Anda di halaman 1dari 5

NYERI DADA

Nah disini mungkin saya akan berbagi sedikit info mengenai nyeri dada. Karena berita yang sedang heboh dibicarakan adalah tentang meninggalnya seorang wakil rakyat yang diduga terkena serangan jantung. Kali ini materi yang akan sedikit diulas adalah mengenai nyeri dada yang erat kaitannya dengan serangan jantung.

Penyebab
Penyebab Miokard pada nyeri dada : Angina : ketidakseimbangan pasokan oksigen miokard (aliran darah koroner) dengan kebutuhannya (konsumsi oksigen miokard). Penyebab tersering ialah penyakit arteri koroner, tapi dapat juga terjadi pada arteri koroner normal dalam kondisi hipertrofi atau dilatasi ventrikel atau dilatasi ventrikel kiri berat dimana kebutuhan oksigen miokard tinggi. Penyebab nonmiokard pada nyeri dada : Akut Spasme esofagus : amat mirip dgn angina tetapi lebih lama dan tidak terkait dgn aktivitas fisik Diseksi aorta torakalis : biasanya dirasakan interskapular (antar scapula) Pneumonia : biasanya plueritik tetapi nyeri dapat lebih difus Pneumotoraks : lokal (tidak menjalar), intens, pleuritik Emboli paru : nyeri pleuritik dan lokal atau rasa tidak nyaman tumpul sentral Perikarditis : berbeda-beda tergantung posisi dan pernapasan Kronis Kostokondritis (sindrom Tietze) : lokal dan nyeri tekan di dinding dada Ulkus peptikum Penyakit kandung empedu : biasanya disertai gejala abdominal

Penyakit pankreas Penyakit tulang belakang servikasi atau torakalis : berkaitan dengan gerakan

Beda Infark Miokard Akut dan Angina Pectoris


Infark Miokard Akut Nyeri dada retrosternal, seperti diremas remas, ditekan, ditusuk, panas/ditindih barang berat. Nyeri dapat menjalar ke lengan(umumnya kiri),bahu,leher, rahang, bahkan ke punggung dan epigastrium. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pektoris biasa dan tak responsif terhadap nitrogliserin. Nyeri dapat disertai perasaan mual, muntah, sesak, pusing, keringat dingin berdebar-debar atau sinkope (pingsan). Pasien sering tampak ketakutan. Angina pectoris : Pasien merasakan sakit dada di daerah sternum/di bawah sternum(substernal), atau dada sebelah kiri dan kadang kadang menjalar ke lengan kiri, kadang dapat menjalar ke punggung,rahang,leher atau ke lengan kanan. Sakit dada biasanya seperti tertekan benda berat/seperti diperas/terasa panas, kadang-kadang perasaan tidak enak di dada. Timbul pada waktu melakukan aktifitas dan akan segara hilang,bila pasien tersebut menghentikan aktifitasnya. Serangan angina dapat timbul pada waktu istirahat/tidur malam. Serangan sakit dada biasanya berlangsung 1-5 menit Dapat pula timbul keluhan lain seperti sesak nafas,perasaan lelah,sakit dada disertai keringat dingin. Nah jadi disini bedanya Infark dengan Angina adalah dari lamanya waktu serangan dan faktor yang menimbulkan serangan. Kalau Infark dia waktunya lebih lama (lebih dari 5 menit) dan tidak hilang dengan istirahat dan terjadi tidak berkaitan dengan

aktivitas jadi dalam kondisi apapun bisa timbul. Nah kalo Angina, dia itu waktunya lebih singkat dan tergantung dari faktor aktivitas, karena sebelumnya sudah dijelaskan bahwa angina itu karena kurangnya pasokan oksigen ke jantung, makanya otot jantung akan kekurangan oksigen dan efeknya adalah timbul rasa nyeri dada. Ditambah lagi kalo Infark itu gejalanya lebih berat, biasanya orangnya akan disertai mual, muntah, keluar keringat dingin.

Mekanisme

Pemeriksaan Penunjang
1. EKG, pada saat serangan angina EKG akan menunjukkan adanya depresi segmen ST dan gelombang T dapat menjadi negatif

2. Foto Rontgen Dada, seringkali menunjukkan bentuk jantung yang normal tetapi pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung yang membesar dan kadang-kadang tampak adanya klasifikasi arkus aorta 3. Pemeriksaan laboratorium, dengan pemeriksaan enzim CPK, SGOT dan LDH rendah, HDL tinggi 4. Uji Latih Jasmani, pasien disuruh melakukan latihan dengan alat treadmill, atau sepeda ergometer sampai pasien mencapai kecepatan jantung maksimal atau submaksimal. 5. Thallium Exercise Myocardial Imaging, Thallium 201 disuntikkan secara intravena pada puncak latihan, kemudian dilakukan pemeriksaan scanning jantung segera setelah latihan dihentikan dan diulang kembali setelah pasien istirahat dan kembali normal

Pengaruh diet terhadap nyeri dada :


1) Berkenaan dengan senyawa kolesterol yang masuk bersama hidangan yang kita makan, usaha2 mengatasinya adalah pertama2 mengidentifikasi jenis makanan yang kaya akan kandungan kolesterol, kemudian mengurangu jumlah yangdikonsumsi. 2) Beberapa jenis bahan makanan yang mempunyai khasiat mampu menarik senyawa kolesterol di dalam pencernaan dan dikeluarkan bersama dengan ampas/tinja ( feces ). Bahan makanan ini adalah jenis yang mengandung serat yang larut. Dengan demikian kolesterol yang ikut soluble fiber tersebut tidak sampai ke cairan darah. Jadi tidak menambah kadar kolesterol darah. 3) Konsumsi garam yang tinggi akan meningkatkan hipertensi yang merupakan faktor risiko dari nyeri dada, jadi hindari makan yang mengandung kadar garam tinggi ( sodium ).

Pengaruh rokok terhadap nyeri dada :

Merokok mempunyai efek langsung terhadap dinding arteri. CO dapat menyebabkan hipoksia jaringa arteri, CO juga lebih kuat terikat oleh Hb daripada berikatan dengan O 2, nikotin menyebabkan mobilisasi katekolamin yang dapat menambah reaksi trombosit dan menyebabkan kerusakan pada dinding arteri. Glikoprotein pada tembakau dapat menimbulkan reaksi hipersensitif dinding arteri. Karena rokok itu mengandung nikotin dimana bila seseorang terlalu banyak menghisap rokok, maka akan terdapat flek hitam yang semakin banyak yang akan menutupi rongga pada paru2 sehingga pada waktu bernafas udara yang masuk hanya sedikit sehingga mengakibatkan nyeri pada dada. Nikotin yang terkandung dalam rokok akan menyebabkan vasokonstriksi (pengecilan pembuluh darah, khususnya kontriksi arteriol yang menyebabkan berkuranganya aliran darah ke suatu bagian tubuh) koroner yang dapat mengakibatkan iskemia miokard. Nah bagan macam2 nyeri dada sebagai berikut :

Sumber Materi : 1. Pencegahan dan penyembuhan penyakit jantung koroner , Imam soeharto (prinsip2 IPD, horisson) 2. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 1, tahun 1996, FKUI 3. IPD Jilid 1,Balai Penerbitan FKUI.jakarta,Trisnohadi,H.B.2000 4. Lecture Kardiologi Ed.4. 1967. Huon H. Gray, Keith D. Dawkins, John M. Morgan, Iain A. Simpson