Anda di halaman 1dari 32

ALBAAZA NUADY RSUD Pacitan

Nama Umur Alamat Jenis kelamin Suku Agama No. RM

: : : : : : :

Tn. Martono 79 tahun Kebon Agung Laki-laki Jawa Islam 181752

Keluhan Utama : Tidak bisa BAK Riwayat Penyakit Sekarang Pasien laki laki umur 79 tahun datang ke RSUD Pacitan pada tanggal 16 April 2012 karena sulit berkemih, sejak 3 hari lalu dan terpasang DC yang dipasang pada saat pasien periksa ke Puskesmas 3 hari lalu. Keluhan susah berkemih sudah dirasakan sejak lama, dimulai kurang lebih 3 tahun lalu dan pasien hanya menggunakan kateter setiap kali keluhan muncul. Pasien merasa harus mengejan jika ingin memulai berkemih, pancaran lemah dan seperti lidi, pasien merasakan susah untuk mengakhiri kencing, kadang air seni

menetes, merasa tidak puas jika selesai berkemih, hampir sering ketika sedang berkemih seperti sudah selesai berkemih namun kemudian merasa ingin berkemih kembali, dalam hitungan 2 jam dapat 4-5 kali merasa ingin berkemih kembali. Pasien sering susah untuk menunda BAK. Pada malam hari pasien sering terbangun untuk berkemih dikatakan lebih dari 3 kali, saat berkemih lebih sering merasakan sakit. Beberapa kali pernah mengeluhkan air seni berwarna merah, terutama setelah pelepasan kateter. Ketika ditanya pasien merasa keluhannya ini sangat mengganggu, jika sudahn tidak bisa BAK, pasien harus memakai kateter sepanjang hari.

Keluhan serupa sudah dimulai sejak 3 tahun yang lalu, pasien sudah berobat dan disarankan untuk dilakukan operasi namun pasien menolak, sehingga hanya diberikan obat dan dilakukan pemasangan kateter jika pasien tidak bisa BAK. Riwayat serupa dalam keluarga disangkal. Riwayat merokok +.

3 hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh sulit BAK dan datang ke PKM kemudian dipasang DC. keluhan pertama kali muncul 3 tahun lalu, semakin memberat.

Dilakukan ananmesis merujuk penilaian IPSS Incomplete emptying sering Frekuensi sering Intermitensi sering Urgensi hampir lebih dari setengah kejadian Pancaran urin lemah + Mengejan saat ingin memulai BAK + Nocturia lebih dari 3 kali dalam semalam Pasien merasa terganggu kualitas hidupnya

Keluhan serupa saat 3 tahun lalu, pasien sudah memeriksa dan diberi obat dan pemasangan kateter. Obat?? OS memiliki riwayat hipertensi

Merokok (+)

Tekanan Darah : 160/80, Nadi : 84 x/menit Respirasi : 18x/menit Suhu : afeb

KU Compos Mentis Kepala : CA -/- , SI -/Leher : peningkatan JVP -, limfonodi ttb Cardio : S1-2 murni, cardiomegali (-) Thorax : sonor, vesikuler +/+, ronki -/-, wheezing -/Abdomen : supel, BU + N, nyeri tekan -, timpani Ext : sianosis akral (-)

CVA : Bulging -, nyeri ketuk Suprapubik : Bulging -, nyeri tekan OUE : terpasang DC RT : TMSA + N, mukosa licin, nodul -, teraba prostat ukuran >60g, basis tidak teraba, nodul -, nyeri -, konsistensi lunak, ampulla tidak kolaps, STLD -

AL : 11,8X 10^3 AE : 2,05 X 10^6 AT : 286 X 10^3 HGB : 12,4 mg/dL HCT : 37,4 % GDS : 215,7 mg/dL Creatinin : 1,45

CTR > 0,48 kesan kardiomegali

Tidak tampak indurasi prostat kedalam vesika

RETENSI URIN HIPERTENSI

BPH HT stage II

Monitor KU dan VS Pemeriksaan darah rutin Pemeriksaan urin rutin Pemeriksaan fungsi ginjal Pemeriksaan BNO, USG prostat

Pro prostatektomi HCT 1 x 25 mg Nifedipine 1x 10 mg

Dilakukan operasi prostatektomi pada tanggal 17/04/2012 Dengan VS : TD 140/80 N 84x/menit, Rr 18x/menit T afeb Status Urologis CVA : bulging -, Nyeri tekan -, nyeri ketok Suprapubis : tampak luka operasi tertutup kasa +, drain + darah minimal, nyeri tekan + OUE : terpasang DC dengan produk urin merah +

TERIMAKASIH

Prostate anatomy.

Kundra V et al. AJR 2007;189:830-844

2007 by American Roentgen Ray Society

Serum testosterone (T)

Serum Dihydrotestosterone

(DHT)

T
5AR (1 and 2)
DHT

Prostate cell

Growth factors

DHT-androgen receptor complex


Cell death

Increased Cell growth

Unbalanced

Voiding (obstructive) symptoms Hesitancy Weak stream Straining to pass urine Prolonged micturition Feeling of incomplete bladder emptying Urinary retention

Storage (irritative or filling) symptoms Urgency Frequency Nocturia Urge incontinence

LUTS is not specific to BPH not everyone with LUTS has BPH and not everyone with BPH has LUTS
Blaivas JG. Urol Clin North Am 1985;12:21524

Symptom assessment
the International Prostate Symptom Score (IPSS) is recommended as it is used worldwide IPSS is based on a survey and questionnaire developed by the American Urological Association (AUA). It contains:
seven questions about the severity of symptoms; total score 07 (mild), 819 (moderate), 2035 (severe) eighth standalone question on QoL

Digital rectal examination(DRE) PV determination- ultrasonography Urodynamic analysis


inaccurate for size but can detect shape and consistency Qmax >15mL/second is usual in asymptomatic men from 25 to more than 60 years of age

Measurement of prostate-specific antigen (PSA)


high correlation between PSA and PV, specifically TZV men with larger prostates have higher PSA levels PSA is a predictor of disease progression and screening tool for CaP as PSA values tend to increase with increasing PV and increasing age, PSA may be used as a prognostic marker for BPH
1

Treatment options

Watchful waiting

Medication Surgical approaches


Minimal invasive TURP Invasive open procedures

Patient

IPSS 7 No or little bother Prostate small PSA low Prostate large PSA high

IPSS >7 Moderate to severe bother

Prostate small PSA low


Adrenergic Blocker

Prostate large PSA high

No Treatment

Preventive therapy 5-Reductase Inhibitor

5-Reductase Inhibitor Combination Rx

IPSS <19 (Moderate) Short term

IPSS >19 (Severe) Long term

Trans-Urethral Resection of Prostate

TURP

(transurethral resection of the prostate)

Gold Standard of care for BPH

Uses an electrical knife to surgically cut and remove excess prostate tissue Effective in relieving symptoms and restoring urine flow

Beri Nilai