barang tidak naik. Jika masyarakat menduga bahwa besok dalam waktu dekat harga barang akan naik, masyarakat cenderung membelanjakan uangnya karena khawatir akan penurunan nilai uang, sehingga akan memicu inflasi.

B.Teori Inflasi Keyness

Menurut Keynes, inflasi pada dasarnya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara permintaan masyarakat (demand) terhadap barang-barang dagangan (stock), dimana permintaan lebih banyak dibandingkan dengan barang yang tersedia, sehingga terdapat gap yang disebut inflationaty gap.

C.Teori Struktural

Teori ini berlandaskan kepada struktur perekonomian dari suatu negara (umumnya negara berkembang). Menurut teori ini, inflasi disebabkan oleh :

Perekonomian Indonesia

Ketidak-elastisan penerimaan eksport. Hasil ekspor meningkat namun lambat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor lainnya. Peningkatan hasil eksport yang lambat antara lain disebabkan karena harga barang yang dieksport kurang menguntungkan dibandingkan dengan kebutuhan barang-barang import yang harus dibayar. Dengan kata lain daya tukar barang-barang negera tersebut semakin memburuk.

Ketidak-elastisan Supply produksi bahan

ketidakseimbangan antara

pertumbuhan produksi bahan makanan dengan jumlah penduduk, sehingga mengakibatkan kelonjakan kenaikan harga bahan makanan. Hal ini dapat menimbulkan tuntutan kenaikan upah dari kalangan buruh / pegawai tetap akibat kenaikan biaya hidup. Kenaikan upah selanjutnya akan meningkatkan biaya produksi dan mendorong terjadinya inflasi.

makanan. Terjadi

Teori dana upah, Oleh Stuart Mill Senior

Menurut teori upah, upah yang diterimanya itu sebetulnya adalah berdasarkan kepada besar kecilnya jumlah dana yang ada pada masyarakat. Jika dana ini jumlahnya besar maka akan besar pula upah yang diterima buruh, sebaliknya kalau dana ini berkurang maka jumlah upah yang diterima buruh pun akan berkurang pula.

Menurut teori ini, yang dipersoalkan sebetulnya bukanlah berapa besarnya upah yang diterima buruh, melainkan sampai seberapa jauhnya tersebut mampu mencukupi segala keperluan hidup buruh beserta keluarganya. Karenanya menurut teori ini dianjurkan, bahwa khusus untuk menunjang keperluan hidup buruh yang besar tanggungannya disediakan dana khusus oleh majikan atau negara yang disebut dana anak-ana

Teori

menerangkan:

upah

Alam,

dari

David

Ricardo

Teori

ini

1. Upah menurut kodrat adalah upah yang cukup untuk pemeliharaan hidup pekerja dengan keluarganya.

2. Di pasar akan terdapat upah menurut harga pasar adalah upah yang terjadi di pasar dan

Teori Upah Etika Menurut kaum Utopis (kaum yang memiliki idealis masyarakat yang ideal) tindakan para pengusaha yang memberikan upah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan minimum, merupakan suatu tindakan yang tidak etis . Oleh karena itu sebaiknya para pengusaha selain dapat memberikan upah yang layak kepada pekerja dan keluarganya, juga harus memberikan tunjangan keluarga.

Teori Upah Besi dikemukakan oleh Ferdinand Lassalle. Penerapan sistem upah kodrat menimbulkan tekanan terhadap kaum buruh, karena kita ketahui posisi kaum buruh dalam posisi yang sulit untuk menembus kebijakan upah yang telah ditetapkan oleh para produsen. Berhubungan dengan kondisi tersebut maka

teori ini dikenal dengan istilah Teori Upah Besi . Untuk itulah Lassalle menganjurkan untuk menghadapi kebijakan para produsen terhadap upah agar dibentuk serikat pekerja.

Sistem upah potongan tujuannya adalah untuk mengganti sistem upah jangka waktu jika hasil pekerjaannya tidak memuaskan. Sistem upah ini hanya dapat diberikan jika hasil pekerjaannya dapat dinilai menurut ukuran tertentu, misalnya diukur dari banyaknya, beratnya dan sebagainya.

Manfaat pengupahan dengan sistem ini adalah:

1. Buruh mendapat dorongan untuk bekerja giat

2. Produktivitas semakin meningkat

3.Alat-alat produksi akan dipergunakan secara intensif

Sedangkan keburukannya adalah:

1. Buruh selalu bekerja secara berlebih-lebihan

2. Buruh

kurang

keselamatannya

menjaga

kesehatan

dan

3. Kadang-kadang kurang teliti dalam bekerja karena untuk mengerjar jumlah potongan

4. Upah tidak tetap, tergantung jumlah potongan yang dihasilkan untuk menampung keburukan dari sistem upah potongan maka diciptakan sistem upah gabungan, yaitu gabungan antara upah minimumnya sehari dengan jumlah minimum dari pekerjaannya .

ditentukanoleh permintaan dan penawaran.

2.1

Kerangka Pemikiran

Perekonomian Indonesia

INFLASI Kenaikan Harga . Jika menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya Bersifat Umum .

INFLASI

INFLASI Kenaikan Harga . Jika menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya Bersifat Umum . Jika

Kenaikan Harga. Jika

menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya

Kenaikan Harga . Jika menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya
Kenaikan Harga . Jika menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya

Bersifat Umum. Jika

daripada harga periode sebelumnya Bersifat Umum . Jika kenaikan tersebut menyebabkan harga harga secara umum

kenaikan tersebut menyebabkan harga harga secara umum naik.

tersebut menyebabkan harga harga secara umum naik. UPAH BURUH Berlangsung terus menerus. Rentang
UPAH BURUH

UPAH

BURUH

Berlangsung terus menerus. Rentang

waktu bulanan, triwulan, tahunan

Berlangsung terus menerus. Rentang waktu bulanan, triwulan, tahunan
Berlangsung terus menerus. Rentang waktu bulanan, triwulan, tahunan

sumber : Pengantar Ilmu Ekonomi, Pratama Rahardja dan Mandala Manurung.

Berdasarkan uraian diatas hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Ketika harga suatu komoditas naik menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya maka pengeluaran buruh akan meningkat daripada periode sebelumnya sehingga upah buruh meningkat.

2. Kenaikan harga suatu komoditas dapat dikatakan inflasi jika kenaikan tersebut menyebabkan harga harga secara umum naik. Contoh : bahan bakar ( BBM ). Ketika BBM naik harga jual produk produk industri, khususnya kebutuhan pokok merambat naik sehingga upah buruh meningkat.

3. Kenaikan harga yang bersifat umum dan terus menerus mengakibatkan terjadinya inflasi sehingga upah buruh meningkat.

Dalam teorinya ketika inflasi meningkat maka upah buruh naik.

Perekonomian Indonesia

3. METODE PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini adalah daerah penduduk Provinsi Banten dengan alasan karena provinsi Banten merupakan Wilayah yang dikenal dengan banyaknya industri terutama di kota Tangerang, namun memiliki tingkat pengangguran yang tinggi bahkan beberapa sumber menyatakan dengan wilayah termiskin di indonesia

 

Model Summary

 

Mode

   

Adjusted R

Std. Error of

l

R

R Square

Square

the Estimate

1

.423 a

.179

-.095

3.38462

a. Predictors: (Constant), UPAH

X Y
X
Y

Model hubungan antar Variabel.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini menggunakan model

regresi linear dengan konsep simple regresi. Berikut ini adalah grafik Infalsi tahun 2007 sampai dengan

2012.

ini adalah grafik Infalsi tahun 2007 sampai dengan 2012. Berikut ini adalah hasil regresi dari data

Berikut ini adalah hasil regresi dari data Inflasi dan

upah buruh.

ANOVA b

 

Sum of

       

Model

 

Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

7.480

1

7.480

.653

.478 a

Residual

34.367

3

11.456

   

Total

41.847

4

     

a.

Predictors: (Constant), UPAH

 

b.

Dependent Variable: INFLASI

 

Coefficients a

 

Standardize

   
 

Unstandardized

d

Coefficients

Coefficients

Model

B

Std. Error

Beta

t

Sig.

1 (Constant

6.850

1.694

 

4.044

.027

 

)

UPAH

-3.061E-6

.000

-.423

-.808

.478

a. Dependent Variable: INFLASI

Correlations

 

INFLASI

UPAH

INFLAS

Pearson

1

-.423

I

Correlation

Sig. (2-tailed)

 

.478

N

5

5

UPAH

Pearson

-.423

1

Correlation

Sig. (2-tailed)

.478

 

N

5

5

N 5 5 UPAH Pearson -.423 1 Correlation Sig. (2-tailed) .478   N 5 5 6

Perekonomian Indonesia

Bedasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS, didapatkan hasil korelasi antara dua hubungan yaitu antara variable Inflasi dengan upah buruh dari table correlation. pearson correlation menunjukan hubungan inflasi dengan inflasi menunjukan angka 1 sedangkan, hubungan upah dengan upah menunjukan angka -0,423 dengan sampel populasi berjumlah 5 tahun. Artinya jika inflasi naik sebesar 0,01% maka upah akan turun sebesar -4,23%.

Dari table model summary b , Besarnya koefisien determinasi dari tahun 2007 sampai 2011 adalah sebesar 0,179 atau sebesar 17,9 % variable total upah dapat dijelaskan oleh variable upah.

Dari table ANOVA b (Uji F) , dapat dilihat bahwa secara simultan atau bersama-sama variable independent tidak memiliki tingkat signifikan sebesar

0,478, angka ini lebih besar dari alpha 5% atau F

sebesar 0,653 dimana diperoleh table ANOVA b dengan alpha 5 % dan df 1 = 1, df 2 = 3 sebesar ± 34,37, maka dapat disimpulkan secara signifikan variable independent (upah) tidak berpengaruh secara

signifikan terhadap variable dependent (inflasi).

hitung

Dari table koefisien dari tahun 2007 sampai 2011 ditemukan Y = 6.850+(-3.061E-6)X nilai 6.850 merupakan nilai konstan (a) yang menunjukan bahwa jika tidak ada upah, maka total upah adalah 6.850. Uji t yang digunakan untuk menguji signifikan konstanta dari variable independent pada kolam signifikan. Variable upah mampunyai angka tidak signifikan diatas 0,05 yaitu 0,478.

5. KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis pengaruh variable independent yaitu upah terhadap variable dependent adalah sebagai berikut :

1. Dari hasil uji-F secara stimultan dapat diketahui bahwa secara stimultan atau bersama-sama maka variable independent (upah) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependent (Inflasi).

2. Dari hasil uji-t menunjukan dari variable independent pada kolam signifikan. Variable upah mampunyai angka yang tidak signifikan diatas 0,05 yaitu 0,478.

Dalam prakteknya ketika inflasi naik perusahaan tidak menaikkan upah buruh, sehingga sampai saat ini di Indonesia sering kali terjadi demo buruh menuntut kenaikan upah. Karena mereka merasa upah yang

didapat

dikeluarkan.

tidak

SARAN

sebanding

dengan

tenaga

yang

Dalam masalah upah buruh sebaiknya melihat pula dari faktor inflasi, karena dengan terjadinya inflasi secara otomatis akan menaikkan beberapa harga barang kebutuhan sehingga pengeluaran buruh meningkat. Dengan terjadinya inflasi maka nilai rupiah merosot / harga jualnya berkurang.

Seharusnya dalam teori, kenaikan inflasi berbanding lurus dengan pendapatan dalam arti ketika inflasi naik maka pendapatan naik.