Anda di halaman 1dari 4

Batu Bara Bayah Banten Selatan

Posted on 2 Agustus 2009 by Riki Gana Perkembangan geologi daerah Banten dan sekitarnya diwakili oleh geologi daerah Bayah. Bayah adalah nama wilayah kecamatan di Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, Indonesia. Terdiri dari sembilan desa dengan total penduduk 37.828 jiwa, dan luas wilayah 15.471 hektar [www.banten.go.id,2009]. Endapan batu bara ditemukan pada formasi Bayah. Endapan batu bara di daerah Banten terbagi menjadi dua bagian yaitu batu bara yang berumur paleogen dan batu bara yang berumur neogen. Batu bara berumur paleogen bernilai kalor 6500 7500 kkal/kg, tersebar di daerah Bayah, Gunung Madur, Cisawarna, Cihideung, Cimandiri, Cisiih, dan Cikadu. Batu bara neogen bernilai kalor sekitar 4600 5000 kkal/kg, tersebar di daerah-daerah Bojongmanik, Bambakarang, Cipanas, dan sekitarnya [Purawiardi,2006]. Studi tentang kualitas batu bara berdasarkan analisa petrografi yang terkait dengan variasinya, telah dilakukan juga di lapangan batu bara Banten. Untuk batu bara paleogen, dilakukan di Bayah, Cimandiri dan Cihideung, sedangkan batu bara neogen dilakukan di Bojongmanik. Contoh batu bara yang diambil berjumlah 28 buah. Berdasarkan penelitian, ada dua faktor yang berperan terhadap kualitas batu bara tersebut, yakni efek panas (intrusi) dan efek umur. Pada batu bara yang terpengaruh intrusi, exinite umumnya tidak dapat dibedakan dengan vitrinite. Sehingga batu bara tersebut terlihat berisi kandungan vitrinite yang melimpah. Pada batu bara yang tidak tersentuh oleh intrusi, batu bara mengandung vitrinite yang relatif sedikit dan maceral exinitenya sangat umum terlihat. Kehadiran intrusi juga berpengaruh terhadap peringkat batu baranya. Sehingga batu bara yang berperingkat rendah terubah dan naik peringkatnya menjadi lebih tinggi. Peningkatan peringkat batu bara ini tergantung sekali pada jaraknya dengan tubuh batuan intrusif, terutama terkait dengan ukuran dan suhu batuan intrusif tersebut. Peringkat batu bara tersebut umumnya dikendalikan pada tingkat suhu batuan intrusif dengan kondisi tekanan tertentu (kedalaman batuan penutupnya). Peningkatan kedalaman, suhu dan tekanan pada periode waktu tertentu, mengakibatkan peningkatan peringkat batu bara. Batu bara neogen ditutupi lapisan penutup setebal 1.000 m (peringkat lebih rendah) dan batu bara paleogen tertutup setebal 4.000 m (peringkat lebih tinggi) [Santoso,2005]. Potensi sumber daya batu bara di Banten sekitar 13,3 juta ton, dalam bentuk sumber daya, tersebar di Kabupaten Lebak wilayah Banten bagian selatan. Secara umum Bayah memiliki cadangan pertambangan berkapasitas 10.975.000 ton [Data Distamben Lebak, 2008]. Tabel dibawah ini menunjukan kualitas sumber daya dan cadangan batu bara Propinsi Banten.

Pertambangan batu bara di Bayah yang selama ini sudah dilakukan adalah pertambangan rakyat dengan metode under ground mining. Telah banyak analisa yang dilakukan untuk kepentingan

perdagangan guna mengetahui kualitas batu bara tersebut. Berikut Tabel dibawah yang menggambarkan hasil analisa proximate dan ultimate batu bara Bayah Banten Selatan yang dilakukan di Tekmira Bandung (catatan : hasil analisa hanya berlaku untuk sampel yang diuji) [koestoer,1997].

Berikut foto-foto penambangan batubara rakyat di daerah Bayah Banten Selatan ( foto diambil bulan juli 2009),

http://pertambangan-geologi.blogspot.com/2011/03/potensi-batubara-di-provinsi-banten.html