Anda di halaman 1dari 17

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

BAB I PENDAHULUAN Zaman Karbon adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung sejak akhir periode Devon sekitar 359,2 2,5 juta tahun yang lalu hingga awal periode Perm sekitar 299,0 0,8 juta tahun yang lalu. Selain itu, karbon berasal dari kata Latin untuk batubara, carbo. Karbon berarti "batubara-bantalan". Tempat tidur batubara banyak mengandung bola batubara yang ditetapkan secara global selama periode ini, maka nama itu. Karbon sering diperlakukan bukan sebagai dua periode geologi, sebelumnya Mississippi dan kemudian Pennsylvania , khususnya di Amerika Utara. Kata karbon berasal dari bahasa latin yaitu Carbonium yang berarti arang. Selama zaman ini diendapkan sistem karbon. Nama karbon diambil adri sifat sistem tersebut yakni timbulnya sejumlah besar karbon bebas. Sistem karbon untuk pertama kalinya dikenal di Eropa Barat yaitu di Prancis yang oleh Omalius dHalloy seorang ahli geologi Prancis telah disebut pula sebagai Terrain Houller yang berarti daerah arang. Oleh sebab itu maka terminologi zaman karbon digunakan di Eropa. Lain halnya dengan di Amerika, Karbon Bawah dan Karbon Atas dianggap sebagai 2 buah sistem tersendiri, masing-masing: Mississippian untuk Karbon Bawah dan Pensylvanian untuk Karbon Atas. Nama Mississippian diambil dari daerah tipenya, yaitu di cekungan Mississipi dan pertama kali diusulkan pada tahun 1869 oleh Alexander Winchell, seorang ahli geologi Amerika, sedang Pensylvanian diambil dari nama daerah tipenya yaitu di Pensylvanian dan pertama kali diusulkan pada tahun 1891 oleh H.S. Williams, seorang ahli geologi Amerika. Sesudah zaman Karbon menyusul zaman Permian. Selama zaman ini diendapkan sistem Perm. Nama Perm berasal dari nama daerah tipenya yaitu Provinsi Perm di Rusia. Nama zaman Perm untuk pertama kalinya diusulkan pada tahun 1841 oleh Murchison, seorang ahli Stratigrafi dan Paleontologi berkebangsaan Inggris.

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

BAB II PEMBAHASAN 1. PEMBENTUKAN KONTINENTAL DAN TEKTONIK 1.1 Zaman Karbon Zaman Karbon ditandai dengan pembentukan progresif dari Pangea super. Belahan bumi utara daratan hari ini bergerak menuju khatulistiwa untuk membentuk Laurasia dan untuk bergabung dengan besar belahan bumi Selatan daratan Gondwana. Tabrakan antara Siberia dan Eropa Timur menciptakan Pegunungan Ural, dan Cina dibentuk dengan beberapa tabrakan microcontinents dan Siberia. Tabrakan antara Gondwana dan Laurasia menyebabkan pembentukan sabuk Appalachian di Amerika Utara dan Pegunungan Hercynian di Eropa. Gondwana juga bergeser ke arah khatulistiwa sementara benua bergerak dari timur ke barat. Hubungan massa tanah yang berbeda, seperti lokasi dari masing-masing benua hari ini relatif satu sama lain ditentukan oleh perbandingan kutub magnet kuno dan interpretasi dari zona kuno aktivitas tektonik. Batu magnet ini didasarkan pada kenyataan bahwa beberapa jenis batuan dapat mengandung mineral yang sedikit magnetik dan sehingga posisi diri mereka dengan cara tertentu bila terkena medan magnet. Ketika batu pertama diletakkan, seperti selama ledakan gunung berapi, mineral ini bebas untuk mengorientasikan diri mereka dalam cara apapun yang mereka inginkan, dan mereka kemudian terjebak dalam posisi itu ketika batu mengeras, sehingga merekam posisi medan magnet Bumi pada saat itu. Daratan ditempatkan dekat satu sama lain akan mengalami medan magnet yang sama sehingga mineral dalam batuan akan berorientasi dalam arah yang sama. Jumlah lahan yang terkena udara meningkat selama Karbon. Peningkatan ini mungkin karena lempeng tektonik dan penebalan kerak. Ini kecenderungan peningkatan elevasi daratan dapat dilihat oleh berbagai jenis deposito batu yang ditemukan di lokasi yang berbeda. Periode Mississippian ditandai dengan deposito laut yang mengarah ke kesimpulan bahwa laut dangkal meliputi wilayah yang luas, tetapi dengan Periode Pennsylvania, ada kecenderungan tidak merata tetapi progresif terhadap ketinggian daratan dan laut marjinal dan lingkungan benua menjadi dominan. Pembatasan lautan ke pinggiran benua dan laut tingkat
2

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

berfluktuasi menyebabkan ketidakselarasan dari strata yang terkait dengan periode Karbon. Perubahan ini ke lingkungan yang kurang laut menyebabkan radiasi terestrial yang dimulai pada Karbon. Radiasi terestrial juga terjadi karena tren pengeringan yang merupakan hasil dari gletser besar, sebagian besar yang berasal di Kutub Selatan saat itu. 1.2 Zaman Perm Pada zaman Permian, seluruh benua bergabung mejadi satu superkontinen yang selanjutnya disebut sebagai Pangea. Super kontinen tersebut berkumpul di garis ekuator kemudian bergerak perlahan ke arah kutub (selatan dan utara). Pergerakan ini disebabkan pula oleh arus samudra tunggal pada waktu itu (Panthalassa). Selanjutnya terbentuklah

samudera Paleo- Tethys yang terletak diantara pecahan Pangea yakni Gondwana dan Laurasia. Benua Cimmeria juga bergerak menjauh dari gondwana menuju Laurasia yang disebabkan oleh penyusutan samudera Paleo-Thetys. Lalu akibat dari kejadian tersebut samudera baru terbentuk samudera tersebut bernama Samudera Tethys, samudera ini lah yang mendominasi kejadian-kejadian pada Era Mesozoikum. Ukuran Kontinental yang sangat besar menyebabkan perubahan iklim yag bervariasi, mulai dari dingin hingga panas. GurunGurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi, sedangkan bagian selatan bumi (Amerika Selatan, Antartika, Australia, Afrika)di selimuti oleh es yang kemudian terjadi transgresi regresi. 2. STRATIGRAFI DAN SEDIMENTOLOGI 2.1 Zaman Karbon Di Amerika Utara, Karbon dibagi menjadi dua subsistem: Mississippi (Karbon awal 354-323 mya) dan Pennsylvania (Karbon akhir 323-290 mya). Nomenklatur ini berbeda di Eropa dan Cina, di mana nama yang berbeda dan divisi telah dibuat ke Karbon. Subdivisi Atas dan Bawah digunakan untuk memisahkan langkah-langkah batubara yang berasal dari Karbon akhir dari strata kapur dari Karbon awal. Di Eropa, Karbon Bawah disebut Dinantian dan Karbon Atas dan Tengah bersama-sama disebut Silesia. Batas antara subdivisi Hulu dan Hilir di Eropa diketahui berada di bawah batas antara Pennsylvania dan subsistem Mississippi di Amerika Utara. Dalam subsistem ini terdapat subdivisi lebih lanjut berdasarkan suksesi evolusi kelompok-kelompok fosil. Seri yang digunakan di Eropa Timur, dan yang Amerika Serikat Geological Survey berikut, adalah (dari awal sampai akhir) Tournaisian, Visean,
3

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

Serpukhovian, Bashkirian, Moscovian, Kasimovian, dan Gzelian. Serangkaian alternatif kadang-kadang digunakan di Amerika Serikat adalah Kinderhookian, Osagean, Meramecian, Chesterian, Morrowan, Atokan, Desmoinesian, Missourian, dan Virgilian. Stratigrafi dari Karbon Bawah dibedakan oleh air-dangkal batugamping. Batugamping ini terdiri dari bagianbagian dari organisme, sebagian besar sisa-sisa crinoid . Ini berkembang di laut dangkal Karbon Bawah. Batugamping lainnya termasuk mudstones kapur dan batugamping oolithic. Mudstones kapur terdiri dari lumpur karbonat yang dihasilkan oleh ganggang hijau . Oolithic batugamping terdiri dari kalsium karbonat dalam bola konsentris yang dihasilkan oleh energi gelombang tinggi. Batupasir (batuan sedimen terdiri dari pasir kuarsa dan disemen oleh silika atau kalsium karbonat) dan siltstones (batu terdiri dari lumpur yang mengeras) juga ditemukan pada lapisan Karbon Bawah, meskipun tidak sebagai kelimpahan yang besar dari batugamping. Di Eropa Barat sistem karbon baik pada bagian atas maupun pada bagian bawah dibatasi oleh lapisan batupasir merah. Pada bagian bawahnya sistem karbon terletak tidak selaras Batupasir Merah Tua dari sistem Devon, sedang pada bagian atasnya ditutupi oleh lapisan Batupasir Merah Muda dari sistem Perm. Adanya batupasir berwarna merah tersebut menunjukan bahwa baik sebelum zaman karbon maupun sesudahnya terjadi suatu pembentukan pegunungan yaitu sebelum zaman karbon sebagai akibat Orogenesa Calcedonia dan sesudahnya akibat Orogenesa Variscia. Keduanya mengakibatkan pengangkatan daratan, suatu susut laut dan pengendapan hasil rombakan pegunungan yang telah terbentuk. Dengan demikian maka zaman karbon terjepit diantara waktu-waktu pengangkatan, dimana hal tersebut kejadiannya tidak lama baik waktu dan intensitasnya. Hal itulah antara lain yang menyebabkan sistem karbon mudah dikenal dengan nyata. Terjadinya batubara yang mempunyai arti penting sangat erat hubungannya dengan pengangkatan dan pembentukan pegunungan. Selama zaman karbon sedimentasi dalam geosinklin yang sudah terjadi dalam zaman Devon masih berlangsung terus. Geosinklin tersebut ialah Geosinklin Variscia yang melampar dari pantai Atlantik di Eropa Barat hingga Rusia dan Polandia, Geosinklin Ural yang memisahkan Rusia dan Siberia, Geosinklin Mediterania yang terdapat hingga jauh di Asia (Tibet dan Mongolia), geosinklin Tasmania di Australia Timur, Geosinklin Appalachia di Amerika Utara bagian timur dan Geosinklin Rocky Mountains di Amerika Utara bagian barat. Kecuali pada geosinklin-geosinklin tersebut dijumpai pula endapan karbon diluar
4

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

cekungan-cekungan tadi sebagai penutup tipis pada perisai-perisai tua atau dalam parageosinklin-parageosinklin yang terjadi di daerah yang terlipat pada fase Orogenesa Calcedonia. Endapan Epikontinen di benua-benua sebelah utara khatulistiwa yaitu Eurasia, Amerika Utara untuk sebagian besar merupakan endapan laut, sedang dibenua Gondwana yaitu Afrika, India, Australia, Amerika selatan terutama terbentuk endapan darat. Ternyata bahwa tidak semua endapan karbon tersebut mengandung batubara, walaupun sifat karbon itu dipergunakan sebagai nama zaman tersebut. Cekungan dimana terjadi sedimentasi dengan pembentukan batubara dapat digolongkan menjadi cekungan batubara geosinklin, cekungan batubara epikontinen dan parageosinklin serta cekungancekungan kecil yang terbentuk pada rantai pegunungan lipatan. Hal yang mencirikan cekungan batuan geosinklin ialah perlipatan perlapisan yang hebat, kadar hidrokarbon dalam batubara yang rendah, sehingga terutama dijumpai antrasit dan batubara keras. Ciri batubara yang terbentuk dalam cekungan epikontinen ialah kadar gas yang tinggi sehingga sering disebut sebagai batubara gas atau batubara nyala. Cekungan yang menghasilkan batubara antara lain Geosinklin Variscia, Geosinklin Appalachia di Amerika Utara, cekungan Michigan di bagian utara daerah Midwest, cekungan Interior Basin, cekungan Texas-Arkansas dan juga cekungan Appalachia di samping sebagai penghasil batubara juga menghasilkan minyak bumi yang didapatkan didaerah Kansas dan Oklahoma. Cekungan paparan dan parageosinklin yang menghasilkan batubara antara lain di Inggris (cekungan Midlands), Rusia (cekungan Moskow), Amerika (cekungan Barat tengah), Tiongkok Utara dan Siberia serta Korea Utara. Cekungan antar gunung sebagai penghassil batubara antara lain Cekungan Saar, Cekungan Central Plateau di Prancis, Cekungan Silesia Bawah di Jerman dan Cekungan Bohemia di Cekoslowakia. Sedangkan daerah geosinklin yang bukan penghasil batubara antara lain Geosinklin Ural, Geosinklin Altai-Himalaya yang terus ke Geosinklin Tasmania Australia melalui Indonesia (Sumatera, Kalimantan Barat), Kemudian Geosinklin Rocky Mountain-Andes dan Geosinklin Lingkar Pasifik serta Geosinklin Cordillera di Amerika Utara.

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

2.1.1 Zaman Karbon Periode Bawah Dalam Karbon Bawah atau Mississippi, periode, perendaman pada beberapa kesempatan dari interior Amerika Utara di bawah laut dangkal mengakibatkan pembentukan batukapur, serpih, dan batupasir. Di wilayah Appalachian, terutama di Pennsylvania, pengendapan besar batu pasir dan serpih yang ditetapkan oleh produk erosi dari pantai timur dataran tinggi. Di Mt barat Rocky. wilayah ditutupi oleh laut dangkal yang diendapkan batugamping yang Madison dan Redwall dari Grand Canyon. Zaman Karbon rendah di Eropa adalah periode perendaman dan aktivitas gunung berapi besar. E dari Rhine, serpih, batupasir, dan konglomerat yang disimpan, dan di Rusia, Batubara Tindakan terbentuk. Penutupan Karbon Bawah ditandai dengan membangun gunung di New Brunswick, Nova Scotia, S wilayah Appalachian, SW Amerika Serikat, dan Eropa. 2.1.2 Zaman Karbon Periode Atas Dalam Karbon Atas atau Pennsylvania, periode, ada setidaknya satu perendaman besar. Di Amerika Serikat E delta besar sedimen, sekarang diwakili oleh konglomerat Pottsville, terbentuk selama awal Pennsylvania. Di Kansas, Nebraska, Arkansas, dan Texas, tempat tidur Pennsylvania yang terutama serpih, batupasir, dan batubara; atas wilayah (Rocky Mountain) Cordilleran, laut kapur, dengan sedikit batubara; di pantai Pasifik dari California ke Alaska, batu kapur dan serpih . Tingkat laut juga terombang-ambing selama periode dan menyebabkan pembentukan rawa-rawa besar dengan vegetasi yang luas yang kemudian berubah menjadi batubara, dengan strata Pennsylvania yang mengandung deposit batubara terbesar AS. Bidang batubara Pennsylvania Amerika Utara termasuk bidang antrasit E Pennsylvania; bidang Appalachian, dari Pennsylvania ke Alabama; bidang Michigan; bidang interior timur, di Indiana, Illinois, dan Kentucky, interior barat dan barat daya lapangan, membentang dari Iowa ke Texas, Rhode Island lapangan; dan bidang Acadian SE Kanada. Dalam Karbon Upper Eropa Barat, Grit Millstone (setara dengan konglomerat Pottsville) diikuti oleh Tindakan Batubara, yang meliputi Basin Welsh, Inggris, Belgia, Westphalia, dan Saar bidang. Di daerah Mediterania dan sebagian Asia, lingkungan Karbon Atas menyerupai W Amerika Utara. Para Karbon Atas merupakan periode yang ditandai gangguan yang disebabkan oleh tabrakan lempeng kerak. Gondwanaland, superbenua berisi benua Afrika dan S Amerika, telah dibentuk; Euramerica, bagian dari Eropa dan N Amerika, telah menyatu ke dalam benua ke utara, dan Angara, hari ini di Asia, juga di utara Gondwanaland. Di Eropa
6

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

Pegunungan Alpen Paleozoikum disodorkan up, di Asia, Altai dan Tian Shan; di Amerika Utara, Arbuckle dan Wichita mts. dan S leluhur Rockies. Semenanjung India menjadi sebuah situs aktif deposisi, dalam geosyncline Himalaya dan banyak dari Cina, membangun gunung yang dominan. Gerakan kerak di geosyncline Andes Amerika Selatan mempengaruhi pola sedimentasi di banyak benua. 2.2. Zaman Perm Di Eropa, sebagai tempat dimana sistem ini terbentukuntuk pertama kalinya ditemukan, dicirikan dengan letak lapisan yang diskordan (tidak selaras) diatas sistem Karbon yang mengandung batubara, pada bagian atas Sistem Perm mudah dibedakan dengan sistem ang lebih muda yaitu Sistem Trias, yaitu dengan ditemukannya fosil-fosil yang telah terkhususkan. Sistem Perm dicirikan oleh sisa kehidupan yang hampir semuanya bersifat Paleozoikum, sedangkan Sistem Trias dicirikan dengan sisa kehidupan yang hampir semuanya bersifat Mesozoikum. Sistem Perm yang berkembang sedimen laut agak sulit ditemukan. Sedangkan yang berkembang sebagai endapan darat dijumpai didaerah yang relatif luas. Dengan demikian, apabila Sistem Karbon di suatu tempat berkembang sebagai endapan laut, maka Sistem Perm di tempat lain juga berkembang sebagai endapan laut. Hal ini mudah dibedakan berdasarkan atas perbedaan kandungan fosilnya. Tetapi apabila sistem karbon disatu pihak berkembang sebagai endapan darat dan sistem Perm di pihak lain juga berkembang sebagai endapan darat. Maka hal ini akan lebih sulit untuk dibedakan. Dalam hal yang demikian maka timbullah istilah Permokarbon. Dalam keadaan yang sama mungkin pula akan terjadi perkembangan antara Sistem Perm disatu pihak dan sistem trias di pihak yang lainnya. Dalam hal ini pula timbul istilah Permotrias. Di daerah-daerah lainnya di Eropa, perkembangan sistem Perm dipengaruhi oleh Orogenesa Variscia. Karena proses orogenesa ini pula Perancis, Jerman, Inggris, Amerika, Daerah Alpin, Ural, Australia timur terjadi rantai pegunungan lipatan yang sangat besar., yang pada waktu itu rusak akibat erosi. Sebagai akibatnya, daerah sekitarnya membentuk sedimensedimen klastik terutama yang terjadi di daratan dan kebanyakan berwarna merah. Sistem Perm terletak diatas sistem Devon yang diendapkan didaratan (pada waktu itu) seperti Inggris, Perancis Utara dan jerman ang kemudian dinamakan sebagai batupasir merahmuda. Ditempat tersebut pula endapan ini dipisahkan dari batupasir merah tuaoleh Karbon laut atau karbon produktif.
7

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

Di Amerika Utara perkembangan sistem Perm menunjukkan kesamaan dengan perkembangan sistem Perm di Eropa. Selama zaman Perm, ditempat ini juga mengalami orogenesa. Pada waktu itu, disekitar Appalachia diendapkan batupasir yang tebal dalam cekungan yang menurun dan berbatasan dengan ini terdapan sebuah cekungan yang tergenang oleh laut dan berkembanglah batugamping terumbu. Pada Perm atas, hubungan yang sempit dengan samudera yang tertutup oleh perkembangan terumbu, sehingga karena iklimnya yang kering maka terbentuklah endapan evaporit seperti gipsum, halit, dan lain sebagainya. Endapan evaporit tersebut menjadi sangat tebal hingga mencapai 5000 m di New Mexico dan Texas Barat. Pada cekungan yang dikenal sebagai Cekungan Guadalupe ini, sistem Perm berkembang dalam 3 fasies kearah samping. Cekungan yang terbuka dan kaya akan fauna laut, terumbu yang mengandung banyak dauna tetapi telah terkhususkan, endapan evaporit dan akhirnya menjadi endapan darat yang berwarna merah. Karena dijumpai banyak fosil maka tempat ini dibedakan menjadi empat jenjang yang dari atas ke bawah adalah Jenjang Ochoa, Jenang Guadalupe, Jenjang Leonard, dan Jenjang Wolfcamp. Di Amerika Barat pengendapan laut pada Geosinklin Cordilerra dan daerah paparan yang mengelilinginya masih berlangsung terus. Sedangkan di Grand Canyon, endapan ini dikenal sebagai batugamping Kaibab. Adapun daerah sedimentasi Perm yang berada diluar pengaruh pegunungan Variscia. Ditempat ini telah terjadi penggenangan daerah yang luas diantara Ural dan Moskow oleh genangan laut yang dangkal. Ditempat ini sistem Perm dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu : Perm Bawah (Artinskien), Perm Tengah (Koungourien) dan Perm Atas (Kanzanien). Artinskien terdiri dari batupasir dan batulempung yang mengandung Brachiopoda terutama Productus dan Chonetes. Semakin ketengah cekungan, semakin berkembang menjadi gampingan dengan fosil Fusulina, Koral dan Brachiopoda. Koungourien terdiri dari batugamping dan dolomit dengan sedikit fauna (sebagai akibat dari peningktatan salinitas). Sedangkan pada Kanzanien terdapat lapisan berwarna merah dengan sisipan serpih yang diendapkan didarat. Semakin ke arah barat fosil Brachiopoda semakin melimpah.

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

3. MUNCULNYA KEHIDUPAN 3.1 Kehidupan Zaman Karbon Karbon umumnya memiliki iklim yang lebih seragam, tropis, dan lembab sepanjang tahun daripada ada hari ini. Musim jika ada yang tidak jelas. Pengamatan ini didasarkan pada membandingkan morfologi dari tanaman yang ada dalam catatan fosil dengan tanaman yang hadir hari ini. Morfologi tanaman Karbon menyerupai tanaman yang hidup di daerah beriklim tropis dan ringan saat ini. Banyak dari mereka tidak memiliki lingkaran pertumbuhan, menunjukkan iklim yang seragam. Hal ini keseragaman dalam iklim mungkin telah hasil dari hamparan laut besar yang menutupi seluruh Permukaan dunia kecuali bagian, kecil lokal di mana Pangea, superbenua besar yang ada selama akhir Paleozoikum dan awal Trias , adalah membentuk selama Karbon. Dangkal, hangat, perairan laut sering membanjiri benua. Terlampir menyaring pengumpan seperti bryozoa , khususnya fenestellids, yang berlimpah dalam lingkungan ini, dan dasar laut didominasi oleh Brachiopoda . Trilobita yang semakin langka, sementara foraminifers yang berlimpah. Ikan berat lapis baja dari Devon punah, digantikan dengan fauna ikan yang terlihat lebih modern. Menjelang akhir Mississippi, pengangkatan dan erosi dari benua terjadi, menyebabkan peningkatan jumlah dataran banjir dan delta hadir. Lingkungan delta mendukung karang lebih sedikit, crinoid , blastoids, cryozoans, dan bryzoans, yang sebelumnya melimpah di Karbon. Kerang air tawar pertama kali muncul bersama dengan peningkatan gastropoda, ikan bertulang , dan hiu keragaman. Pada pandangan pertama, mungkin tampak bahwa habitat laut telah berkembang memungkinkan keragaman kehidupan laut meningkat, tetapi dalam kenyataannya, pergerakan benua untuk membentuk satu massa benua yang besar menurun daerah pantai laut. Jumlah ruang yang tersedia untuk kehidupan laut menurun, dan tingkat laut di seluruh dunia berfluktuasi karena adanya dua lapisan es besar di kutub selatan yang menyedot sejumlah besar air dan menguncinya jauh dari siklus air es. Karena air begitu banyak yang diambil dari siklus air, Permukaan air laut turun menuju kepunahan massal dari invertebrata laut dangkal, penurunan gradual dari rawa-rawa, dan peningkatan di habitat terestrial. 3.1.1 Kemunculan Flora dan Fauna

Zaman karbon tidak hanya dipisahkan dengan nyata dari zaman-zaman yang lain oleh pembentukan pegunungannya tetapi juga oleh adanya perkembangan flora dan faunanya.
9

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

Selama zaman kabon golongan vertebrata antara lain Reptilia dan Amphibia berkembang dengan baik. Mereka muncul untuk pertama kalinya pada zaman Devon dan pada zaman Karbon mengalami perkembangan pesat. Beberapa dari anggota filum Antropoda yang sebagian sudah punah tetapi beberapa jenis dapat bertahan hingga zaman Perm. Eurypterida yang telah dijumpai sejak zaman Silur sebagai Eurypterus dalam bentuk raksasa, dalam zaman karbon masih tetap bertahan. Selain itu perkembangan serangga, laba-laba dan lipan sangat terkhususkan. Sebagai contoh bentuk yang menyerupai capung dapat mencapai ukuran dengan bentangan sayap selebar 75 cm. Pada garis besarnya binatang-binatang laut menunjukan keadaan yang serupa seperti zaman Devon. Golongan Tetracorral, Trilobita, Nautiliuidea, Ammonite dan Brachiopoda merupakan kelompok yang memegang peranan penting. Jenis Crinoida dan Blastoida yang tidak dikenal sebelumnya mengalami perkembangan yang luas. Disamping kelompok binatang yang baru muncul yaitu Fusulinoida yang termassuk filum Protozoa. Selain itu anggota dari Bryozoa berkembang sangat baik sehingga dibeberapa tempat membentuk lapisan batugamping. Jenis tumbuh-tumbuhan memegang peranan penting selama zaman karbon. Hal ini disebabkan tumbuh-tumbuhan adalah sebagai pembentuk batubara yang mempunyai arti penting. Dengan demikian jelaslah bahwa pada zaman karbon terlihat perkembangan dari flora yang sangat pesat, disamping telah pula menunjukan adanya macam-macam jenis, antara lain: Lepidodendron, Sigillria, Neoropteris, Glossopteris, Gangamopteris, Cordates, Calamites yang semua itu merupakan pembentukan batubara yang merupakan salah satu penciri untuk zaman karbon. 3.1.2. Fosil Zaman Karbon Di bawah ini terdapat beberapa jenis fosil yang terdapat pada zaman karbon, yaitu : Aviculopecten subcardiformis, Aviculopecten subcardiformis, Schizodus medinaensis, Schizodus medinaensis, Syringothyris, Syringothyris, Palaeophycus, Palaeophycus,

Helminthopsis, Helminthopsis, Palaeocapulus acutirostre, Palaeocapulus acutirostre, Conulariid, Conulariid, Syringoporid dan Syringoporid
10

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

3.2. Zaman Perm Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Periode Permian merupakan periode terakhir dari Era Paleozoikum. Peralihan antara era Paleozoikum dan Mesozoikum terjadi pada akhir era Permian sebagai pengakuan atas kepunahan massal terbesar yang tercatat dalam sejarah kehidupan di Bumi. Hal ini mempengaruhi banyak kelompok organisme dalam lingkungan yang berbeda dan sangat berpengaruh kepada masyarakat laut yang menyebabkan kepunahan sebagian besar invertebrata laut dari waktu. Beberapa kelompok yang selamat dari kepunahan Permian sangat sedikit, tetapi mereka tidak pernah lagi mencapai dominasi ekologis yang pernah mereka miliki, membuka jalan bagi kelompok lain kehidupan laut. Di darat, kepunahan yang relatif lebih kecil dari diapsids dan synapsids membersihkan jalan bagi bentuk-bentuk lain untuk mendominasi, dan menyebabkan apa yang disebut "Zaman Dinosaurus". Selain itu, hutan besar tanaman pakis seperti bergeser ke gymnosperma, tanaman dengan keturunan mereka ditutupi di dalam benih. Tumbuhan runjung modern, yaitu gymnosperma yang paling akrab saat ini, pertama kali muncul dalam catatan fosil dari periode Permian. Secara keseluruhan, Permian adalah waktu yang terakhir untuk beberapa organisme dan merupakan titik penting bagi organisme lain, dan kehidupan di bumi tidak pernah sama lagi. 3.2.1. Kemunculan Flora dan Fauna Sistem Perm dicirikan oleh kumpulan kehidupan Paleozoikum yang terakhir seperti kelompok trilobata , tetracoral, Fusulina, tabulata, blastoida dan chepalopoda. Kelompok binatang tersebut telah lenyap pada akhir zaman Perm. Didaerah yang terus menerus mengalami pengendapan pada lingkungan marine, endapan Perm dicirikan dengan penghabisan kelompok fosil Paleozoikum. Beberapa kelompok tersebut termasuk kedalam anggota Fusulina, chepalopoda, Brachiopoda, trilobita tabulata. Disamping itu didarat mulai tampak lebih maju pertumbuhan dari jenis vertebrata dan insecta serta jenis flora. Jenis Fusulina yang mencirikan endapan Perm antaralain Pseudoschwagerina uddeni, Parafusulina wordensis, untuk golongan chepalopoda adalah Medlicottia whitneyi, Gastriceras roadense, Waagenoceras dieneri, Perrinites vidriensis. Untuk Brachiopoda
11

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

adalah Paranteletes latesinuatus, Aulosteges medlicottianus, Horridonia horrida, Scachinella gigantes, Dielasma angulatum, Hustedia meekana, dan Leptodis amerikanus. Golongan Vertebrata khususna reptilia memegang peranan penting. Selama zaman ini berkembang jenis Edaphosaurus, Dimetrodon, Sphenacodoc dan Araeoscellis. Sedangkan golongan amphibia yang mulai berkembang adalah Varanops, Limnoscelis, Endhotiodon, Theriodon, dan Eryops. Adapun Golongan Insecta sederhana pada zaman ini yaitu

Dunbaria, dan Megatypus. Serta jenis tumbuhan pada Zaman Perm yakni Lepidodenron dan Sigillaria. 3.2.2. Fosil Zaman Perm Di bawah ini terdapat beberapa jenis fosil yang terdapat pada zaman Perm, yaitu Clarkina meishanensis, Merrillina ultima, Hindeodus changxingensis, Hindeodus praeparvus dan Hindeodus eurypyge. 4. PERKEMBANGAN ENDAPAN ZAMAN KARBON-PERM DI INDONESIA 4.1 Zaman Karbon Perkembangan endapan karbon di Indonesia relatif tidak luas dan hanya diketahui di daerah Sumatra, Kalimantan dan Irian. Dalam beberapa hal sangat sulit dibedakan antara endapan yang berumur karbon dan Permian. Dalam hal demikian digunakan istilah Permokarbon. Perkembangan endapan Permokarbon di Sumatra khusunya di Jambi sangat baik. Di tempat ini bagian bawah dari Permokarbon yang dikenal sebagai formasi kering terdiri dari serpih, batupasir, tufa, konglomerat, batugamping yang mengandung fosil Fusulina dan flora karbon. Bagian tengah yang dikenal sebagai formasi Salamuku terdiri dari batuan klastik kasar antara lain breksi, konglomerat, batugamping yang mengandung fosil Fusulina dan batuan vulkanik diantaranya dasit, andesit, liparit, dan tufa. Bagian atas yang dikenal sebagai formasi air kuning terdiri dari batuan volkanik seperti tufa, lava, tufa dasitik, batupasir, batugamping yang mengandung fosil Fusulina dan fosil flora.

12

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

Di Kalimantan endapan Permokarbon dikelompokkan menjadi fasies volkanik dan fasies sedimen. Fasies volkanik terdiri dari batuan efusiv basa sedangkan fasies sedimen terdiri dari jasper, rijang, batu sabak, pilit, batulempung, napal, batugamping, dan marmer. Dalam batugamping terutama terdapat fosil Fusulina yang menunjukan umur Permokarbon, sedangkan flora Zaman Karbon antara lain Calamites dan Pecopteries yang juga menunjukkan umur Karbon. Di Irian endapan Karbon dijumpai di Pegunungan Jayawijaya. Terdapat endapan karbon atas. Batuannya terdiri dari Batupasir gampingan yang mengandung mika dengan fosil chonetes dan Proetes, Batugamping dengan fosil Martina dan Subulites serta serpih yang mengandung flora Cathaysia. Selain itu didapatkan pula batuan yang bersifat lempungan dan pasiran serta konglomerat yang mengandung fosil Brachiopoda. 4.2. Zaman Perm Perkembangan Geosinklin selama Zaman Perm umumnya tidak seberapa. Barulah pada zaman Trias daeran geosinklin yang baru makin terlihat jelas. Oleh sebab itu, endapan Perm yang berkembang dilaut agak jarang terdapat dana biasanya hanya dijumpai sepanjang geosinklin Tethys yaitu didaerah Silica, Salt Range, Kamboja dan Indonesia. Endapan Perm di Indonesia tersebar di beberapa tempat. Di Sumatera, Endapan perm dapat dilihat dai sekitar Bukit Barisan, Danau Singkarak. Dibagian bawahnya berkembang sebagai endapan yang berfasies volkanik, sedangkan bagian atasnya berkembang fasies laut dengan pembentukan batugamping Fusulina yang mengandung fosil Verboekina verbeeki, Pseudofusulina, Sumatrina, Parafusulina yang menunjukkan umur Perm Tengah hingga Perm atas. Tidak seperti pada Danau Singkarak, Endapan di daerah Jambi berkembang sebagai sistem Permokarbon dengan bagian bawahnya berupa fasies volkanik dan bagian atasnya berkembang sebagai fasies laut. Didaerah antara Danau Singkarak dan Danau Toba, endapan yang diperkirakan berumur Permokarbon tersebar dibanak tempat dan dikenal dengan nama Formasi Batusabak tua yang terdiri dari batuan yang terlipat kuat dan mengalami sedikit metamorfisme seperti Kuarsit serpih, serpih fillitik, diabas, Porfiri, batugamping lokal dengan struktur bioherm. Adapun fosil yang dijumpai yakni Lophophillydium veriforme, Zaphrentis, Amplexus, Fenestella dan Stromatopora. Sedangkan di Irian Jaya, Endapan Perm berkembang sebagai batugamping yang mengandung fosil Lonsdaleia fliegeli, selain di Irian, Endapan ini
13

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

juga berkembang baik di Timor dan paling kaya fosil yang tersimpan baik pada sedimennya. Tidak hanya terbaik di Indonesia, tapi jugaterbaik diSeluruh dunia, hal ini disebabkan karena Setting tektoniknya yang komplek. Berdasarkan journal yang berjudul RESPONSE OF LATE CARBONIFEROUS AND EARLY PERMIAN PLANT COMMUNITIES TO CLIMATE CHANGE (Dampak Pertumbuhan Tanaman pada Karbon Akhir hingga Permian Awal terhadap Perubahan Iklim) . Urutan batuan dari Zaman Karbon Akhir dan Permian Awal merupakan rekaman peralihan dari perselingan iklim dingin dalam sejarah bumi, hal ini ditandai dengan adanya pengulangan periode glasial dan deglasial pada kutub selatan, hingga berubah lagi menjadi iklim hangat. Sehingga, periode waktu ini merupakan yang paling baik untuk digunakan dalam mempelajari pola respon vegetasi, terhadap periode glasial hingga interglasial dan iklim hangat. Ekosistem karbon ditandai oleh banyaknya dataran/benua yang mengandung banyak air, hal ini menyebabkan Karbon didominasi oleh produksi spora tanaman yang kemudian menjadi awal bibit tanaman gymnospermae. Perubahan iklim global, terutama pemanasan, terjadi akibat perubahan bibit tanaman-mendominasi dunia, awalnya dimulai pada garis lintang atas selama Karbon, hingga mencapai tropis dekat batas Karbon-Perm. Perubahan pada vegetasi yang dominan pada umumnya berlangsung cepat, dan menunjukkan ambang batas dari perselingan lingkungan, dan terlibat adanya sedikit pencampuran dari unsur-unsur flora darat dan air. Berdasarkan jurnal yang berjudul KONTROL BIOSTRATIGRAFI CONDONT PADA BATAS SEKUEN PERM TRIAS DI ZONA TRANSISI LAUT DAN DARAT DAERAH YUNNAN GUIZHOU, CHINA (Conodont biostratigraphic control on transitional marine to non-marine PermianTriassic boundary sequencesin YunnanGuizhou, China) Penemuan kembali dari asosiasi Conodont dengan magnetostratigrafi dan ash bed pada Penampang Zhongzai, dekat Langdai, Liuzhi, Provinsi Guizhou menunjukkan kontrol yang sangan tepat pada batas posisi dari Perm hingga Trias di fasies marin non marine Guizhou barat dan Yunan timur, Provinsi baratdaya China. Pada Penampang ZhongZhai, batas interval menunjukkan batugamping rendah dengan ketebalan 20cm yang mengandung fragmen Hindeodus sp. Dan Clarikna sp. Batas ini dilapisi oleh Black Shale dengan ketebalan50 cm denga kandungan brachiopodanya. Diatasnya terdapat batugampin lagi dengan ketebalan 23 cm yang mengandung Clarkina meishanensis, Merrillina ultima, Hindeodus changxingensis, H. praeparvus and H. Eurypyge. Selaras dengan batugamping ini terdapat 5cm ash bed dan
14

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

dilanjutkan oleh black shale lagi dengan ketebalan 10 cm, dimana pada bagian atas dari lapisan ini mengandung fauna Condont yang kerdil (dwarf). Batas antara Perm Trias tersebut terletak pada lapisan blackshale diantara dua ash bed Selain itu menurut journal AN ICHNOFOSSIL ASSEMBLAGE FROM THE LOWER CARBONIFEROUS SNOWY PLAINS FORMATION, MANSFIELD BASIN, AUSTRALIA (Kumpulan Ichnofosil dari Zaman Karbon Bawah Formasi Snowy Plains, Cekungan Mansfield, Australia). Urutan benua dari Anggota lingkunga batupasir Formasi Plains Snowy dari kelompok Mansfield, Avon Supergrup, Cekungan Mansfield di Victoria, Australia, mengandung beragam fosil jejak dan berlimpah, termasuk domichnia, fodinichnia, pascichnia, dan repichnia. Ichna ditemukan di dasar satuan kira-kira tebal sekitar 28 meter disebut Fish Hill, ketebalan 250 500 meter pada Anggota lingkungan batupasir. Bagian dasarnya terdiri dari laminasi perselingan batulempung dan batulanau, ripple tebal ada pada batupasir laminasi, dan tebal batupasir masif dengan laminasi bergelombang tidak menerus, struktur cross-bedding bergelombang dan dalam skala kecil struktur cross-bedding sejajar, ditafsirkan sebagai endapan sungai berkelok-kelok. Kumpulan fosil jejak termasuk Rusophycus, Cruziana, Palaeophycus, dan Sagittichnus, merupakan ichnospecies baru Fuersichnus dan Margaritichnus, dan merupakan ichnotaxon Platicytes lioparadus baru. Geologi dan Geografi banyak ichnotaxa diperluas penyebarannya. Contoh yang sangat baik yang digambarkan oleh komponen alami dari Cruziana dan Rusophycus. Ichnotaxa yang disini dikelompokkan menjadi Rusophycus, Margaritichnus, dan Cruziana ichnocoenoses, masing-masing diidentifikasi sesuai dengan paleoenvironment kejadiannya. Hal ini merupakan deskripsi secara rinci pertama kali pada laporan ichnofossils dari Fish Hill, yang terpenting dari informasi Palaeoenvironment dan palaeoecological yang sebelumnya diketahui fosil vertebrata berasal dari batuan dasar.

15

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

BAB III KESIMPULAN 1. Zaman Karbon dicirikan dengan dijumpainya sejumlah karbon bebas dan evolusi besar-besaran tumbuhan laut menuju ke darat. Selain kejadian tersebut, pengangkatan dan orogenesa juga terjadi di zaman ini sehingga memungkinkan terjadinya pembentukan batubara secara besar-besaran pula. Namun tidak semua endapan karbon tersebut mengandung batubara. Karena proses pembentukan batubara membutuhkan cekungan dimana terjadi sedimentasi sehingga dapat digolongkan menjadi cekungan batubara geosinklin, cekungan batubara epikontinen dan parageosinklin serta cekungan-cekungan kecil yang terbentuk pada rantai pegunungan lipatan. Reptilia dan Amphibia berkembang dengan baik dan pesat. Dan tumbuhan seperti Lepidodendron, Sigillria, Neoropteris, Glossopteris, Gangamopteris, Cordates, Calamite merupakan salah satu faktor pembentuk batubara pada zaman karbon. Adapun kandungan fosil pada lapisan Karbon yaitu Aviculopecten subcardiformis, Aviculopecten

subcardiformis, Schizodus medinaensis. 2. Zaman Perm dicirikan oleh terbentuknya pangea sebagai satu superkontinen, perm memiliki endapan yang terletak secara diskordan diatas batuan Karbon. Zaman ini juga dicirikan oleh kumpulan kehidupan Paleozoikum yang terakhir seperti kelompok trilobata , tetracoral, Fusulina, tabulata, blastoida dan chepalopoda.sedangkan tumbuhan yang berkembang adalah Lepidodenron dan Sigillaria. Juga ditemukan fosil berupa Clarkina meishanensis, Merrillina ultima, Hindeodus changxingensis, Hindeodus praeparvus dan Hindeodus eurypyge. Secara keseluruhan, Permian adalah waktu yang terakhir untuk beberapa organisme dan merupakan titik penting bagi organisme lain, dan kehidupan di bumi tidak pernah sama lagi.

16

CARBONIFEROUS - PERMIAN PERIOD

DAFTAR PUSTAKA DiMichele W.A& Gastaldo R.A., 2001,Response of Late Carboniferous and Early Permian Plant Communities to Climate Change, Colby College, USA Garvey J.M & Hasiotis. S.T, 2007, An Ichnofossil Assemblage from the Lower Carboniferus Snowy Plain Formation Mansfield Basin Australia, Australia, Elsevier B.V. Katili. J. A & Mark . P., 1963, Geologi, Departemen Urusan Research Nasional, Jakarta Marshak. Stephen., 1955, Essentials of Geology, W. W Norton & Company Inc , USA Metcalfe I & Nicoll R.S., 2007, Conodont Biostratigraphy Control on Transisional Marine to Non-Marine Permian Triassic Boundary Sequences in Yunnan Guizhou China, Australia, Elsevier B.V Stokes. W. L., 1964, Essentials of Earth History, Prentice Hall Inc., Engelwood Cliffs, Newyork Sukmandarrumidi., 1992, Geologi Sejarah, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Sumberlain : http://dodosearchcore.blogspot.com/2012/07/zaman-karbon.html

17