Anda di halaman 1dari 65

MACAM MACAM BENTUK HALUAN

WL WL WL

WL

1. Haluan Lurus ( Plumb Bow 2. Haluan Miring 3. Haluan Miring ( Raked Bow ) ( Raked Bow II ) atau Straight Bow )

4. Haluan Gunting (Clipper Bow )

WL WL

WL WL

5. Haluan Senduk (Spoon Bow )

6. Haluan Meier ( Meier Bow )

7. Haluan Pemecah Es (Ice Breaker Bow )

8. Haluan Berumbi ( Bulbous Bow )

I. KEMUDI ( RUDDER )
Tidak dapat di sangkal bahwa kemudi memegang peranan yang sangat penting dalam pelayaran dengan sebuah kapal. Bahkan ikut menentukan faktor keselamatan sebuah kapal. Sehubungan dengan peranan kemudi tersebut di atas SOLAS 74 melalui Peraturan 29 Bagian B Bab II I mengenai Perangkat kemudi ( Resolusi A. 210 - VII ) ) menyebutkan sebagai berikut :

1. Bagi kapal penumpang dan kapal barang .


a. Kapal kapal harus dilengkapi dengan perangkat kemudi induk ( utama ) dan perangkat kemudi bantu yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. b. Perangkat kemudi utama harus berkekuatan yang layak dan cukup untuk mengemudikan kapal pada kecepatan ekonomis maksimum. Perangkat kemudi utama dan poros kemudi harus di pasang sedemikian rupa sehingga pada kecepatan mundur maksimum tidak mengalami kerusakan.

c.

Perangkat kemudi bantu harus mempunyai kekuatan yang layak dan cukup untuk mengemudikan kapal pada kecepatan sekedar untuk dapat berlayar dan dipakai dengan segera dalam keadaan darurat.

d.

Kedudukan kemudi yang tepat pada kapal tenaga harus terlihat di stasiun pengemudi utama ( kamar kemudi anjungan )

2. Hanya bagi kapal penumpang .


a. Perangkat kemudi induk harus mampu memutar daun kemudi dari kedudukan 350 di satu sisi sampai ke kedudukan 350 disisi lain selagi kapal berjalan maju dengan kecepatan ekonomis maksimum. Daun kemudi harus dapat diputar dari kedudukan 350 disalah satu sisi ke kedudukan 350 disisi yang lain dalam waktu 28 detik pada kecepatan ekonomis maksimum. b. Perangkat kemudi bantu harus dapat digerakkan dengan tenaga dimana pemerintah mensyaratkan bahwa garis tengah poros kemudi pada posisi celaga berukuran lebih 9 ( 228,6 mm ).

c. Jika unit tenaga perangkat kemudi induk dan

sambungan sambungannya di pasang secara rangkap yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah, dan masing masing unit tenaga itu dapat membuat perangkat kemudi sesuai dengan syarat syarat paragraf

d. Jika pemerintah mensyaratkan suatu poros kemudi yang garis tengahnya pada posisi celaga lebih dari 9 (228,6 mm) harus dilengkapi pengemudi pengganti.

3. Hanya untuk kapal Barang

a. Perangkat kemudi bantu harus digerakan dengan tenaga dimana Pemerintah mensyaratkan garis tengah poros kemudi pada posisi celaga berukuran lebih dari 14(355 mm) b. Perangkat kemudi bantu tidak dipersyaratkan dengan ketentuan bahwa unit unit dan sambungannya itu yang sedang bekerja secara bersama sama memenuhi ketentuan sub paragraf (2) paragraf (a) Peraturan ini.

4. Jenis jenis Kemudi


a. Kemudi biasa ialah kemudi yang seluruh daun kemudinya berada dibelakang poros putar. Yang terdiri dari pelat tunggal atau anda.Kemudi biasa pelat tunggal konstruksinya terdiri dari pelat tunggal saja dan pelat ganda, kontruksi daun kemudinya terdiri dari lembaran berganda dimana kedua ujungnya dihubungkan satu sama lain sehingga didalamnya terbentuk rongga. Kerangka kemudi biasa dapat terbuat dari baja tempa atau pelat yang di las, kemudi pelat ganda kedua sisinya di tutupi pelat pelat sehingga ditengahnya berbentuk rongga.

1) Konstruksi Kemudi biasa


- Daun kemudi terletak 100% di belakang poros putarnya Diberi kerangka untuk penguat daun kemudi - Selalu dilengkapi dengan kokot jantan ( Pintle ) dan kokot betina ( Gudgeon ) - Daun kemudi dan poros kemudi yang saling dihubungkan dengan sebuah kopling - Poros kemudi atas, baut penutup, baut kemudi biasa dan baut cembung putar (Taats) - Pada linggi kemudi terdapat Nok kemudi (Rudderstops) agar daun kemudi pada waktu di putar tidak melewati batas maksimum cikar 350 - Di dalam kopling kemudi terdapat baji yang gunanya untuk menahan dan membantu baut baut kopling.

2) Cara menggantikan daun kemudi di Dok


- Kemudi di cikar ke kiri atau ke kanan dan ditahan dengan takal di lambung - Baut dan flens kopling di buka

b. Kemudi Berimbang
Kemudi yang daun kemudinya sebagian berada di belakang poros putar dan sebagian kecil berada di depan poros putarnya. Pada kemudi berimbang penuh 25 30 % bagian daun kemudi berada di depan poros putar, sedang sisanya berada di belakang poros putar. Pada kemudi semi berimbang bagian daun kemudi yang berada di depan poros putar lebih kecil dari 20 %.

KEMUDI DAN LINGGI BALING - BALING


Kemudi biasa Berimbang Semi berimbang

70 75% 100%

>80%

UKURAN- UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL


UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL TERDIRI DARI 1. UKURAN MEMBUJUR/MEMANJANG (LONGITUDINAL) 2. UKURAN MELINTANG / MELEBAR (TRANSVERZAL ) BEBERAPA PENGERTIAN ISTILAH UNTUK KAPAL : PANJANG : Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada sarat muat musim panas Yang dihitung dari bagian depan linggi haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengahtengah cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi . Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 97 % panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi dimana kapal tersebut dikeluarkan.

UKURAN - UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL


LEBAR : Ialah lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan. DALAM : Ialah jarak tegak yang dinyatakan dalam meter pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas lumas sampai bagian atas balok geladak dari geladak jalan terus teratas

TENGAH-TENGAH KAPAL : Ialah Pertengahan panjang Yang diukur dari bagian depan linggi haluan

1. UKURAN MEMBUJUR / MEMANJANG Ukuran Memanjang terdiri dari : a. Panjang Seluruhnya ( Length Over All = LOA ) Ialah Jarak membujur kapal dari titik terdepan linggi haluan kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal, di ukur sejajar lunas. b. Panjang Sepanjang Garis Tegak (Length Between perpendicular) Ialah Panjang kapal dihitung dari garis tegak depan sampai ke garis tegak belakang. - Garis tegak depan (Forward perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus garis muat perancang kapal dengan linggi haluan. - Garis tegak belakang (After perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang terletak pada tengah-tengah cagak kemudi atau bagian belakang dari poros kemudi. Panjang sepanjang garis tegak di ukur sejajar lunas dan merupakan Panjang Lambung Bebas (Freeboard Length)

c. Panjang Sepanjang Garis Air ( Length On the Load Water Line = LOWL) Ialah Panjang sebuah kapal diukur dari perpotongan garis air dengan linggi haluan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang, di ukur sejajar lunas. d. Panjang Terdaftar ( Registered Length ) Ialah Panjang seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu , yaitu dihitung dari ujung terdepan geladak jalan terus teratas sampai garis tegak belakang , diukur sejajar lunas.

2. UKURAN MELINTANG / MELEBAR


a. Lebar terbesar (Extreme Breadth) Ialah jarak melintang dari suatu titik terjauh di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal, diukur paada lebar terbesar dan sejajar lunas. b. Lebar Dalam (Moulded Breadth) Ialah lebar kapal dihitung dari sebelah dalam kulit kapal lambung yang satu sampai ke sebelah dalam lambung lainnya, diukur pada lebar kapal terbesar dan sejajar lunas

c.

Lebar terdaftar ( Registered Breadth ) Ialah Lebar seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan lebar dalam ( Moulded Breadth )

d. Lebar Tonase ( Tonnage Breadth ) Ialah Lebar sebuah kapal dari bagian dalam wilah keringat lambung yang satu sampai ke bagian dalam wilah keringat lambung lainnya, diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas

3. UKURAN TEGAK ( VERTIKAL )


a. Sarat Kapal Ialah Jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Jarak ini sering di istilahkan dengan sarat moulded.

b. Lambung bebas (Free Board ) : Ialah jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis deck ( Deck Line )

( PANJANG SELURUHNYA ) LOA

( PANJANG MENURUT KELAS )

(LBP = PANJANG LAMB. BEBAS) (PANJANG TERDAFTAR = RB) (PANJANG SEPANJANG GARIS AIR) LOWL

( EB = Lebar ekstrim = terdaftar ) (MB = Lebar dalam = Lebar Kelas)

1/3 CAMBER

DALAM TERDAFTAR

LAMBUNG BEBAS

LEBAR TONASE
SARAT DALAM TONASE

DALAM MENURUT KELAS

TONASE ( TONNAGE ) PENGERTIAN TONASE


Kapal ialah sebuah benda terapung yang digunakan untuk sarana pengangkutan di atas air. Besar kecilnya kapal dinyatakan dalam ukuran memanjang, membujur, melebar, melintang, tegak, dalam dan ukuran isi maupun berat. Guna dari ukuran ukuran ini untuk mengetahui besar kecilnya sebuah kapal, besar kecilnya daya angkut kapal tersebut dan besarnya bea yang akan dikeluarkan.

JENIS TONASE
TONASE SEBUAH KAPAL DAPAT DIPERINCI Sbb : Isi kotor ( Gross Tonnage) GT Isi kotor besarnya tertera di sertifikat kapal itu, Isi kotor merupakan jumlah - Isi ruangan di bawah geladak ukur atau geladak tonase - Isi ruangan / tempat tempat antara geladak kedua dan geladak atas - Isi ruangan ruangan yang tertutup secara permanen pada geladak atas atau geladak di atasnya - Isi dari ambang palka (1/2 % dari BRT kapal ) Isi atau volume ruangan di bawah geladak ukur mengandung pengertian volume dari ruangan - ruangan yang dibatasi oleh : - Disebelah atas oleh geladak jalan terus paling atas - Di sebelah bawah oleh bagian atas dari lajur dasar dalam. - Di sebelah samping oleh bagian sebelah dalam gading gading. ( lihat lebar tonnase )

DISPLACEMENT = Berat Benaman


Jumlah berat kapal dan segalanya yang ada pada kapal tersebut dan di nyatakan dalam Longton

LOADED DISPLACEMENT = Berat Benaman dimuati Penuh Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat
kapal tersebut dimuati sampai mencapai sarat maximum yang diijinkan .

LIGHT DISPLACEMENT

= Berat

Benaman Kapal Kosong

Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal kosong tanpa muatan

VOLUME OF DISPLACEMENT= Isi Benaman


Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal kosong tanpa muatan

DEAD WEIGT TONNAGE ( DWT = daya angkut / muat kapal )


Selisih antara Loaded Displacement Light Displacement

CARGO DWT = Cargo Carrying Capasity


Kemampuan kapal untuk mengangkut muatan ( Jumlah muatan yang bisa di bawa )

BALE CAPASITY
Volume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini untuk muatan general cargo

GRAIN CAPASITY
Volume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini untuk muatan curah ( Beras, Biji Besi , dll )

GRT ( GROSS TONNAGE = Brutto Register Ton =BRT )


Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan isi sejumlah ruangan tertentu untuk keamanan kapal ( deducted spaces )

NRT ( NET TONNAGE = Netto Register Ton = Isi Bersih )


Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan jumlah isi ruangan ruangan yang tidak dapat di pakai untuki mengangkut muatan

TONNAGE PERLENGKAPAN ( Equipment tonnage ) Tonase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat alat labuh, seperti jangkar, rantai jangkar, derek jangkar dan lain lain.
TONNAGE TENAGA ( Power Tonnage ) Berat kapal kotor di tambah PK mesin kapal itu ( BRT + PK Mesin ) MODIFIED TONNAGE Kapal yang mempunyai tonnase yang lebih kecil dari yang seharusnya dimiliki. Untul menjamin keselamatan kapal tersebut terjadilah perubahan di dalam perhitungan tonase kapal tersebut. Perhitungan tonasenya sama dengan kapal yang geladak antaranya tertutup secara permanen

ALTERNATIVE TONNAGE Sebuah kapal dapat memiliki dua tonnase alternatif, yaitu : -Full Tonnage ; Tonnase diperhitungkan secara biasa dengan geladak atas sebagai lambung bebasnya -Alternative Tonnage ; Lambung bebas diperhitungkan berdasarkan asumsi bahwa geladak kedua sebagai geladak lambung bebasnya Tanda tonnase ditempatkan pada kedua lambung. Tanda tonnase menunjukan mana dari kedua tonnase ini yang diambil sebagai tonnase kapal itu. Jika tanda tonnase terendam, kapal dianggap dimuati sampai garis muat maksimumnya ( Full Tonnage ), jika tonnase berada di atas garis air, kapal tersebut dianggap memiliki Modified Tonnage.

TANDA TONNASE
Geladak kedua
TF F T S W

12= 305mm

Tanda Tonnase untuk Modified Tonnage


1

112= 305mm

15 = 381 MM

Tanda Tonnase

TF F T S

Geladak kedua

1= 25,4 mm 9= 229mm 1

12= 305mm

Tanda Tonnase untuk AlternativeTonnage

15 = 381 MM

Tanda Tonnase

BIRO KLASIFIKASI
BIRO KLASIFIKASI adalah sebuah Badan Hukum dalam bidang jasa yang berusaha dalam pengelasan ( class ) kapal kapal yang sedang dibangun, sudah dibangun atau yang sedang beroperasi dalam hal yang berkaitan dengan konstruksi badan kapal, mesin kapal, termasuk pesawat bantu ( auxileary engine ) Kegiatan Biro Klasifikasi :

-Pengetesan peralatan maupun perlengkapan kapal yang ada sangkut pautnya dengan kelas kapal, baik lambung maupun mesin
-Pengadaan survey survey pada waktu tertentu atau pada waktu yang diminta seperti survey tahunan, survey kerusakan, dsb. -Pemberian sertifikat sertifikat kelas maupun sertifikat statutory yang sangat berguna untuk kepentingan charter kapal, jual beli dan asuransi kapal, dsb.

Biro Klasifikasi Indonesia


Suatu Badan Hukum yang dimodali oleh Pemerintah dengan bentuk Perum yang dikelola oleh Manajemen tersendiri. Sesuai dengan SK MenHubLa RI no. Th. 1/17/1 tertanggal 26 september 1964, tugas BKI adalah : - Mengelaskan kapal kapal yang dibangun di bawah pengawasan BKI baik selama pembuatannya maupun setelah beroperasi. - Berwenang untuk menetapkan dan memberikan tanda tanda lambung timbul pada kapal kapal tersebut. - Mengeluarkan sertifikat garis muat pada kapal kapal berbendera Nasional yang dikeluarkan pada BKI

c. Dalam ( Depth ) :
Ialah jarak tegak diukur dari titik terendah badan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut . Jarak ini merupakan dalam menurut Biro Klasifikasi dimana kapal tersebut dikelaskan .

d. Dalam tonnase
Ialah Dalam yang di hitung mulai dari alas dasar dalam sampai geladak lambung bebas

a, b, c di ukur pada tengah tengah kapal

Tanda tanda Kelas Pada BKI Untuk Lambung - Kelas Tertinggi - Kelas Terendah A 100 1 A 90 II

atau Maltese Cross atau Tanda Manggis berarti kapal tersebut dibangun dibawah pengawasan BKI

- Angka 1000 berarti pemeliharaan dan konstruksi lambung memenuhi persyaratan dan ketentuan tertinggi BKI - I ; berarti mesin jangkar dan rantai jangkar dan tali muat memenuhi persyaratan BKI - II ; berarti kurang memenuhi persyaratan BKI

Untuk Mesin ,
SM artinya mesin Induk dan Bantu memenuhi pesyaratan BKI. SM artinya Mesin Induk dan Bantu kurang memenuhi persyaratan

BKI ( kelas terendah )


SM artinya memenuhi persyaratan kelas tertinggi. Untuk kapal kapal bukan Samudra di belakang kelasnya di berikan catatan : P = Pelayaran Pantai L = Pelayaran Lokal T = Pelayaran Terbatas Di dalam pengawasan yang dilakukan Biro Klasifikasi hal hal yang Diutamakan ialah Hull ( lambung ) dan Machinery ( permesinan )

MERKAH KAMBANGAN
( PLIMSOLL MARK )

Ialah Sebuah tanda pada kedua lambung kapal untuk membatasi sarat maksimum. Tanda ini dibuat dengan maksud agar setiap kapal membatasi berat muatan yang diangkutnya sesuai dengan jenis kapal dan musim yang berlaku di tempat dimana kapal tersebut berlayar

GARIS Dek ( Deck Line ) Garis dek merupakan sebuah garis datar yang sisi atasnya berimpit dengan sisi atas dari geladak lambung bebas ( Free Board Deck ) di Tengah panjang garis muat kapal.

DECK LINE
12

Gambar dan ukuran markah kambangan


25 mm 300 mm
540 mm 230 mm TF X FWA T X

FWA

W X

300 mm 300 mm X = 1/48 S FWA = W/40 TPC DWA = FWA X (1.025 D) / (1.025 1.000)
230 mm

WNA

PENAMPANG MELINTANG & MEMBUJUR


Penampang sebuah kapal dibedakan atas Penampang Melintang dan Membujur Bentuk dari penampang ini tergantung dari tipe

kapal dan kegunaan dari kapal tersebut.


Penampang Melintang Suatu gambaran yang jelas mengenai kaitan antara tipe kapal, sistem kerangka yang digunakan serta perbedaan yang nyata mengenai perkuatan - perkuatan dan jumlahnya pada

konstruksi bagian kapal yang mendapat tekanan terbesar yaitu dasar berganda.

40 21 20

26

25

9
21 20 24 8 21 22 17 20 16 7 14 4 28 13 12 28 27 28 18 24 29 1 11 30 28 2

Penampang Melintang sebuah kapal dengan sistem kerangka melintang yang Melalui Wrang Penuh (atas) dan Wrang Terbuka (bawah)

KAPAL BARANG UMUM

Tampak Depan

Tampak Samping

O Z

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal, dengan Wrang penuh (kiri), dan dengan Wrang terbuka (kanan)

Senta Lajur Bingkai

Balok geladak Penguat Balokgeladak Gading gading Lempeng samping

Wrang Penuh

Wrang terbuka

Kapal Batubara ( Collier )

AP

ENGINE No.4 HOLD

No.3 HOLD No.2 HOLD No.3 HOLD FP

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal


Tutup palka baja Tangki Wing

Hopper side Wrang terbuka Wrang Penuh

KAPAL MUATAN CURAH

No.5 HOLD No.4 HOLD No.3 HOLD No.2 HOLD No.1 HOLD

PENAMPANG MELINTANG
GRAIN, BULK CARGO, WATER BALLAST CARRIED IN WING TANKS

NO.5 WT

NO.4 WT

NO.3 WT

NO.2 WT

NO.1 WT

BAGIAN TENGAH KAPAL


Tutup palka Dari Baja

Dinding Kedap air Senta

Tangki Wing

Gading Gading

Penguat Dinding Melintang Wrang Penuh

Wrang tertutup

KAPAL PENGANGKUT BIJI BIJIAN


TAMBANG ( ORE )

6 HOLD 5 HOLD

4 HOLD 3 HOLD 2 HOLD 1 HOLD

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal


Penutup palka

WingTank

Wrang Penuh

Wrang tertutup

KAPAL PENGANGKUT OBO


( ORE, BULK, OIL )

E.R.

No. 9 No. 8 No. 7 No. 6 No. 5 No. 4 No. 3 No. 2 No. 1

F.P

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal Menggunakan Sekat Ganda antara Palka

DASAR BERGANDA ( DOUBLE BOTTOM )


PENGERTIAN DASAR BERGANDA Dasar berganda ialah bagian dari konstruksi kapal yang di batas, Bagian bawah - oleh kulit kapal bagian bawah (bottom shell plating) Bagian atas - oleh pelat dasar dalam (Inner bottom plating) Bagian samping - oleh lempeng samping (margin plate) Bagian depan - oleh sekat kedap air terdepan /sekat pelanggaran (collision bulkhead) Bagian belakang - sekat kedap air paling belakang atau sering disebut sekat ceruk belakang ( after peak bulk head ) GUNA DASAR BERGANDA -Bila kapal kandas dan mengalami kebocoran, masih ada dasar yg kedap air -Sebagai ruangan muatan cair, air tawar, bahan bakar, ballas, dlsb. -Membantu stabilitas kapal -Menambah kekuatan melintang kapal

KONSTRUKSI DASAR BERGANDA


Konstruksi dasar berganda terdiri dari : 1. Sistem konstruksi kerangka melintang dengan wrang wrang penuh dan wrang wrang terbuka

2. Sistem konstruksi kerangka membujur dengan wrang wrang penuh dan wrang wrang terbuka
Dasar Berganda kerangka melintang, ciri cirinya :

-Dilengkapi dengan wrangwrang penuh pada setiap gading di bawah kamar mesin.
-Jarak antara wrang penuh tidak lebih dari 3,05 m diselingi wrang terbuka. -Wrang penuh yg terbentang melintang dari penyanggah tengah sampai lempeng sampingpada setiap sisinya diberi lobang peringan. -Pada sistem kerangka melintang, penyanggah tengah dan lempeng samping tidak terputus.

Wrang terbuka pada sistem kerangka Melintang

Sistem kerangka Membujur, ciri cirinya : -Wrang penuh dipasang dibawah gading gading kamar mesin, kursi ketel, dinding kedap air dan pada ujung bracket deep tank. -Penyanggah tengah diberi bracket dengan jarak 1,25 meter -Bila jarak antara sebuah wrang dengan wrang lainnya sampai 2 atau lebih jarak gading, dipasang penguat tegak paling seedikit 100mm untuk memperkuat longitudinals. -Kapal kapal yang lebarnya sampai 14 21 m dipasang sebuah longitudinals pada setiap sisi.

-Pada kapal yang panjangnya kurang dari 215 m, longitudinals terputus pada wrang kedap air dan sebagai gantinya diberi bracket.
-Jarak antara wrang yang satu dengan lainnya tidak melebihi 3,7 m, kecuali kapal tersebut diperuntukan bagi pengangkutan barang barang berat atau biji bijian tambang.

1. Centre girder
3 5 7 2. Longitudinals 3. Tank Top 4. Gading gading 5. Wrang penuh 6. Lempeng samping 7. Bracket

Floor/ Wrang Flat bar

Longitudinals pada wrang penuh atau terbuka (bukan wrang tertutup)

Through bracket

Longitudinals

Pada Wrang tertutup, longitudinals terputus

Ketentuan SOLAS 74 mengenai dasar berganda. Bab. II I Peraturan 10.


Ketentuan panjang dasar berganda sebuah kapal menurut SOLAS74 sebagai berikut : a. 1.Untuk ukuran panjang kapal 50 m dan kurang dari 61 m harus dipasang dasar berganda paling sedikit dari sekat di depan KM s/d sekat ceruk depan atau sejauh dapat dilaksanakan sedekat mungkin dengan sekat tersebut .

KM DB
50 M < Panjang Dasar Berganda kapal < 61 m

2. Untuk kapal yang panjangnya 61 m (200 kaki) dan kurang dari 76 m


(249 kaki) harus dipasang dasar berganda paling sedikit dari sekat sekat kamar mesin diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat ceruk buritan.

KM DB DB

61 M < Panjang Dasar Berganda kapal < 76 m

3. Untuk kapal yang panjangnya 76 m (249 kaki) atau lebih harus di


pasang dasar berganda dari sekat ceruk haluan sampai sekat ceruk buritan.

KM DB DB
keel DB

Panjang Dasar Berganda kapal > 76 m

b. Bila dasar berganda di haruskan untuk dipasang, maka tingginya ditentukan atau atas persetujuan Pemerintah dan dasar dalam di teruskan sampai ke sisi lambung sehingga dapat melindungi dasar kapal sampai ke lengkungan got (bilge). Perlindungan ini dianggap memenuhi syarat bila garis potong antara lempeng samping (margin plate) dengan lajur samping (bilge strake), tidak lebih rendah dari satu bidang datar yang melalui titik potong garis gading dengan lunas, dimana garis diagonal tersebut membentuk sudut 250 dengan alas dan memotong bidang simetri pada setengah lebar kapal terbesar.

c. Got pengering (drain well) yang dibuat di dalam dasar berganda yang di gunakan untuk mengeringkan palka/ruang muat dan dan lain sebagainya tidak boleh lebih rendah dari yang di perlukan

d. Dasar berganda tidak diperlukan bagi kompartemen kompartemen kedap air yang berukuran sedang, yang khusus di pergunakan untuk mengangkut minyak dan yang melakukan pelayaran Internasional jarak dekat secara teratur . e. Bagi kapal kapal yang mempunyai kompartemen kompartemen kedap air berukuran sedang dan digunakan untuk mengangkut minyak dan yang melakukan pelayaran internasional jarak dekat secara teratur, pemerintah dapat memberikan kelonggaran terhadap konstruksi dasar berganda di bagian manapun dari kapal itu . Lebar terbesar

CL

Dasar Berganda

250

LUNAS KAPAL ( SHIPS KEEL )


Lunas kapal ada 2 macam : 1. Lunas Pelat Datar ( Flat plate keel ) Lunas Pelat Datar termasuk tipe modernyang biasa dipakai sekarang ini. Lebar lunas ini antara 1 2 meter dengan tebal pelat utuh sepanjang 3/5 panjang kapal.
Tipe Lunas Pelat Dasar Lajur tengah dasar dalam Penguat tangah Jalan terus Pelat Lunas Tipe Lunas Batangan CL kapal Dasar dalam (tank top)

O Z

Kapal dalam

Wrang penuh

Lubang pengering Lunas Batang

Lajur pengapit lunas

2.

Lunas Saluran ( duct keel )

Lunas ini menggunakan 2 buah penguat tengah (centre girder). Lunas ini dipasang antara sekat pelanggaran dan sekat kedap air di depan kamar mesin sebagai tempat disalurkannya pipa dari tangki tangki.
Dasar Dalam Wrang Penuh Keelson tengah Lunas Batang Pelat pengapit lunas Tipe Lunas Batangan
Penguat samping Penguat Melintang Penguat Melintang

O Z

pipa

Tipe Lunas Saluran

LUNAS SAMPING ( BILGE KEEL )


Di pasang di lajur samping kapal kapal yang berlunas datar . Gunanya untuk mengurangi frekwensi olengan .Besarnya daya redam dari lunas samping berbanding lurus dengan kecepatan kapal. Agar memenuhi fungsinya pemasangan lunas samping harus tepat benar. Yaitu tepat pada perpotongan garis diagonal, antara perpotongan garis lambung dengan perpanjangan luas dgn perpotongan antara garis air dengan bidang simetri dengan kulit kapal

O Z

Garis air

Diagonal

Dasar Berganda

GADING - GADING ( FRAMES )


Gading gading dipasang untuk memperkuat konstruksi melintang kapal, menjaga agar tidak terjadi perubahan bentuk pada kulit kapal sekaligus sebagai tempat menempelnya kulit kapal . Bentuk ( Profil ) gading gading yang dipasang dengan cara pengelingan Ialah - Bentuk sudut Berbintul ( Bulb Angles )

- Bentuk U ( Channel )
Bentuk ( Profil ) gading gading yang dipasang dengan cara dilas Ialah - Bentuk Bilah ( Flat Bars ) - Bentuk Berbintul ( Bulb Bars ) - Bentuk Siku Balik ( Inverted Angles )

BENTUK ( PROFIL ) GADING - GADING

Keling Dgn sudut berbintul

Keling Bentuk U

Dilas dgn Bentuk siku balik

Dilas Dgn Bentuk Bintul & Di Takik

Gading Gading

Besar /
sarang