Anda di halaman 1dari 26

A.

Manajemen

A.Pengertian dan peranan manajemen


Manajemen dapat di artikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Para ahli ekonomi umumnya mempunyai pengertian yang berbeda tantang manajemen, berikut pengertian Dengan demikian sebenernya manajemen itu hampir selalu ada pada setiap kegiatan manusia sebab manusia akan selalu berusaha berkumpul dan bekerja sama.

B.Fungsi dan Proses Manajemen:


Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat dalam proses manajemen yang akan dijadiakan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dapat dilakukan di perusahaan manapun. Pada fungsi manajemen tersebut terdapat beberapa pendapat mengenai fungsi manajemen: 1. George R. Terry Fungsi manajemen: planning,organizing, actuating, dan controlling. 2. Harold Kontz dan Cyrill ODonnel Fungsi manajemen: planning, organizing, staffing, directing, dan conrtolling. 3. Henry Fayol Fungsi manajemen: planning, organizing, commanding, coordinating dan controlling

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 1

Berikut ini adalah garis besar dari keseluruhan teori yang telah dijabarkan di atas kita dapoat menyimpulkan tiga fungsi manajemen yang sangat umum digunakan yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolan. 1. Perencanaan (planning) Perencanaan adalah kegiatan pertama seorang manajer dalam rangka melaksanakan fungsi

manajemen agar dapat membuat keputusan yang teratur dan logis sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya. Keputusan itu mencakup hal-hal berikut: - Analisis, yaitu perhitungan bagaimana perkiraan dimasa depan. Sasaran, yaitu perincian singkat dan tugas mengenai sasaran yang ingin

dicapai,menetapkan hasil yang diinginkan. - Kebijakan, yaitu rumusan cara-cara kerja yang akan dilaksanakn. - Program, yaitu urutan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran. - Skedul waktu, yaitu penetapan waktu atau jadwal yang harus dilakukan. - Anggaran keuangan, yaitu penetapan sumber-sumber keuangan yang digunakan untuk melaksanakan proyek yang direncanakan. Planning yang efektif harus memenuhi 5 W 1 H: - What : apa tujuan yang hendak dicapai - Why : mengapa hal tersebut perlu dilakukan. - Where : dimana hal tersebut akan dilakukan. - When : kapan hal tersebut akan dilakukan - Who : bagaimana cara melakukannya

Fungsi perencanaan bermanfaat untuk hal-hal berikut:


Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 2

a. Mengimbangi ketidakteraturan dari perusahaan. b. Memusatkan perhatian pada sasaran. c. Memperoleh pengelolaan yang ekonomis dan dan efektif d. Memudahkan pengawasan. e. Mendorong orang memberikan prestasi. 2. Pelaksanaan (Actuating) Actuating atau tahap pelasanaan merupakan penerapan atau implementasi dari rencana yang telah ditetapkan dan diorganisasikan.Actuating merupakan langkah-langkah pelaksanaan rencana didalam kondisi nyata yang mekibatkan segenap anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Actuating adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadarab secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini dibutuhkan kepemimpinan (Leadership). Leadership adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan tulus sehingga pekerjaan berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai. 3. Pengawasan (Controlling) Pengawasan adalah fungsi manajemen yang tak kalah pentingnya, karna didalam pengawasan dilakukan koreksi. Pengawasan diperlukan untuk melihat apakah rencana dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Tujuan pengawasan adalah untuk mencegah atau untuk memperbaiki kesalahan,penyimpangan, penyelewengan dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai dengan rencana. Didalam pengawasan paling tidak dilakukan tiga proses, yaitu: Melakukan pengukuran terhadap hasil kerja yang telah dicapai. Melakukan perbandingan hasil kerja yang telah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Melakukan koreksi terhadap hasil kerja yang meliputi pembiayaan dan efesiensi kerja. Proses Manajemen:
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 3

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas: Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasimetode untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitasmanajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan. Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternativedisebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

C. Latar Belakang Sejarah Manajemen


Gerakan Manajemen Ilmiah Perusahaan yang ingin maju selalu berusaha mendapatkan cara-cara yang efisien untuk mengelola produksivitas dan pada saat yang sama menurunkan biaya produksi. Sebelum 1880, pengelolaan perusahaan pada umumnya dipandang suatu cara yang biasa, apa adanya, jika tidak dianggap suatu seni. Tetapi sekitar 1885, Frederick W, Taylor ( 1856-1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja. Beberapa tahun sebelumnya Taylor, Henry Fayol (1841-1945) telah menjadi manajer pada sebuah pertambangan batu bara di Prancis. Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang diterbitkannya berjudul The Principles of Scientific Management. Taylorjuga mengemukakan beberapa prinsip manajemen ilmiah, yaitu : Prinsip 1 : Semua pekerjaan yang dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan

satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 4

Prinsip 2 ilmiah. Prinsip 3 kerjanya. Prinsip 4 pekerjaan.

: Orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara

: Kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan

menggaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil

: Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan, dan pemeriksaan

Sekolah Sekolah Tentang Pemikiran Manajemen Sebagai akibat dari semakin besarnya minat dalam pemdidikan manajemen, sejumlah pendekatan teoritis untuk mempelajari manajemen telah bermunculan. Sekolah Klasik (Classical School) Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakuka oleh para manajer. Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Sekolah Perilaku (Behavioral School) Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, human relatios, atau behavioral sciences school of management, telah menjadi populer dalam tahun 1950-an. Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School) Ilmu manajemen merupakan suatu pendekatan kuantitatif yang memberikan alat untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis. Adanya computer memungkinkan untuk mempelajari masalah-masalah yang ada sebelumnya terlalu kompleks untuk diselesaikan. Analisis Sistem Sistem adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organisme fungsi. Analisis sistem merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasikan bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka. Manajemen Hasil
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 5

MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. Anggapan pada MBO adalah bahwa hasil yang dibuat oleh manajer atau karyawan merupakan sesuatu yang penting, bukannya seberapa besar sibuknya mereka. Adapun keburukan dapat disebutkan disini, antara lain : Untuk beberapa tugas, MBO sulit menentukan tujuan yang tepat. MBO hanya akan sukses jika semua pihak mau berpartisipasi. MBO seharusnya tidak dipandang sebagai suatu penyelesaian untuk semua masalah

manajemen. Tujuan itu harusnya layak dan mudah diukur.

PERENCANAAN Perencanaan merupakan fungsi terpenting di antara semua fungsi-fungsi manajemen yang ada. Bentuk-bentuk Perencanaan a. Tujuan (Objective) Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu. b. Kebijakan (Policy) Tebijakan adalah pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. c. Strategi Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Membuat strategi harus memperhatikan faktor seperti : ketepatan waktu, ketepatan tindakan yang akan dilakukan, dan sebagainya. d. Prosedur

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 6

Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang. e. Aturan (Rule) Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur. f. Program Program merupakan campuran antara prosedur, aturan, dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget). Kegunaan Perencanaan a. Mengurangi Ketidakpastian serta Perubahan pada Waktu Mendatang Sering terjadi bahwa kejadian-kejadian di masa mendatang kurang sesuai atau timbul penyimpangan dari rencana semula. Dalam hal ini, yang penting adalah memilih suatu cara yang dianggap paling tepat untuk mencapai tujuan. b. Mengarahkan Perhatian pada Tujuan Perencanaan mempunyai fungsi untuk mengarahkan perhatian kepada tujuan tersebut c. Memperingan Biaya Dengan adanya perencanaan memungkinkan diadakan penghematan ongkos-ongkos, sebab semua kegiatan dapat dilakukan secara efesien dan efektif d. Merupakan Sarana untuk Mengadakan Pengawasan Pengawasan dilakukan dengan membandingkan apa yang telah dilakukan dengan apa yang direncanakan. Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan a. Menetapkan Tujuan Tujuan menggambarkan tentang apa yang diharapkan dapat dicapai dan merupakan suatu titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. b. Menyusun Anggapan-anggapan (Premising)

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 7

Anggapan-anggapan yang dicari adalah anggapan yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh terhadap suatu rencana, baik anggapan yang berasal dari luar maupaun dari dalam, semuanya ini dapat diperoleh dengan mengadakan peramalan (forecasting). c. Menentukan Berbagai Alternatif Tindakan Ada cara-cara yang tidak sesuai dengan kondisi perusahaan dan ada pula cara yang sudah sesuai. Agar tujuan dapa tercapai sebaiknya dipilih cara-cara yang sesuai saja. d. Mengadakan Penilaian terhadap Alternatif-alternatif Tindakan yang sudah Dipilih Usaha untuk mencari alternatif mana yang akan memberi hasil maksimal dengan pengeluaran tertentu. e. Mengambil Keputusan Setelah mengadakan penilaian dan pertimbangan terhadap berbagai alternatif, barulah ambil keputusan tentang alternatif mana yang dapat mencapai tujuan. f. Menyusun Rencana Pendukung Langkah penyusunan perencanaan sudah selesai. Namun demikian sering terjadi bahwa dengan dibuatnya suatu perencanaan membutuhkan pula dukungan dari perencanaan yang lain. Perencanaan Merupakan Proses Pendekatan yang Rasional Dalam penyusunan suatu perencanaan yang logis haruslah memperhatikan tenggang waktu. Jangka Waktu Perencanaan Menurut jangka waktunya, perencanaan dikelompokkan jadi tiga golongan, antara lain : a. Perencanaan jangka panjang b. Perencanaan Jangka Menengah c. Perencanaan Jangka Pendek Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan a. Sulitnya Mencari Anggapan Secara Teliti
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 8

kesulitan mencari anggapan secara teliti merupakan salah satu factor yang membatasi perencanaan. Keadaan mendatang yangpenuh dengan ketidak-pastian sulit diramalkan secra pasti dan tepat. b. Perubahan yang Sangat Cepat Perubahan yang terjadi terlalu cepat, maka dapat menimbulkan berbagai kesulitan dalam menyusun suatu perencanaan. Jadi, perubahan yang sangat cepat dapat membatasi perencanaan. c. Kukakuan Internal Kekakuan Psikhologis Keadaan itu bersifat tidak statis, akan tetapi dinamis yang menuntut pula cara berfikir secara dinamis. Kekakuan karena adanya Prosedur dan Kebijakan Disebabkan karena adanya perubahan akan menuntut pula adanya penyesuaian. Kekakuan Sumber Daya Dana Sekali modal ditanam pada aktiva tetap, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan di waktu mendatang menjadi sangat terbatas. d. Kekakuan Eksternal Berkaitan dengan masalah-masalah : social-politik, teknologi, kebudayaan, perekonomian, dan sebagainya. e. Waktu dan Biaya Waktu yang harus dikeluarkan untuk menyusun suatu peramalan, menilai berbagai alternative atau aspek-aspek lain dari perncanaan dapat dikatakan tidak terbatas. Pengambilan Keputusan a. Syarat Pengambilan Keputusan Untuk bertindak atau mngambil keputusan membutuhkan beberapa syarat, antara lain :
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 9

Harus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif. Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilaian berbagai alternatif sesuai dengan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternative yang paling baik. b. Alat Pengambilan Keputusan Operation Research Teori Probabilitis Linear Programming Analisa Risiko Biaya pengenalan Biaya produksi Investasi modal yang dibutuhkan Harga Market share yang dapat dicapai

Pohon Keputusan (Decision Tree) Cara lain yang dapat ditempuh unutk menganalisis keputusan adalah dengan jalan melihat berbagai kemungkinana arah yang dapat diambil dari berbagai jenis keputusan.

Fungsi Manajemen

Aspek yang dikelola fungsi manajemen mencakup produksi, pemasaran, SDM dan keuangan, dan sumber daya lainnya. Proses manajemen menggambarkan kegiatan kegiatan utama sebagai manajer. Sedangkan pengertian manajemen adalah pekerjaan seorang manajer atau
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 10

pimpinan dan berlaku bagi semua kegiatan bisnis hanya berbeda tingkat kompleksitasnya tergantung skala ekonominya. Tugas utama seorang Manajer melakukan kegiatannya adalah bekerja dengan dan melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran organisasi usaha. Manajemen sebagai proses mengkoordinasi kegiatan kegiatan pekerjaan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang sedang berjalan atau kegiatan utama yang dilakukan oleh Manajer. Fungsi-fungsi tersebut lazimnya disebut merancang, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan sebagai fungsi dasar manajemen. Dalam kaitan ini dapat dibedakan kedudukan manjerial dan nonmanajerial atau posisi manajer dan karyawan. Terdapat unsur lain yang masuk dalam manajemen yaitu efisien dan efektif. Efisiensi mengacu pada memperoleh keluaran (output) terbesar dengan masukan (input) terkecil. Efisiensi juga dapat diartikan sebagai melakukan segala sesuatu secara benar, artinya tidak memboroskan sumberdaya. Manajemen juga sangat memperhatikan efektifitas menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai. Efektivitas sering menggambarkan sebagai melakukan segala sesuatu yang benar yaitu, aktivitas-aktivitas pekerjaan yang membantu organisasi mencapai sasaran. Fungsi fungsi manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar dan paling penting: 1. Merencanakan: Fungsi ini mencakup menetapkan sasaran, menetapkan strateji, dan menyusun rencana untuk memadukan dan mengkoordinasikan sejumlah kegiatan untuk mencapai sasaran. 2. Mengorganisasi: Fungsi ini mencakup menentukan apa yang perlu dilakukan, bagaimana cara melakukan, dan siapa yang harus melakukan, dan siapa melapor kepada siapa.

3. Memimpin:

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 11

Tugas manajemen adalah bekerja dan melalui orang lain, fungsinya adalah mengarahkan dan memotivasi, mempengaruhi dan individu atau tim untuk bekerja, memilih saluran komunikasi yang efektif atau menyelesaikan konflik

4. Mengendalikan: Fungsi ini untuk menjamin sesuatu berjalan sebagaimana mestinya dengan memantau dan menilai kinerja denganmembandungkan kinerja aktual dengan sasaran yang yang telah ditetapkan. Fungsi-fungsi penting manjaemen tersebut di atas bertujuan untuk menghasilkan pencapaian tujuan yang dinyatakan oleh organisasi. Proses Manajemen Merupakan serangkaian keputusan dan kegiatan kerja seorang manajer sewaktu merancang, mengatur, atau menorganisasi, memimpin atau melaksanakan kegiatan usaha dan mengnendalikan usahanya. Setiap waktu manajer itu melakukan pekerjaan pengelolaan usahanya, kegiatan para pebisnis itu seringkali dilakukan secara terus menerus tiada henti yakni dalam suatu proses. Para manajer atau pebisnis atau usahawan memiliki beberapa peran manajer tanpa memperdulikan jenis organisasi atau tingkatan di dalam organisasi adalah menjalankan peranan yang sama dan yang berkaitan dengan perilaku: Peran antar pribadi yang merupakan peran komunikasi antar orang (misalnya memberikan sapaan kepada pihak pelanggan atau calon pembeli dalam hal menawarkan produknya), peran manajerial (misalnya antarapimpinan dan karyawan atau bawahan dan orang di luar organisasi) dan sebagai penghubung antara usahanya dengan calon peminjam, pembeli produk dengan pengusaha lain Peran informasional yang meliputi menari dan menerima mengumpulkan informasi (untuk meningkatkan usaha, melakukan kontak pribadi) dan menyebarkan informasi Misalnya melakukan pertemuan dengan karyawan,pihak lain dalam rangka kegiatan usaha dan pelanggan), dan juru bicara(meneruskan informasi kepada berbagai pihak untuk meyakinkan usahanya);
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 12

Peran pengambilan keputusan, yang berkisar membuat pilihan yang meliputi wirausahawan (misalnya mencari peluang dan inisiatif untuk perbaikan usaha), penyelesai gangguan (berupaya untuk menghadapi gangguan atau krisis yang mendadak dalam kegiatan usahanya), pembagi sumber daya (misalnya menyusun alokasi penggunaan uang, dan kegiatan karyawan), dan perunding (berperan dalam perundingan kerjasama atau kontrak atau calon pemberi pinjaman).
D. Ciri-Ciri

Manajer Professional

Setelah melihat bagian di atas sejumlah peran kritis yang harus dimainkan oleh seorang manajer tentunya adalah apakah ia mempunyai kemampuan untuk memainkan peran terssebut? Tentu saja ia akan mampu jika memperolah pendidikan, pelatihan, pengalaman dan yang terpenting adalah memiliki minat dan dorongan untuk bersedia memainkan peran tersebut. Tanpa self motivation yang kuat, pelatihan dan pendidikan apapun hampir tidak ada gunanya . Para manajer yang sangat piawai memainkan peran tersebut di klasifikasikan sebagai manajer professional . Lalu apakah dan siapakah manajer profesioanal itu? Apa ciricirinya, kriterianya , dan bagaimana mengembangkannya? Kita memang sering mendengar atau membaca tentang bagaimana langkanya manajer professional di Negara berkembang khususnya dinegara kita ini . bahkan karena langakanya, tenaga manaprofesional manusia langka ini menjadi rebutan, dan bahkan usaha mentransfer seorang manajer professional bias membebani perusahaan yang membutuhkannya ratusan juta sampai satu miliar rupiah. Kita sebaiknya mulai dengan mencari definisi istilah professional itu sendiri. Secara populer istilah profesional digunakan untuk menerangkan seorang yang melakukan suatu pekerjaan guna memperoleh bayaran sebagai sumber penghasilan. Istilah ini yang digunakan untuk membedakannya dari seorang amatir. Kita, misalnya, juga mengenal istilah petinju bayaran dan petinju amatir. Sebutan atau predikat profesional juga menunjukkan bahwa orang yang menamakan dirinya seorang profesional haruslah memiliki keahlian, dan keterampilan dan pengetahuan yang lebih tinggi bobotnya daripada seorang yang amatir.Tuntutan bagi seorang profesional dalam segala hal akan lebih berat di bandingkan seorang amatir . Mempunyai Rasa Percaya Diri( self confidence ) yang besar Percaya pada diri sendiri berarti menyadari bahwa seseorang( diri sendiri ) mempunyai kemampuan tertentu dan optimitis dapat melakukan kegiatan atau usaha tertentu. Di samping
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 13

menyadari akan kemampuan dirinya, percaya pada diri sendiri tidak berartui bahwa ia tidak berarti ia tidak mau mengakui keunggulan orang lain Menyadari benar-benar kemampuan dan kelemahan yang ia miliki. Mengetahui dengan jelas dan realistis mengenai apa yang menjadi tujuan hidupnya dalam jangka panjang. Dapat merumuskan dengan tepat dan jelas sasaran yang akan dicapai dalam waktu relative pendek Mempunyai keyakinan diri bahwa ia dapat mencapai tujuannya berdasarkan kemampuan yang ia miliki Memiliki kemauan keras untuk terus meningkatkan kemampuannya Berpandangan jauh kedepan Dalam istilah yang sekarang populer, seorang manajer profesional harus mempunyai visi yaitu impian yang masuk akal tentang apa yang harus terjadi dengan organisasinya dan dengan dirinya sendiri. Seorang manajer yang profesional hendaknya tidak hanya memikirkan keadaan sekarang dalam mengambil keputusan tetapi harus dapat memndang jauh depan tentang keadaan di masa mendatang. Ia harus meneliti factor-faktor yang mempengaruhinya termasuk perubahan-perubahan yang mungkin terjadi di masa-masa mendatang. Selain itu, ia harus selalu memperhitungkan apa dampak dari keputusan yang akan dibuatnya dalam masa 5 sampai 10 tahun mendatang.

Berwawasan luas Seorang manajer profesional tidak harus selalu seorang yang ahli secara teknis di bidang tertentu, tetapi cukup seorang yang banyak tahu secara umum mengenai hal-hal yang terkait denagn bidang yang dikelolanya. Faktor-faktor lingkungan seperti ekonomi, social, dan budaya serta perkembangan ilmu dan teknologi perlu dipahaminya agar dapat menjadi bahanbahan pertimbangan ilmu dan teknologi perlu dipahaminya agar dapat menjadi bahan-bahan pertimbangan untuk menghindari kesan subyektif. Dengan demikian maka seorang manajer yang bekerja dalam bidang produksi seharusnya juga punya pengetahuan cukup tentang siapa
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 14

yang menjadi konsumen barang yang dibuatnya, kemana barang itu dijual, berapa biayabiaya produksinya, soal ketenaga kerjaan, dan sebagainya. Demikian pula, manajer yang bekerja pada bidang pemasaran juga harus mempunyai pengetahuan tentang produksi, tentang perekonomian, undang-undang perlindungan konsumen, tentang keuangan, dan juga tentang sumber daya manusia.

Berorientisasi pada pencapaian tujuan dan hasil Manajer yang telah menetapkan tujuannya, baik tujuan jangka panajang maupun jangka pendek, hendaknya melanjutkannya dengan menyusun program-program yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai itu. Dengan kata lain program dan rencana kerjanya harus berorientasi pada tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan orientasi pada tujuan itu, ia harus miliki banyak inisiatif, inovasi dan mau bekerja keras. Ia tidak boleh nanya memfokuskan perhatiannya pada pelaksanaan tugas dan kegiatan tanpa tahu bagaimana melakukan tugas itu yang dilakukan. Manajer harus berinteraksi dan berkomunikasi dengan tasan, rekan-rekan satu level, para senior, anak buah dan juga orang atau pihak di luar organisasi

E. Keterampilan Manajemen Yang Dibutuhkan


Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah: Keterampilan konseptual (conceptional skill) Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill) Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 15

terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah. Keterampilan teknis (technical skill) Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain. Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu: Keterampilan manajemen waktu Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jamsekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan. Keterampilan membuat keputusan Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 16

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 17

2. Organisasi:
A. Definisi organisasi
Pengorganisasian (Organizing) Menurut kamus istilah organizing berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antara bagian-bagian dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan sruktur tersebut. Sedangkan pengorganisasian sendiri mempunyai arti yakni sekelompok orang yang bekerja sama dengan menempatkan tugas,fungsi,wewenang, dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai suatu tujuan. Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai definisi dari organisasi: 1.Prof Dr. Sondang P. Siagian organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan. 2.Drs. Malayu S.P Hasibuan organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja. 3. Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. 4. James D Mooney Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama. 5. Chester L Bernard (1938)

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 18

Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama. 6. Paul Preston dan Thomas Zimmerer Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.(Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives). Fungsi pengorganisasian: a. Adanya pembagian tugas dan penggolongan kegiatan perusahaan. b. Pembagian tugas kegiatan perusahaan kepada kelompok yang telah ditetapkan. c. Menentukan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Selain mempunyai fungsi, pengorganisasian juga mempunyai tujuan yakni: a. Kemudahan dalam pelaksanaan tugas. b. Kemudahan pimpinan dalam melakukan pengawasan. c. Kemudahan dalam menentukan orang-orang yang dipercaya dalam melaksanakan tugas. Pentingnya mengenal Organisasi: a. Terciptanya hubungan yang baik antaranggota organiosasi. b. Setiap anggota mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. c. Spesialisasi dalam melaksanakan tugas

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 19

B. Pentingnya Mengenal Oraganisasi


Kepribadian akan muncul dan berkembang dengan seiringnya waktu. Kepribadian kita pun tidak bisa terbentuk karena pendidikan formal yang kita jalani. Kenapa ? karena pendidikan formal itu hanya membentuk hardskill kita. Lalu dimana kita bisa membentuk kepribadian kita ? yap ! dengan mengikuti suatu organisasi.Kita mungkin berpikir untuk apa mengikuti kegiatan yang kerjanya cuma menghabiskan waktu dan tenaga ?. Itu adalah salah besar, karena berorganisasi sama saja dengan mendidik kita untuk jadi makhluk sosial. Dengan berorganisasi, kita diajari cara menghargai pendapat dan perbedaan serta cara memimpin yang baik. Dengan begitu softskill kita akan berkembang dan nantinya akan sangat digunakan dalam dunia kerja. Organisasi memiliki jiwa, karakter, jati diri, sejarah, kisah, suka, sedih, cita-cita, harapan dan lain-lain. Ada beberapa hal yang harus kita sadari dalam berorganisasi. Bahwa organisasi ini milik banyak orang, semua anggota, bukan milik pengurus atau ketua. Sedemikian banyak orang yang memiliki karakter, sifat, bahasa, kebiasaan yang berbeda memberi kita kesempatan belajar jenisjenis manusia. Jika organisasi tersebut memang tidak bisa diperbaiki dari dalam, dengan atau tanpa kehadiran kita, memang sebaiknya kita keluar. Tetapi jika kita berpikir lebih luas karena organisasi ini dapat memberi manfaat bagi banyak orang, dan kita merasa mampu memperbaikinya, sebaiknya kita tetap bertahan. Seringkali organisasi ditangani secara salah, dan mungkin kita orang yang terpilih untuk berperan lebih. Apa yang kita tahu, tidak ada usaha yang sia-sia. Membangun organisasi, sejatinya juga membangun kepribadian kita. Apalagi jika dalm usia muda sudah mengenal dunia organisasi.

A. Bentuk-bentuk organisasi
Menurut pola hubungan kerja, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, maka bentuk organisasi dapat dibedakan sebagai berikut: Bentuk Organisasi Garis Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 20

Kebaikannya; Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit. Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal. Keburukannya; Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur. Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas. Bentuk Organisasi Fungsional Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor. Kebaikannya; Pembidangan tugas-tugas jelas. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin. Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya. Keburukannya; Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty. Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi. Bentuk Organisasi Garis dan Staff Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 21

Kebaikannya; Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya. Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli. Perwujudan the right man in the right placelebih mudah terlaksana. Keburukannya; Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen. Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.

D.Prinsip-Prinsip Organisasi:
Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah satunya A.M. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya Organization of Canadian Government Administration (1965), bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi: 1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain.

2) Prinsip Skala Hirarkhi. Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang
Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi) Page 22

dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. 3) Prinsip Kesatuan Perintah. Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. 4) Prinsip Pendelegasian Wewenang. Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi. 5) Prinsip Pertanggungjawaban. Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. 6) Prinsip Pembagian Pekerjaan. Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. 7) Prinsip Rentang Pengendalian. Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya. 8) Prinsip Fungsional.

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 23

Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya. 9) Prinsip Pemisahan. Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. 10) Prinsip Keseimbangan. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh koperasi di suatu desa terpencil, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya. 11) Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. 12) Prinsip Kepemimpinan. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

E.Sebab keberhasilan dan kegagalan Organisasi:


Keberhasilan atau kegagalan organisasi pasti berhubungan dengan peran para anggotanya. Suatu keberhasilan dapat dicapai bila ada kerjasama yg baik antar para anggotanya.

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 24

Sedangkan kegagalan dapat disebabkan karna adanya faktor internal di pengorganisasian tersebyut yang bersifat negatif.

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 25

DAFTAR PUSTAKA

http://septyaridhoyatni.wordpress.com/2010/10/17/pengantar-bisnis-bab-4/ http://jmusic-link.blogspot.com/2010/12/latar-belakang-sejarah-manajemen-1.html http://id.shvoong.com/business-management/management/2270872-fungsi-dan-prosesmanajemen/ http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen#Keterampilan_manajer http://amandafajriyah.blogspot.com/2011/01/manajemen-dan-organisasipengantar.html

Pengantar Bisnis : Bab 5 (Manajemen dan Organisasi)

Page 26