Anda di halaman 1dari 36

142

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN VITAMIN


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktikum Biokimia Pangan

Oleh : Nama : Sri Mulyati NRP : 093020039 Kelompok : B Meja : 1 (satu) Asisten : Ogy Tanjung W

LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2011

143

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN VITAMIN


Sri Mulyati (093020039), Khaerudin (093020040) INTISARI
Percobaan yang dilakukan dalam vitamin adalah uji vitamin B, uji vitamin E dan uji vitamin C. Tujuan dari percobaan uji vitamin B adalah untuk mengetahui adanya vitamin B dalam bahan pangan atau sampel yang akan dianalisa secara umum. Tujuan dari percobaan uji vitamin E adalah untuk mengetahui adanya vitamin E dalam bahan pangan. Tujuan dari percobaan uji vitamin C adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C dalam bahan pangan. Prinsip percobaan dari uji vitamin B adalah berdasrkan reaksi kimia vitamin B dengan Pb asetat pada NaOH disertai pemanasan sehingga terbentuk endapan berwarna cokelat hitam. Prinsip percobaan dari uji vitamin E adalah berdasarkan reaksi dengan alkohol absolut dan HNO 3 pekat disertai pemanasan sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna jingga sampai merah. Prinsip percobaan dari uji vitamin C adalah berdasarkan reaksi oksidasi vitamin C dengan KMnO4. Hasil dari uji vitamin B pada sampel coca cola, susu kental manis dan sirup mocca marjan adalah positif mengandung vitamin b dengan terbentuknya warna cokelat. Hasil dari percobaan vitamin E pada sampel, hanya susu kental manis dan sirup mocca marjan yang positif mengandung vitamin e dengan terbentuknya warna kuning. Hasil dari uji vitamin C pada sampel adalah susu kental manis dan nutrisari fruten veg positif mengandung vitamin C ditandai dengan hilangnya warna ungu KMnO4 pada sampel.

144

BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai: (1) Latar Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip Percobaan dan (4) Reaksi Percobaan. 1.1. Latar Belakang Istilah vitamin atau vitamin mula-mula diutarakan oleh seorang ahli kimia Polandia yang bernama Funk, yang percaya bahwa zat penangkal beri-beri yang larut dalam air itu suatu amina yang sangat vital, dan dari kata tersebut lahirlah istilah vitamin. Kini vitamin dikenal sebagai suatu kelompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat, maupun lemak dan terdapat dalam jumlah yang kecil dalam bahan makanan tetapi sangat penting peranannya bagi beberapa fungsi tertentu tubuh untuk menjaga kelangsungan kehidupan serta pertumbuhan (Winarno, 1997). Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang essensial untuk pertumbuhan dan fungsi biologis yang lain bagi makhluk hidup. Berhubung vitamin tidak disintesa dalam tubuh, kecuali vitamin K, maka vitamin harus ada dalam makanan yang dikonsumsi (Sudarmadji, 2003). 1.2. Tujuan Percobaan 1.2.1. Uji vitamin B Tujuan percobaan dari uji vitamin B adalah untuk mengetahui adanya vitamin B dalam bahan. 1.2.2. Uji Vitamin E Tujuan percobaan dari uji vitamin E adalah untuk mengetahui adanya vitamin E dalam bahan. 1.2.3 Uji vitamin C Tujuan percobaan dari uji vitamin C adalah untuk mengetahui adanya vitamin C dalam bahan. 1.3. Prinsip Percobaan 1.3.1. Uji vitamin B Prinsip percobaan dari uji vitamin B adalah berdasrkan reaksi kimia vitamin B dengan Pb asetat pada NaOH disertai pemanasan sehingga terbentuk endapan berwarna cokelat hitam.

145

1.3.2. Uji vitamin E Prinsip percobaan dari uji vitamin E adalah berdasarkan reaksi dengan alkohol absolut dan HNO3 pekat disertai pemanasan sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna jingga sampai merah. 1.3.3. Uji vitamin C Prinsip percobaan dari uji vitamin C adalah berdasarkan reaksi oksidasi vitamin C dengan KMnO4. 1.4. Reaksi Percobaan 1.4.1. Uji vitamin B H2COH H3C-C-CH3 +PbAc + NaOH HC-C-CH C=O H C-NH2 C-NH2 COOH Gambar 1. Reaksi Vitamin B 1.4.2. Uji vitamin E CH3 H3C HNO3 CH3 H H H | | | | C-(CH2)3-C-(OH2)3-C-(CH2)3-CH+Alkohol+ CH3 CH3HO

Cokelat

CH3 CH3 Vitamin E (- Tokoferol)

Senyawa kompleks berwarna jingga-merah Gambar 2. Reaksi Vitamin E

146

1.4.3. Uji Vitamin C C=O HOCH HOCH HCOH HOCH CH2OH Asam askorbat dehidroaskorbat + KMnO4

O=C-O O=C O=C HOCH HOCH CH2OH Asam

Gambar 3. Reaksi Vitamin C BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas mengenai: (1) Vitamin, (2) Penggolongan Vitamin, (3) Vitamin B, (4) Vitamin C, (5) Vitamin E (Tokoferol), dan (6) Sampel. 2.1. Vitamin Vitamin merupakan suatu molekul organik yang sangat diperlukan tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin-vitamin tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi. Sebagai perkecualian adalah vitamin D, yang dapat dibuat dalam kulit asalkan kulit mendapat cukup kesempatan terkena sinar matahar. Dalam bahan pangan hanya terdapat vitamin dalam jumlah yang relatif sangat kecil, dan terdapat dalam bentuk yang berbedabeda, diantaranya ada yang berbentuk provitamin atau calon vitamin yang dapat diubah dalam tubuh menjadi vitamin yang aktif. Segera setelah diserap oleh tubuh, provitamin mengalami perubahan kimia sehingga menjadi satu atau lebih bentuk yang aktif (Winarno, 1997).

147

Vitamin mempunyai sifat fisis maupun kimiawi yang spesifik maka cara analisanya juga spesifik. Ada beberapa cara analisa vitamin yaitu cara kimiawi cara biologis, maupun cara mikrobiologis. Analisa vitamin secara kimiawi, atau fisiko kimia didasarkan pada sifat vitamin baik sifat fisis maupun kimiawi. Cara ini lebih cepat dan murah dibandingkan cara biologis. Analisa cara biologis mempunyai kelebihan yaitu dapat langsung diketahui peranan vitamin tersebut dalam zat hidup, serta secara kuantitatif dapat diketahui jumlahnya. Sedang cara kimiawi hanya sekedar menentukan jumlah (kuantitas) saja. Oleh karenanya sering kedua cara ini dilakukan secara bersama agar diperoleh data yang lebih lengkap (Sudarmadji, 2003). Vitamin dibedakan atas dua kelas yaitu vitamin larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut di dalam air meliputi tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), asam nikotinat, asam pentotenat, piridoksin (vitamin B 6), biotin, asam folat, vitamin B12 dan asam askorbat (vitamin C). Fungsi biokimiawi vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, yang merupakan senyawa berminyak dan tidak larut dalam air (Winarno, 1997). 2.2. Penggolongan Vitamin Vitamin dibagi ke dalam dua golongan. Golongan pertama oleh Kodicek (1971) disebut prakoenzim, dan bersifat larut dalam air, tidak disimpan dalam tubuh, tidak beracun, dieksresi dalam urine. Yang termasuk golongan ini adalah tiamin, riboflavin, asam nikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin, asam pantotenat, vitamin B12 (disebut golongan vitamin B) dan vitamin C. Golongan kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan dapat disimpan dalam tubuh. Apabila vitamin ini terlalu banyak dimakan, akan tersimpan dalam tubuh, dan memberikan gejala penyakit tertentu (hipervitaminosis), yang juga membahayakan Kekurangan vitamin mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi, tetapi biasanya gejala penyakit akan hilang kembali apabila kecukupan vitamin tersebut terpenuhi (Poedjiadi, 1994). Vitamin-vitamin yang larut dalam air bergerak bebas dalam badan, darah, dan limpa. Karena sifatnya yang larut dalam air, vitamin mudah rusak dalam pengolahan dan mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air, keluar dari bahan (Winarno, 1997).

148

2.3. Vitamin B Dipandang dari segi gizi, kelompok vitamin B termasuk dalam kelompok vitamin yang disebut vitamin B kompleks yang meliputi tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (asam nikotinat), piridoksin (vitamin B6), asam pantotenat, biotin, folasin, serta vitamin B12 (sianokobalamin) (Winarno, 1997). 2.3.1. Tiamin (Vitamin B1) Tiamin dikenal juga sebagai vitamin B1. Bentuk murninya adalah tiamin hidroklorida. Vitamin ini merupakan satu-satunya vitamin yang untuk pertama kalinya ditemukan di Indonesia (1897) yang dulu masih disebut Hindia-Belanda oleh sarjana Belanda yang bernama Eijkman (Winarno, 1997). Defisiensi vitamin ini mengakibatkan terjadinya penyakit beriberi terutama negara-negara yang menggunakan makanan pokok nasi. Defisiensi vitamin B1 juga mengakibatkan rusaknya alat pencernaan makanan yang disertai muntah-muntah dan diare. Sumber vitamin B1 adalah biji-bijian seperti beras, gandum; sumber lainnya adalah daging, unggas, telur, hati, kedelai, kacang tanah, sayuran, dan susu (Poedjiadi, 1994). 2.3.2. Riboflavin (Vitamin B2) Vitamin B2 disebut riboflavin karena strukturnya mirip dengan gula ribosa dan juga karena ada hubungan dengan kelompok flavin. Riboflavin yang larut dalam air memberikan warna fluoresens kuning-kehijauan. Riboflavin sangat mudah rusak oleh cahaya dan sinar ultraviolet, tetapi tahan terhadapa panas, oksidator, asam, dan sebaliknya sangat sensitif terhadap basa (Winarno, 1997). Tanda-tanda defisiensi vitamin ini adalah keilosis (terjadi kerak pada sudut mulut yang berwarna merah). Sumber vitamin adalah susu, daging, telur, ikan. Biji-bijian seperti beras dan gandum mengandung riboflavin dalam jumlah yang kecil (Poedjiadi, 1994). 2.3.3. Niasin (Asam Nikotinat) Niasin penting untuk pertumbuhan yang normal dan kesehatan sepanjang hidup manusia. Vitamin ini merupakan bahan dasar + dari koenzim nikotinamida adenin dinukleotida (NAD ). Telah kita ketahui bahwa koenzim ini merupakan koenzim dari enzim dehidrogenase, dengan mentransfer hidrogen dalam reaksi oksidasi reduksi. Apabila cadangan vitamin di dalam tubuh ini telah habis dalam waktu 30-180 hari dan penambahan dari

149

makanan sangat sedikit atau tidak ada sama sekali, akan timbul gejala penyakit pelagra. Penyakit ini dapat mengenai usus, kulit, dan sistem syaraf. Sumber vitamin ini adalah diantaranya makanan yang kaya akan protein, seperti telur, daging, dan susu. Sumber vitamin nabati misalnya biji-bijian (beras dan sebangsanya), sayuran hijau, kentang, kacang-kacangan (leguminosa) sepert kedelai, petai cina (Poedjiadi, 1994). 2.3.4. Piridoksin (Vitamin B6) Vitamin B6 terdiri dari kelompok piridina yang banyak kesamaannya satu dengan yang lain, yaitu piridoksin, piridoksal, dan piridoksamina. Meskipun demikian, dalam mimbar ilmiah dan kehidupan sehari-hari lebih disukai penggunaan istilah vitamin B6 dan bukan piridoksin, karena piridoksin hanyalah satu dari tiga senyawa aktif. Karena itu vitamin B6 dan piridoksin tidaklah sinonim (Winarno, 1997). Gejala yang tampak pada defisiensi vitamin B6 adalah hambatan pertumbuhan, badan lemah, dan gangguan mental, ermenia, dermatitis (gatal-gatal pada kulit dengan bercak merah). Sumber vitamin B6 adalah daging, unggas, ragi, legum, serealia, ubi jalar, dan kentang (Poedjiadi, 1994). 2.3.5. Asam Pantotenat Vitamin ini merupakan pembentuk koenzim A. Gugus aktif koenzim A adalah gugus -S-H. Dalam reaksi-reaksi kimia biasanya dituliskan KoA SH atau HS-KoA. Dengan gugus karboksil dari substrat koenzim A membentuk ikatan tioester. Koenzim A dalam reaksi-reaksi kimia berfungsi sebagai pemindah gugus asil. Defisiensi vitamin ini memberikan gejala kehilangan selera makan, tidak dapat melaksanakan pencernaan makanan dengan baik, depresi mental, insomnia (tidak dapat tidur), mudah terjadi infeksi saluran pernapasan. Semua makanan yang berasal dari hewan merupakan sumber asam pantotenat. Di samping itu juga biji-bijian dan kacang polong. Buah dan sayur mengandung asam pantotenat dalam kadar yang rendah (Poedjiadi, 1994). 2.3.6. Biotin Biotin sebagai kofaktor terikat kuat pada bagian protein enzim. Ada tiga jenis reaksi yang dapat dilangsungkan oleh biotin yaitu reaksi karboksilasi pada karbon dari asil KoA, reaksi karboksilasi pada atom karbon yang berikatan ganda dari rantai karbon

150

senyawa asil KoA, dan reaksi transkarboksilasi pada senyawa asil KoA. Gejala yang tampak pada defisiensi vitamin ini adalah kulit menjadi kasar bersisik, rasa sakit pada urat-urat, kulit memucat, anoreksia (kehilangan selera makan) dan mual, kadar hemoglobin menurun, kadar kolesterol naik, dan kadar biotin urine menurun sampai 1/10 normal (Poedjiadi, 1994). 2.3.7. Folasin Defisiensi asam folat menunjukkan anemia megaloblastik, glositis (inflamasi pada lidah), dan diare. Makanan sumber asam folat adalah hati, sayuran berwarna hijau tua terutama bayam, asparagus, dan kacang-kacangan. Tetrahidrofolat berperan dalam pembentukan komponen-komponen RNA dan DNA, oleh karenanya penting untuk pembelahan sel dan reproduksi (Poedjiadi, 1994). 2.3.8. Vitamin B12 (Sianokobalamin) Vitamin B12 adalah suatu vitamin yang sangat kompleks molekulnya, yang mengandung sebuah atom kobalt yang terikat mirip dengan besi terikat dalam hemoglobin atau magnesium dalam klorofil. Vitamin B12 terjadi dalam beberapa bentuk, dan dikenal sebagai kobalamina; sianokobalamina merupakan salah satu bentuk yang paling aktif. Sianokobalamina larut dalam air, tahan terhadap panas, inaktif oleh cahaya, asam keras atau larutan alkali. Hanya sedikit yang hilang oleh cara pemasakan normal (Winarno, 1997). Defisiensi vitamin ini biasanya disebabkan oleh kerusakan sistem absorbsi di usus. Beberapa gejala defisiensi atau kekurangan vitamin B12 antara lain anemia pernisiosa yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh mengabsorbsi B12, pucat dan menjadi kurus, anoreksia, gangguan neurologis, dan depresi mental (Poedjiadi, 1994). 2.4. Vitamin C Vitamin yang tergolong larut dalam air adalah vitamin C dan vitamin-vitamin B kompleks. Vitamin C dapat berbentuk sebagai asam L-askorbat dan asam L-dehidroaskorbat. Keduanya mempunyai keaktifan sebagai vitamin C. Asam askorbat sangat mudah teroksidasi secara reversibel menjadi asam Ldehidroaskorbat. Asam L-dehidroaskorbat secara kimia sangat labil dan dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam

151

L-diketogulonat yang tidak memiliki keaktifan vitamin C lagi (Winarno, 1997). Dalam larutan air vitamin C mudah dioksidasi, terutama apabila dipanaskan. Oksidasi dipercepat apabila ada tembaga atau suasana alkalis. Kehilangan vitamin C sering terjadi pada pengolahan, penegringan, dan cahaya. Vitamin C penting dalam pembuatan zat-zat interseluler, kolagen. Vitamin ini tersebar ke seluruh tubuh dalam jaringan ikat, rangka, matriks, dan lain-lain. Vitamin C berperan penting dalam hidroksilasi prolin dan lisin menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin yang merupakan bahan pembentukan kolagen tersebut (Poedjiadi, 1994). 2.5. Vitamin E (Tokoferol) Peranan vitamin E terutama karena sifatnya sebagai zat antioksidan. Dengan menerima oksigen, vitamin E dapat membantu mencegah oksidasi terhadap vitamin A dalam saluran pencernaan. Dalam jaringan vitamin E menekan terjadinya oksidasi asam lemak tidak jenuh, dengan demikian membantu dan mempertahankan fungsi membran sel. Vitamin E mungkin juga terlibat dalam proses sintesis, khususnya dalam proses pemasangan pirimidina ke dalam asam nukleat, serta dalam pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang. Vitamin E juga diperlukan dalam sintesis koenzim A, yang penting dalam proses pernafasan (Winarno, 1997). Defisiensi vitamin E menyebabkan terjadinya hemolisis sel-sel darah merah dan anemi. Pada hewan menyebabkan kemandulan. Sumber vitamin E terutama berasal dari jaringan tumbuhan seperti minyak tumbuhan, sayuran hijau, dan kacangkacangan (Poedjiadi, 1994). 2.6 Sampel 2.6.1 Esquis Esquis merupakan sari larutan. Bahan-bahan yang terkandung di dalam Esquis adalah citrus aurontifoliarhizome imperata cylindrical, vitamin C, dan Sakarosa. Esquis merupakan minuman yang berfungsi untuk meredakan panas dalam dan mengandung ekstrak vitamin C dan tanpa soda. Khasiat dan kegunaan dari Esquis adalah untuk meredakan panas dalam dan sariawan,

152

Gambar 4. Esquis Kandungan Gizi Esquis Komponen Gizi Ekstrak citrus aurantifolia Estrak imperata cylindric rhizome Vitamin C Aspartame Sodium bikarbonat dan bahan lain nya (Kemasan, 2011). Kandungan per Serving 300mg 210mg 120mg 70mg 5.5 gram 133% % AKG*

2.6.2 Coca Cola Coca-Cola Zero yang memperkenalkan produk minuman non alkohol yang merupakan terobosan baru yang diperuntukkan bagi mereka yang menggemari rasa asli dan kesegaran mantap CocaCola, tetapi tanpa gula (Eryherdiyani, 2010).

Gambar 5. coca cola

153

Tabel 1. Tabel Kandungan Gizi Coca-cola Zero Komponen Kandungan Gizi per Serving Energi 4 kkal Karbohidrat Total 0g Lemak Total 0g Natrium 49mg Protein 0g Gula 0g
Sumber : Eryherdiyani, 2010

% AKG* 0% 0% 2% 0%

*% AKG = persen Angka Kecukupan Gizi berdasarkan pada kebutuhan energi 2000 kkal. Kebutuhan energi Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah (Eryherdiyani, 2010). 2.6.3 Nutrisari Fruit and veg Nutrisari fruten veg mengkombinasi merahnya guava, kuningnya jeruk dan wortel, hijaunya brokoli, putihnya apel, serta ungunya anggur yang memberikan manfaat antioksidan yang lebih lengkap (Pramesti, 2009).

Gambar 6. Nutrisari Fruits and Vegetarian 2.6.4 Susu Kental Manis Frisian Flag Frisian Flag Susu Kental Manis Full Cream bergizi dan memberikan rasa gurih yang lezat, kini diperkaya dengan Active Care Formula dengan kandungan Protein, Kalsium, Kolin, dan B1. (Kemasan,2011).

154

Gambar 7. Susu Kental Manis Tabel 2. Tabel Kandungan Gizi Coca-cola Zero Komponen Kandungan Gizi per Serving Lemak total 4g Lemak jenuh 2g Protein 1g Karbohidrat total 24g Gula 19g Natrium 20mg Kalium 95mg Vitamin A 82RE Vitamin D3 1.4 mcg Vitamin E 3mg Vitamin B1 0.22mg Vitamin C 6mg Kalisium 60mg Fosfor 50mg Magnesium 12mg (Sumber : Kemasan 2009) % AKG* 7% 11% 2% 8% 1% 2% 15% 15% 20% 20% 8% 8% 8% 6%

155

2.6.5 Sirup Mocca Marjan

Gambar 8. Sirup Mocca Marjan BAB III ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR PERCOBAAN Bab ini akan membahas mengenai: (1) Bahan yang Digunakan, (2) Alat yang Digunakan, dan (3) Prosedur Percobaan. 3.1. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan dalam percobaan uji vitamin ini diantaranya adalah pipet tetes, tabung reaksi, gelas kimia, penangas air, dan penjepit tabung reaksi. 3.2. Bahan yang Digunakan Bahan yang digunakan dalam percobaan uji vitamin ini diantaranya adalah Nutrisari Fruits and Veg, Sirup Mocca Marjan, Susu Kental Manis, coca cola dan Esquis. Pereaksi yang digunakan dalam percobaan uji vitamin ini antara lain Pb-asetat, NaOH, alkohol, HNO3 Pekat, dan KMnO4 1N. 3.3. Prosedur Percobaan 3.3.1. Uji Vitamin B Pertama-tama masukan 1 ml bahan dan 1ml Pb asetat ditambah 1ml NaOH kedalam tabung reaksi, lalu panaskan selama 15 sampai 20 menit, setelah dipananskan amati perubahan warna menjadi coklat.

156

m l sa m p e l

1 m l Pb Ac + N a O H 1 m l 4 :1 0

a m a ti

1 5 -2 0

m e n it

a m a ti w a r n a c o k la t y a n g te r b e n tu k

Gambar 9. Prosedur Percobaan Vitamin B 3.3.2. Uji Vitamin E Pertama-tama masukkan 1ml bahan dan 2ml alkohol ditambah 5 tetes HNO3 pekat, lalu panaskan selama 15 menit dengan suhu 75, setelah dipanaskan amati perubahan warnanya.
1 m l sa m p e l 2 m l A lk o h o + 5 te te s H N O 3 p e k a t

1 5 m e n it 7 5 C

a m a ti w a rn a c o k la t y a n g te rb e n tu k

Gambar 10. Prosedur Percobaan Vitamin E

157

3.3.3. Uji Vitamin C Pertama-tama masukkan bahan sebanyak 1ml ditambah 1 ml KMnO4 1N, lalu amati perubahan warna jika warna KMnO4 hilang maka positif mengandung vitamin C.

1 m l sa m p e l

2 m l KM NO 4 1N

a m a ti p e r u b a h a n w a r n a jik a w a r n a K M N O 4 h ila n g m e n g a n d u n g v ita m in C


Gambar 11. Prosedur Percobaan Vitamin C

158

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas mengenai: (1) Hasil Pengamatan dan Pembahasan Vitamin B, (2) Hasil Pengamatan dan Pembahasan Vitamin E dan (3) Hasil Pengamatan dan Pembahasan Vitamin C. 4.1. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Vitamin B 4.1.1. Hasil Pengamatan Uji Vitamin B Tabel 3. Hasil Pengamatan Uji Vitamin B Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan Tidak Esquis Bening mengandung vitamin B Coca Mengandung Coklat + Cola vitamin B Nutrisari Tidak Pb Asetat + Fruit and Keruh mengandung NaOH Veg vitamin B Susu Mengandung Kental Coklat + vitamin B Manis Sirup Mengandung Mocca Coklat + vitamin B Marjan (Sumber : Sri dan Kherudin, meja 1, Kelompok B, 2011)

Gambar 12. Hasil Pengamatan Vitamin B

159

4.1.2 Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa coca cola, susu kental manis dan sirup mocca marjan dengan ditandai warna coklat berarti positif mengabdung vitamin B. Komposisi dari setiap sampel berbeda-beda, adapun sampel yang digunakan adalah Nutrisari Fruits and Veg, Sirup Mocca Marjan, Susu Kental Manis, coca cola dan Esquis. Pereaksi uji vitamin B ini adalah Pb acetat dan NaOH. Vitamin B ini merupakan koenzim yang tersedia dalam bentuk klrorida dan pH larutannya bersifat asam sehingga untuk kesetimbangannya dipilih pereaksi basa untuk mendapatkan ion positif bentuk ini dapat bereaksi dengan senyawa yang mengandung gugus sulfihidril membentuk jembatan disulfida. Karena vitamin B terdapat pada beberapa makanan terikat pada protein dengan jembatan disulfida. Pada uji ini yang mengandung vitamin B hanya coca cola, susu kental manis dan sirup mocca marjan dengan ditandai warna coklat. Pereaksi uji vitamin B ini adalah Pb acetat dan NaOH. Vitamin B ini merupakan koenzim yang tersedia dalam bentuk klrorida dan pH larutannya bersifat asam sehingga untuk kesetimbangannya dipilih pereaksi basa untuk mendapatkan ion positif bentuk ini dapat bereaksi dengan senyawa yang mengandung gugus sulfihidril membentuk jembatan disulfida. Karena vitamin B terdapat pada beberapa makanan terikat pada protein dengan jembatan disulfida. Sifat-sifat vitamin B diantaranya larut dalam air, memberi warna fluorosens kuning-kehijauan, tidak larut dalam pelarut lemak, mudah rusak oleh cahaya dan sinar UV, tahan terhadap pemanasan, oksidator, asam dan sangat sensitif terhadap basa (Qonita, 2008). Dalam percobaan uji vitamin B dilakukan pemanasan karena vitamin B relatif sangat stabil terhadap panas dan vitamin B juga relatif stabil dalam asam. Namun ada beberapa jenis vitamin B yang rusak akibat pemanasan yang terlalu lama. Contohnya tiamin (vitamin B1). Kehilangan atau kerusakan tiamin selama proses pemasakan disebabkan oleh sifat tiamin yang larut dalam air, dan tidak tahan terhadap pemanasan yang terlalu lama. Adanya alkali juga menyebabkan kerusakan tiamin (Poedjiadi, 1994).

160

Adanya vitamin B ditunjukkan dengan terbentuknya endapan berwarna coklat hitam yang merupakan hasil reaksi dari Pb asetat dan NaOH dengan bahan, yang dengan pemanasan dihasilkan endapan dari Pb. Pemberian pereaksi yang terlalu sedikit dan pemanasan yang kurang lama dapat menyebabkan tidak terbentuknya endapan (Sudarmadji, 2003). Vitamin B6 terdapat dialam dalam bentuk piridoksin, piridoksal, dan piridoksamin. kekurangan vitamin B6 jarang terjadi dan bila terjadi, biasanya secara bersamaan dengan kekurangan beberapa jenis vitamin B-kompleks lain, kekurangan bisa terjadi karena obat-obatan tertentu. Kekurangan vitamin B6 menimbulkan gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan metabolisme protein, seprti lemah, mudah tersinggung, dan sukar tidur kekurangan lebih lanjut dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, gangguan fungsi motorik dan kejang-kejang, anemia, penurunan pembentukan anti bodi, peradangan lidah dan lain-lain (Lehninger 1982). 4.2. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Vitamin E 4.2.1 Hasil Pengamatan Uji Vitamin E Tabel 4. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan Tidak Esquis Bening mengandung vitamin E Tidak Coca Coklat Mengandung cola vitamin E Nutrisari Tidak 2 ml Fruits Kuning mengandung alkohol and Veg vitamin E absolut + 5 Susu tetes HNO3 Mengandung Kental Kuning + vitamin E Manis Sirup Mengandung Mocca Jingga + vitamin E Marjan (Sumber : Sri dan Khaerudin, meja 1, Kelompok B, 2011)

161

Gambar 13. Hasil Pengamatan Vitamin E 4.2.2 Pembahasan Hasil percobaan yang dilakukan dapat diketahui bahwa hanya Susu kental manis dan sirup mocca marjan yang positif mengandung vitamin E yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna. Pereaksi yang digunakan adalah alkohol absolut dan HNO3 pekat, digunakan pereaksi tersebut untuk menguraikan senyawa-senyawa yang terkandung pada vitamin E dan melihat keadaan vitamin E apabila ditambah larutan asam yang pekat dan proses pemanasan. Sifat vitamin E sebagai antioksidan, vit E mudah teroksidasi terutama bila pada lemak yang tengik, timah, garam besi serta mudah rusak oleh sinar UV. Vit E menjaga kesuburan individu, pada hewan menyebabkan kemandulan (Qonita, 2008). Rumus kimia dari vitamin E adalah C29H50O2. Contoh sumber dari vitamin E adalah minyak, nabati, sayuran hijau, kecambah, biji-bijian. Fungsi dari vitamin E adalah mencegah dan mempertahankan selaput sel. akibat avitaminosis adalah keguguran, kulit mengalami gangguan (Putri, 2009). Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam, tetapi karena bersifat antioksidan, vitamin E mudah teroksidasi

162

terutama bila ada lemak tengik, timah, dan garam besi, serta mudah rusak oleh sinar ultra violet (Winarno, 1997). Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kulit bersisik, lemah otot dan kemandulan. Pengaruh vitamin E terhadap kesuburan manusia masih belum diketahui. Kekurangan tokoferol menyebabkan tanda-tanda lain, termasuk degenerasi hati dan perubahan fungsi membran. Aktivitas biokimiawi vitamin E belum teridentifikasi tetapi vitamin E mungkin ikut serta dalam mencegah pengaruh merusak oksigen terhadap lemak ada membran sel (Poedjiadi, 1994). Defisiensi vitamin E menyebabkan terjadinya hemolisis sel-sel darah merah dan anemi. Pada hewan menyebabkan kemandulan (Najib, 2010). Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin ini menerangi terjadinya oksidasi vitamin A, karotin, asam lemak tidak jenuh dan menjagakeadaan kesuburan individual (Najib, 2010). Peranan vitamin E terutama karena sifatnya sebagai zat anti oksidan. Dengan penerimaan oksigen, vitamin E dapat membantu mencegah oksidasi terhadap vitamin A dalam saluran pencernaan. Dengan jaringan vitamin E menekan terjadinya oksidasi asam lemak tak jenuh, dengan demikan membantu dan mempertahankan fungsi membrane sel. Vitamin E juga diperlukan dalam sintesis koenzim A yang penting dalam peoses pernafasan (Winarno, 1997).

163

4.3. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Vitamin C 4.3.1 Hasil Pengamatan Uji Vitamin C Tabel 5. Hasil Pengamatan Uji Vitamin C Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan Tidak Esquis Coklat mengandung vitamin C Tidak Coca Ungu mengandung cola kemerahan vitamin C Nutrisari Mengandung Fruits Kuning + vitamin C and Veg KMNO4 1N Susu Mengandung Kental Coklat + vitamin C Manis Sirup Tidak Ungu Mocca mengandung kemerahan Marjan vitamin C (Sumber : Sri dan Khaerudin, meja 1, Kelompok B, 2011)

Gambar 14. Hasil Pengamatan Vitamin C 4.3.2Pembahasan

164

Hasil percobaan uji vitamin C adalah Nutrisari Fruten Veg dan susu kental manis positif mengandung vitamin C. Hal tersebut dibuktikan dengan perubahan warna yaitu dengan hilangnya warna KMnO4, sedangkan pada sampel esquis,coca cola dan sirup mocca marjan tidak ada perubahan warna yaitu warna KMnO4 tidak menghilang atau tetap berwarna ungu. Pereaksi yang digunakan adalah KMnO4 sebagai indikator asam atau adanya vitamin C. Karena vitamin C bersifat asam sehingga untuk mengindikasikan adanya vitamin C harus diberikan indikator tersebut. Sifat vitamin C mudah rusak, larut dalam air, mudah teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator serta oleh katalis tembaga dan besi (Qonita, 2008). Vitamin C dalam larutan air mudah dioksidasi, terutama apabila dipanaskan. Oksidasi dipercepat apabila ada tembaga atau suasana katalis. Kehilangan vitamin C sering terjadi pada pengolahan, pengeringan, dan cahaya. Vitamin C merupakan reduktor kuat. Bentuk teroksidasinya adalah asam dehidroaskorbat. Dengan demikian vitamin C juga berperan menghambat reaksi-reaksi oksidasi dalam tubuh yang berlebihan dengan bertindak sebagai inhibitor (Poedjiadi, 1994). Vitamin C larut dalam air, vitamin C juga dapat digolongkan sebagai karbohidrat. Kebanyakan hewan mampu membuatnya dari glukosa, suatu karbohidrat yang tersebar di alam. Akan tetapi, manusia dan beberapa jenis hewan lain kurang dalam enzim yang diperlukan untuk mengubah glukosa menjadi vitamin C, dengan demikian, mereka harus tergantung dari sumber makanan. Dalam bentuk kimia aslinya, jika kering, vitamin C adalah betul-betul stabil. Akan tetapi, jika dalam larutan, seperti halnya dengan vitamin C dalam pangan, bahan tersebut adalah paling tidak stabil dibanding dengan zat gizi lainnya. Vitamin C mudah rusak jika dibiarkan terkena udar, panas, tembaga atau alkali. Bahan tersebut cukup stabil dalam larutan yang asam. Sumber pangan yang baik akan vitamin C adalah buah-buahan, sayuran yang berdaun hijau dan tomat. Daun yang hijau tua seperti singkong, pepaya, atau ubi jalar menyediakan lebih banyak vitamin C daripada yang hijau pucat seperti kol. Walaupun demikian, kebanyakan daun yang hijau pucat juga merupakan sumber yang berguna akan vitamin C. jambu biji,

165

pepaya, buah jeruk dan mangga adalah sumber yang baik (Winarno, 1997). Defisiensi vitamin C adalah Skorbut (sariawan), pendarahan gusi Mudah terjadi luka dan infensi tubuh, dan kalau sudah terjadi sukar disembuhkan. Hambatan pertumbuhan pada bayi dan anak-anak. Pembentukan tulang yang tidak normal pada bayi dan anak-anak. Kulit mudah mengelupas (Najib, 2010). BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan membahas mengenai: (1) Kesimpulan dan (2) Saran. 5.1. Kesimpulan Hasil dari uji vitamin B pada sampel coca cola, susu kental manis dan sirup mocca marjan adalah positif mengandung vitamin b dengan terbentuknya warna cokelat. Hasil dari percobaan vitamin E pada sampel, hanya susu kental manis dan sirup mocca marjan yang positif mengandung vitamin e dengan terbentuknya warna kuning. Hasil dari uji vitamin C pada sampel adalah susu kental manis dan nutrisari fruten veg positif mengandung vitamin C ditandai dengan hilangnya warna ungu KMnO4 pada sampel. 5.2. Saran Dalam melakukan percobaan uji vitamin ini, praktikan harus tepat dalam memasukan banyaknya sampel dan juga pereaksi yang digunakan karena akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir. Hal itu terlihat pada saat pengujian beberapa sampel yang tidak sesuai dengan hasil asisten. Dan juga alat-alat yang digunakan harus dalam keadaan bersih.

166

DAFTAR PUSTAKA Badrozzaman, (2011), Tugas http://badrozzaman.wordpress.com Hardiyani.Ery, (2010), Coca http://asiaexc10eryhardiyani.wordpress.com KKPI, Cola

Lehninger. (1982). Dasar-Dasar Biokimia. Erlangga. Jakarta. Najib, Ahmad, (2010), Vitamin, http://nadjeeb.wordpress.com Poedjiadi.Anna. (1994). Dasar-Dasar Biokimia. Universitas Indonesia.Jakarta. Pramesti, (2009), Nutrisari Fruten http://dkv3pramestisaniscara.blogspot.com Putri, Angkusuma, (2009), biologi.blogspot.com Vitamin Veg,

http://azolla-pinnata-

Qonita, (2008), Vitamin, http://qforq.multiply.com Sudarmadji.Slamet. (2003). Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty Yogyakarta. Yogyakarta. Winarno.F.G. (1997). Pangan:Gizi, Teknologi, dan Konsumen, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

167

LAMPIRAN

Lampiran hasil pengamatan Hasil pengamatan Vitamin B

168

Bahan Esquis

Pereaksi

Warna Bening

Hasil + +

Coca Coklat Cola Nutrisari Pb Asetat + Fruit and Keruh NaOH Veg Susu Kental Coklat Manis Sirup Mocca Coklat Marjan (Sumber : Laboratorium Biolimia Pangan) Hasil Pengamatan Vitamin E Bahan Pereaksi Warna Esquis Coca cola Bening

Keterangan Tidak mengandung vitamin B Mengandung vitamin B Tidak mengandung vitamin B Mengandung vitamin B Mengandung vitamin B

Hasil -

Coklat

Nutrisari 2 ml Fruits Kuning alkohol and Veg absolut + 5 Susu tetes HNO3 Kental Kuning + Manis Sirup Mocca Jingga + Marjan (Sumber : Laboratorium Biolimia Pangan) Hasil Pengamatan Vitamin C Bahan Pereaksi Warna Esquis Coklat

Keterangan Tidak mengandung vitamin E Tidak Mengandung vitamin E Tidak mengandung vitamin E Mengandung vitamin E Mengandung vitamin E

Hasil -

Keterangan Tidak

169

KMNO4 1N Coca cola Ungu kemerahan -

mengandung vitamin C Tidak mengandung vitamin C Mengandung vitamin C Mengandung vitamin C Tidak mengandung vitamin C

Nutrisari Fruits Kuning + and Veg Susu Kental Coklat + Manis Sirup Ungu Mocca kemerahan Marjan (Sumber : Laboratorium Biolimia Pangan)

170

Lampiran Quiz 1. Sebutkan sifat-sifat vitamin C 2. Sebutkan nama lain dari vitamin B1, B2, B6 dan B12 3. Reaksi apa yang terjadi pada saat warna ungu KMNO 4 pada uji Vitamin C bias menghilang 4. Pembagian lemak menurut Bloor 5. Fungsi alkohol pada KOH pada uji safonifikasi Jawab 1. Sifat vitamin C Mudah larut dalam air Mudat teroksidasi oleh panas Labil dalam keadaan panas 2. Vitamin B1 = Tiamin Vitamin B2 = Riboflavin Vitamin B6 = Piridoksin Vitamin B12 = Asam Folat 3. Reaksi yang terjadi yaitu reaksi vitamin C teroksidasi dan reaksi KMNO4 terreduksi. 4. Pembagian lemak menurut Bloor : Lipid sederhana Lipid gabungan Deviat lipid 5. Fungsi alkohol dan KOH pada uji safonifikasi adalah sebagai pereaksi

171

Lampiran Internet

Vitamin
Makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupun manusia terdiri atas unit-unit kecil yang disebut sel. Selama makhluk itu masih hidup banyak sekali proses atau perubahan yang terjadi dalam sel. Aktivitas yang terjadi dalam sel inilah yang menyunjang terlaksana fungsi makhluk hidup itu sendiri.. Vitamin adalah senyawa-senyawa organik tertentu yang diperlukan dalam jumlah kecil dalam diet seseorang tetapi esensial untuk reaksi metabolisme dalam sel dan penting untuk melangsungkan pertumbuhan normal serta memelihara kesehatan. Kebanyakan vitamin-vitamin ini tidak dapat disintesis oleh tubuh. Beberapa di antaranya masih dapat dibentuk oleh tubuh, namun kecepatan pembentukannya sangat kecil sehingga jumlah yang terbentuk tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh karenanya tubuh harus memperoleh vitamin dari makanan seharihari. Jadi vitamin mengatur metabolisme, mengubah lemak dan karbohidrat menjadi energi, dan ikut mengatur pembentukan tulang dan jaringan. Sejarah penemuan vitamin dimulai oleh Eijkman yang pertama kali mengemukakan adanya zat yang bertindak sebagai factor diet esensial dalam kasus penyakit beri-beri. Pada tahun 1897 ia memberikan gambaran adanya suatu penyakit yang diderita oleh anak ayam yang serupa dengan beri-beri pada manusia. Gejala penyakit tersebut setelah binatang diberi makanan yang terdiri atas beras giling murni. Ternyata penyakit ini dapat disembuhkan dengan memberi makanan sisa gilingan beras yang berupa serbuk. Hasil penemuan yang menyatakan bahwa dalam makanan ada factor lain selain karbohidrat, lemak

172

dan protein sebagai energi, mendorong para ahli untuk meneliti lebih lanjut tentang vitamin, sehingga diperoleh konsep tentang vitamin yang kita kenal sekarang. Pada saat ini terdapat lebih dari 20 macam vitamin. Polish kemudian memberi nama factor diet esensial ini dengan vitamin. Selanjutnya hasil pekerjaan Warburg tentang koenzim (1932-1935) dan kemudian penyelidikan R Kuhn dan P Kerrer menunjukan adanya hubungan antara struktur kimia vitamin dengan koenzim. Kebanyakan vitamin-vitamin ini tidak dapat disintesis oleh tubuh. Beberapa di antaranya masih dapat dibentuk oleh tubuh, namun kecepatan pembentukannya sangat kecil sehingga jumlah yang terbentuk tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh karenanya tubuh harus memperoleh vitamin dari makanan seharihari. Jadi vitamin mengatur metabolisme, mengubah lemk dan karbohidrat menjadi energi, dan ikut mengatur pembentukan tulang dan jaringan. Sumber-sumber utama vitamin di antaranya terdapat pada makanan yang kaya akan protein seperti telur, daging dan susu. Sumber vitamin nabati misalnya biji-bijian (beras dan sebangsanya), sayuran hijau,kentang, kacang-kacangan (leguminosa) seperti kedelei dan petai cina PENGGOLONGAN VITAMIN Vitamin A (Retinol) Vitanim A adalah suatu alkohol. Didalam tumbuhan vitamin A terdapat sebagai provitamin A, yaitu senyawa karoten. Vitamin A berperan dalam proses melihat, yaitu pada proses fotokimia pada retina. Pada retina mata terdapat pigmen yang sensitive terhadap cahaya, yaitu rodopsin, suatu protein gabungan yang dapat berdisosiasi menjadi protein opsin dan retinen trans (vitamin A dalam bentuk aldehid). Disosiasi ini terjadi apabila rodopsin terkena cahaya. Defisiensi vitamin A akan menyebabkan seseorang tidak dapat melihat dengan jelas dalam cahaya redup (rabun senja). Kebutuhan vitamin A pada diet diukur dalam satuan internasional (IU = Internasional Unit). Satu satuan internasional adalah aktivitas dari 0,344 mcg, kristal retinilasetat (0,3 mcg retinol) Sumber-sumber vitamin A adalah : Bayam berduri (Amaranthi spinosi folium)

173

Tanaman asal : Amaranthus spinosus L Famillia : Amaranthaceae Kegunaan : Pelancar asi, diuretik dan penambah darah. Ubi jalar (Batatasae Folium) Tanaman asal : Ipomoea batatas L Famillia : Convolvulaceae Kegunaan : Mempercepat pematangan bisul Pisang (Musae Radix) Tanaman asal : Musa paradisiacaL Famillia : Musaceae Kegunaan : Penawar racun Daun Katuk (Sauropi Folium) Vitamin B Vitamin C (Asam askorbat) Dalam air vitamin C mudah teroksidasi, terutama apa bila dipanaskan. Kehilangan vitamin C terjadi pada pengolahan, pengeringan dan cahaya. Vitamin C penting dalam pembuatan zat-zat interseluler, kalagen. Defisiensi vitamin C adalah : - Skorbut (sariawan), pendarahan gusi - Mudah terjadi luka dan infensi tubuh, dan kalau sudah terjadi sukar disembuhkan - Hambatan pertumbuhan pada bayi dan anak-anak - Pembentukan tulang yang tidak normal pada bayi dan anakanak - Kulit mudah mengelupas Sumber vitamin C adalah sayuran yang berwarna hijau, buah-buahan (perlu diketahui bahwa rasa asam pada buah tidak selalu sejalan dengan kadar vitamin C dalam buah tersebut karenarasa asam disebabkan oleh asam-asam lain yang terdapat dalam buah bersama vitamin C). Simplisia yang mengandung vitamin C di antaranya sebagai berikut: Nanas (Ananas comosi Fructus) Tanaman asal : Ananas comosus L Famillia : Agaraceae Kegunaan : Memacu enzim pencernaan, obat cacing Belimbing manis (Carambolae fructus) Tanaman asal : Averrhoa carambola L

174

Famillia : Oxalidaceae Kegunaan : Peluruh dahak atau obat batuk (ekspektoran) Akar lobak (Raphani radix) Vitamin D Vitamin D mengatur absorbsi laksium dan fosfat dari saluran pencernaan makanan, mengatur klasifikasi tulang dan gigi dan diperkirakan membuat mukosa usus halus menjadi permeable untuk kalsium dan fosfor. Diperkirakan pula bahwa vitamin D dapat membentu kelancaran terjadinya transport aktif kalsium melalui membrane. Kelebihan vitamin D bersifat racun untuk tubuh. Dosis antara 1000-3000 mcg/hari/kg berat badan memberikan gejala keracunan dengan tanda-tanda diare, nausea (mual), dan poliuria. Keracunan berat akan menyebabkan kerusakan saluran kencing dan kalasifikasi jaringan lunak seperti jantung, pembuluh darah, paru-paru dan ginjal. Defisiemsi vitamin D menyebabkan : - Ricketsia pada anak-anak dengan gejala : talang menjadi lunak, pembesaran sendi-sendi tulang, devormasi tulang dada , pelvis, pertumbuhan gigi terhambat. - Kejang - Ospeomalasia (pelunakan tulang) pada orang dewasa. Vitamin E Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin ini menerangi terjadinya oksidasi vitamin A, karotin, asam lemak tidak jenuh dan menjagakeadaan kesuburan individual. Defisiensi vitamin E menyebabkan terjadinya hemolisis sel-sel darah merah dan anemi. Pada hewan menyebabkan kemandulan. Vitamin K Vitamin ini terdapat pada jaringan tumbuhan hijau, sedangkan vitamin K2 terdapat dalam bakteri. Vitamin K merupakan senyawa penting dalam pembentukan protombin dan protein-protein pembekuan darah lainnya. Disamping itu juga berpartisipasi dalam proses fosforilasi oksidatif dalam metabolisme sel. Defisiensi vitamin k akan menjebabkan : - Hemoragi - Waktu pembekuan darah panjang

175

vitamin
Diposkan oleh Angsukma Putri Dewayanti on Jumat, Juli 24, 2009 - vitamin dibutuhkan dalam tubuh dalam skala kecil namun perananannya sangat penting - vitamin berfungsi sebagai regulator (pengatur) dengan mengadakan kerjasama dengan enzim dalam reaksi kimia penserita defisiensi vitamin disebut avitaminosis Vitamin A (retinol) rumus kimianya C20H30O contoh sumber : hati, susu, mentega, keju, wortel, bayam fungsi : menjaga kesehatan mata, hidung, mulut, pencernaan akibat avitaminosis : hemeralopia, xeroftalmia, keratomalasia vitamin B1 (thiamin) rumus kimianya C12H17ON4S contoh sumber : ragi, nasi, roti, serealia, hati, telur, ikan, buah, sayuran fungsi : membantu mengubah karbohidrat menjadi energi akibat avitaminosis : beri-beri vitamin B2 (riboflavin) contoh sumber : susu, roti, gandum, serealia, hati, buah, sayur, unggas fungsi : membantu pengeluaran energi, menjaga kesehatan kulit, selaput lendir, dan susunan saraf akibat avitaminosis : keilosis vitamin B3 (niasin) rumus kimianya C6H5ON

176

contoh sumber : hati, ayam, kalkun, halibut, susu, biji-bijian, buah, sayuran fungsi : membantu mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energy akibat avitaminosis : pellagra vitamin B6 (piridoksin) rumus kimianya C6H12O2N contoh sumber : susu, hati, daging, roti, gandum, serealia fungsi : membantu reaksi enzim akibat avitaminosis : pelagra, anemia, obstipasi vitamin B5 (asam pantotenat) rumuS kimianya C9H17O3N contoh sumber : telur, hati, kacang merah, kacang tanah, bijibijian, sayuran, ikan fungsi : membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan protein akibat avitaminosis : alergi, mual, sakit perut vitamin B11 (asam folat) rumus kimianya C12H12O6N7 contoh sumber : hati dan berbagai jenis sayuran fungsi : membantu memroduksi sel darah merah, memertahankan susunan saraf akibat avitaminosis : diare, anemia vitamin C (asam askorbat) rumus kimianya C6H8O6 contoh sumber : jeruk, jambu biji, brokoli, sayuran fungsi : mempercepat pertumbuhan, menjaga kesehatan bagian mulut akibat avitaminosis : skorbut, perdarahan kulit, kerusakan sendi vitamin D (kolekalsiferol) rumus kimianya C28H44O contoh sumber : susu, minyak, hati ikan fungsi : membantu metabolisme kalsium dan fosfor untuk tulang dan gigi akibat avitaminosis : rakitis, osteoporosis vitamin E (tokoferol) rumus kimianya C29H50O2 contoh sumber : minyak, nabati, sayuran hijau, kecambah, bijibijian fungsi : mencegah dan mempertahankan selaput sel akibat avitaminosis : keguguran, kulit mengalami gangguan vitamin K

177

rumus kimianya : C31H46O2 contoh sumber : sayuran hijau, kedelai, hati sapi fungsi : berguna dalam persenyawaan protombin akibat avitaminosis : darah sukar membeku vitamin H (biotin) rumus kimianya C10H16O3N2S contoh sumber : hampir semua jenis makanan fungsi : perantara metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak akibat avitaminosis : dermatitis