Anda di halaman 1dari 46

ANALISA GANGGUAN SISTEM PENDINGIN PADA MESIN TOYOTA KIJANG 5K

PROYEK AKHIR Disusun dalam rangka penyelesaian Studi Diploma Tiga Untuk mencapai gelar Ahli Madya

Disusun Oleh : Nama NIM Program Studi Jurusan : : : : Hartoat 5250301509 Teknik Mesin/D3 Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

ABSTRAK
Hartoat, 2006.Analisa Gangguan Sistem Pendingin pada Mesin Toyota Kijang 5K. Laporan Proyek Akhir. Teknik Mesin D III. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Perkembangan teknologi pada bidang otomotif khususnya pada Mesin cepat mendorong manusia untuk selalu belajar, salah satunya belajar tentang sistem pendinginan. Oleh karena itu penulis membahas tentang Analisis Gangguan dan Cara Mengatasi Kerusakan Sistem Pendinginan pada Mesin Toyota Kijang 5K berdasarkan Proyek Akhir dengan membuat engine stand. Sistem pendinginan pada Mesin Toyota Kijang 5K berguna untuk menurunkan temperatur mesin akibat dari proses pembakaran. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan Proyek Akhir ini adalah konstruksi dan cara kerja serta analisis kerusakan yang sering terjadi pada komponen sistem pendinginan Mesin Toyota Kijang 5K. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang sistem pendinginan dan komponen-komponen sistem pendinginan pada Toyota Kijang 5K, serta analisis kerusakan yang sering terjadi dan cara memperbaiki kerusakan tersebut berdasarkan dari analisis kerusakan yang terjadi, hal tersebut dapat sebagai sumber informasi. Sistem pendinginan (cooling system) adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating pada mesin sehingga mesin tetap dapat bekerja secara optimal. Komponen sistem pendinginan pada Toyota Kijang 5K meliputi: radiator, media air pendingin (coolant), pompa air, kantong air pendingin (water jacket), sumber penutup, tutup radiator, termostat, kipas, selang-selang karet penjepit, botol pelimpah (reservoir tank). Proses pendinginan pada mesin terganggu jika terdapat gangguan operasional pada komponen sistem pendinginan mesin itu sendiri. Hal ini dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan kerusakan yang terjadi. Kerusakan yang sering terjadi pada sistem pendingin Toyota Kijang 5K antara lain: rusaknya termostat, kerusakan pada kipas, kerusakan pada pompa air, kerusakan pada radiator, kerusakan pada selang-selang radiator, kerusakan pada bantalan pompa. Sistem pendinginan dapat berfungsi dengan baik apabila komponenkomponen dari sistem pendinginan tidak mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi pada sistem pendinginan harus diatasi sedini mungkin untuk mencegah rusaknya komponen-komponen lain dari mesin. Kerusakan yang terjadi pada sistem pendinginan dapat diatasi sedini mungkin dengan melakukan pengecekan terhadap komponen-komponen sistem pendinginan secara berkala.

ii

HALAMAN PENGESAHAN
Proyek Akhir, tahun 2006. Analisa Gangguan Sistem Pendingin pada Mesin Toyota Kijang 5K. Telah dipertahankan di hadapan Sidang Panitia Ujian Proyek Akhir Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, pada :

Hari : Tanggal : Panitia Ujian Proyek Akhir

Ketua

Sekretaris

Drs. Supraptono, M.Pd. NIP. 131125645

Drs. Wirawan Sumbodo, MT. NIP. 131826223

Pembimbing

Penguji I

Drs. Wirawan Sumbodo, MT NIP. 131826223

Drs. Wirawan Sumbodo, MT NIP. 131826223 Penguji II

Drs. M. Burhan RW, M.Pd NIP. 131764025

Mengetahui Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753 iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN


1. Khayalan dan sebuah impian adalah awal dari cita-cita, sedangkan cita-cita adalah awal dari sebuah keberhasilan yang belum terwujud. Semakin banyak impian semakin banyak pula kreatifitas dan ide cemerlang yang akan keluar untuk dijalankan agar menjadi sebuah kenyataan yang bisa dinikmati 2. Janganlah cepat putus asa menerima kegagalan, jadikan ia sebagai cambuk untuk meraih keberhasilan 3. Jangan menangis saat semuanya berakhir, bersyukurlah karena semua itu bisa terjadi 4. Diantara keutamaan ilmu dibanding harta ialah ilmu akan menjagamu sedangkan harta engkau yang menjaganya dan ilmu tidak akan berkurang apabila diajarkan sedangkan harta akan berkurang jika dibelanjakan

Kupersembahkan kepada : 1. Bapak (Alm) dan Ibu tercinta 2. Adikku tersayang 3. Keluarga besarku yang tercinta

iv

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga dapat menyelesaikan laporan Proyek Akhir dengan judul Analisis Gangguan dan Cara Mengatasi Kerusakan Sistem Pendingin Mesin Toyota Kijang 5K. Laporan Proyek Akhir ini dapat diselesaikan tidak lepas dari bantuan, saran dan sumbangan baik moril, maupun materiil dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada yang terhormat : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto, Dekan Fakultas Teknik UNNES 2. Bapak Drs. Pramono, Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang 3. Bapak Drs. Supraptono, Sekretaris Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang 4. Bapak Drs. Wirawan Sumbodo, MT, Kaprodi D III dan Dosen Pembimbing yang dengan tulus dan penuh kesabaran membimbing serta mengarahkan penulis hingga terselesaikannya Laporan Proyek Akhir ini. 5. Bapak Drs. Widi Widayat, Teknisi Laboratorium Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, yang senantiasa membimbing penulis untuk menyelesaikan pengerjaan Engine Stand 6. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini hingga selesai. Penulis telah berusaha sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam menyusun laporan ini, namun penulis sadar sepenuhnya bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan maka penulis mengharap adanya kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan isi laporan ini. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis berharap semoga laporan ini dapat memberi manfaat baik khususunya kepada penulis maupun pembaca pada umumnya. Penulis Hartoat v

DAFTAR ISI
Halaman Judul...................................................................................................... i

Abstrak ................................................................................................................. ii Halaman Pengesahan ........................................................................................... iii Motto dan Persembahan....................................................................................... iv Kata Pengantar ..................................................................................................... v Daftar Isi .............................................................................................................. vi Daftar Gambar...................................................................................................... vii Daftar Tabel ......................................................................................................... viii Daftar Lampiran ................................................................................................... ix Bab I PENDAHULUAN ................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1 B. Permasalahan .................................................................................. 3 C. Tujuan............................................................................................. 3 D. Manfaat........................................................................................... 4 Bab II SISTEM PENDINGINAN PADA TOYOTA KIJANG 5K .................. 5 A. Fungsi Pendinginan ........................................................................ 5 B. Jenis Sistem Pendinginan ............................................................... 6 C. Prinsip Kerja Sistem Pendinginan Toyota Kijang 5K .................... 7 D. Konstruksi Sistem Pendinginan Toyota Kijang 5K........................ 8 Bab III TROUBLE SHOOTING PADA SISTEM PENDINGINAN TOYOTA KIJANG 5K......................................................................... 17 A. Spesifikasi Komponen Utama dan Sistem Pendingin..................... 17 B. Macam-macam Gangguan pada Sistem Pendinginan..................... 18 C. Analisis Gangguan pada Komponen Sistem Pendinginan.............. 19 D. Cara Mengatasi Gangguan pada Sistem Pendinginan .................... 25 Bab IV SIMPULAN DAN SARAN.................................................................. 36 A. Simpulan ......................................................................................... B. Saran ............................................................................................... DAFTAR PUSTAKA vi 36 36

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Sistem Pendingin.............................................................................. 6 Gambar 2. Aliran Air Pendingin ........................................................................ 7 Gambar 3. Komponen-komponen Sistem Pendingin......................................... 8 Gambar 4. Silinder Motor dengan Mantel Pendingin ........................................ 9 Gambar 5. Macam-macam Thermostat.............................................................. 11 Gambar 6. Thermostat........................................................................................ 12 Gambar 7. Cara Kerja Thermostat ..................................................................... 12 Gambar 8. Pompa Air Dingin ............................................................................ 13 Gambar 9. Kipas Pendingin ............................................................................... 14 Gambar 10. Kontruksi Tutup Radiator ................................................................ 15 Gambar 11. Membersihkan Inti Radiator ............................................................ 20 Gambar 12. Mengetes Thermostat ....................................................................... 22 Gambar 13. Memeriksa Pompa Air ..................................................................... 23 Gambar 14. Memeriksa Tutup Radiator .............................................................. 25 Gambar 15. Cara Memeriksa Kebocoran Luar .................................................... 26 Gambar 16. Cara Memeriksa Kebocoran Dalam ................................................. 27

vii

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Gangguan dan Cara Mengatasi Kerusakan Sistem Pendinginan pada Mesin Toyota Kijang 5K 29 Tabel 2 Diagram Alur Trouble Shooting... 33

viii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Gambar-gambar Mesin Toyota Kijang 5K Lampiran 2. Perawatan Sistem Pendingin pada Mesin Toyota Kijang 5K Lampiran 3. Surat Keterangan Engine Stand Selesai Lampiran 4. Surat Tugas Dosen

ix

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong manusia untuk selalu mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam dunia otomotif khususnya pada mobil dikenal berbagai macam sistem yang bekerja. Sistemsistem tersebut bekerja saling berangkaian antara satu dengan yang lainnya, sehingga apabila salah satu dari sistem tersebut mengalami kerusakan, maka mobil akan mengalami kerusakan. Sistem pendinginan pada mobil berfungsi untuk menurunkan temperatur pada mesin yang terjadi dari proses pembakaran. Proses pembakaran selanjutnya akan menghasilkan tenaga mekanis yang

kemudian akan menggerakkan mesin. Akibat lain dari proses pembakaran adalah adanya panas yang apabila tidak didinginkan akan merusak komponen dari mesin itu sendiri. Sistem pendinginan (cooling system) adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating pada mesin agar mesin tetap bekerja secara optimal (Daryanto, 1999 : 1). Hasil pembakaran pada motor bakar yang menjadi tenaga mekanis hanya sekitar 23%, sebagian panas keluar menjadi gas bekas dan sebagian lagi hilang melalui proses pendinginan (Toyota Astra Motor, 1995 : 35). Energi panas selebihnya akan dibuang melalui emisi gas buang sebesar 36%, hilang akibat adanya gesekan dan memanaskan minyak pelumas sebesar 7%, dan sisanya sekitar 33% hilang diserap oleh pendinginan (Northop, RS., 1997 : 149). Oleh karena itu, walaupun sistem pendinginan dikatakan sebagai kerugian di satu segi, 1

yaitu menurunkan efisiensi yang dihasilkan oleh mesin, namun di segi lain tetap dibutuhkan untuk mempertahankan mesin itu sendiri agar tetap dapat bekerja dan tahan lama. Apabila sebagian panas yang dihasilkan dari pembakaran tadi akan mengalami kenaikan temperatur yang berlebihan dan cenderung merubah sifatsifat serta bentuk dari komponen mesin tersebut (Toyota Astra Motor, 1999 : 35). Berdasarkan hal tersebut, maka pada mobil diperlukan sistem pendinginan yang berfungsi untuk menurunkan temperatur pada mesin, karena mesin dapat menghasilkan efesiensi kerja yang baik pada temperatur mesin sekitar 800 C sampai dengan 850 C (Northop, RS., 1997 : 151). Komponen-komponen pada sistem pendinginan mesin Toyota Kijang 5K lama kelamaan akan mengalami kerusakan atau keausan, komponen-komponen tersebut antara lain pompa air, thermostat, radiator dan kipas pendingin radiator. Berdasarkan dari Proyek Akhir dalam pembuatan engine stand dan untuk mempelajari lebih mendalam tentang sistem pendinginan dan kerusakankerusakan yang sering terjadi pada mesin Toyota Kijang 5K, maka penulis mengambil judul Analisis Gangguan dan Cara Mengatasi Kerusakan Sistem Pendinginan Pada Mesin Toyota Kijang dengan alasan : 1. Untuk mengetahui kerusakan atau gangguan sistem pendinginan yang merupakan salah satu sistem pada mobil yang berperan penting mempengaruhi kerja mesin. 2. Untuk mengetahui komponen dan cara kerja sistem pendinginan sistem mobil terhadap gejala terjadinya kerusakan sedini mungkin pada Toyota Kijang 5K.

3. Untuk memberikan informasi yang benar tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam sistem pendinginan agar tidak terjadi kerusakan yang cukup besar pada mesin Toyota Kijang 5K. B. Permasalahan Permasalahan yang sering terjadi pada sistem pendinginan khususnya pada Toyota Kijang 5K banyak macamnya. Agar tidak terjadi kerancuan dalam mencari, menganalisa dan mengatasi permasalahan, maka perlu dilakukan pembatasan masalah yaitu sebagai berikut : 1. Bagaimana konstruksi dan cara kerja sistem pendinginan pada mesin Toyota Kijang 5K. 2. Bagaimana cara menganalisis dan mengatasi kerusakan atau gangguan sistem pendinginan pada mesin Toyota Kijang 5K seperti : radiator, tutup radiator, pompa air, katup thermostat dan cara memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi.

C. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penyusunan laporan tugas akhir ini antara lain: 1. Untuk mengetahui konstruksi dan cara kerja sistem pendinginan pada mesin Toyota Kijang 5K. 2. Untuk mengetahui cara menganalisis dan mengatasi kerusakan atau gangguan sistem pendinginan pada mesin Toyota Kijang 5K seperti : radiator, tutup

radiator, pompa air, katup thermostat dan cara memperbaiki kerusakankerusakan yang terjadi.

D. Manfaat Manfaat yang kita peroleh dari penyusunan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Menambah pengetahuan tentang sistem pendinginan pada mesin Toyota Kijang 5K 2. Memberi pengetahuan tentang nama komponen, konstruksi, dan cara kerja dari sistem pendinginan pada mesin Toyota Kijang 5K. 3. Memberikan informasi dan menambah pengetahuan tentang sistem

pendinginan pada Toyota Kijang 5K khususnya penulis dan pembaca pada umumnya.

BAB II PEMBAHASAN SISTEM PENDINGIN PADA MESIN TOYOTA KIJANG 5K

A. Fungsi Pendinginan Panas akibat pembakaran yang berlebihan akan mengakibatkan komponen mesin yang berhubungan dengan panas pembakaran akan mengalami kenaikan temperatur yang berlebihan (over heating). Komponen-komponen mesin seperti torak dengan dinding silinder menjadi macet, dan kepala silinder akan menjadi retak, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan sistem pendinginan. Fungsi sistem pendinginan dapat dibagi menjadi empat yaitu : 1. Mengurangi panas pada motor. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran bahan bakar dengan udara dapat mencapai temperatur sekitar 2500oC panas yang cukup tinggi ini dapat melelahkan logam atau bagian lain yang digunakan pada motor untuk menjamin kerja motor itu sendiri. Apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendinginan dapat merusakkan bagianbagian dari motor tersebut. 2. Mempertahankan temperatur motor agar selalu pada temperatur kerja yang paling efisien. 3. Mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya, karena untuk mencegah terjadinya keausan dan emisi gas buang yang berlebihan. 4. Memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang, pada negara-negara yang mengalami musim dingin.

B. Jenis Sistem Pendingin Sistem pendinginan yang digunakan pada Mesin Mesin Toyota Kijang 5K adalah sistem pendingin air sistem tekan. Gambar dibawah merupakan sistem pendinginan Mesin Toyota Kijang 5K. Pada sistem ini di dalam mesin terdapat mantel pendingin (water jacket) yang menyelubungi silinder mesin dan kepala silinder. Mantel pendingin berhubungan dengan radiator yang dipasang didepan mesin. Air yang telah panas di dalam mantel dialirkan ke radiator untuk didinginkan. Pendinginan ini dipercepat dengan udara yang mengalir melalui kisikisi radiator, sedang tarikan udara dilakukan oleh kipas yang digerakkan mesin. Sirkulasi air pendingin dilakukan oleh pompa air.

Keterangan : 1. Radiator 2. Kipas 3. Tutup radiator 4. Thermostat 5. Pompa air 6. Mantel air

Gambar 1. Sistem Pendingin Sistem pendinginan tekan ini merupakan penyempurnaan sistem

thermosyphon atau sirkulasi alam, dimana air pendingin akan mengalir dengan sendirinya yang diakibatkan oleh perbedaan berat jenis dari yang telah panas dan

yang masih dingin, dimana air yang telah panas berat jenisnya lebih rendah jika dibandingkan dengan air yang masih dingin. C. Prinsip Kerja Sistem Pendinginan Mesin Toyota Kijang 5K Air pendingin yang masih dingin ditampung didalam radiator, setelah mesin dihidupkan dan suhu naik, air pendingin tersebut dipompa menuju ke cylinder head. Air pendingin yang telah panas sekitar 82C akan membuka katup thermostat, dan mengalirkan air pendingin yang telah panas tersebut ke radiator untuk didinginkan kembali. Pendingin radiator dibantu oleh isapan angin dari kipas pendingin yang berputar. Proses pendinginan ini akan berlangsung pada saat mesin hidup. Pompa air yang digunakan adalah tipe sentrifugal yang dipasang pada bagian depan blok silinder. Pada poros pompa terdapat puli kipas udara yang digerakkan oleh poros engkol melalui tali kipas udara.

Keterangan : 1. Radiator. 2. Cylinderhead. 3. Thermostat. 4. Kipas.

Gambar 2. Aliran Air Pendingin

D. Konstruksi Sistem Pendinginan Mesin Toyota Kijang 5K


3 4

Keterangan : 1. Radiator 2. Kipas 3. Thermostat 4. Pompa Air 5. Selang Bypass 6. Mantel Air

5 1 2

Gambar 3 . Komponen-komponen Sistem Pendingin Konstruksi sistem pendinginan Mesin Toyota Kijang 5K terdiri dari beberapa komponen: 1. Radiator Radiator berfungsi sebagai alat untuk mendinginkan air pendingin dengan memanfaatkan udara luar yang mengalir di sela-sela radiator. Air dari radiator tersebut dikirim ke bagian yang didinginkan melalui selang radiator, baik dari radiator ke blok silinder ataupun dari blok silinder ke radiator (Daryanto, 2004 : 17). Konstruksi radiator terdiri dari : a. Tangki Atas

Tangki atas berfungsi untuk menampung air yang telah panas dari mesin. Tangki ini juga dilengkapi dengan lubang pengisian, pipa pembuangan dan saluran masuk air dari mesin. b. Inti Radiator Inti radiator berfungsi untuk membuang panas dari air ke udara agar temperatur menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Inti radiator terdiri dari pipa-pipa air untuk mengalirkan air dari tangki bawah dan sirip-sirip pendingin untuk membuang panas air yang ada pada pipa. Disalurkan ke mesin melalui pompa air. 2. Mantel pendingin Mantel pendingin mengelilingi silinder-silinder dan kepala silinder, yang berfungsi untuk mendinginkan bagian-bagian dinding silinder dan ruang bakar secara efektif. Mantel pendingin pada kepala silinder berhubungan langsung dengan tangki radiator bagian atas dan mantel pendingin blok silinder berhubungan dengan tangki radiator bagian bawah.

Keterangan : 1. Silinder 2. Mantel air 3. Pipa distribusi 4. Saluran buang 5. Katup buang

Gambar 4. Silinder Motor dengan Mantel Pendingin

10

3. Cairan anti beku (Coolant) Coolant adalah suatu sarana atau media pendingin yang digunakan untuk menyerap panas dari mesin. Coolant adalah suatu cairan yang mengandung zat kimia yang digunakan untuk campuran pendingin air yang bahan dasarnya ethylene glycol. Ethylene glycol adalah bahan kimia yang sangat beracun. Bahan ini akan sangat membayakan manusia ketika masuk ke dalam organ tubuh sekitar 710 mg/kg berat badan. Sistem pendinginan air, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : 1. Pendinginan yang menggunakan air murni, 2. Pendinginan yang menggunakan air ditambah zat kimia (coolant) Sistem pendinginan yang menggunakan air murni mempunyai beberapa kelemahan, yaitu: a) Saat suhu dingin terutama pada pagi hari, air dapat membeku, sehingga menyebabkan sirkulasi air pendingin menjadi lebih sulit. Apabila hal ini berlangsung lama, maka pendinginan mesin menjadi tidak lancar dan menyebabkan mesin menjadi panas berlebihan (overheating). b) Kadar air yang mengandung kapur, sehingga dapat menyebabkan terjadinya endapan di dalam pipa-pipa radiator. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pipa-pipa radiator sehingga sirkulasi air prndingin di dalam pipa radiator menjadi tidak lancar. c) Air di dalam radiator akan menimbulkan endapan-endapan kotoran yang semakin lama semakin banyak dan akan mengakibatkan terjadinya korosi atau karat pada komponen-komponen sistem pendingin, misalnya pipa-pipa inti

11

radiator dan water jacket, sehingga komponen-komponen sistem pendingin mudah mengalami kerusakan. Proses pendinginan dengan menggunakan coolant saat ini banyak digunakan karena pendinginan dengan coolant lebih efektif dan mudah didapatkan. Selain itu sistem pendinginan dengan menggunakan coolant dirasakan lebih baik jika dibanding dengan pendingin air murni. Peranan coolant adalah untuk mencegah panas berlebih, mencegah pembekuan air pendingin, korosi komponen sistem pendingin agar air pendingin mampu bertahan selama satu tahun, dan sebagai langkah preventif agar sistem pendingin selalu bekerja optimal dalam jangka waktu yang panjang. 4. Thermostat Thermostat dipasang pada blok silinder bagian atas dengan sambungan selang. Thermostat bekerja pada suhu yang kurang dari 80C . dan pada suhu tersebut thermostat membuka, sehingga air hanya beredar disekeliling blok silinder tidak sampai ke radiator. Dengan demikian suhu mesin dapat dikendalikan dan ini merupakan fungsi thermostat sebagai pengendali suhu mesin. Jenis thermostat yang digunakan adalah tipe wax pellet. Tipe Wax Pellet ini adalah semacam lilin yang dapat mengembang pada saat panas dan akan menyusut pada waktu dingin.

12

Gambar 5. Macam-macam Thermostat

Keterangan : 1. Bypass valve 2. Cylinder 3. Wax 4. Piston 5. Valve 6. Jingle

Gambar 6 . Thermostat Cara kerja : Pada saat air pendingin panas lilin atau Wax Pellet yang ada didalam thermostat akan memuai dan mendorong katup untuk membuka (1). Hal ini disebabkan karena pemuaian lilin tersebut mampu menekan tahanan pegas (3), thermostat pada saat temperatur air pendingin telah dingin, maka lilin di dalam thermostat akan menyusut, sehingga pegas di dalam thermostat akan mendorong katup thermostat untuk menutup kembali (2). Keterangan : 1. Katup saat membuka 2. Katup saat menutup 3. Pegas

Gambar 7 . Cara Kerja Thermostat

13

5. Pompa air Pompa air berfungsi untuk mensirkulasi air pendingin dari radiator ke silinder mesin. Pompa air yang digunakan adalah pompa tipe sentrifugal yang akan dipasang pada bagian depan blok silinder. Gerak putar pompa diperoleh dari putaran poros engkol melalui tali kipas. Pada pemasangannya dengan kepala silinder, pompa ini dilengkapi dengan gasket yang berguna untuk mencegah terjadinya kebocoran air pendingin.

Gambar 8 . Pompa Air Dingin

14

6. Kipas pendingin Perkembangan sistem penggerak kipas pada mesin ada 3 macam yaitu: 1. Penggerak kipas digerakkan langsung dengan poros engkol 2. Penggerak kipas model kopling 3. Penggerak kipas model elektrik fan Kipas pada sistem pendinginan berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dirambatkan dengan mudah ke udara. Gerakan kipas diperoleh dari poros engkol bersamaan dengan berputarnya pompa. Tujuan pemasangan kipas adalah untuk mempercepat pendinginan air di dalam radiator dengan jalan memperbanyak udara yang mengalir melalui radiator terutama pada saat mobil berjalan lambat. Pada saat berjalan cepat aliran udara akibat jalanya mobil sudah cukup untuk mendinginkan air di dalam radiator. Jumlah daun kipas, besar dan kemiringannya akan mempengaruhi jumlah udara yang mengalir akibat putaran kipas tersebut.

Keterangan : 1. Kipas 2. Sabuk 3. Pully poros engkol

Gambar 9. Kipas Pendingin

15

7. Tutup radiator Pada umumnya radiator dilengkapi dengan tutup radiator (radiator cap) yang bertekanan dan menutup rapat pada radiator. Ini memungkinkan naiknya temperatur pendingin 100C tanpa terjadi mendidih. Penggunaan tutup radiator yang bertekanan (pressure cap) diutamakan sebab efek pendinginan radiator bertambah dan membuat perbedaan suhu antara udara luar dan cairan pendingin. Ini berarti ukuran radiator dapat berkurang (menjadi tipis) tanpa mengurangi pendinginan yang diperlukan. Tutup radiator berfungsi menaikkan titik didih coolant dengan jalan menahan ekspansi dari air pada saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi dari tekanan udara luar, disamping itu tutup radiator juga berfungsi mempertahankan suhu coolant didalam sistem agar tetap stabil walaupun mesin dalam keadaan dingin atau panas.

Gambar 10. Kontruksi tutup radiator

16

8. Tangki cadangan Tangki cadangan (reservoir tank) dihubungkan ke radiator dengan selang overflow apabila volume cairan pendingin berekspansi disebabkan naiknya temperatur maka cairan pendingin yang ada di dalam tangki cadangan akan kembali ke radiator. Hal ini untuk mencegah terbuangnya cairan pendingin saat diperlukan agar jumlahnya tetap. 9. Pipa-pipa saluran Pipa-pipa yang menghubungkan komponen-komponen pada sistem

pendingin terbuat dari karet agar dapat menyerap getaran dan mudah memasang atau melepas. Pipa bagian atas disebut pipa outlet dan pipa bagian bawah disebut pipa inlet. Sistem pendinginan sangat berpengaruh pada kondisi mesin, yaitu untuk mengendalikan suhu mesin, kalau suhu mesin dalam suhu kerja, mesin dapat hidup dalam waktu yang lama. Tetapi jika sistem tidak berfungsi dengan baik, maka akan menyebabkan overheating.

BAB III TROUBLE SHOOTING PADA SISTEM PENDINGIN MESIN TOYOTA KIJANG 5K

A. Spesifikasi Komponen Utama dan Sistem Pendingin Sistem pendingin Mesin Toyota Kijang 5K merupakan bagian dari keseluruhan sistem yang terdapat pada Mesin Toyota Kijang 5K. Sistem pendinginan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menurunkan panas pada mesin yang terjadi akibat dari proses pembakaran. Sebelum membicarakan sistem pendingin Mesin Toyota Kijang 5K perlu diketahui pula ciri-ciri dan proses kerjanya. Mesin Toyota Kijang 5K dengan proses kerja empat langkah mempunyai spesifikasi komponen utama sistem pendingin mesin terdiri dari: 1. Pendingin 2. Radiator 3. Pompa 4. Termostat 5. Selang 6. Kipas 7. Tutup radiator 8. Botol pelimpah (reservoir tank) Sirkulasi air pendingin pada Mesin Toyota Kijang 5K berawal dari radiator kemudian air dihisap oleh pompa air dan dikirim ke kantong-kantong air pada silinder mesin, pompa ini dipasang pada bagian depan dari mesin dan digerakkan 17 : : : : : : Sistem pendingin air sistem tekan Radiator aliran bawah Pompa air sentrifugal dengan digerakkan V belt Termostat jenis lilin (wax) Selang fleksibel Digerakkan V Belt

18

oleh poros engkol melalui perantara V belt. Air yang berada di kantong-kantong air berfungsi untuk mendinginkan motor tersebut. Setelah air digunakan untuk mendinginkan suhunya akan naik, sebelum air masuk ke radiator terlebih dahulu masuk ke saluran simpangan yang dilengkapi dengan thermostat yang akan mengatur aliran air yang menuju ke radiator pada saat air panas (di atas suhu kerja) atau di by-pass ke kantong-kantong air pada saat air pendingin temperaturnya masih di bawah suhu kerja. Thermostat akan memby-pass air apabila suhu air kurang dari suhu kerja mesin yaitu sekitar 82o C. Air yang masuk ke radiator dengan melalui selang akan didinginkan dengan persinggungan udara yang diserap oleh sirip-sirip yang menyelubungi pipa air. Apabila tekanan pada sistem pendingin mesin berlebihan maka tutup radiator akan mengalirkan air ke botol pelimpah.

B. Macam Gangguan pada Sistem Pendinginan Gangguan yang terjadi pada sistem pendingin Mesin Toyota Kijang 5K harus diatasi dengan cepat agar tidak merusak komponen mesin yang lain. Contoh gangguan sistem pendingin pada Mesin Toyota Kijang 5K diantaranya: 1. 2. 3. 4. 5. Air pendingin tidak cukup karena pengisian air kurang atau bocor. Radiator tersumbat oleh kotoran Katup termostat sudah rusak Selang karet tertutup atau tersumbat Pipa pembagi air dalam jaket air rusak

19

6.

Pompa air tidak dapat bekerja secara baik sehingga tidak mampu menghasilkan aliran yang cukup

7. 8.

Selubung air dari mesin tersumbat kotoran air Tutup radiator tidak berlubang atau pipa peluapan tertutup atau tersumbat oleh kotoran.

9. 10. 11.

Sirkulasi air tidak mengalir secara normal Bidang pendinginan terlalu sempit Rusuk-rusuk pendinginan dari radiator penuh dengan debu atau kotoran udara

12. 13.

Electrical system dari kipas mengalami kerusakan Bocor pada sistem pendingin

C. Analisis Gangguan pada Komponen Sistem Pendingin 1. Radiator Tersumbat Kerak di dalam pipa air radiator dapat menyumbat saluran air, sehingga kemampuan membuang panas menjadi turun. Temperatur yang tinggi akan merusak komponen-komponen mesin yang lainnya. Bagian-bagian dair radiator adalah: 1. Mulut pipa-pipa air 2. Pipa-pipa air 3. Inti radiator 4. Bak air atas 5. Bak air bawah

20

1. Mulut pipa-pipa air Bagian mulut pipa-pipa air sering terjadi adanya kerak-kerak yang menempel pada setiap bagian lubang sehingga air tidak dapat masuk melalui pipa yang tersumbat kotoran tadi. Untuk membersihkan kotoran tersebut pada bagian ujung pipa dapat dibersihkan dengan alat penggores besi atau baja yang dibentuk seperti skrap. 2. Pipa-pipa air Langkah untuk mengatasi gangguan pada pipa-pipa yang tersumbat oleh kotoran air atua kerak-kerak dengan menggunakan alat korok ke dalam pipa-pipa tersebut, sehingga kerak-kerak yang menempel bisa dikeluarkan. Pelru diperhatikan bahwa pipa-pipa tersebut terbuat dari bahan yang mudah rusak, maka di dalam membersihkan perlu hati-hati jangan sampai terjadi kebocoran. 3. Inti radiator Bentuk sirip-sirip pada radiator ada dua jenis, yaitu berbentuk plat dan berbentuk zig-zag. Pada Mesin Toyota Kijang Kijang 5K menggunakan sirip jenis zig-zag. Untuk membersihkan kotoran pada sirip-sirip radiator ini dengan cara menyemprotkan udara dari kompresor ke dalam sirip sampai kotoran keluar.

Keterangan: 1. Udara tekan 2. Mulut pipa air 3. Pipa air 4. Inti radiator 5. Bak air atas 6. Bak air bawah

Gambar11.Membersihkan Inti Radiator

21

4. Bak air atas Bak bagian atas berfungsi sebagai penampung air panas yang masuk dari selang, penampung atas ini dilengkapi dengan tutup radiator. Kotoran yang menempel pada dinding bak penampung atas dapat dihilangkan dengan cara menguras radiator. Mesin dihidupkan, pipa bagian bawah dibuka dan dialirkan dari tutup radiator. Setelah bersih radiator dipasang kembali, diisi air pendingin dan bila perlu ditambah zat anti karat. 5. Bak air bawah Bak ini berfungsi menampung air yang telah diinginkan oleh sirip-sirip yang menyerupai pipa-pipa kecil sebagai alat pendingin. Padahal penampung bawah ini dilengkapi kran pembuangan air dan lubang aliran menuju pompa air. Saluran pipa-pipa kecil pada sistem pendinginan air harus selalu baik dan tidak ada endapan kotoran yang dapat menyebabkan terjadi kerusakan pada bagian lainnya. Pipa-pipa kecil sangat mudah ditempeli kotoran yang makin lama makin tebal sehingga fungsi pendinginannya berkurang.

2.

Thermostat Tidak Bekerja/Macet Thermostat berfungsi mengatur sirkulasi air agar kerja mesin maksimal pada

temperatur yang sesuai. Thermostat yang macet pada saat tertutup dapat menyebabkan mesin menjadi overheating dan thermostat menjadi macet pada saat terbuka dapat menyebabkan mesin menjadi overcooling. Kedua gejala tersebut dapat merusakkan bagian dari mesin dan tenaga yang dihasilkan menjadi turun.

22

Kondisi pada suhu mesin masih dingin sudah ada sirkulasi air, maka kemungkinan thermostat macet dalam keadaan terbuka. Tetapi bila pada saat temperatur mesin sudah mencapai suhu kerja tetapi ada sirkulasi air, ada kemungkinan thermostat macet dalam posisi tertutup. Saat temperatur mencapai 60oC, maka katup thermostat akan mulai membuka dan pada 80oC, katup tersebut terbuka penuh dan memungkinkan air pendingin bersirkulasi radiator dalam keadaan baik. Apabila thermostat yang tidak bisa membuka atau tidak dapat bekerja pada waktunya, sudah waktunya thermostat tersebut diganti. Pengujian thermostat perlu dilakukan untuk mengetahui kondisinya dengan cara: 1. Rendam thermostat dalam air 2. Panaskan air, biarkan panas air konstan, dan hindari pemanasan langsung thermostat. 3. Periksa pertama terbukanya katup pada temperatur 60oC. 4. Periksa saat terbukanya thermostat pada temperatur 80oC.

Keterangan: 1. Sumber panas 2. Kawat penggantung 3. Thermostat 4. Batang pengaduk 5. Thermostat Gambar 12. Mengetes Thermostat

23

3.

Pompa Air Rusak Pompa air berfungsi mensirkulasikan air ke dalam sistem pendinginan.

Apabila pompa air macet atau tidak berfungsi, maka sirkulasi pendingin akan terganggu, sehingga air mengalir dari radiator mesin tidak dapat bersirkulasi dengan sempurna. Adanya karat di dalam sistem pendinginan dapat merusakkan seal pompa yang akhirnya dapat menimbulkan kerusakan pada poros dan bantalan. Pemasangan tali kipas yang terlalu kencang juga dapat menyebabkan kerusakan pada bantalan dari pompa air pendingin karena akan timbul beban yang terlalu berat dan penekanan ke satu sisi. Seal dari poros pompa yang rusak dapat menimbulkan kebocoran. Kebocoran ini akan tampak bila sistem diberi tekanan, maka seal pada poros pompa yang rusak harus diganti.

Keterangan: 1. Poros 2. Housing 3. Impeler 4. Fan hub

Gambar 13. Memeriksa Pompa Air

24

4.

Water Jacket Tersumbat Water jacket (mantel pendingin) di sekeliling silinder-silinder mesin dan

kepala silinder. Fungsi water jacket ini adalah untuk mendinginkan bagian-bagian dinding silinder dan ruang bakar, mantel pendingin pada kepala silinder berhubungan langsung dengan bak penampung atas radiator dan bagian blok silinder berhubungan dengan bak penampung bawah radiator. Aliran air yang melewati mantel pendingin akan meninggalkan

kotoran/karat yang akan mengendap dan menghambat sirkulasi pendingin dalam mantel pendingin di dalam mantel pendingin. Endapan kotoran radiator harus dibersihkan dengan cara meniupkan udara yang bertekanna dari kompresor ke lubang-lubang yang tersumbat tersebut sehingga kotoran diharapkan keluar dari water jacket.

5.

Tutup Radiator Bocor Salah satu cara untuk mengetahui tutup radiator masih baik atau tidak

adalah dengan cara memeriksa tutup radiator dengan alat Analiser Sistem Pendingin. Selain, untuk memeriksa tutup radiator, alat Analiser Sistem Pendingin juga bisa digunakan untuk memeriksa kebocoran eksternal sistem pendingin. Salah satu fungsi tutup radiator adalah untuk mengurangi tekanan apabila tekanan di dalam sistem berlebihan sehingga dapat mencegah kerusakan bagianbagian sistem. Kebocoran yang tidak ditemukan di dalam sistem pendingin dan

25

radiator tidak terganggu, tetapi motor mengalami gejala overheating, maka dapat juga disebabkan karena tutup radiator yang kurang baik sehingga tekanan di dalam sistem terlalu dingin. Pemeriksaan tutup radiator untuk mengetahui keadaan katup tekan dan katup isapnya dengan menggunakan pompa seperti terlihat pada gambar.

Gambar 14. Pemeriksaan Tutup Radiator Keterangan: 1. Tutup Radiator 2. Pengukuran

Pemeriksaan dengan alat tersebut dapat diketahui tekanan pembukaan katup tekan dan katup vakumnya, serta diketahui apakah ada kebocoran pada tutup radiator atau tidak. Apabila tutup rusak maka harus diganti.

D. Cara Mengatasi Gangguan pada Sistem Pendingin Gejala dan kemungkinan yang sering terjadi pada sistem pendinginan adalah: a. Mesin terlalu panas 1) Kekurangan air, dapat diatasi dengan menambah air pendingin dan memeriksa kebocoran dalam sistem pendinginan tidak kelihatan oleh mata telanjang dalam keadaan mesin dingin, sewaktu mesin menjadi panas tekanan dalam sistem pendinginan akan bertambaj dan air akan terdesak keluar. Untuk mencari kebocoran, sistem pendinginan harus dites tekanannya. Dengan

26

menggunakan alat yang dinamakan Analiser Sistem Pendinginan. Cara menggunakan analiser untuk mengetes kebocoran: a) Mengetes kebocoran luar (eksternal) Langkah-langkah untuk mengetes kebocoran luar: (1) Lepas tutup radiator (2) Isi radiator dengan air sampai pada permukaan yang benar. (3) Pasang alat analiser ke sambungan pengisi radiator. (4) Pompa dengan handel tangan sampai tekanan sama dengan tekanan pada tutup radiator ditambah 25%-nya sebagaimana ditunjukkan pada jarum pengukur alat tersebut. (5) Jika tekanan yang terbaca menunjukkan di bawah tekanan yang diijinkan atau drop (turun) menunjukkan adanya kebocoran dalam sistem pendinginan. (6) Lakukan pemeriksaan semua sambungan saluran pendinginan dari kebocoran sampai ketemu. (7) Lakukan perbaikan atau penggantian pada komponen yang bocor.

Keterangan: 1. Pompa dioperasikan dengan tangan 2. Amati tekanan pengukur 3. Pasang analiser ke leher pengisi

1 2

Gambar 15. Cara Memeriksa Kebocoran Luar (Eksternal)

27

b) Mengetes kebocoran dalam (internal) Langkah-langkah untuk mengetes kebocoran dalam adalah sebagai berikut: (1) Lepaskan tutup radiator (2) Isi radiator penuh sampai permukaan atas (3) Starter/hidupkan mesin sampai temperatur kerja (4) Pasang analiser pada radiator dan secara perlahan turunkanlah tekanan pada mesin dan amati pengukur pada analiser selama mesin berputar (5) Kebocoran udara yang tidak ditemukan dan sistem pendingin secara terus menerus bebas tekanan (tanpa tekanan) maka terjadi kebocoran ke silinder, kepala silinder melengkung dan jaket air mengalami kerusakan

1 2 Keterangan : 1. Pompa 2. Pasang Analiser 3. Amati Pengukuran 4. Mesin Berputar 3 4

Gambar 16. Cara Mengetes Kebocoran Dalam (Internal) 2) Electrical System dari kipas rusak, dapat diperbaiki atau diganti 3) Thermostat yang rusak harus diganti 4) Pompa air yang tidak bekerja dapat diatasi dengan pompa diperbaiki atau diganti

28

5) Saluran pendinginan yang tersumbat radiator atau water jacket harus dibersihkan 6) Rem yang menyeret harus disetel kembali b. Mesin terlalu dingin 1) Ternyata yang rusak thermostatnya harus diatasi dengan mengganti thermostat 2) Jika udara terlalu dingin, radiator harus ditutup c. Kehabisan air 1) Kebocoran pada radiator dapat dengan memperbaiki radiator 2) Selang yang longgar atau rusak dapat diatasi denagn penghubung selang dipererat atau diganti 3) Pompa air yang bocor dapat diperbaiki atau diganti 4) Gasket kepala silinder yang bocor dapat diatasi dengan mengencangkan atau mengganti baut 5) Kepala silinder atau blok silinder yang retak harus diganti 6) Mesin bekerja dengan suhu yang terlalu tinggi, dapat diatasi denagn menyelediki sebab terjadinya panas yang berlebihan d. Terdapat bunyi pada sistem pendinginan 1) Bantalan pompa yang rusak dapat diatasi dengan mengganti rakitan bantalan 2) Daun kipas pompa yang longgar atau bengkok dapat diatasi dengan cara daun kipas dipererat, diperbaiki atau diganti

29

Tabel 1. Gangguan dan Cara Mengatasi Kerusakan Sistem Pendinginan pada Mesin Toyota Kijang Kijang 5K GANGGUAN Mesin terlalu PENYEBAB CARA MENGATASI Periksa katup pada termostat, jika terdapat kerusakan ganti dengan yang baru Udara dingin Udara dingin dapat diatasi dengan menutup radiator Mesin terlalu panas (over heating) Kekurangan pendingin Fan kerusakan Termostat rusak Pompa air rusak air Menambah air pendingin Electrical Memperbaiki sistem dari

dingin Termostat rusak

(over cooling)

mengalami electrical fan yang mengalami kerusakan Ganti termostat Cari kerusakan yang terjadi pada pompa, kemudian

perbaiki apabila tidak bisa ganti pompa air Radiator tersumbat Bersihkan kotoran-kotoran

yang menempel pada pipapipa, air radiator, inti radiator dan kemungkinan sirip-sirip pendingin sudah banyak yang rusak Air pendingin cepat habis Kebocoran radiator Selang pada Periksa kebocoran yang

terjadi dan perbaiki radiator Mengencangkan selang

longgar atau rusak

radiator dan mengganti selang apabila selang sudah rusak

Pompa air bocor

Perbaiki

pompa

air,

bila

sudah parah ganti pompa air

30

Gasket kepala silinder Mengencangkan baut pada bocor kepala silinder atau ganti gasket Mesin bekerja pada Periksa suhu tinggi Terdapat bunyi pada Bantalan pompa rusak yang terlalu panas tersebut Ganti bantalan pompa daun kipas, sebab yang terjadinya berlebihan

sistem pendinginan

Daun kipas ada yang Kencangkan longgar atau bengkok

perbaiki daun kipas yang rusak

31

Gambar 17. Engine Stand Mesin Toyota Kijang 5K Tampak Samping Kanan

Gambar 18. Engine Stand Mesin Toyota Kijang 5K Tampak Samping Kiri

32

Gambar 19. Engine Stand Sistem Pendingin Mesin Toyota Kijang 5K Tampak Samping Kanan

Gambar 20. Engine Stand Sistem Pendingin Mesin Toyota Kijang 5K Tampak Samping Kiri

33

Tabel 2. Diagram Alur Trouble Shooting

1. Mesin Terlalu Panas Periksa air pendingin OK Periksa radiator OK Periksa kipas OK Periksa termostat OK buruk Periksa pompa air Perbaiki kerusakan atau ganti buruk Ganti termostat buruk Perbaiki atau ganti buruk Bersihkan, perbaiki atau ganti radiator buruk Tambah atau ganti air pendingin

2. Mesin Terlalu Dingin Periksa kondisi udara sekitar OK Periksa termostat buruk Ganti termostat buruk Tutuplah radiator dengan kain

34

3. Air Pendingin Cepat Habis Periksa radiator OK


Periksa selang dan klen

buruk

Perbaiki kebocoran

buruk

Kencangkan klem dan/ganti selang yang bocor (rusak)

OK Periksa suhu mesin OK Periksa pompa air OK


Periksa gasket kepala silinder

buruk

Perbaiki penyebab suhu terlalu tinggi

buruk

Perbaiki atau ganti

buruk Ganti gasket dan kencangkan baut sesuai spesifikasi

4. Mesin Terlalu Dingin Periksa Bantalan Pompa OK Periksa Kipas buruk Perbaiki daun kipas dan kencangkan baut kipas buruk Ganti bantalan dan seal atau ganti pompa

35

5. Air Pendingin Tercampur Oli Periksa sambungan blok mesin OK Periksa gasket-gasket blok mesin buruk Ganti gasket yang rusak buruk Perbaiki sambungan dan kencangkan baut

6. Air Pendingin Kotor buruk

Periksa Kualitas Air OK Periksa komponenkomponen sistem pendingin

Ganti air pendingin

buruk

Bersihkan karat dan kotoran atau ganti komponen

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan Semua kajian teori, analisis sistem pendinginan Mesin Toyota Kijang 5K ini dapat diambil beberapa kesimpulan: 1. Komponen sistem pendinginan Mesin Toyota Kijang 5K terdiri dari radiator, pompa air, kipas pendingin, tutup radiator, tangki reservoir dan katup thermostat. Cara kerja sistem pendinginannya menggunakan sistem tekan yang memanfaatkan pompa air sebagai media pendingin. 2. Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada sistem pendingin air adalah kebocoran, gangguan dari kotoran yang mengendap, sehingga aliran air tidak maksimal. 3. Usaha yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat kerusakan komponen mesin adalah dengan merawat, memeriksa kondisi mesin secara berkala.

B. Saran Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam sistem pendinginan: 1. Pemeriksaan sistem pendinginan sebaiknya dilakukan secara periodik. 2. Sistem pendinginan termasuk faktor utama yang mempengaruhi kerja mesin, maka perlu mendapat perhatian lebih dalam perawatan. 3. Misalnya untuk sistem pendinginan perlu ditambahkan zat anti karat untuk mengurangi cepatnya proses korosi. 4. Kerusakan pada komponen kendaraan sebaiknya segera diperbaiki dan jangan menunggu kerusakan tersebut bertambah besar. 36

DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. 1995. Reparasi Sistem Pendingin Mesin Mobil. Jakarta: Bumi Aksara. Daryanto. 2004. Pemeliharaan Sistem Pendingin dan Sistem Pelumasan Mobil. Bandung: Krama Widya. Northop, R.S. 1997. Servis Auto Mobil. Bandung: Pustaka Setia. . 1995. Toyota New Step 1. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor. . 1995. Toyota New Step 2. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.