Anda di halaman 1dari 28

JOURNAL READING

Age related, structured educational programmes for the management of atopic dermatitis in children and adolescents: multicentre, randomised controlled trial

OLEH :
Meira Oka Biasrie Dhita Putri Windari J 500070013 J 500070086

Pembimbing : dr. Rully Setia A.D, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT KULIT KELAMIN RSUD DR HARJONO PONOROGO / FK UMS 1 2012

Kaitan usia, program-program terstruktur untuk menejemen dermatitis atopik pada anak dan remaja, multicenter, dengan percobaan kontrol acak BMJ : May 2006
Oleh: Doris Staab, Thomas L Diepgen, Manig Fartasch, Jrg Kupfer, Thomas Lob-Corzilius, Johannes Ring, Sibylle Scheewe, Reginald Scheidt, Gerhard Schmid-Ott, Christina Schnopp, Rdiger Szczepanski, Thomas Werfel, Marita Wittenmeier, Ulrich Wahn, Uwe Gieler

Penelitian akan dilakukan di Jerman


Subjek penelitian sebanyak 992
2

Pendahuluan
: . Dermatitis atopik yg kronis peradangan kulit dan kambuh-kambuhan. Menyerang hingga seperlima anak sekolah.

Prevalensi meningkat pada negara industri.

Gejala dimulai pada masa bayi atau awal masa anak.

Gejalanya : gatal, sering menggaruk, sulit tidur


3

Program pendidikan bertujuan : memecahkan masalah yg timbul dari penyakit kronis ini.

Penelitian kami German atopic dermatitis intervention study yang mengolah tentang dermatitis atopik dan efeknya. Di sini kami melaporkan data dari 3 kelompok usia, yang dikumpulkan dari 992 keluarga selama 12 bulan.
4

Peserta dan Metode


Peserta : 3 kelompok dari orang tua yg anaknya menderita dermatitis atopik.

Usia 3 bulan-7 tahun, remaja usia 8-12 tahun, dan usia 13 tahun 18 tahun.
Peserta diambil dari 7 pusat RS di Jerman. 3 rumah sakit anak (Berlin, Osnaburk, dan Cologne). 3 rumah sakit khusus kulit (Munich, Erlangen, dan Hannover). Dan satu departemen pengobatan psikomatik (Giessen).
5

Kriteria inklusi : - yang didiagnosis dermatitis atopi sesuai dengan kriteria Hannafin dan Rajka. -durasi eksema minimal sekali dalam 3 bulan terakhir. -eksema berat minimal 20 poin dari penilaian dermatitis atopi scale.

Kriteria eksklusi : - gangguan psikiatri akut maupun kronik dan perlu pengobatan. Semua peserta (orang tua dan remaja) menyetujui persetujuan. Setelah 1 tahun, 823 peserta dihubungi untuk dievaluasi : dikeluarkan 17% (10% dari grup intervensi, 24% dalam kelompok control).
7

Desain Penelitian

Penelitian intervensi dengan kontrol acak. Menggunakan komputer menghasilkan nomor acak yang tersembunyi di amplop pasien. Pasien dan orang tua ditindaklanjuti pada 6 dan 12 bulan. Dihitung sampel berdasarkan keparahan eksema (skor dermatitis atopi). 9

Intervensi

Program pendidikan terdiri 6 kali pertemuan. Sekali seminggu berlangsung tiap 2 jam. Orang tua dari anak usia 3 bulan- 7 tahun datang sebelum bekerja. 12 org tua dari anak 8-12 tahun datang secara terpisah Orang tua usia 13-18 tahun datang sesuai kebutuhan.

10

Setiap sesi diisi oleh tenaga medis,gizi, masalah psikologis, dan dilakukan oleh tim multiprofesional yaitu ahli kulit, dokter anak, psikolog, ahli gizi. isi setiap sesi ,peserta diberikan ringkasan handout dan poin-poin penting dari tiap sesi. Sesi ini juga mendorong peserta untuk berbagi pengalaman pribadi dan mencoba keahlian yang baru dipelajari
11

Pengukuran Hasil
Menggunakan dermatitis atopic scale, 10 skala ini didasarkan pada sejauh mana lesi morfologi eksema, dan 2 item gangguan tidur malam dan gatal. Untuk memperoleh skor total dan mengetahui tingkat keparahan.

12

Tingkat keparahan
eksema diukur dengan menggunakan mendeteksi pada kulit, 14 skor untuk mengukur keparahan dari dermatitis atopik, orang tua membandingkan morfologi lesi kulit anak mereka dengan ilustrasi kemudian dievaluasi secara cepat.

13

Kuesioner
2 kuesioner standar untuk mengukur gatal, JUCKKI berisi 15 item dan ditujukan usia 8-12 tahun, JUCKJU yang terdiri dari 18 item dan ditujukan untuk usia 13-18

14

Kualitas hidup orang tua dg anak kurang dari 13 tahun

Kualitas orang tua dapat diukur dengan kuesioner Jerman, kualitas hidup pada orang tua pada anak yang menderita dermatitis atopik.

Kuesioner ini menyoroti perbedaan antara orang tua dengan anak-anak dengan berbagai tingkat keparahan penyakit, yang merupakan indikasi terutama terhadap klinis.

15

Statistik analisis

Semua analisis SAS untuk tes statistik ,

metode nonparametrik
16

analisis kovarian untuk membandingkan nilai awal pada 12 bulan antar kelompok studi

HASIL

17

18

--KELOMPOK--

Intervensi
274 anak-anak (3 bulan-7 tahun) 102 anak-anak (8-12 tahun) 70 remaja (13-18 tahun)
19

Kontrol
244 anak-anak (3 bulan-7 tahun) 83 anak-anak (8-12 tahun) 50 remaja (13-18 tahun)

20

21

22

DISKUSI

23

Program pendidikan yang terkait usia pada kelompok kontrol anak-anak dan dewasa dengan dermatitis atopik secara signifikan lebih efektif pada manajemen penyakit jangka panjang

Periode 12 bulan keuntungan (signifikan) kelompok intervensi derajat beratnya eksema, derajat beratnya eksema secara subjektif, dan efek pada kualitas hidup orangtua.

Kelebihan: Adanya kelompok kontrol


24

Desain Program
German atopic dermatitis intervention study Pengajar-pengajar kompeten dalam dermatitis atopik, institusi dengan sertifikasi nasional, berbagai profesional (dokter, ahli psikologi, ahli nutrisi/diet) Efek yang menguntungkan dari pendidikan pada anak dengan dermatitis atopik dan orangtuanya Staab dkk -- bahwa kualitas hidup orangtua meningkat secara signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol
25

Pendidikan komplemen, faktor penting untuk mencapai hasil yang positif

26

KESIMPULAN
Program pendidikan yang terkait dengan usia yang diberikan pada kelompok kontrol dermatitis atopik anak dan remaja efektif dalam manajemen penyakit jangka panjang.

27

28