Anda di halaman 1dari 28

Pembimbing : Dr.

Sofwan,SpKK

Fenny Rahayu 2007730054

Penyakit kulit yang terutama ditandai dengan adanya eritema dan skuama

Psoriasis

Pitiriasis rosea

Eritroderma

Dermatitis seboroik

Penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronik dan residif, ditandai dengan adanya bercakbercak eritema berbatas tegas dengan skuama kasar, berlapis-lapis. Disertai fenomena tetesan lilin.

Faktor genetik Faktor imunologik Faktor pencetus Stres psikis, infeksi fokal, trauma, endokrin, ggn metabolik, obat, alkohol dan merokok

Ukuran : lentikular, numular, plakat, dan dapat berkonfluensi Skuama kasar, putih transparan, berlapis-lapis Fenoma tetesan lilin Fenomena Auspitz Fenomena Kobner

Lokasi/predileksi : Kulit kepala, perbatasan daerah kulit kepala dengan muka, ekstremitas bag ekstensor terutama siku atau lutut, daerah lumbosakral

Psoriasis vulgaris Psoriasis gutata Psoriasis inversa Psoriasis eksudativa Psoriasis seboroik Psoriasis pustulosa Eritroderma psoriatik

Dermatofitosis Sifilis psoriasiformis (stad.II) Dermatitis seboroik

Sistemik : Kortikosteroid Sitostatik Levodopa DDS Etretinat Siklosporin

Topikal : Preparat ter Kortikosteroid Ditranol (antralin) Pengobatan dengan penyinaran Calcipotriol

Penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya. Lesi inisial berbentuk eritema dan skuama halus. Lesi yang lebih kecil di badan, lengan dan paha atas yang tersusun sesuai lapisan kulit

Belum diketahui Self limiting disease

Herald patch Soliter, berbentuk oval dan anular, Diameter 3 cm Ruam eritema dan skuama halus di pinggir

Lokasi Badan, lengan atas bagian proksimal, dan paha atas ( Seperti pakaian renang wanita)

Tinea korporis

Simptomatik : Sedativa Topikal : Asam salisilat + mentol - 1%

Kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema hampir di seluruh tubuh, biasanya disertai skuama. Bila eritemanya antara 50 90 % disebut pre-eritroderma. Sehingga mutlak harus ada eritema, sedangkan skuama tidak selalu harus ada.

Alergi obat biasanya secara sistemik Perluasan penyakit kulit Misalnya : psoriasis, pemfigus foliaseus, dermatitis atopik. Penyakit sistemik termasuk keganasan Eritroderma sindrom sezary

Akibat alergi sistemik Konsumsi obat yang dimasukkan ke dalam badan dengan cara, misalnya : Melalui mulut, hidung Dengan suntikan atau infus Melalui rektum atau vagina

Akibat perluasan peny. Kulit Eritroderma karena psoriasis Psoriasis menuju eritroderma Pengobatan psoriasis terlalu kuat (pengobatan ter dengan konsentrasi tinggi) Penyakit Leiner

Akibat penyakit sistemik termasuk keganasan Sindrom sezary Termasuk limfoma Stadium dini mikosis fungoides Ditandai dengan :
Eritema berwarna merah membara, universal, skuama, gatal Infiltrasi pada kulit dan ada edema

Pemeriksaan laboratorium :
Leukositosis, eosinofilia, limfositosis

Kortikosteroid : Golongan I : Prednison, 3x10 mg-4x10 mg/hr Golongan II : Prednison, 4x10 mg-4x15 mg/hr Prednison, 3x1-2 mg/hr (peny.Leiner) Golongan III Prednison, 30 mg/hr Klorambusil, 2-6 mg/hr (sitostatik)

Segolongan kelainan kulit yang didasari faktor konstitusi dan bertempat predileksi di tempattempat seboroik

Kelainan konstitusi berupa status seboroik (keturunan) Keaktifan glandula sebasea

Eritema Skuama, berminyak, dan agak kekuningan, batas tidak tegas Lokasi : Pada daerah supraorbital alis mata (skuamaskuama halus) Liang telinga luar

Lipatan nasolabial Daerah sternal Lipatan bawah mamae pada wanita Umbilikus Daerah anogenital

Psoriasis Kandidosis (lipatan paha dan perianal) Otomikosis (saluran telinga)

Sistemik Kortikosteroid prednison 20 30 mg/hr Isotretinoin kasus yg rekalsitran dosis 0,1 0,3 mg/kgBB/hr DS berat narrow band UVB (TL-01) 3x/mgg 8 mgg P.ovale + ketokonazol 200mg/hr

Topikal : Ter Resorsin Sulfur praesipitatum Kortikosteroid Krim ketokonazol

Adji prof. Dr. dr., Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Universitas Indonesia Ed.IV.2005. Balai Penerbit FK UI .Jakarta. Marwali,Harahap Prof.Dr. Ilmu penyakit kulit.2000.EGC.Jakarta. www.emedicine.com www.medicastore.com