Anda di halaman 1dari 23

Jin Kafir Musuh utama Manusia

"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)" (QS. Al-Araf 7:16-17).

Awal permusuhan
Permusuhan ini diawali dengan permusuhan antara nenek moyang setan yakni Iblis dengan nenek moyang manusia, Nabi Adam. Iblis pada awalnya makhluk yang taat beribadah kepada Allah sebagaimana malaikat. Akan tetapi ia memiliki perangai sombong dan keangkuhan sehingga tidak mau sujud kepada Nabi Adam. Dengan sombong Iblis mengatakan keengganan sujudnya itu:
"Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya (Adam), Engkau telah menciptakan saya dari api sementara Engkau menciptakannya dari tanah" (QS. Al-Araf 7:12).

Ke Sombongan Iblis
Kesombongannya itulah yang menyebabkan Allah mengusir Iblis dari surga serta melaknat dan membencinya sampai hari kiamat kelak. Akan tetapi, sebelum diusir, iblis meminta satu permohonan kepada Allah untuk diijinkan hidup abadi sampai hari Kiamat datang, dan Allah pun mengabulkannya. Oleh karena itu, iblis sampai sekarang masih hidup dan tidak akan mati sebelum Kiamat terjadi. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah: Iblis berkata: "Tangguhkanlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh" (QS. Al-A'raf: 14-15). "Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)" (QS. Al-Araf 7:16-17).

Target Iblis dan Sayitan


Sedangkan target permusuhan jin kafir (setan) ada dua yaitu target jangka panjang dan target jangka pendek. Adapun target jangka panjang adalah menjerumuskan manusia ke dalam api neraka, hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Fatir ayat 6 : Artinya: "Sesungguhnya syaitan2 itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala" (Fathir: 6).

Syaithan musuh abadi manusia


Syaithan senantiasa mengajak para hamba untuk menyembah selain Allah serta berusaha membuat mereka kufur kepada Allah dan syariatNya "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam" (QS. AlHasyr:16).

tujuan jangka pendeknya 1. Menjerumuskan manusia dalam perbuatan syirik dan kufur
Syaithan senantiasa mengajak para hamba untuk menyembah selain Allah serta berusaha membuat mereka kufur kepada Allah dan syariatNya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surat alHasyr ayat 16 berikut ini: Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam" (QS. Al-Hasyr:16).

Target jangka pendek 2. Menjerumuskan manusia kepada perbuatan dosa dan durhaka

"Rasulullah Saw bersabda: "Ingatlah, bahwasannya syaithan sudah putus asa untuk disembah di negeri kalian ini. Akan tetapi kalian akan mentaatinya dalam perbuatan-perbuatan yang oleh kalian sendiri dipandang hina, dan syaithan akan meridhainya" (HR. Turmudzi dalam Shahih Sunannya).
Artinya: "Jabir berkata, Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya syaithan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di daerah Arab, akan tetapi (syaithan akan diikuti) dalam hal memburu dan saling kasar di antar mereka" (HR. Muslim).

Target jangka pendek 3. Menghalangi manusia untuk berbuat kebaikan

mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya syaithan selalu duduk (menggoda) keturunan Adam di semua sisi dan jalannya. Ia duduk di jalan Islam sambil berkata: "Kamu masuk Islam dan meninggalkan agamamu, agama bapak dan nenek moyangmu, mengapa?" Lalu hamba itu tidak menghiraukannya dan ia tetap masuk Islam. Kemudian syaithan duduk di jalan hijrah sambil berkata: "Mengapa kamu berhijrah segala sementara kamu meninggalkan tanah air dan hartamu?" Hamba itu tidak mempedulikannya, dan ia pun tetap hijarah. Kemudian syaithan duduk di jalan jihad sambil berakata: "Mengapa kamu hendak berjihad , padahal dg demikian kamu akan mengorbankan harta dan nyawa atau kamu akan terbunuh . Baiknya kamumenikah dg seorang wanita,;a;u berbagi harta dengannya ? Hamba tsb tidak memperdulikannya dia tetap berjihad . Rasulullah bersabda kembali: "Barangsiapa yang melakukan hal dem ikian, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam surga. Barang siapa yang terbunuh (dalam medan perang) atau tenggelam, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam surga" (HR. Nasai).

4. Target jangka pendek Merusak ketaatan

Apabila syaithan tidak dapat menggoda manusia untuk meninggalkan kebaikan dan taat, maka ia tetap akan berusaha menggoda dan menjerumuskan manusia dengan cara merusak ketaatan dan kebaikan tersebut, agar si hamba tidak mendapatkan pahala dari ketaatannya itu. Dalam sebuah hadits dikatakan, bahwa Utsman bin alAsh pernah datang ke pada Rasulullah Saw sambil berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya syaithan telah menghalanghalangi antara saya dengan shalat dan membaca (al-Qur'an) saya, dengan cara berwujud dalam wujud Ali". Mendengar hal itu Rasulullah Saw bersabda: "Syaithan yan g mengganggu kamu itu bernama Khinzib. Apabila kamu merasakan datangnya, maka berlindu nglah kepada Allah dari godaannya dan meludahlah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali". Utsman ber kata: "Lalu aku melaksanakan petunjuk Rasulullah Saw tadi, sehingga Allah mengusir syaithan itu dari saya" (HR. Muslim).

5. Menyakiti anggota tubuh dan jiwa manusia


Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Rasulullah Sa w pernah suatu saat ketika sedang melaksanakan shalat, Iblis bermaksud melemparkan anak panah apinya ke wajah Rasulullah Saw, akan tetapi Rasulullah kemudian berlindung kepada Allah sehingga Iblis tersebut dapat dilumpuhkan sebagaimana telah dipaparkan pada pembahasan tentang kelemahan- kelemahan jin dan setan pada sub, jin dan setan tunduk dan taat kepada Nabi Sulaiman. Dalam berbagai keterangan dikatakan bahwa syaithan dapat datang menjelma dalam mimpi seseorang dengan cara mengganggu dan menyempit kan hatinya sehingga orang tersebut menjadi sedih dan putus asa.

c. Membakar rumah
Selain menyakiti tubuh dan jiwa, syaithan juga seri ngkali berbuat jahat berupa menghilangkan harta, kekayaan dan tempat tinggal, berupa membakar rumah.Dalam sebuah hadits dikatakan:
Artinya: "Rasulullah Saw bersabda: "Apabila kalian tidur, matikanlah lampunya, karena syaithan seringkali berwujud seekor tikus yang membawa sesuatu (yang mudah dibakar) yang ditujukkan ke lampu tersebut sehingga dapat membakar kalian" (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).

d. Mengganggu orang yang sedang sakaratul maut


Syaithan memang musuh yg paling nyata. Semua lini dan sisi, ia terus masuki dg tujuan dpt menjerumuskan manusia kedlm kedurhakaan Bukan saja ketika masih hidup, akan tetapi ketika menjelang ajal sekalipun. Ketika manusia sakaratul maut, syaithan masih menggoda dan mengganggu dg jalan me-mukul2 dan membisikkan hal2 keduniawian agar orang tadi tidak mengingat Allah . Rasulullah menganjurkan ummatnya untuk berlindung dari goda an syaithan ketika sakaratul maut tadi dengan membaca doa berikut ini: Artinya:"Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari bimbangan, kehancuran, tenggelam, kebakaran. Aku juga berlindung kepadaMu dari godaan dan pukulan syaithan ketika sakaratul maut. Aku juga berlindung kepadaMu dari kem atian yang lari dari jalanMu, juga dari kematian yang sangat sakit menyengat" (HR.Nasai)

e. Menyakiti setiap bayi yang baru lahir


"Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: "Setia p keturunan Adam, pasti disentuh oleh syaithan ketika lahirnya kecuali Siti Maryam dan putranya (Nabi Isa)" (HR. Muslim). "Abu Hurairah berkata: "Saya pernah mendengar Ra sulullah Saw bersabda: "Tidak ada seorangpun bayi yang baru dilahirkan dari keturunan Adam, kecuali ia telah disentuh (dicubit) oleh syaithan sehingga ia lahir sa mbil berteriak (menangis) karena cubitan syaithan tersebut, kecuali Maryam dan putranya (Nabi Isa)" (HR. Bukhari).

f. Menebarkan penyakit Tha'un


Syaithan juga seringkali menyebarkan penyakit menular semisal penyakit kulit dan yang lainnya. Akan tetapi hal ini tidak dapat dipahami bahwa semua wabah penyakit menular adalah bersumber dari syaithan. Boleh jadi karena tempat ters ebut kotor, tidak bersih. Rasulullah Saw bersabda: "Penyakit Tha'un dan duri musuhmusuh kalian itu semuanya dari Jin. Ia (jin itu) menyaksikan kalian semua" (HR. Hakim) Bahkan, dalam salah satu keterangan juga dikatakan bahwa darah istihadah juga terkadang dari syaithan. Rasulullah bersabda kepada Hamnah bint Jahsy: "Ini (darah istihadah) adalah kotoran syaithan" (HR. Abu Dawud dan Nasai). Akan tetapi sekali lagi, tidak berarti bahwa setiap yang mengidap penyakit istihadah, itu bersumber dari syaithan, akan tetapi boleh jadi karena faktor makanan atau hal lainnya. Hanya saja, syaithan juga terkadang menyakiti perempuan dengan jalan istihadah ini.

g. Ikut makan, minum dan tinggal bersama manusia


Dalam berbagai keterangan dikatakan, ketika seseorang makan, minum dan masuk atau keluar rumah tanpa menyebut nama Allah (tanpa berdoa) , maka syaithan akan mengikutinya; ia akan ikut makan, minum dan tidur di rumah. Akan tetapi bagi mereka yang menyebut nama Allah ketika makan, minum dan tidurnya, maka syaithan tidak akan pernah menyentuh makanan, minuman dan tempat tidur atau tempat tinggal orang tersebut. Untuk itu, pantas, kalau Rasulullah Saw senantiasa mengajarkan dan menganjurkan ummatnya untuk selalu membaca doa atau paling tidak menyebut nama Allah dalam setiap gerak geriknya termasuk dalam makan, minum dan tidurnya. Hal ini, bukan saja untu meraup pahala dan mengikuti sunnah Rasulullah Saw, akan tetapi juga demi kebaikan orang tersebut, yakni terhindar dari gangguan jin kafir (syaithan) ya ng setiap detik berusaha mengganggu dan menjerumuskan manusia dalam kenistaan

h. Masuk ke tubuh manusia.


Selain menyakiti badan, jiwa dan menyertai manusia dalam segala gerak dan langkahnya, setan juga seringkali masuk ke tubuh manusia. : "Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila" (QS. AlBaqarah:275)." : "Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila" (QS. AlBaqarah:275)." Barangsiapa yang mengingkari hal ini dan mengatakan bahwa syara' tidak mengakui hal demikian, maka sungguh dia telah mendustai syara itu sendiri. Tidak ada dalam dalil-dalil syara yang menolak hal itu (tidak ada dalil satu pun yang mengingakari bahwa jin dapat masuk ke tubuh manusia yang kesurupan). Mereka yang mengingka ri hal ini hanyalah sekelompok kecil dari golongan Mu'tazilah yakni Imam Al-Jubai dan Abu Bakar ar-Razi.

Syaithan musuh abadi manusia


Rasulullah Saw suatu hari pernah berkhutbah: Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah memerintahkan saya untuk mengajar kan kepada kalian apa yang kalian belum ketahui yang pada hari ini Allah baru saja mengajarkannya kepada saya. Allah berfirman: "Seluruh harta yang Aku karuniakan kepada hamba adalah halal. Aku menciptakan hamba- hambaKu semuanya suci, bersih dan lurus. Hanya saja, syaithan datang menggoda mereka. Syaithanlah yang memalingkan mereka dari agama mereka yg lurus, syaithan juga yg mengharamkan apa yg Aku halalkan kepada mereka. Mereka juga menganjurkan dan mengajak para hamba untuk menyekutukanKu dengan sesuatu yang Aku sendiri belum menurunkan ilmu kepadanya" (HR. Muslim).

Kiat-kiat menghadapi gangguan Jin


Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fushshilat: 36)

Wahai Rasulullah, setan telah menjadi penghalang antara diriku dan shalatku serta bacaanku. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Itulah setan yang bernama Khanzab. Jika engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meludahlah ke arah kiri tiga kali. Aku pun melakukannya dan Allah telah mengusirnya dari sisiku. (HR. Muslim no. 2203 dari Abul Ala`)
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. (Al-Baqarah: 275) Sesungguhnya setan itu berjalan di dalam diri anak Adam melalui aliran darah.

Kiat-kiat menghadapi gangguan Jin


Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka berdzikir kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat. (QS.al-Araaf.7/201) Dengan melaksanakan ibadah puasa secara teratur dan istiqomah, di samping dapat menyempitkan jalan masuk setan dalam tubuh manusia, juga manusia dapat menguasai nafsu syahwatnya sendiri, sehingga manusia dapat terjaga dari tipudaya setan. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) Janganlah kamu merasa takut janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu(30)Kamilah pelindung-pelindungmu di dalam kehidupan di dunia maupun di akherat. (QS. Fushilat; 41/30-31)

Kiat-kiat menghadapi gangguan Jin


"Dari Jabir bin Abdillah bahwasannya ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang masuk rumah, lalu ia menyebut nama Allah ketika masuk (rumah) dan ketika makan, maka syaithan akan berkata (kepada sesama syaithan lainnya): "Kalian tidak dapat nginep dan tidak bisa makan malam". Namun apabila ia masuk rumah, dan tidak menyebut nama Allah (berdoa) ketika masuk dan makannya, syaithan akan berkata: "Nah, sekarang kalian bisa nginep dan bisa makan malam" (HR. Muslim). Dari tsabit berkata, Telah sambai berita pada kami bahwa iblis bertanya kepada Allah, Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menciptakan Adam dan Engkau menjadikannya antara aku dengan dia sebagai musuh, maka berilah aku bagian untuk bisa menguasai keturunannya? Allah menjawab : Dada-dada mereka tempat tinggal kamu, Iblis berkata: Tambahlah buatku ? Allah menjawab: Tidaklah lahir seorang manusia kecuali bersamaan dengannya sepuluh anak kamu, Iblis berkata : Tambahlagi ya Tuhanku ? kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka (Al-Isra 17:64)

Kiat-kiat menghadapi gangguan Jin


"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. AlHijr 15: 39-40). "Sesungguhnyaorang mukminakan dapat mengendalikan (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengendalikan untanya ketika bepergian" (HR. Ahmad). "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kuit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian" (HR. Muslim).

Kiat-kiat menghadapi gangguan Jin


"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman" (QS. Ali Imran 3:175). "Mujahid berkata: "Syaithan itu sebenarnya sangat takut oleh salah seorang dari kalian (manusia). Oleh karena itu, apabila kamu mendapatinya, janganlah takut karena kalau takut, ia akan menunggangi kalian (mengganggu), akan tetapi kerasi (kasarilah), pasti ia akan pergi". (Riwayat Ibn Abi Dunya) "Mujahid berkata: "Sesungguhnya setan dan jin kafir itu takut oleh kalian sebagaimana kalian takut oleh mereka" (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Alhamdulillah shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi-Nya dan hamba-Nya yang tidak ada nabi setelahnya, juga kepada keluarga dan sahabatnya. amma badu.
Semogga bermanfaat bagi kita semua