Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Dalam mempelajari hukum dasar dan perhitungan kimia, terdapat suatu konsep yang menghubungkan suatu satuan dengan satuan kimia yang lain, yang disebut dengan konsep mol. Mol adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan jumlah partikel suatu zat. Konsep mol membantu dan mempermudah kita dalam melakukan perhitungan kimia dan penentuan rumus kimia zat. Konsep mol, perhitungan kimia, dan penentuan rumus kimia didasari oleh hukum-hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan berganda, hukum penggabungan volume, dan hipotesis Avogadro. Ilmu kimia merupakan bagian ilmu pengetahuan alam yang mempelajari materi yang meliputi susunan, sifat, dan parubahanmateri serta energi yang menyertai perubahan materi. Penelitian yang cermat terhadap pereaksi dan hasil reaksi telah melahirkan hukumhukum dasar kimia yang menunjukkan hubungankuantitatif atau yang disebut stoikiometri.

2. PERUMUSAN MASALAH Perumusan masalah secara singkat dari isi makalah ini adalah sebagai berikut a) Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia b) Massa Atom Dan Massa Rumus c) Konsep Mol d) Persamaan Reaksi e) Hitungan Kimia

3. TUJUAN PEMBAHASAN Tujuan pembahasan adalah agar kita dapat mengetahui dan mampu menjelaskan masalah-masalah Hukum kimia ataupun perhitungannya. Selain itu makalah ini juga dibuat dengan tujuan membantu belajar mahasiswa tentang : a) Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia 1

b) Massa Atom Dan Massa Rumus c) Konsep Mol d) Persamaan Reaksi e) Hitungan Kimia

BAB II STOIKIOMETRI

STOIKIOMETRI adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari komposisi zat-zat kimia dan reaksi-reaksinya. Penelitian yang cermat terhadap pereaksi dan hasil reaksi melahirkan hukumhukum dasar kimia yang menunjukkan hubungan kuantitatif unsur dalam suatu senyawa atau reaksi.Hukum tersebut adalah hukum kekekalan massa, hokum perbandingan tetap, hukum perbandingan berganda, dan hokum perbandingan volume. Hukum-hukum tersebut dijadikan titik tolak oleh Dalton untuk melahirkan teori kimia pertama yang disebut teori atom Dalton, yang isinya (1) Materi terdiri atas partikel terkecil yang disebut atom. Atom tidak dapat dibagi, dan tidak dapat dicipta atau dimusnahkan. (2) Atom suatu unsure mempunyai sifat yang sama dalam segala hal (ukuran, bentuk,dan massa) akan tetapi berbeda sifat-sifatnya dari atom unsure lain. (3) Reaksi kimia adalah penggabungan, pemisahan, atau penyusunan kembali atom-atom. (4) Atom suatu unsur dapatbergabung dengan atom unsur lain membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Kemudian penyelidikan ditujukan terhadap reaksi gas.Hasil penelitian ini menghasilkan dua hukum kimia yangpenting mengenai gas, yaitu hukum penyatuan volume danhukum Avogardo yang menjadi dasar konsep massa atom dan molekul relatif serta cara penentuan keduanya. Kedua konsep ini dijadikan dasar dalam menentukan rumus senyawa dan mol zat.Rumus senyawa digunakan dalam manuliskan reaksi, sedangkan konsep mol berguna dalam perhitungan kimia.

A. HUKUM-HUKUM DASAR ILMU KIMIA 1. HUKUM LAVOISIER Hukum kekekalan massa adalah Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap. Contoh: 1. hidrogen + oksigen hidrogen oksida 3

(4g)

(32g)

(36g)

2. 39 gram Kalium direaksikan dengan 36,5 gram HCl. Berapakah zat hasil reaksi? Bila BA K = 39; BA Cl = 35,5; BA H = 1 Jawab: 2 K + 2 HCl 2 KCl + H2 mol Kalium = 39 / 39 = 1 mol

2. HUKUM PROUST Hukum perbandingan tetap adalah Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap. Contoh: Pada senyawa NH3 : massa N : massa H = 1 Ar . N : 3 Ar . H = 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3 Pada senyawa SO3 : massa S : massa O= 1 Ar . S : 3 Ar . O O= 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3 Keuntungan dari hukum Proust adalah Bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah satu unsur yang membentuk senyawa tersebut make massa unsur lainnya dapat diketahui. Contoh: Berapa kadar C dalam 50 gram CaCO3 ? (Ar: C = 12; 0 = 16; Ca=40) Massa C = (Ar C / Mr CaCO3) x massa CaCO3 = 12/100 x 50 gram = 6 gram Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 100% = 6/50 x 100 % = 12%

3. HUKUM DALTON Hukum perbandingan berganda adalah Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka

perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Contoh: Bila unsur Nitrogen den oksigen disenyawakan dapat terbentuk, NO dimana massa N : 0 = 14 : 16 = 7 : 8 NO2 dimana massa N : 0 = 14 : 32 = 7 : 16 Untuk massa Nitrogen yang same banyaknya maka perbandingan massa Oksigen pada senyawa NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2

4. HUKUM-HUKUM GAS Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dimana : P = tekanan gas (atmosfir) V = volume gas (liter) n = mol gas R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin T = suhu mutlak (Kelvin) Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisikondisi tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum berikut:

a) HUKUM BOYLE Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan n1 = n2 dan T1 = T2 sehingga diperoleh P1 V1 = P2 V2 Contoh: 1. Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter jika pada temperatur tersebut 0.5 mol NH3 mempunyai volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ? Jawab: P1 V1 = P2 V2 2.5 = P2 . 10 P2 = 1 atmosfir 2. 1 mol gas CO2 dengan volume 10 liter dan tekanan 1,5 atm .1 mol gas H2 dengan

volume 30 liter. Pada temperatur yang sama dengan gas CO2, berapa tekanannya Jawab : Diketahui :

P1 = 1,5 atm,V1= 10 liter,V2= 30 liter Ditanya : P2=...? Jawab :

P1.V1 = P2.V2 1,5 x 10 = P2 x 30 P2 = 0,5 atm

b) HUKUM GAY-LUSSAC Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku : V1 / V2 = n1 / n2 Contoh: 1. Hitunglah massa dari 10 liter gas nitrogen (N2) jika pada kondisi tersebut 1 liter gas hidrogen (H2) massanya 0.1 g.Diketahui: Ar untuk H = 1 dan N = 14 Jawab: x = massa gas nitrogen V1/V2 = n1/n2 10/1 = (x/28) / (0.1/2) x = 14 gram Jadi massa gas nitrogen = 14 gram. 2. Berat 1 liter suatu gas = 2 gram, 10 liter NO pada P dan T yang sama beratnya 7,5 gram. Berapa berat molekul tersebut? Jawab : V1 / V2 = n1 / n2 n1 = 2 / x

n1 =V1xn2 /V2 2 /x =1x0,25/10 X = 20/0,25=80

c) HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu den diturukan dengan keadaan harga n = n2 sehingga diperoleh persamaan: P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2

d) HUKUM AVOGADRO Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah mol yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (Standart Temperature and Pressure) yaitu : 1 atm (760 mmHg) dan suhu C (273,15 K). 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume molar gas. Contoh: 1. Berapa volume 8.5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27o C dan tekanan 1 atm ? (Ar: H = 1 ; N = 14) Jawab: 85 g amoniak = 17 mol = 0.5 mol Volume amoniak (STP) = 0.5 x 22.4 = 11.2 liter Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac: P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2 1 x 112.1 / 273 = 1 x V2 / (273 + 27) V2 = 12.31 liter

5. HUKUM KEADAAN STANDAR a) Hukum Gas Ideal Definisi mikroskopik gas ideal, antara lain: 1. Suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan molekul.

2. Molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi hukum-hukum gerak Newton. 3. Jumlah seluruh molekul adalah besar 4. Volume molekul adalah pecahan kecil yang diabaikan dari volume yang ditempati oleh gas tersebut. 5. Tidak ada gaya yang cukup besar yang beraksi pada molekul tersebut kecuali selama tumbukan. Tumbukannya elastik (sempurna) dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

Gambaran Gas Ideal Apabila jumlah gas dinyatakan dalam mol (n), maka suatu bentuk persamaan umum mengenai sifat-sifat gas dapat diformasikan. Sebenarnya hukum Avogadro menyatakan bahwa 1 mol gas ideal mempunyai volume yang sama apabila suhu dan tekanannya sama. Dengan menggabungkan persamaan Boyle, Charles dan persamaan Avogadro akan didapat sebuah persamaan umum yang dikenal sebagai persamaan gas ideal.

R adalah konstanta kesebandingan dan mempunyai suatu nilai tunggal yang berlaku untuk semua gas yang bersifat ideal. Persamaan di atas akan sangat berguna dalam perhitungan-perhitungan volume gas. 8

Nilai numerik dari konstanta gas dapat diperoleh dengan mengasumsikan gas berada pada keadaan STP, maka:

Dalam satuan SI, satuan tekanan harus dinyatakan dalam Nm-2 dan karena 1 atm ekivalen dengan 101,325 Nm-2, maka dengan menggunakan persamaan diatas dapat diperoleh harga R dalam satuan SI, sebagai berikut:

Contoh : Balon cuaca yang diisi dengan helium mempunyai volume 1,0 x 104 L pada 1,00 atm dan 30 C. Balon ini sampai ketinggian yang tekanannya turun menjadi 0,6 atm dan suhunya -20C. Berapa volume balon sekarang? Andaikan balon melentur sedemikian sehingga tekanan di dalam tetap mendekati tekanan di luar. Penyelesaian: Karena jumlah helium tidak berubah, kita dapat menentukan n1 sama dengan n2 dan menghapusnya dari persamaan gas ideal menjadi:

b) TEKANAN DAN SUHU

Tekanan gas adalah gaya yang diberikan oleh gas pada satu satuan luas dinding wadah. Torricelli ilmuan dari Italia yang menjadi asisten Galileo adalah orang pertama yang melakukan penelitian tentang tekanan gas dengan menggunaka peralatan sederhana yang di namakan Barometer.

Barometer

Hubungan antara temuan Toricelli dan tekanan atmosfer dapat dimengerti berdasarkan hokum kedua Newton mengenai gerakan, yang menyatakan bahwa: Gaya = massa x percepatan F=mxa Dengan percepatan benda (a) adalah laju yang mengubah kecepatan. Semua benda 10

saling tarik-menarik karena gravitasi, dan gaya tarik mempengaruhi percepatan setiap benda. Percepatan baku akibat medan gravitasi bumi (biasanya dilambangkan dengan g, bukannya a) ialah g = 9,80665 m s-2. Telah disebutkan di atas bahwa tekanan adalah gaya persatuan luas, sehingga :

Karena volume merkuri dalam tabung adalah:

Penelitian pertama mengenai suhu dilakukan oleh ilmuan Perancis yang bernama Jacques Charles.

B. MASSA ATOM DAN MASSA RUMUS 1. Massa Atom Relatif (Ar) 2. merupakan perbandingan antara massa 1 atom dengan 1/12 massa 1 atom karbon 12 3. Massa Molekul Relatif (Mr) perbandingan antara massa 1 molekul senyawa dengan 1/12 massa 1 atom karbon 12. Massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa merupakan penjumlahan dari massa atom unsur-unsur penyusunnya.

11

Contoh: Jika Ar Jawab: Mr X2Y4 = 2 x Ar . X + 4 x Ar . Y = (2 x 10) + (4 x 50) = 220 untuk X = 10 dan Y = 50 berapakah Mr senyawa X 2Y4 ?

C. KONSEP MOL 1 mol adalah satuan bilangan kimia yang jumlah atom-atomnya atau molekul molekulnya sebesar bilangan Avogadro dan massanya = Mr senyawa itu. Jika bilangan Avogadro = L maka : L = 6.023 x 1023 1mol atom = L buah atom, massanya = Ar atom tersebut. 1 mol molekul = L buah molekul massanya = Mr molekul tersehut. Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar zat Contoh: Berapa molekul yang terdapat dalam 20 gram NaOH ?

Jawab: Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40 mol NaOH = massa / Mr = 20 / 40 = 0.5 mol Banyaknya molekul NaOH = 0.5 L = 0.5 x 6.023 x 1023 = 3.01 x 1023 molekul.

D. PERSAMAAN REAKSI Persamaan reaksi mempunyai sifat 1. Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama 2. Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama

12

3. Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol (khusus yang berwujud gas perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu den tekanannya sama)

Contoh: Tentukanlah koefisien reaksi dari

HNO3 (aq) + H2S (g) NO (g) + S (s) + H2O (l) Cara yang termudah untuk menentukan koefisien reaksinya adalah dengan memisahkan koefisiennya masing-masing a, b, c, d dan e sehingga:

a HNO3 + b H2S

c NO + d S + e H2O

Berdasarkan reaksi di atas maka atom N : a = c (sebelum dan sesudah reaksi) atom O : 3a = c + e 3a = a + e e = 2a

atom H : a + 2b = 2e = 2(2a) = 4a ; 2b = 3a ; b = 3/2 a atom S : b = d = 3/2 a Maka agar terselesaikan kita ambil sembarang harga misalnya a = 2 berarti: b = d = 3, dan e = 4 sehingga persamaan reaksinya : 2 HNO3 + 3 H2S 2 NO + 3 S + 4 H2O

E. HITUNGAN KIMIA Hitungan kimia adalah cara-cara perhitungan yang berorientasi pada hukum-hukum dasar ilmu kimia.Dalam hal ini akan diberikan bermacam-macam contoh soal hitungan kimia beserta pembahasanya. Contoh - contoh soal: 1) Berapa persen kadar kalsium (Ca) dalam kalsium karbonat ? (Ar: C = 12 ; O= 16 ; Ca=40)

13

Jawab : 1 mol CaCO, mengandung 1 mol Ca + 1 mol C + 3 mol O Mr CaCO3 = 40 + 12 + 48 = 100 Jadi kadar kalsium dalam CaCO3 = 40/100 x 100% = 40%

2) Sebanyak 5.4 gram logam alumunium (Ar = 27) direaksikan dengan asam klorida encer berlebih sesuai reaksi : 2 Al (s) + 6 HCl (aq) 2 AlCl3 (aq) + 3 H2 (g)

Berapa gram aluminium klorida dan berapa liter gas hidrogen yang dihasilkan pada kondisi standar ? Jawab: Dari persamaan reaksi dapat dinyatakan 2 mol Al x 2 mol AlCl3 3 mol H2 5.4 gram Al = 5.4/27 = 0.2 mol Jadi: AlCl3 yang terbentuk = 0.2 x Mr AlCl3 = 0.2 x 133.5 = 26.7 gram Volume gas H2 yang dihasilkan (0o C, 1 atm) = 3/2 x 0.2 x 22.4 = 6.72 liter 3) Suatu bijih besi mengandung 80% Fe2O3 (Ar: Fe=56; O=16). Oksida ini direduksi dengan gas CO sehingga dihasilkan besi. Berapa ton bijih besi diperlukan untuk membuat 224 ton besi ? Jawab: 1 mol Fe2O3 mengandung 2 mol Fe maka : massa Fe2O3 = ( Mr Fe2O3/2 Ar Fe ) x massa Fe = (160/112) x 224 = 320 ton Jadi bijih besi yang diperlukan = (100 / 80) x 320 ton = 400 ton

4) Untuk menentukan air kristal tembaga sulfat 24.95 gram garam tersebut dipanaskan sampai semua air kristalnya menguap. Setelah pemanasan massa garam tersebut menjadi 15.95 gram. Berapa banyak air kristal yang terkandung dalam garam tersebut ?

14

Jawab : misalkan rumus garamnya adalah CuSO4 . xH2O CuSO4 . xH2O CuSO4 + xH2O

24.95 gram CuSO4 . xH2O = 159.5 + 18x mol 15.95 gram CuSO4 = 159.5 mol = 0.1 mol menurut persamaan reaksi di atas dapat dinyatakan bahwa: Banyaknya mol CuS04 . xH2O = mol CuSO4; sehingga persamaannya `24.95/ (159.5 + 18x) = 0.1 Jadi rumus garamnya adalah CuS04 . 5H2O x=5

1. Rumus Empiris dan Rumus Molekul a. Rumus empiris adalah rumus yang paling sederhana dari suatu senyawa. b. Rumus ini hanya menyatakan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam molekul. c. Rumus empiris suatu senyawa dapat ditentukan apabila diketahui salah satu: massa dan Ar masing-masing unsurnya % massa dan Ar masing-masing unsurnya perbandingan massa dan Ar masing-masing unsurnya Rumus molekul: bila rumus empirisnya sudah diketahui dan Mr juga diketahui maka rumus molekulnya dapat ditentukan. Contoh:

1. Suatu senyawa C den H mengandung 6 gram C dan 1 gram H. Tentukanlah rumus empiris dan rumus molekul senyawa tersebut bila diketahui Mr nya = 28 ! Jawab:

mol C : mol H = 6/12 : 1/1 = 1/2 : 1 = 1 : 2 Jadi rumus empirisnya: (CH2)n Bila Mr senyawa tersebut = 28 maka: 12n + 2n = 28 14n = 28 n=2 15

Jadi rumus molekulnya : (CH2)2 = C2H4 Contoh:

2. Untuk mengoksidasi 20 ml suatu hidrokarbon (CxHy) dalam keadaan gas diperlukan oksigen sebanyak 100 ml dan dihasilkan CO2 sebanyak 60 ml. Tentukan rumus molekul hidrokarbon tersebut !

Jawab:

Persamaan reaksi pembakaran hidrokarbon secara umum CxHy (g) + (x + 1/4 y) O2 (g) x CO2 (g) + 1/2 y H2O (l)

Koefisien reaksi menunjukkan perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi.Menurut Gay Lussac gas-gas pada p, t yang sama, jumlah mol berbanding lurus dengan volumenya Maka:

mol CxHy 20 1 atau: 1:3=1:x

: mol O2 =1 =1

: mol CO2 : (x + 1/4y) : (x + 1/4y)

=1 :x :x

: (x + 1/4y)

:x

: 100 : 60 :5 :3

x=3 y=8

1 : 5 = 1 : (x + 1/4y)

Jadi rumus hidrokarbon tersebut adalah : C3H8

16

BAB III KESIMPULAN


Berdasarkan uraian materi di atas, dapat ditarik beberapakesimpulan yaitu: 1. Stoikiometri adalah perhitungan kimia yang menyangkuthubungan kuantitatif zat yang terlibat dalam reaksi.

2. Konsep mol digunakan untuk menentukan rumus kimiasuatu senyawa, baik rumus empiris (perbandingan terkecilatom dalam senyawa) maupun rumus molekul (jumlahatom dalam senyawa) 3. Rumus empiris dihitung gram atau persen masing-masingpenyusun senyawa dan angka tersebut dibagi dengan Armasing-masing diperoleh perbandingan mol terkecil dariunsur penyusun senyawa. 4. Rumus molekul dan rumus empiris suatu senyawa adakalanya sama, tetapi kebanyakan tidak sama.

5. Menentukan rumus molekul senyawa ada dua hal yangharus terlebih dahulu diketahui yaitu rumus empirissenyawa dan Mr atau BM senyawa. 6. Koefisien reaksi : Perbandingan mol seluruh zat yang adapada persamaan reaksi, baik reaksi ruas kiri maupun hasildi ruas kanan.

7. Jika salah satu zat sudah diketahui molnya, mk zat lainpada persamaan reaksi dapat dicari dengan caramembandingkan koefisien. 8. Hukum-hukum gas Yaitu: a) Hukum Gay-Lussac (hukum perbandingan volume). b) Hukum Avogadro (pada suhu dan tekanan yang sama,gas-gas yang bervolume sama akan memiliki mol yangsama). c) Keadaan Standar (setiap 1 mol gas apa saja pada suhu0C dan tekanan 1 atm memiliki volume 22,4 liter (22,4dm)

17

Daftar pustaka
1. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/hukum-keadaanstandar-dan-hukum-gas-ideal/ 2. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-1/hukum-hukumdasar-ilmu-kimia/ 3. http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2006379-hukum-hukum-dasarkimia/ 4. http://specialkimia1.wordpress.com/2009/02/06/hukum-dasar-kimia-danperhitungan- kimia/ 5. http://www.scribd.com/doc/14959306/Hukum-Dasar-Ilmu-Kimia

18