Anda di halaman 1dari 17

BAB 1 PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki begitu panjang cerita sejarah untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Indonesia juga memiliki banyak kebudayaan yang beraneka ragam di setiap daerahnya dari Sabang hingga Merauke. Setiap peristiwa sejarah dan kebudayaan tersebut selalu diperingati setiap tahunnya oleh seluruh warga Indonesia dengan penuh suka cita. Hal tersebut sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian seluruh kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bentuk peringatan dan pelestarian tersebut juga sebagai bentuk perwujudan cinta terhadap tanah air. Oleh karena itu Indonesia memiliki banyak hari-hari nasional untuk memperingatinya. Namun, kini peringatan hari-hari nasional tersebut sudah mulai luntur. Pemuda-pemudi Indonesia sendiri sudah mulai engga untuk mengingat apalagi merayakannya. Karena hal tersebut, kelompok 1 kelas C bermaksud membuat tugas akhir Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi A (MPKT A) berjudul Demonstrasi Peringatan Hari-Hari Nasional untuk menampilan penampilan peringatan beberapa hari-hari nasional di Indonesia, yaitu Hari Kemerdekaan, HUT DKI Jakarta, Hari Batik, dan Hari Kartini. I.2 Tujuan Kegiatan Tujuan disusunnya laporan ini adalah untuk memenuhi tugas proyek akhir MPKT-A dan membahas lebih dalam dari hubungan dari cinta tanah air. Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penulis dan pembaca tentang Hari-hari Nasional, sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran yang baik, mengingatkan tentang peringatan hari-hari nasional di Indonesia, menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan lebih mengenal peringatan hari-hari nasional di Indonesia dan meningkatkan rasa kepercayaan diri untuk para penyaji pementasan Demonstrasi Peringatan Hari-Hari Nasional 1

I.3 Metode Penulisan Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber dari buku, dan media media lain seperti e-book, dan web. Mengaitkan proyek akhir dengan buku ajar III MPKT-A. I.3 Sistematika Penulisan Makalah ini diawali dengan Bab I, pendahuluan, yang terdiri dari paragraf yang menjabarkan latar belakang yang akan dibahas perumusan masalah dan ruang lingkupnya, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Makalah ini dilanjutkan degan Bab II, isi yang melingkupi semua rangkuman dari keseluruhan materi yang ingin disampaikan dari referensi yang telah didapatkan serta kegiatan yang telah dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan Bab III, penutup, yang berisi kesimpulan. Halaman daftar pustaka dimana referensi itu didapat.

BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Pancasila Kata Pancasila berasal dari kata Sansakerta (Agama Budha( yaitu untuk mencapai Nirwana diperlukan 5 Ajaran atau dasar, yaitu: 1. Jangan mencabut nyawa makhluk hidup/ Dilarang membunuh 2. Jangan mengambil barang orang lain/ Dilarang mencuri 3. Jangan berhubungan kelamin/ Dilarang berjinah 4. Jangan berkata palsu/ Dilarang berbohong atau berdusta 5. Jangan minum yang menghilangkan pikiran/ Dilarang meminum minuman keras Diadaptasi oleh orang Jawa menjadi 5 M yaitu, Madat (mabok), Maling (mencuri), Madon (perempuan), Maen (berjudi), Mateni (Bunuh). II.2 Pengertian Pancasila Secara Termitologis Proklamasi 17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat2 Perlengkapan Negara PPKI mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan berhasil mengesahkan UUD 45 dimana didalam bagian Pembukaan yang terdiri dari 4 Alinea didalamnya tercantum rumusan Pancasila. Rumusan Pancasila tersebut secara Konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila Berbentuk Hirarkis (berjenjang) dan Piramid. II.2.1 Pancasila menurut Mr. Moh Yamin Pancasila menurut Mr. Moh Yamin adalah yang disampaikan di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 isinya sebagai berikut: 1. Prikebangsaan 2. Prikemanusiaan 3

3. Priketuhanan 4. Prikerakyatan 5. Kesejahteraan Rakyat II.2.2 Pancasila menurut Ir. Soekarno Pancasila menurut Ir. Soekarno yang disampaikan pada tangal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI, sebagai berikut: 1. Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme/Prikemanusiaan 3. Mufakat/demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan yang Berkebudayaan Presiden Soekarno mengusulkan ke-5 Sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila yaitu: 1. Sosio Nasional 2. Sosio Demokrasi : Nasionalisme dan Internasionalisme : Demokrasi dengan kesejahteraan rakyat

3. Ketuhanan Yang Maha Esa Dan masih menurut Ir. Soekarno Trisila masih dapat diperas lagi menjadi Ekasila atau Satusila yang intinya adalah Gotong Royong. II.2.3. Pancasila menurut Piagam Jakarta Pancasila menurut Piagam Jakarta disahkan pada tanggal 22 Juni 1945. Rumusannya sebagai berikut: 1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 4

Kesimpulan dari bermacam-macam pengertian pancasila tersebut yang sah dan benar secara Konstitusional adalah pancasila yang tercantum dalam Pembukaan Uud 45, hal ini diperkuat dengan adanya ketetapan MPRS NO.XXI/MPRS/1966 dan Inpres No. 12 tanggal 13 April 1968 yang menegaskan bahwa pengucapan, penulisan dan Rumusan Pancasila Dasar Negara RI yang sah dan benar adalah sebagai mana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. II.3 Fungsi Pancasila Pancasila berfungsi sebagai kepribadian Indonesia, arti dari pancasila sebagai kepribadian Indonesia adalah Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. Garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat, lingkungan dan suasana waktu sepanjang masa. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala bergaul dengan berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu, Tiongkok, Portugis, Spanyol, Belanda dan lain-lain) namun kepribadian bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang. Mungkin di sana-sini, misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat kota kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing, namun pada dasarnya bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri. Bangsa Indonesia secara jelas dapat dibedakan dari bangsa-bangsa lain. Apabila kita memperhatikan tiap sila dari Pancasila, maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita. Fungsi pancasila juga sebagai pandangan hidup bangsa, maka dari itu keberadaannya harus di[ertahankan dan butir-butir muatannya diamalkan agar kelangsungan dan keutuhan bangsa dan negara tetap.

II.4 Pengertian Cinta Tanah Air Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga Negara, untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan. Definisi lain mengatakan bahwa Rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan. II.5 Unsur-Unsur Cinta Tanah Air
1. Ada rasa cinta pada tanah air

2. Ada yang mencintai 3. Ada yang dicintai 4. Ada tujuan cinta tanah air II.6 Cara-Cara Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air 1. Mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan pejuang kemerdekaan kita serta menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan. 2. Menghormati upacara bendera sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa Indonesia. 3. Menghormati symbol-simbol Negara seperti lambang burung garuda, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia raya, dll. 4. Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri agar pengusaha local bisa maju sejajar dengan pengusaha asing. 5. Ikut membela serta mempertahankan kedaulatan kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia dengan segenap tumpah darah secara tulus dan iklhas.

6. Turut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan membantu meluruskan yang salah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. 7. Membantu mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia kepada warga Negara asing baik di dalam maupun di luar negeri serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang mencoreng nama baik Indonesia. 8. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada acara-acara resmi dalam negeri. 9. Beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kemajuan bangsa dan Negara. 10. Membantu mewujudkan ketertiban dan ketemtraman baik di lingkungan sekitar kita maupun secara nasional.

BAB III PEMBAHASAN III.1 Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Peringatan hari lahirnya bangsa Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus yang biasa dinamakan dengan hari kemerdekaan. 67 tahun yang silam Bung Karno dan Bung Hatta secara resmi memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan bangsa-bangsa penjajah. Kertas lusuh bertuliskan tangan bung karno ini menjadi saksi bisu betapa besarnya perjuangan rakyat indonesia untuk mencapai Indonesia merdeka. Dengan semangat menggelora dari rakyat Indonesia untuk lepas dari belenggu penjajah-penjajah akhirnya pada tanggal 17 Agustus secara resmi Indonesia telah merdeka. Untuk memeringati perjuangan besar rakyat Indonesia, setiap tanggal 17 Agustus selalu diselenggarakan upacara bendera baik di Istana Negara, sekolah-sekolah maupun instansi pemerintah dan swasta dengan tujuan agar semangat patriotisme rakyat Indonesia tidak luntur tergerus oleh globalisasi. Selain itu juga diadakan lomba-lomba untuk lebih memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang sebenarnya memiliki makna yang besar dibaliknya. Umumnya lomba-lomba tersebut menuntut peserta agar bergotong-royong dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan mereka. Selain itu peserta juga dituntut tetap menjunjung tinggi rasa kekeluargaan agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Sikap gotong-royong dan kekeluargaan ini merupakan nilai-nilai pancasila yang sudah menjadi ciri khas perilaku warga negara indonesia. Berikut akan kami tampilkan beberapa contoh lomba-lomba yang biasa diadakan dalam rangka memeringati hari kemerdekaan indonesia. Pada kedua lomba tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan yang diinginkan para peserta harus bergotong-royong dan pantang menyerah dalam mendukung dan memberi dorongan yang dilandasi oleh rasa kekeluargaan yang tinggi. Seperti yang sudah saya sebutkan tadi bahwa bergotong royong dan kekeluargaan merupakan nilai-nilai pancasila yang sudah menjadi ciri khas rakyat indonesia. 8

III.2 Peringatan HUT DKI Jakarta Tanggal 22 Juni merupakan hari besejarah bagi DKI Jakarta, yaitu hari ulang tahun Jakarta. Sudah 485 tahun DKI Jakarta telah berdiri. Sebagai salah satu kota yang sibuk di Indonesia, Jakarta memiliki banyak sekali aktivitas penting bagi kelangsungan negara. Salah satunya adalah aktivitas pemerintahan yaitu adanya istana negara yang merupakan tempat aktivitas presiden sebagai lembaga eksekutif, gedung MPR dan DPR yang merupakan tempat aktivitas para wakil rakyat sebagai lembaga legislatif, serta mahkamah konstitusi dan mahkamah agung yang merupakan tempat aktivitas para penegak hukum sebagai lembaga yudikatif. Hari lahir kota yang bericon monas dan ondel-ondel ini selalu diperingati dengan diadakannya Jakarta Fair yang berlokasi di Kemayoran. Setiap dibukanya Jakarta Fair, selalu ada panganan khas Jakarta yang sangat diminati sampai sekarang, yaitu kerak telor. Tidak hanya kerak telor yang merupakan panganan khas dari jakarta, namun ada juga kue rangi, gado-gado, dan asinan betawi. Untuk lebih membangkitkan rasa nasionalisme terhadap warisan budaya nenek moyang, perlu diketahui cara pembuatan asinan dan gado-gado. Pembuatan asinan betawi membutuhkan bahan-bahan seperti selada, toge, sawi, lobak, kol, wortel, timun, tahu, kacang goreng, kerupuk, dan kuah asinan. Cara membuatnya adalah campurkan selada, toge,sawi, lobak, kol, wortel dan tahu. Kemudian siram dengan kuah asinannya. Setelah itu taburkan kacang goreng dan tambahkan kerupuk. Dan jadilah asinan betawi. pembuatan gado-gado betawi pun membutuhkan bahan-bahan seperti tempe, tahu, kentang, kangkung, toge, kol, kacang panjang, lontong, bumbu kacang, dan kerupuk. Cara membuatnya adalah campurkan tempe, tahu, kentang, kangkung, toge, kol, kacang panjang, dan lontong dengan bumbu kacang. Kemudian tambahkan kerupuk. Dan jadilah gadogado. Pembuatan kedua makanan khas betawi tersebut diharapkan agar dapat lebih mengenal makanan khas indonesia sehingga dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalismenya.

III.3 Peringatan Hari Batik Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik. Batik merupakan kain yang diwarnai menggunakan malam. Kain batik itu sendiri memiliki banyak motif yang berbeda-beda pada setiap daerah. Selain dengan menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik, pemerintah juga mendirikan museum tekstil. Disana kita dapat melihat berbagai macam batik dan motifnya sekaligus dapat belajar membatik. Diharapkan dengan adanya usaha dari pemerintah ini, rakyat Indonesia akan lebih bangga memakai batik sebagai warisan nenek moyang. Saat ini batik telah banyak dipakai dalam bentuk busana yang tidak kalah bagus dengan busana lainnya. Dengan adanya pakaian batik diharapkan rakyat Indonesia akan lebih bangga mengenakannya sehingga bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Hal ini sesuai dengan sila pancasila yang ketiga yaitu persatuan Indonesia. III.4 Peringatan Hari Kartini Tanggal 21 April 133 tahun yang lalu lahirlah seorang wanita bernama Kartini yang sangat berjasa dalam memperjuangkan hak-hak wanita. Karena jasanya itu setiap tanggal 21 April ditetapkan sebagai hari Kartini. Kartini merupakan seorang wanita yang tidak pernah lelah memerjuangkan hak-hak wanita yang seharusnya didapat yang biasa kita kenal sebagai emansipasi wanita. Perjuangan ini merupakan perwujudan dari sila kelima pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dengan adanya kartini, tugas dan peran wanita tidak hanya di rumah. Wanita kini tidak perlu takut lagi untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensinya. Bahkan 11 tahun yang lalu indonesia pernah dipimpin oleh seorang wanita, yaitu ibu Megawati Soekarno Putri. Selain itu masih banyak wanita Indonesia yang berprestasi tidak hanya didalam negri melainkan juga di kancah internasional. Biasanya untuk memeringati hari kartini, diadakan parade busana daerah sebagai bentuk apresiasi kita terhadap jasa ibu Kartini, serta menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Mudah-mudahan dengan jasa nya yang besar ini, keadilan bagi wanita sesuai dengan sila ke lima pancasila akan terus ada. 10

BAB VI PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan ini telah dilaksanakan pada : Hari / tanggal : Selasa, 11 Desember 2012 Waktu Tempat : Pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB : Ruang Auditorium Ojoradiat Fakultas Ilmu Keperawatan Ged. B

VI.1 Jadwal Kegiatan No. 1. 2. 3. 4. Tanggal Pelaksanaan 20 November 2012 22 November 2012 07 Desember 2012 11 Desember 2012 Kegiatan Pembentukan kelompok dan mencari ide tema tugas akhir MPKT A Melakukan pembagian tugas Latihan pementasan Pelaksanaan kegiatan

VI.2 Rangkaian Kegiatan Lagu Pengiring Instrumen lagu Indonesia Raya

No. 1.

Penampilan Mia memberikan pembukaan pementasan Demonstrasi Peringatan Hari-Hari Nasional

Persiapan Intan, Dian, Dwiana, Egi, dan Haniul mempersiapkan bahanbahan makanan tradisional betawi. Perlengkapan : Nampan (2), celemek (2), piring plastik kecil (10), bahan-bahan makanan (dipisah).

Dian memakai baju batik. Dwiana dan Egi memakai kaos biru.

11

Intan dan Haniul memakai kaos abu-abu.

Hari Kemerdekaan Mia memberikan penjelasan mengenai peringatan Hari Kemerdekaan. 2. Demonstrasi peringatan Hari Kemerdekaan : Perlombaan dan Egi) estafet dan antara lomba lomba balap kelereng (Haniul memasukan pulpen ke dalam 3. botol (Dwiana dan Intan). HUT DKI Jakarta Mia memberikan penjelasan mengenai peringatan HUT DKI Jakarta Demonstrasi peringatan HUT DKI Jakarta : Demonstrasi pembuatan asinan 12

Dian : mempersiapkan

Lagu Hari Kemerdekaan - Anonim

2 botol , 2 pulpen, 2 sendok, 2 kelereng, bersiap-siap memakai celemek.

Dian tampil terlebih dahulu dengan masuk membawa nampan yang sudah berisi bahanbahan makanan asinan Betawi

Lagu LenggakLenggok Jakarta Anonim

Haniul bersiap-bersiap. Dian selesai, Haniul tampil.

Betawi (oleh Dian) dang adogado (oleh Haniul)

Egi menyiapkan alatalat untuk membatik Dwianan dan Intan bersiap memakai pakaian Batik.

VI.3 Hambatan Terlalu banyak kelompok yang menampilkan pementasan Tugas Akhir MPKT-A yaitu lima kelompok tiap kelas yang berjumlah empat kelas, membuat durasi pementasan menjadi terlalu lama, sehingga penonton yang merasa bosan tidak lagi menyaksikan dengan baik pementasan Demonstrasi Peringatan HariHari Nasional yang tampil pada akhir acara. Kurangnya intensitas latihan akibat kesibukan perkuliahan yang padat membuat penyaji pementasan demam panggung. VI.4 Saran Pementasan Tugas Akhir MPKT A hanya dipentaskan 4 kelompok dari perwakilan kelas. Peserta tidak mengambil sendiri makanan kecil yang dibagikan oleh dosen Ibu Maria saat pelaksanaan kegiatan di luar ruang auditorium, melainkan ada beberapa orang yang membagikannya di dalam ruangan sehingga tidak perlu menambah durasi istirahat di tengah-tengah acara. Mengatur jadwal perkuliahan dan latihan pementasan lebih baik lagi.

VI.5 Peralatan dan Anggaran Biaya Kegiatan 13

VI.5.1 Peralatan No. 1. 2. 3. 4. Peralatan 1 Setel pakaian kebaya untuk moderator 2 Utas tali kur 14 Lembar kertas A4 Cat air Hari Kemerdekaan 2 Botol air mineral bekas 5. 2 Utas tali kur 2 Buah pulpen bekas 2 Sendok 2 Kelereng HUT DKI Jakarta 2 Buah nampan 2 Sendok 20 Piring kertas 6. 3 Buah mangkuk plastik 1 Buah piring plastik 1 Porsi bahan asinan Betawi 1 Porsi bahan gado-gado 2 Celemek Hari Batik 2 Buah Canting 2 Helai kain putih 7. 2 Helai kain batik Kompor dan wajan mainan 2 Buah bindal 8. 2 Baju batik Hari Kartini 5 Setel pakainan kebaya 14 Penanggung Jawab Mia Sofita Haniul karomah Dian Rahmawati Dian Rahmawati Hanul Karomah Haniul Karomah Haniul Karomah Haniul Karomah Haniul Karomah Biaya Rp. 10.000 Rp. 8.000 -

Haniul K. & Intan S. B. Dian Rahmawati Intan Setia Budi Intan Setia Budi Intan Setia Budi Dian Rahmawati Haniul Karomah Dian Rahmawati

Dwiana Intan R. P. Dian Rahmawati Dian R.& Egi Priyenti Mia Sofita Intan Setia Budi Intan S. B. & Dwiana I. R. P. Dian Rahmawati Dwiana Intan R. P

Egi Priyenti Haniul Karomah Intan Setia Budi VI.5.2 Anggaran Biaya Pemasukan Iuran anggota 6 orang x Rp. 3.000,00 Pengeluaran Asinan Betawi Gado-Gado Jumlah Saldo Akhir Jumlah Pemasukan Jumlah Pengeluaran Jumlah = = = Rp. 18.000,00 Rp. 18.000,00 Rp. 0,00 = = = Rp. 10.000,00 Rp. 8.000,00 Rp. 18.000,00 + = Rp. 18.000,00

BAB V PENUTUP V.1 Kesimpulan 15

Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka rakyat Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Dengan adanya tugas proyek akhir MPKT A ini membuat kami menjadi sadar betapa pentingnya menghargai dan mencintai negara kita ini. Tugas ini kami buat untuk mencerminkan rakyat Indonesia yang masih peduli terhadap hari-hari nasional dan hari-hari besar. Oleh karena itu, pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. Dan juga tentunya kesadaran dari diri rakyat Indonesia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

16

Alm. Abdul Karim, Drs., M.pd. 2000. Memahami PPKn umtuk Kelas 1. Penerbit Ganesa Ex. Act.: Bandung

Budiyanto, Drs., 1998. PPkn Kelas 1 SMU. Penerbit PT. Empiris.: Jakarta

Dewi, R. Ismala, dkk. 2011. Buku Ajar III : Bangsa, Negara, dan Pancasila. Penerbit FEUI : Jakarta.

17