Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini kebutuhan tenaga listrik merupakan suatu hal yang mutlak. Kebutuhan tenaga listrik dapat dilayani dengan menggunakan generator sebagai pembangkit tenaga listrik melalui pemanfaatan tenaga potensial yang ada seperti tenaga uap, tenaga diesel dan lain-lain. Mengingat pemakaian tegangan listrik yang terus meningkat pada berbagai sektor seperti pertanian, perternakan, industri, perdagangan, angkutan, rumah tangga, rumah sakit dan aspek kehidupan yang lainnya yang semua ini diakibatkan oleh jumlah penduduk yang memerlukan energi listrik secara terus-menerus, adanya peningkatan produktifitas usaha, serta sifat pemakaian tenaga listrik yang lebih praktis dan lebih mudah dipakai sehingga untuk sistem distribusi sangatlah perlu untuk diperhatikan. Oleh karena itu untuk menjaga kontinueitas pendistribusian energi listrik dibutuhkan peralatan-peralatan listrik yang memiliki keandalan untuk menunjang pendistribusian listrik.Salah satunya transformator tenaga.Transformator tenaga adalah alat untuk mengubah tegangan bolak balik menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Penggunaan transformator tenaga dari tahun ke tahun semakin meningkat ,ini terjadi akibat banyaknya pembangunan pemukiman,perumahan,gedunggedung perkantoran yang membutuhkan suplai listrik untuk itu suatu transformator harus dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai penaik atau penurun tegangan.

Page 1

1.2 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai pengganti nilai Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah instalasi listrik V Program Teknik Listik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Samarinda. Dalam makalah ini penulis mengangkat tema tentang Transformator Tenaga.

1.3 Batasan Masalah


Di dalam makalah ini penulis memberikan batasan masalah agar tidak meluasnya masalah yang akan dibahas. Adapun batasan masalah tersebut adalah : 1. Pengertian Transformator tenaga. 2. Prinsip kerja Transformator tenaga. 3. Bagian-bagian dari Transformator tenaga. 4. Pendingin dan indikator Transformator tenaga. 5. Pengaman Transformator tenaga.

Page 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Prinsip Induksi
Hukum utama dalam transformator adalah hukum induksi faraday. Menurut hukum ini suatu gaya listrik melalui garis lengkung yang tertutup, adalah berbanding lurus dengan perubahan persatuan waktu dari pada arus induksi atau flux yang dilingkari oleh garis lengkung itu ( Lihat gambar 2.1 dan 2.2 ).

Gambar 2.1 Arus Magnitisasi Secara Grafis Tanpa Memperhitungkan Rugi-Rugi Besi

Gambar 2.2 Arus Magnitisasi Secara Grafis Dengan Memperhitungkan Rugi-Rugi Besi

Selain hukum Faraday, transformator menggunakan hukum Lorenz seperti terlihat pada gambar 2.3 berikut ini

Gambar 2.3 Hukum Lorenz

Page 3

2.2 Dasar Teori Transformator


Arus listrik bolak-balik yang mengalir mengelilingi suatu inti besi maka inti besi itu akan berubah menjadi magnit (seperti gambar 2.4) dan apabila magnit tersebut dikelilingi oleh suatu belitan maka pada kedua ujung belitan tersebut akan terjadi beda tegangan (seperti gambar 2.5)

Gambar 2.4 Suatu Arus Listrik Mengelilingi Inti Besi Maka Besi Itu Menjadi Magnit

Gambar 2.5 Suatu Lilitan Mengelilingi Magnit Maka Akan Timbul Gaya Gerak Listrik (GGL)

Dari prinsip tersebut di atas dibuat suatu transformator seperti gambar 2.6 di bawah ini.

Gambar 2.6 Prinsip Dasar Dari Transformator

Page 4

2.3 Konstruksi Bagian-Bagian Transformator


2.3.1 Bagian Utama. Inti Besi Berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh Eddy Current .

Gambar 2.7 Inti Besi Dan Laminasi Yang Diikat Fiber Glass

Kumparan Transformator Adalah beberapa lilitan kawat berisolasi yang membentuk suatu

kumparan. Kumparan tersebut terdiri dari kumparan primer dan kumparan sekunder yang diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap antar kumparan dengan isolasi padat seperti karton, pertinak dan lain-

lain.Kumparan tersebut sebagai alat transformasi tegangan dan arus.

Page 5

Gambar 2.8 Kumparan Phasa RST

Minyak Transformator Sebagian besar kumparan-kumparan dan inti trafo tenaga direndam

dalam minyak trafo, terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena minyak trafo mempunyai sifat sebagai isolasi dan media pemindah, sehingga minyak trafo tersebut berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi.Untuk itu minyak transformator harus memenuhi persyaratan berikut : kekuatan isolasi harus tinggi. penyalur panas yang baik,sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat. Tidak mudah menguap. Tidak merusak isolasi. Sifat kimia yang stabil.

Page 6

Gambar 2.9 Minyak Trafo

Bushing Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah bushing yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki trafo. Pada bushing dilengkapi fasilitas untuk pengujian tentang kondisi bushing yang sering disebut center tap.

Gambar 2.10 Bushing

Page 7

Tangki Konservator Berfungsi untuk menampung minyak cadangan dan uap/udara akibat pemanasan trafo karena arus beban. Diantara tangki dan trafo dipasangkan rele bucholz yang akan meyebak gas produksi akibat kerusakan minyak karena listrik. Untuk menjaga agar minyak terkontaminasi dengan air uyang masuk bersama udara melalui saluran pelepasan dan masukanya udara kedalam konservator perlu dilengkapi media penyerap uap air pada udara sering disebut denga silicagel tidak keluar mencemari udara disekitarnya.

Gambar 2.11 Konservator Minyak Trafo

2.4 Peralatan Bantu


2.4.1 Pendingin Sebagai instalasi tenaga listrik yang dialiri arus maka trafo akan terjadi panas yang sebanding dengan arus yang mengalir serta temperatur udara disekeliling trafo tersebut. Jika temperatur luar cukup tinggi dan beban trafo juga tinggi maka trafo akan beroperasi dengan temperatur yang tinggi pula. Untuk mengatasi hal tersebut trafo perlu dilengkapi dengan sistim pendingin yang bisa memanfaatkan sifat alamiah dari cairan pendingin dan dengan cara

Page 8

mensirkulasikan secara teknis baik yang menggunakan sistem radiator, siripsirip yang tipis berisi minyak dan dibantu dengan hembusan angin dari kipaskipas sebagai pendingin yang dapat beroperasi secara otomstis berdasar pada setting rele temperatur dan sirkulasi air yang bersinggungan dengan pipa minyak isolasi panas. Dari sistem pendingin tsb maka trafo dapat dibagi berdasarkan sistem pendinginnya seperti ONAN, ONAF,dan OFAF. ONAN ( Oil Natural Air Natural )

Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak dan sirkulasi udara secara alamiah. Sirkulasi minyak yang terjadi disebabkan oleh perbedaan berat jenis antara minyak yang dingin dengan minyak yang panas. ONAF ( Oil Natural Air Force )

Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak secara alami sedangkan sirkulasi udaranya secara buatan, yaitu dengan menggunakan hembusan kipas angin yang digerakkan oleh motor listrik. Pada umumnya operasi trafo dimulai dengan ONAN atau dengan ONAF tetapi hanya sebagian kipas angin yang berputar. Apabila suhu trafo sudah semakin meningkat, maka kipas angin yang lainnya akan berputar secara bertahap. OFAF ( Oil Force Air Force )

Pada sistem ini, sirkulasi minyak digerakkan dengan menggunakan kekuatan pompa, sedangkan sirkulasi udara mengunakan kipas angin.

Page 9

Gambar 2.12 Pendingin Trafo Type ONAF

2.4.2 Tap Changer (On Load Tap Changer) Kualitas operasi tenaga listrik jika tegangannya nominal sesuai ketentuan, tapi pada saat operasi terjadi penurunan tegangan sehingga kwalitasnya menurun untuk itu perlu alat pengatur tegangan agar tegangan selau pada kondisi terbaik, konstan dan kontinyu. Untuk itu trafo dirancang sedemikian rupa sehingga perubahan tegangan pada salah sisi input berubah tetapi sisi outputnya tetap. Alat ini disebut sebagai sadapan pengatur tegangan tanpa terjadi pemutusan beban maka disebut On Load Tap Cahnger (OLTC). Pada umumnya OLTC tersambung pada sisi primer dan jumlahnya tergantung pada perancang dan perubahan sistem tegangan pada jaringan.

Saklar pengubah (driverter switch)

Tap pemilih (selector switch)

Gambar 2.13 On Load Tap Changer (OLTC)

Page 10

2.4.3 Alat Pernapasan (Dehydrating Breather) Sebagai tempat penampungan pemuaian minyak isolasi akibat panas yang timbul maka minyak ditampung pada tangki yang sering disebut sebagai konservator. Pada konservator ini permukaan minyak diusahakan tidak boleh bersinggungan dengan udara karena kelembaban udara yang mengandung uap air akan mengkontaminasi minyak walaupun prosesnya berlangsung cukup lama. Untuk mengatasi hal tersebut udara yang masuk kedalam tangki konservator pada saat minyak menjadi dingin kebalikan jika trafo panas maka pada saat menyusut maka akan menghisap udara dari luar masuk kedalam tangki dan untuk menghindari terkontaminasi oleh kelembaban udara maka diperlukan suatu media penghisap kelembaban yang digunakan biasanya adalah silicagel yang secara khusus direncang untuk maksud tersebut diatas.

Gambar 2.14 Alat Pernapasan (Dehydrating Breather)

Page 11

2.5 Indikator-Indikator
2.5.1 Thermometer Thermometer adalah alat pengukur tingkat panas dari trafo baik panasnya kumparan primer dan sekunder juga minyak. Thermometer ini bekerja atas dasar air raksa (mercuri/Hg) yang tersambung dengan tabung pemuaian dan tersambung dengan jarum indikator derajat panas. Beberapa thermometer dikombinasikan dengan panas dari resistor khusus yang tersambung dengan ct yang terpasang pada salah satu fasa (fasa tengah) dengan demikian penunjukan yang diperoleh adalah relatif terhadap kebenaran dari panas yang terjadi.

Keterangan : 1. Trafo arus 2. Sensor suhu 3. Heater 4. Thermometer Winding 5. Thermometer oil

Gambar 2.15 Thermometer

Page 12

2.5.2 Permukaan Minyak Permukaan minyak adalah alat penunjukan tinggi permukaan minyak yang pada konservator. Ada beberapa jenis seperti penunjukan lansung yaitu dengan cara memasang gelas penduga pada salah satu sisi konservator sehingga akan mudah mengetahui level minyak. Sedangkan jenis lain jika konservator dirancang sedemikian rupa dengan melengkapi semacam balon dari bahan elastis dan diisi dengan udara biasa dan dilengkapi dengan alat pelindung seperti pada sistem pernapasan sehingga pemukaan dan penyusutan minyak udara yang masuk kedalam balon dalam kondisi kering dan aman.

Gambar 2.16 Permukaan Minyak

Page 13

2.6 Peralatan Proteksi Internal


2.6.1 Rele Bucholz Penggunaan rele deteksi gas (Bucholtz) pada Transformator terendam minyak yaitu untuk mengamankan transformator yang didasarkan pada

gangguan Transformator seperti : arcing, partial discharge, over heating yang umumnya menghasilkan gas. Gas-gas ruangan rele dan akan tersebut dikumpulkan pada

mengerjakan kontak-kontak alarm. Rele deteksi

gas juga terdiri dari suatu peralatan yang tanggap terhadap ketidaknormalan aliran minyak yang tinggi yang timbul pada waktu transformator terjadi gangguan serius. Peralatan ini akan menggerakkan kontak trip yang pada umumnya terhubung dengan rangkaian trip Pemutus Arus dari instalasi transformator tersebut. Ada beberapa jenis rele buchholtz yang terpasang pada trafo, Rele sejenis tapi digunakan untuk mengamankan ruang OLTC dengan prinsip kerja yang sama sering disebut dengan Rele Jansen. Terdapat beberpa jenis antara lain sema seperti rele buhcoltz tetapi tidak ada kontrol gas, jenis tekanan ada yang menggunakan membran/selaput timah yang lentur sehingga bila terjadi perubahan tekanan kerena gangguan akan berkerja, disini tidak alarm langsung trip dan dengan prinsip yang sama hanya menggunakan pengaman tekanan atau saklar tekanan.

Gambar 2.17 Rele Buhcholzt

Page 14

2.6.2 Pengaman Tekanan Lebih (Explosive Membrane) Pengaman tekanan lebih adalah rele yang bekerja karena tekanan lebih akibat gangguan didalam trafo, karena tekanan ini melebihi kemampuan membran yang terpasang maka membran akan pecah dan minyak yang karena tekanan akan keluar dari dalam trafo

Gambar 2.18 Pengaman Tekanan Lebih

2.6.3 Rele Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay) Suatu flash over atau hubung singkat yang timbul pada suatu transformator terendam minyak, umumnya akan berkaitan dengan suatu tekanan lebih didalam tangki, karena gas yang dibentuk oleh decomposisi dan evaporasi minyak. Dengan melengkapi sebuah pelepasan tekanan pada trafo maka tekanan lebih yang membahayakan tangki trafo dapat dibatasi besarnya. Apabila tekanan lebih ini tidak dapat dieliminasi dalam waktu beberapa millidetik, tangki trafo akan meledak dan terjadi panas lebih pada cairan,konsekuensinya pada dasarnya harus memberikan suatu peralatan pengaman. Peralatan pengaman harus cepat bekerja mengevakuasi tekanan tersebut.

Page 15

Gambar 2.19 Rele Tekanan Lebih

2.6.4 Rele Pengaman Tangki Rele bekerja sebagai pengaman jika terjadi arus mengalir tangki akibat gangguan fasa ke tangki atau dari instalasi bantu seperti motor kipas, srkulasi dan motor2 bantu yang lain, pemanas dll. Arus ini sebagai pengganti rele diferensial sebab sistim rele pengaman tangki biasanya dipasang pada trafo yang tidak dilengkapi trafo arus disisi primer dan biasanya pada trafo dengan kapasitas kecil. Trafo dipasang diatas isolator sehingga tidak terhubung ke tanah kemudian dengan menggunakan kabel pentanahan yang dilewatkan melali trafo arus dengan tingkat isolasi dan ratio yang kecil kemudian tersambung pada rele tangki tanah dengan ratio ct antara 300 s/d 500 dengan sisi sekunder hanya 1 Amp.

Gambar 2.20 Rele Pengaman Tangki

Page 16

2.6.5 Neutral Grounding Resistance (NGR) Neutral grounding resistance adalah tahanan yang dipasang antara titik neutral trafo dengan pentanahan dimana berfungsi untuk memperkecil arus gangguan yang terjadi sehingga diperlukan proteksi yang praktis dan tidak terlalu mahal karena karakteristik rele dipengaruhi oleh sistem pentanahan titik neutral. NGR atau Resistance Pentanahan Trafo, yaitu resistance yang dipasang pada titik neutral trafo yang dihubungkan Y ( bintang ). NGR biasanya dipasang pada titik netral trafo 70 kV atau 20 KV, sedangkan pada titik neutral trafo 150 KV dan 500 KV digrounding langsung ( solid ). Nilai NGR o Tegangan 70 KV 40 Ohm. o Tegangan 20 KV 12 Ohm,40 Ohm,200 Ohm dan 500 Ohm. Jenis NGR o Resistance Liquit ( Air ), yaitu bahan resistance adalah air murni . Untuk memperoleh nilai Resistance yang diinginkan ditambahkan garam KOH . o Resistance Logam, yaitu bahannya terbuat dari logam nekelin dan dibuat dalam panel dengan nilai resistance yang sudah ditentukan.

Page 17

Gambar 2.21 Neutral Grounding Resistance

2.7 Perlengkapan Transformator


KONSERVATOR

BUCHOLTZ RELAY BUSHING JANSEN RELAY

RADIATOR
TERMOMETER RE LA I

KIPAS PENDINGIN SILICAGEL M A I N T A N K

PERLENGKAPAN TRANSFORMATOR

Gambar 2.22 Perlengkapan Transformator

Page 18

2.8 Peralatan Tambahan Untuk Pengaman Transformator


2.8.1 Pemadam Kebakaran Sistem pemadam kebakaran yang modern pada transformator saat sekarang sudah sangat diperlukan. Fungsi yang penting untuk mencegah terbakarnya trafo. Penyebab trafo terbakar adalah karena gangguan hubung singkat pada sisi sekunder sehingga pada trafo akan mengalir arus maksimumnya. Jika proses tersebut berlangsung cukup lama karena rele tidak operasi dan tidak operasinya rele juga sebagai akibat salah menyetel waktu pembukaan PMT, rele rusak, dan sumber DC yang tidak ada serta kerusakan wiring. Sistem pemadam kebakaran yang modern yaitu dengan sistem mengurangi minyak secara otomatis sehingga terdapat ruang yang mana secara paksa gas pemisah oksigen diudara dimasukan kedalam ruang yang sudah tidak ada minyaknya sehingga tidak ada pembakaran minyak, sehingga kerusakan yang lebih parah dapat dihindarkan, walaupun kondisi trafo menjadi rusak. Proses pembuangan minyak secara grafitasi atau dengan menggunakan motor pompa DC adalah suatu kondisi yang sangat berisiko sebab hanya menggunakan katup otomatis yang dikendalikan oleh pemicu dari saklar akibat panasnya api dan menutupnya katup otomatis pada katup pipa minyak penghubung tanki (konservator) ke dalam trafo ( sebelum rele bucholz) serta adanya gas pemisah oksigen ( gas nitrogen yang bertekanan tinggi) diisikan melaui pipa yang disambung pada bagian bawah trafo kemudian akan menuju keruang yang tidak terisi minyak. Dengan demikian mencegah terbakarnya minyak didalam trafo dapat dihindarkan.

Page 19

Gambar 2.23 Pemadam Kebakaran

2.8.2 Rele Thermis (Thermal Relay) Pada instalasi Tegangan tinggi banyak digunakan thermometer jenis pengukur langsung ataupun pengukur tidak langsung. Thermometer pengukur langsung. Thermometer pengukur langsung banyak digunakan pada instalasi tegangan tinggi/ Gardu Induk , seperti pada ruang kontrol, ruang rele, ruang PLC dll. Suhu ruangan dicatat secara periodik pada formulir yang telah disiapkan (contoh formulir terlampir) dan dievaluasi sebagai bahan laporan. Thermometer pengukur tidak langsung Termometer pengukur tidak langsung banyak digunakan pada instalasi tegangan tinggi / transformator yang berfungsi untuk mengetahui perubahan suhu minyak maupun belitran transformator. Suhu minyak dan belitan trafo dicatat secara periodik pada formulir yang telah disiapkan (contoh formulir terlampir) dan dievaluasi sebagai laporan. Skema peralatan ukur dimaksud dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Page 20

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan
Pentingnya peralatan proteksi pada transformator untuk menjaga transformator agar tidak terjadi kerusakan apabila terjadi gangguan. Pentingnya system pendinginan pada trafo karena Jika temperatur luar cukup tinggi dan beban trafo juga tinggi maka trafo akan beroperasi denagn temperatur yang tinggi pula. Untuk mengatasi hal tersebut trafo perlu dilengkapi dengan sistim pendingin yang bisa memanfaatkan sifat alamiah dari cairan pendingin dan dengan cara mensirkulasikan secara teknis baik yang menggunakan sistem radiator, sirip-sirip yang tipis berisi minyak dan dibantu dengan hembusan angin dari kipas-kipas sebagai pendingin yang dapat beroperasi secara otomstis berdasar pada setting rele temperatur dan sirkulasi air yang bersinggungan dengan pipa minyak isolasi panas.

Page 21

DAFTAR PUSTAKA

http://gilalistrik.blogspot.com/2010/02/transformator-daya.html http://all-thewin.blogspot.com/2012/03/sistem-pendingin-transformator.html File pusat pendidikan dan latihan PT PLN (persero)

Page 22